A Date with Deny

Wokokokok, kalau Deny ngejudulin postnya dengan Kencan bareng blogger di Bogor aku juga mau pakai kata date ahhh~ biar click-catchy.. Halah istilah opo kuwi...

Jadi, aku dua minggu ini lagi nggak suka di rumah. Pas nemu poster digital acara IPB Blogging Day, jadi kepengen ikut. Nggak peduli temanya, aku pengen pergi aja sih... Sendiri yo ben... Sudah biasa. Pun belum pernah mampir ke IPB, kan bisa liat-liat.

Singkat cerita, Deny GS (Ganteng Sekali??) si pemilik blog Navapet.us, pun ternyata juga ke sana. Awalnya janjian ketemu di sana. Eh, rupanya dia nggak begitu tahu cara ke sana. Emang aku tahu? Ahahaha... Aku tahunya naik kereta aja sampai Bogor. Dari situ tinggal tanya-tanya angkotnya...


Janjian jam enam pagi (23/6), dan aku baru bangun jam enam kurang lima belas menit. #palingIndonesia. Segera kukirim pesan kalau aku bakal telat. Eh rupanya aku duluan dong yang sampai stasiun Tebet. Ternyata dia lebih Indonesia.

Tak sukar menemukan Deny. Aku sudah berapa kali melototin fotonya di halaman Tentang Penulis di blog-nya. Sama seperti di foto. Lumayan tinggi, fashionable, dan sophisticated. Kebalikan banget dari aku, hihihi... Eh tapi ada yang sama, kami sama-sama minus enam dan sama-sama masih belasan... *kok ada yang teriak 'boong' ya...*


Aku membayangkan IPB tuh ada di tengah kota dekat Botani Square, eh bukan tho ternyata. Emang cuma enam kilometer dari stasiun, tapi kok rasanya jauh ya, hehehe...

Di sesi pertama IPB Blogging Day ada talkshow yang bintang tamunya, Bapak Blogger IPB, Tb. Sjafri Mangkuprawira, Ketua Blogger IPB, Yusuf Fikri, dan Ketua Blogger Bogor, Mataharitimoer. Kayaknya nama pena Mataharitimoer sering liat seliweran, tapi aku belum pernah tahu.



Ketiganya bercerita kalau dari blog ternyata bisa membawa manfaat lebih. Pak Syafri yang sudah berumur 69 tahun, pernah menerbitkan buku dari blognya. Mataharitimoer juga, bahkan pernah jadi bintang iklan. Sedangkan Yusuf Fikri bisa menghasilkan uang dari blognya...

Di sela-sela acara, masa' kan snack-ku abis ya... eh si Deny nggeser box snack-nya ke arahku. Apa tuh maksudnyaaa... Berhubung diet ya kutolak.

Abis itu ke Kebun Raya Bogor. Aku lupa kenapa jadi mengarah ke Kebun Raya. Awal tahun ini aslinya aku sudah ke Kebun Raya. Berhubung teman-teman cantikku nggak mau kepanasan, aku pun belum tahu namanya Jembatan Merah dan Makam Belanda di dalam Kebun Raya. Dan kemarin kesampaian ye ye... Ternyata pun si Deny nggak kuat panas T.T


Muter-muter ampe paha tinggal 60% (maunya). Aku pun jadi tambah pengetahuan dari Deny. Dia bercerita macam-macam. Iri aku, dia masih muda dan aktif... nah gue... ahahaha. *loh*

Sudah muter-muter lalu pulang naik angkot ke stasiun. Aslinya nggak jauh stasiun itu dari Kebun Raya, tapi macetnyaaa... gilak. Lebih parah dari Jakarta lah -,- Sampai di stasiun, eh si Deny ngeliat tasku hampir ada yang nyuri isinya. Aku lihat tas cangklonganku ritsletingnya sudah kebuka hampir separuh. Aku nggak berasa apa-apa sih. *nggak peka* Tapi kata Deny, orangnya pas ketahuan langsung pura-pura jatuh. Untung saja, aku tak kehilangan apa-apa...


Beli tiket kereta. Lima belas menit lagi kereta berangkat. Karena kereta awalnya ya dari Stasiun Bogor, berarti kita ada di stasiun pertama. Dan maka dari itu kita harus dapat tempat duduk! Sudah dalam posisi siap-siap depan pintu KRL. Eh keretanya geser jauuuh, jadi di depan kita gerbong khusus wanita. Nggak mungkin kan Deny ikutan masuk? :P


Kita geserrrr ke pintu KRL di gerbong biasa. Eh, keretanya geser lagiiiii... IHHH. Tiwas ikut geser. Nah pas KRL berhenti, kita sudah siap-siap depan pintu. Mana udah rame lagi banyak orang yang akan masuk KRL. Pokoknya harus duduk! Pas pintu kebuka, eh anak kecil di depanku pake jatuh segala lagi... dan yeeee kita dapat tempat duduk!

Baru kali ini aku dapet tempat duduk di KRL rasanya seneng banget... hehehe...

Wokokokok, pas KRL jalan depan kami ada mbak-mbak dan mas-mas. Mbak-mbaknya nangis gitu. Ya you know laaa... Karena aku nggak suka ngomongin orang di belakang. Aku pun ngomongin orang di depannya langsung. *plak*

"Eh Den..."
"Apa?"
"Nggak jadi deh..."
"Apa?"
"Mbak depanmu nangis tuh," sok-sok pelan suaranya padahal mah kayaknya mbaknya tau, wkwkwk biarin deh.

Cuma mau cerita gitu doang sama Deny, hihihi. Awkward lah. Depan kita nangis sesenggukan, kami mesam-mesem. Kasian mbaknya T.T

Di KRL pun cerita macam-macam juga. Rupanya Deny suka nonton NigaHiga boo'. Liat deh di Youtube, kocak abisss... Yang Bromance, Forever Alone, lucu banget, ahihihi... ^^ Cerita tentang pentingnya makan sehat. Apalagi ya...

Yang aku inget sih, Deny janji mau ngirimin Rittersport. Hahaha... kuinget lho Den!

Hehehe, maap ya Den, kalau aku banyak salah... sampai jumpa lagi. Tschuss!

❤❤❤

Giveaway Azzet: Witing Tresna Jalaran Saka Ngeblog

Kalimat 'witing tresna jalaran saka kulina' berarti tumbuhnya cinta karena kebiasaan. Biasa bertemu, biasa menyapa, lama-lama jadi cinta. Ah, manisnya... Sama halnya dalam blogging. Saking kulina-nya, dari ngeblog tumbuh cinta di dalamnya.

Aku senang kalau sudah begitu. Ada blogger yang cerita naksir blogger yang itu lah... ada blogger yang minder mau mengutarakan cintanya lah, ada dua blogger yang jadian lah, aihhh seru lah... cinta di mana-mana euy!

Aku? Tentu saja aku punya pengalaman cinta karena nge-blog. Tapi eitsss, bukan cinta yang ketertarikan secara romantik lah. Kalau itu aku nggak punya. Melainkan, cinta yang bertambah besar karena kebiasaan ngeblog. Karena terbiasa, aku pun jadi cinta ngeblog. <3

Blogkuuu...
Setelah rutin 10 bulan mengisi postingan di blog pribadiku ini, tentu saja aku mendapat manfaat berlimpah. Teman baru, hadiah, cerita-cerita teman, banyak lah. Tapi ada satu alasan utama kenapa aku suka sekali menulis di blog: aku bisa menjadi lebih EKSPRESIF!

Waktu aku masih duduk di SMA, aku sering dikomplain karena aku jarang sekali bicara. Teman sebangkuku kelas dua saja, ternyata kuketahui belakangan ia mengeluh kepada temannya yang lain, bahwa ternyata aku diam sekali. Duh, maaf ya... Aku hanya merasa aku nggak bebas berbicara dan mungkin jadi aku belum masuk di tempat yang nyaman.

Ketika aku sudah berada di lingkungan yang nyaman, aku sebisa mungkin mengutarakan pikiranku kepada anggota lingkungan itu. Makanya, dulu aku hanya bisa banyak bicara di dalam rumah, keluargaku, dan beberapa teman terdekat.

Sekarang, aku menemukan satu lingkungan nyaman lagi. Di blog.


Di blog aku berasa bisa jadi diri sendiri. Lebay ya? Eh tapi betulan untukku... Aku tak malu menulis fiksi di sini, bercerita mengenai keseharian atau keanehan yang aku temui, memasang cerita foto boneka-yang padahal aku sudah bukan anak kecil lagi, atau menuliskan ide yang ada di kepalaku. Semuanya bisa 'kubuang' di sini.

Dari blog sebagai tempat ekspresi itu barulah aku bisa bertemu teman-teman ngeblog yang kadang pun cuma bisa mengobrol via teks atau via komentar. Bisa ikutan kontes dan beberapa kali dapat hadiah. Bisa berbagi. Bisa belajar banyak. Bisa... ah bisa banyak deh! Hihihi...

Hadiah dari ngeblog...
Kopdar salah satu manfaat ngebloggg~
Intinya, aku cinta ngeblog karena di sini aku bisa mengaksarakan benang abstrak dalam kepalaku. Aku nyaman di sini. Dan saking cintanya sama ngeblog, tiap hari pun aku pasti buka blog. Kalau nggak lewat komputer ya, sedikit blogwalking via HP. Dan saking cintanya pula, tampilan blog rusak dikit, stresnya minta amplop... Maklum gaptek.

Eh, judulnya nggak menipu kan ya? Kalau tresna yang gitu-gitu dari ngeblog, aku nggak ada sih. Kalau ada boleh lah nanti diceritakan. Hahaha...

Kamu cinta ngeblog?


Tulisan ini diikutkan pada kontes Betapa Senangnya Ngeblog dan disponsori oleh Mahabbah.


*tresna = cinta
*kulina = biasa, sering

Saus Tomat

Saus tomat. Gue nggak tahu kenapa gue bisa suka banget saus tomat sejak kecil. Dulu, nyokap gue kewalahan karena gue makan saus tomat mulu ampe bikinin saus tomat sendiri. Tapi sayang, saus tomat home-made itu nggak bisa bertahan lama. Jadi ya nggak bikin lagi.

Sampai sekarang pun gue nggak bisa namanya makan kentang goreng tanpa saus tomat! Diganti sambal juga nggak bisa, lha wong nggak doyan blas jeh…

Di sini nggak ada saus tomat ambil sendiri T.T
Makanya, meski gue jarang makan fast-food (boong), sebel ajah Mekdi nggak menyediakan saos tomat yang ambil sendiri. Harus minta langsung ke kasirnya, lalu dikasih saus tomat sachet. Udah gitu ngasihnya pelit… cuma dua biji kadang. Padahal buat kentang goreng 6000-an punya si Mekdi, gue membutuhkan enam biji saus tomat.

Kalau misal di rumah ada kentang goreng, dan pas nggak punya saus tomat, gue rela pergi ke warung dolo buat beli saus tomat… lebay ya. Yo ben.

Satu tray untuk satu orang. Bukan aku...
Nah saus tomat ini menjadi bahasan postingan blog kali ini karena, hari ini gue menemukan kebetulan karena saus tomat.

Hari ini gue pergi ke supermarket di Pacific Place, Sudirman. Bayar kan tuh di kasir. Nah mbaknya ngajak ngomong gue.

“Mbak, sering ke Mekdi Tebet yah?”
“Iya, loh kok tau?”
“Mbak yang suka minta saus tomat yang banyak itu kan?”
“Wkwkwkwk (mana bisa ketawa begini), iya, dohhh jadi malu…”
“Dulu saya di sana mbak. Sering ketemu sama mbak.”
“Wkwkwkwk iya dulu pas SMA pulang sekolah kadang ke Mekdi.”
“Iya, mbak sering BANGET ke Mekdi…”

Kata nyokap gue, “Weeeh ketahuan sekarang… sukanya jajan di Mekdi tho…”


Lumayan terharu… bisa-bisanya mbaknya masih inget gue, padahal kan gue SMA tuh udah hemmm sekian tahun yang lalu. Mekdi emang cuma 200 meter dari sekolah gue dulu. Dan rumah gue juga cuma 200 meter dari sekolah. Ahahaha, so ya wajar ae sering ke Mekdi. Dah gitu dulu belinya ya cuma kentang 5500-an itu, hihihi!

Pantesan mbaknya tampangnya rada familiar, hehehe. Nggak tau deh, kok geli aja ada orang inget gue karena hal-hal tertentu. Dalam hal ini saus tomat. Dan bukan karena kriwilnya rambut gue… :D

Suka mana, sambal atau saus tomat?

❤❤❤

Ke Sekolah Nggak Mandi

Wokwokwokmulankwok, setelah kemarin menulis sesuatu yang serius, aku mau nulis postingan yang temanya nggak penting ah... Hehe, close aja windownya kalau malas sama post nggak penting. Ok? Aku malah jadi bingung, postinganku yang temanya penting yang mana yah... Mew, kali ini tentang 'mandi'. Lagi liat-liat Multiply, ternyata dulu aku rajin ya apdet status. Nahhh, salah satu quick notesku berbunyi begini:

"Pernah pergi ke sekolah tapi belum mandi?"

Aku menulis begitu setelah melihat teman sekelasku datang ke sekolah terlambat. Pas ujian lagi. Abis ujian ia mengaku, "gue telat banguun, gue belom mandi cuyyy." Dan aku pun menyadari. Dia pergi ke sekolah mandi nggak mandi sama saja. Sama kucelnya... Aku juga gitu sih. Before after mandi ra ono bedane...

Karena aku basicnya rajin mandi, aku berpikir bahwa kalau ke sekolah nggak mandi itu nggak banget aja. Masa' sih mau ke sekolah aja pakai nggak mandi gitchu loh... Doh enggak deh ya ke sekolah nggak mandi.


Dari TK sampai lulus SMA pun, seingatku aku selalu mandi pagi loh. Etapi setelah lulus SMA, eh ternyata aku sama saja kayak teman SMA-ku tadi. Kuliah pagi pun beberapa kali nggak mandi dulu. Ya alasannya banyak, kesiangan lah, takut telat, kadang ya memang malas mandi aja. Dohhh!

Kamu pernah nggak ke sekolah nggak mandi dulu? Aku sudah bertanya ke beberapa responden. Insyallah identitasnya tidak disamarkan.

Affi, 19, mahasiswi psikologi, Bandung.
"Pernah dong. Aku ujian jam 10 dan baru bangun jam setengah 10. Sedangkan rumahku ke kampus sekitar 45-1 jam. Bangun langsung pake kemeja ujian terus pergi. Bahkan aku ngga sikatan. Materi belum dibaca 2 bab. Untungnya ngga telat sampe kampus. Perasaannya? Biasa wae. Soalnya lebih mikirin ujian. Deg2an kalo ga boleh masuk -_-"
Vai, 23, mahasiswa teknik mesin, Surabaya.
"Kalo kuliah sering karena waktu. Kan kalo mandi ntar mbuang waktu. Telat deh, hehehehe. Mendingan cuci muka langsung masuk."
Aji, 22, mahasiswi ilmu ekonomi, Jakarta.
"Pernah. Nggak ada waktu. Waktu sma kan kalo telat dipulangin. Kalo kuliah karena males plus nggak ada waktu."
Uchi, 27, karyawati, Samarinda.
"Pernah, bangun telat, kalo mandi dulu bisa telat ke sekolahnya. Pernah juga lagi krisis air bersih jadi modal cuci muka sama sikat gigi doang, Kadang kalo kemarau, air nggak ngalir."
Sebuah kebetulan bahwa semua respondenku bernama berakhiran huruf -i. Ternyata ada banyak alasan yang menyebabkan tidak mandi sebelum berangkat sekolah/kuliah. Tapi alasan paling yang aku nggak paham: nggak ada waktu. Heh, waktu perasaan ada dari dulu deh... Wkwkwk!


Bagaimana denganmu? Pernahkah seringkah?

Beuh bener kali ya plesetan lagu Mandi Pagi...

Lirik aslinya kan:
Mandi pagi sudah biasa,
sejuk dingin tidak terasa
sore hari kalau tak mandi
badan lesu main tak mau...

Eh sekarang diplesetin jadi, (thanks buat Bunda Kanaya liriknya hihi!)

Mandi pagi tidak biasa,
Mandi sore tidak biasa,
Tidak mandi sudah biasa,
Badan bau luar biasa.

♥♥♥

Palapa

Siapa yang belum pernah mendengar Sumpah Palapa? Saya rasa yang sudah belajar Sejarah di Sekolah Dasar semua pernah dengar itu. Ialah sumpah yang merupakan cita-cita Gajah Mada yang dikumandangkannya ketika beliau dibaiat menjadi mahapatih amangkubumi Kerajaan Majapahit menggantikan pendahulunya, Arya Tadah (Empu Krewes) yang sudah renta.

Cita-citanya ialah menyatukan Nusantara. Kemudian, cita-cita itu tercapai, seperti yang tercatatkan dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Dang Acarya Nadendra (Mpu Prapanca). Apabila dikondisikan dengan cakupan wilayah Indonesia sekarang, wilayah yang dikuasai Majapahit kala itu banyak yang sama dengan area negara kita sekarang. Indonesia sekarang merupakan imitasi konkret dari impian Gajah Mada yang tercurah dalam Sumpah Palapanya.

Arti Sumpah Palapa

Dalam Kitab Pararaton yang tak diketahui penulisnya itu, tertulislah bahwa Gajah Mada berkata:
"Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti Palapa, lamun kalah ring Gurun, ning Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsun amukti palapa."
Bagian kalimat pertama, 'lamun huwus nusantara ingsun amukti palapa' berarti, 'jika sudah menguasai nusantara, saya melepaskan keprihatinan.' Kemudian disebutlah beberapa daerah yang konon saat itu belum menjadi kuasa Majapahit. Tanjungpura (Kalimantan Barat), Bali, Sunda, Palembang, dan lainnya kini sudah tentu merupakan wilayah Indonesia. Eh, kecuali Tumasek (Singapura) dan Pahang (Malaysia), sih.


Dalam Kamus Bahasa Jawa Kuno yang disusun oleh Zoetmulder, Palapa didefinisikan sebagai 'sifat yang menarik atau memikat hati'. Secara luas Palapa diterjemahkan sebagai 'kesenangan dunia'. Sumber lain menyatakan bahwa Palapa berarti 'lara lapa' yang dalam Bahasa Jawa berarti 'hidup menderita'. Palapa juga berarti kelapa. Namun, Langit Kresna Hariadi, penulis novel sejarah Gajah Mada berpendapat Sumpah Palapa sama sekali tidak menyinggung hubungan Gajah Mada dengan buah kelapa.

Yang jelas, Gajah Mada bersumpah meninggalkan kesenangan duniawi (hamukti palapa) demi cita-cita menyatukan Nusantara. Yaitu, kebalikan dari hamukti wiwaha yang berarti menikmati hidup karena harta, pangkat, dan derajat yang dimiliki.

Gajah Mada dan Sumpah Palapa

Keinginan Gajah Mada memperluas area Kerajaan Majapahit berawal ketika sahabat lamanya Pancaksara tiba ke kerajaan. Sahabatnya yang memiliki nama pena Prapanca itu menceritakan bagaimana suasana mancanegara (luar Kerajaan Majapahit). Pancaksara sendiri memang suka melanglang buana. Gajah Mada terpesona dan terundang rasa ingin tahunya terhadap luar negeri.

Selain itu, Aditiawarman, pangeran dari kerajaan Swarnabhumi (Sumatera) yang masih kerabat Majapahit bertamu ke istana dengan membawa armadanya yang banyak dan menggunakan kapal perang yang besar-besar. Gajah Mada pun berpikir untuk mengirimkan prajurit ke Swarnabhumi agar dapat mempelajari pembuatan kapal sehingga memperkuat prajurit dan mampu ekspansi ke luar daerah.

Candi Brahu di Trowulan, ibukota Majapahit. Di depannya ada Ratu Gayatri yang tersohor akan kecantikannya. Huekekeke!
Kala itu, Gajah Mada masih merupakan patih biasa. Bukan mahapatih yang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan yang levelnya hanya selapis di bawah raja. Impian itu pun hanya bercokol dalam hati dan benaknya. 

Hingga suatu ketika, Gajah Mada diberi jabatan oleh duo Prabu Putri Tribhuwanatunggadewi dan Dyah Wiyat menjadi seorang mahapatih. Sumpah Palapa yang merupakan pidato pertama setelah ia menjadi mahapatih menjadi cibiran prajurit dan anggota kerajaan yang lainnya. Bahkan, mahapatih pendahulunya, Arya Tadah pun merasa impian Gajah Mada sangat tidak masuk akal.

Nusantara Majapahit


Banyak yang meragukan impiannya, namun kenyataannya Majapahit mampu melebarkan sayapnya tak hanya berkutat di sekitar Trowulan dan Jawa Timur. Saya sangat terkejut membaca terjemahan Negarakertagama. Rupanya, disebutkan lengkap di sana wilayah yang dikuasai Majapahit serta nama negeri-negeri sahabatnya.

Dalam Kitab Negarakertagama, Pupuh (semacam pasal) 13-15, disebutkan bahwa area Majapahit antara lain ialah: Jambi, Toba, Buton, Seram, Kampar, Kelantan, Lombok, Makassar, Sampir, Tumasek, dan sebagainya. Sedangkan negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Majapahit antara lain: Siam, Campa, dan Kamboja.

Saya kaget dan hampir ternganga. Sebuah kerajaan Jawa di abad ke-13 mampu menguasai daerah seluas itu. Konsep Bhinneka Tunggal Ika yang tertera pada Kitab Sutasoma tak lagi hanya bersangkutan pada kerukunan antar penganut agama Hindu dan Buddha di area Majapahit tapi juga dipahami Gajah Mada untuk menyatukan wilayah yang banyak tadi menjadi sebuah Nusantara.

Gajah Mada ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Meskipun banyak kontroversi melatarinya. Gajah Mada tidak diketahui jelas asal kelahirannya dan tempat kematiannya. Selain itu, ada yang menganggap Gajah Mada bukan pahlawan, namun penjajah, karena berusaha bagi Majapahit untuk menguasai daerah di luar kerajaan. Ada pula yang menyebutkan bahwa Gajah Mada tidak menikah karena ia menganggap wanita hanya akan menghambat perwujudan cita-citanya.

Terlepas dari itu semua, sosok Gajah Mada sangat inspiratif. Ia rela tidak menghirup kesenangan duniawi hanya demi negara dan cita-citanya. Ia adalah orang yang rela berkorban demi kerajaannya. Sifat yang patut dicontoh bagi pemangku jabatan pemerintahan di Indonesia. Pemerintah tak seharusnya hamukti wiwaha, bersenang-senang atas kursi empuknya, namun semestinya hamukti palapa, berani berkorban untuk rakyat.

Nusantara yang dicitakan Gajah Mada memang paling Indonesia. Wilayah Indonesia sekarang, hampir sama dengan yang dikuasai Majapahit kala itu, bahkan lebih luas. Namun saya juga berharap, sikap pemimpin seperti Gajah Mada yang rela 'berpuasa' demi negaranya dapat dijadikan teladan bagi para pemimpin di segala lapisan di Indonesia. Ya, semoga sifat pemimpin seperti ini bisa menjadi tipikal pemimpin yang paling Indonesia. Amiin.

Terimakasih untuk:
Gajah Mada: Hamukti Palapa oleh Langit Kresna Hariadi
Jawaban Langit Kresna Hariadi dalam: http://yulian.firdaus.or.id/2006/12/23/gajahmada-4/
Kamus Jawa Kuna, Zoetmulder, Gramedia.
http://historynote.wordpress.com untuk terjemahan Nagarakretagama-nya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Nagarakretagama
http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Sutasoma
http://psb.sman82-jakarta.sch.id/cgi-bin/mo_full.cgi?moid=118&fname=sej106_12.htm untuk peta.
Mas Isang, Ibu, dan Bapak. Wkwkwk!

Tendaku di Java Summer Camp 2012

Aslinya aku tidak suka namanya mengkritik dan mengkomplain. “Any fool can criticize, condemn and complain and most fools do.” Tapi ketika ada sesuatu menggangguku, piye ya...

Btw, Setelah aku mengirim komplainku mengenai pejabat daerah yang merokok di acara publik kemarin. Keesokannya aku mendapat tanggapan via SMS. Memang aku selalu memasukkan nomor telepon genggam setiap kali mengirim e-mail. Senang sekali Bapak Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman terbuka dengan kritik.


Setengah jam lebih setelah aku menerima SMS itu, ada yang mengisi komentar di tempatku mengatasnamakan Kadiv Humas Disbudpar Sleman dan anehnya tidak menyertakan nama. Ditulisnya ia menyayangkan sikapku karena menulis surat terbuka. Kemudian ia memberi komentar lagi katanya Disbudpar sedang merintis Tourism Kota Sleman. Seperti menyebut Kabupaten Jakarta Timur. Sleman memang ada juga kecamatannya yang merupakan ibukota Kabupaten Sleman. Tapi menyebut 'Kota Sleman' itu gimana ya... wong namanya Kabupaten Sleman. T.T Agak curiga kalau itu nggak beneran.Tapi yo wis lah...

Hihihi ya nggih sampun deh, sukses terus untuk Disbudpar Sleman ya!
Semoga turis domestik maupun internasional yang datang kian banyak. :)

♥♥♥

Dan yeah bukan berarti aku kecewa sama Java Summer Camp 2012. Malahan aku senang sekali bisa ikutan acara semacam itu. Aku yang agak malas aslinya sama acara menginap, mendadak kepengen lagi ikutan kemah.

Sebelumnya pun parno sendiri, doh kalau ndiriin tenda sendiri piye ya... Tenda yang buat kemah di halaman belakang rumah aja gue nggak bisa masangnya! Dulu sekalinya kemah pas SD, yang mendirikan tendanya para orang tua murid. *evil laugh*

Mana di rundown ada jadwal: Tent Distribution. Yang kubayangin tuh kemah pas jaman SMP. Bagi-bagi tenda karung gandum, dan setelah itu didirikan. Panik panik! Kata tanteku, alah gitu aja takut. Paling sudah didirikan sama sananya. Kalau diriin sendiri pun, kan pasti ada temennya yang bisa berdiriin. Meh, kalau teman segrup nggak ada yang bisa berdiriin tenda piye ya...

Mehehehe, ternyata Tent Distribution bukan pembagian tenda karung gandum. Tapi ya pembagian tenda. Gitu deh, kita dikasih nomor tenda yang nantinya kami tiduri. (Doh?) Dan semua all set. Nggak bisa aku bayangin kalau aku harus malu-in patok besi, wuehehehe... sama diriin tenda aja panik... Btw aku dapat tenda dengan nomor B5.


Tenda-tenda ini berdiri di kompleks perkemahan Candi Prambanan yang-semoga-aku-nggak-salah-mata-angin-sih, ada di barat laut Candi Prambanan. Memang diperuntukkan untuk kemah gitchu. Nah, teman setendaku ada dua orang. Namanya Rossy, dari STIPRAM, sekolah pariwisata yang juga partner dari acara Java Summer Camp. Serta Ferry, seorang mahasiswa jurusan Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB.


Miww, ternyata tenda dome tuh ada jendelanya tho. *norak* Dari jendela berstrimin itu aku bisa lihat Candi Prambanan, candi yang aku sebelum JSB belum pernah masuk ke sono.



Bawaanku kayak orang pulang kampung. Dasar emang nggak rapi dan nggak pandai packing... yah jadi begitulah, hihihi! Di tenda aku dapat bagian tempat tidur paling dekat dengan pintu tenda. Jadi matrasnya paling kotor sama pasir. Tapi nggak masalah sih, wong aku bawa SB. Spring Bed. Eh, sleeping bag.

Lumayan agak location shock, pas udah maghrib mau beberes, eh nggak ada saklar deng ya... hihihi berasa di kamar ajah... pakai lampu dari hape deh. Wiw, sayang sekali cuma dua malam aku tidur di tenda itu. Sebelum pulang foto duluuu sama tenda dan teman setendaku.

Ceklik!


♥♥♥

Liat situs Disbudpar Sleman, eh ada teman sekelompokku nampang. Ada aku juga tentunya. Wihihi~ ada di: http://www.tourismsleman.com/berita_detil.php?id=19

Bukan Taman Lawang

Dohhh, aku sering banget keserimpet kalau cerita tentang Lawang Sewu trus bilangnya malah Taman Lawang. Padahal jauh banget. Taman Lawang tempat nongkrong bencong, Lawang Sewu tempat nongkrong... ... hm, nggak jadi deh. Karena lama di Jakarta sering denger Taman Lawang kali ya.

Sering banget slip of the tongue (eh bener gak sih make istilahnya?), kayak gini nih:
Aku: "Apik banget sumprit Taman Lawang, pintunya nggak nyampe seribu sih..."

atau...

Aku: "Nyesel aku gak wisata horor di Taman Lawang!"

Padahal sih maksudku Lawang Sewu. Wuuu!

❤❤❤

Ada kabel pating tlolor...
Suatu kebodohan yang amat sangat ketika aku pergi jalan malah bawa lensa fixed. Aku nggak bisa moto dengan lebar leluasa. Huh! Aku nggak bisa moto Lawang Sewu dari luar juga. Tapi lumayan sih, bisa narsis-narsis di dalam pake fixed lens.

Ke Semarang sih udah lama, tahun lalu. Berhubung belum ditulis lengkap, tulis ah... Oiya, sebelum aku ke sini, malamnya sudah lewat Lawang Sewu. Waktu itu aku jalan kaki jam 10 malam di Jalan Pemuda dari dekat Hotel Novotel sampai lampu merah dengan santai. Eh sampai perlimaan (lupa per-berapa-an), nengok kiri, aku baru sadar itu Lawang Sewu.

"Huaaa Lawang Sewuuu!" Akhirnya aku dan Affi ngibrit memutar balik. Siapa sih yang mem-brainwash dan memberi mindset kalau hantu itu menyeramkan. Jadi takut deh...

Esok sorenya, kami masuk ke sana. Bayar juga. Tapi pun kayaknya nggak resmi. Disediakan pemandu pula. Entah kenapa kami lagi nggak pelit jadi nyewa guide juga. Bisa jadi fotografer pribadi juga. Multitalented!

Gara-gara fixed lens... T.T
Waktu itu kami rada nggak beruntung karena Lawang Sewu lagi renovasi. Jadi banyak yah gitu-gitu deh besi-besi gitu. Sama catnya pun belum selesai. Dan menurutku jadi aneh, nggak cocok aja warna catnya menurutku. Jadi wagu ngunu... Wagu apa lagi Bahasa Indonesianya.

Gedung Lawang Sewu aku kurang tahu jenis arsitekturnya ini, yang jelas arsitektur Belanda wkwkwk... aku suka sekali sama arsitekturalnya, mirip-mirip gedung Immigrasie Dienst yang sekarang jadi kafe di Jakarta Pusat. Dinamakan Lawang Sewu karena pintunya banyak sekali (lawang = pintu, sewu = seribu). Tapi sih nggak sampai seribu. Waktu aku ke sana, pintunya dikasih angka gitu. Katanya lagi dihitung. Kata mas pemandunya sih jumlahnya 600-an.

Karena diantar sama pemandunya, jadi sih kami nggak bergidik ngeri. Eh boong deng, tetep takut juga aslinya. Tapi mendingan lah... dan untungnya kami nggak menemukan hal aneh di sana.

Asik buat poto poto ada perspektifnya...
Letheg pol, belum mandi dua hari... 
Meh, gue gak kayak orang Indonesia ya hahahaha~
Di sana juga terdapat wisata malam. Terdapat penyewaan sepatu boots untuk menelusuri lantai bawah tanah yang airnya menggenang dan katanya horor itu. Namun sayang, baru dibuka jam 7 malam. Jadi kami pun ogah menunggu terlalu lama. Boong deng, aslinya juga takut masuk-masuk situ...

Meheheh, ada yang berminat wisata horor di Lawang Sewu? :P

❤❤❤

Kepada Disbudpar Kabupaten Sleman

Postingan ini bersifat komplain dan negatif.

Kepada Bapak Untoro Budiharjo,
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kab. Sleman

Selamat pagi,
saya Sitti Rasuna, salah satu partisipan Java Summer Camp 2012. Senang sekali mengetahui Kabupaten Sleman mengadakan acara kemah bertemakan pariwisata yakni Java Summer Camp. Saya pertama kali melihat sosok bapak ketika opening ceremony JSC 2012 pada tanggal 8 Juni 2012 malam. 

Waktu itu para partisipan JSC 2012 sudah tiba ke lokasi (Lapangan Siwa) dan sudah duduk dengan tenangnya di kursi yang disediakan. Beberapa menit kemudian kami disuruh minggir dan duduk minimal di baris ketiga kebelakang. Alasannya karena baris pertama dan baris kedua diperuntukkan untuk para pejabat yang datang. Kalau iya, kenapa nggak sebelumnya barisan kursi itu ditandai. Jadi kita nggak perlu ribet pindah duduk. Apa antusiasme partisipan duduk di depan harus disalahkan ya?

Akhirnya saya dapat tempat duduk di baris ketiga tepat persis di selisih dua baris di belakang Bapak yang duduk di baris pertama. Para orang penting datang, baris kedua pun ternyata masih kosong. Tapi saya dan yang lain emoh duduk di baris kedua. Ntar ibu-ibu yang itu nyuruh kami mundur lagi. Huh.

Opening ceremony dimulai. Bapak duduk diapit entah siapa yang saya rasa juga orang penting karena mereka juga maju saat penandatanganan Sampul Hari Pertama JSC 2012. Saya miris dengan orang di samping kanan bapak. Ketika kami berdiri diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya, ia mengangkat telepon.


Saya sama saja sih sebenarnya. Malah menyalakan kamera dan mengabadikan momen ia menelepon. Tapi kan saya masih terus menyanyikan Indonesia Raya. Hihihi!

Ketika acara berlangsung, saya melihat Bapak merokok sekali satu puntung (benar nggak sih istilahnya?). Sedangkan dua orang di samping bapak, tidak putus rokoknya dari awal acara hingga akhir. Saya dan teman saya lumayan terganggu dengan asap rokoknya yang mengarah ke belakang. Teman saya sampai tutup hidung dengan tisu. Saya yang sudah migrain dari sebelumnya tambah sakit kepala. Ditambah lagi asap rokok itu gampang sekali menempel di rambut. Huh!


Yang saya nggak paham, emang nggak bisa ya nggak ngerokok cuma 1,5 jam doang. Nggak tahu apa kalau asapnya mengganggu orang lain. Kok rasanya nggak sopan banget ya... Dan yang lebih penting Bapak dan teman-teman bapak itu orang pariwisata. Kok nggak mengamalkan sapta pesona ya?

Sapta pesona itu terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Sepertinya enam aspek pertama sangat diabaikan. Tapi saya merasa aspek kenangannya dapet banget kok. Kenangan yang buruk dan impresi yang jelek terhadap sosok-sosok yang duduk di depan saya. Saya jadi tidak menikmati opening ceremony-nya dengan baik.


Katanya acaranya bertaraf internasional. Kok begitu ya... Ya, mungkin merokok terkesan sepele. Tapi merokok di sembarang tempat berkesan tidak menghargai orang lain. Mungkin Bapak harus lebih memperhatikan ini. Terimakasih.


Salam,


Sitti Rasuna

My First Time Kopi Joss + Quiz Winner

Kemarin saya nggak mood sekali. Foto-foto kemarin summer camp, kopdar, dan semua foto di Jogja yang aku masukkan dalam DVD, kagak bisa kebaca. Mana 4,7 giga lagi... Huhuhu! Fotonya sih masih tersimpan di komputer di Jogja tapi kan tetap saja T.T Mau minta burn-in lagi di rumah sana orangnya gaptek-gaptek wkwkwk...

Pindah imek - leptop - imek - leptop tetap nggak kebaca. Tadi pagi coba lagi di imek, dibilangnya dvd kosong... Huh! Eh aku pasang di leptop, kebacaaa! Hurrayyy~ mood saya membaik lagi deh.

❤❤❤

Kemarin (kemarin versi orang Jawa), akhirnya aku pertama kalinya minum kopi joss. Selama ini hanya baca-baca atau mendengarkan cerita orang. Bahkan angkringan tugu pun aku baru tahu. Angkringan Tugu ini terletak di utara Stasiun Tugu. Tepatnya di pinggir Jalan Wongsodirjan. Ya masa' di tengah jalan sih...

Katanya sih yang paling beken angkringan Lik Man. Tapi kemarin aku dan teman-teman kelompok summer camp-ku nggak di sana. Melainkan di sebelahnya. Nama angkringannya: Jadul. Doh, kok kayaknya sesuai banget sih.

Aku ke sini abis kopdar sama blogger Jogja itu. Awalnya janjian sama teman summer campnya di Vredeburg, eh mendadak pindah ke Angkringan Tugu. Mana jalannya susah lagi ke Ahmad Dahlan ke Tugu. Jalan kaki sebenarnya nggak jauh, tapi daripada telat yo aku numpak becak deh.


Weitsss jangan suuzon. Aku nggak makan nasi empat bungkus og. Yeee cuma makan dua thok. Maklum, gengsi... jaga imej gitu lah. Kalau nggak bareng ama temenku, lima bungkus juga belum kenyang. Aku makan sego tempe dua bungkus, tempe satu, sate usus dua, sate telur puyuh satu, sama kopi joss!


Meh, kopi joss ternyata cuma gitu doang. Kopi item dikasih arang. Arangnya juga gitu doang. Nggak gimana-gimana. Hihi, emang mau ngarep gimana. Yo ngunu thok. Tapi gak papa deh, sing penting kan wis tau nyoba gitchu... Sate ususnya enak bangetttt btw... #doyan. Udah gitu, cuma abis 11 ribu lagi...

Kenya dan Mbak Amel
Mas Andit, Icha, orang keren, Kenya, Mbak Amel, Mbak Yul, Mbak Rani
Nasi gueee sama satenyaaa... enak :9
Waktu itu salah satu temanku, Kenya, hendak pulang ke Jakarta naik kereta Gajahwong jadwal jam 7.26. Karena kita di sana masih jam setengah tujuh, agak santai-santai. Toh stasiun sebelah doang ini. Kebetulan aku kebelet pipis parah, karena waktu keretanya datang masih agak lama, aku nebeng sama temen Kenya, si Mbak Amel, naik motor dianterin ke stasiun. Mabuk kepuyuh deh.

Eh nggak ada WC di stasiun di luar passenger area. Katanya aku bisa masuk kalau temanku masuk. Nah, Kenya kan masih jalan kaki... aku dah sampai stasiun duluan. Eh beberapa detik kemudian, kereta Gajahwongnya dateng dong. Teman-teman yang jalan kaki tadi, lari-larian. Mana si Kenya bawa keril gede begitu...  aku jadi nggak enak malah aku duluan ke stasiun karena kebelet pipis.

Kenya lari-lari, masuk ke peron, akhirnya aku dibolehin sama satpamnya masuk. Kenya ke kereta aku ke WC. Nggak lama keretanya datang, langsung jalan. Syukurlah ia kagak telat. Eh beberapa menit kemudian dia ngabarin tiketnya ilanggg... fiuhhh panik panik!

Pas ditelepon dianya, eh udah ketemu. HUUUU!

Malam itu kayak malam perpisahan gitu deh. Si Kenya pulang... Besoknya aku pulang... Nggak tahu kapan bisa ketemu lagi hihi! Tapi senang juga karena ketemu teman baru, temannya Kenya, Mbak Amel, dan Mbak Rani temannya Mbak Yul. Ahhh... jadi kangen summer camp. Hihii!

Btw, hari ini aku akan mengumumkan kuisnya... Aslinya jawaban kemarin dombaku ada empat. Dan opini tentang Jogja sakarepmu arep nulis opo. Tapi ada yang nggak jawab empat. Nggak perhatian, hueee... wkwkwk! Etapi aku terharu ada yang jawab jelasin kalau ada satu domba yang mainan hihi! Perhatian sekaleeee...

Setelah diambil penjawab-penjawab yang benar dan diundi dengan matang yang menang kuis kemarin ialah...

jengjeng. *drumroll please*


Segera kirimkan alamatmu ya mbak lewat halaman kontak. Ada di sidebar kanan. Silahkan isi contact me formnya. Aku tunggu secepatnya.

Oke thanks bye!


Background banner from: www.greatvectors.com/tag/floral/page/6/

See's Candies Menungguku + Quiz

Sebenarnya liburku masih lama. Tapi ada yang menyebabkan aku harus cepat-cepat pulang ke rumah.


Oh tentu saja bukan boneka boneka itu laaah... Emangnya aku pulang karena kangen sama mereka apa.  Kayak anak kecil aja sih suka sama boneka... Ckckck. Eh, bentar, aku mau unyel-unyel Shirley dulu ah. Yang jadi alasan utama aku pulang bukan mereka. Tapi...


Tada...!!! Lima kotak putih dibalik selimut. Ayo tebak apa itu... Gara-gara lima kotak itu aku ngebet banget pengen pulang. Padahal sih aku masih nature deficit disorder ini, masih pengen main air di kali atau liat-liat kebon di pegunungan, huhuhu! Ah tapi demi kotak itu...



Nah kotak putih itu berisi See's Candies. Permen-permen cokelat favoritku. Beberapa minggu lalu aku punya sekotak dan aku sebel sekali karena diabisin orang... Sebelnya berapi-api. Sekarang aku mau balas dendam, hihi! lha kemarin cuma makan beberapa jeh...

Baik sekali yang membelikanku lima kotak itu, hihi. (Baca: nyokapku). Karena satu kotak beratnya 454 gram jadi lima kotak hampir 2,5 kilogram. Waw, bisa mblegendong aku... Udah mblegendong deeenggg...


See's Candies ini macem permen cokelat handmade yang klasik gitu. Jadi ya wadahnya pun rada-rada oldschool gitu lah. Tapi rasanya... hueee! Kotak pertama yang aku buka yang Chocolates and Variety. Isi cokelatnya ya macam-macam, ada yang kacang, karamel, kelapa, hmmm... Selain kotakan Chocolates and Variety ada juga yang Soft Centers, Nuts and Chews, dan lain-lain.


Eh, ngomong-ngomong cokelat, aku punya cokelat jejamuan rasa gula asam dan cokelat rasa kayumanis. Ada yang mau nggak? Tapi aku nggak tahu lho ya rasane piye. Kalau mau jawab dua pertanyaan di bawah yaaa, nanti kuundi:

1. Berapa jumlah boneka dombaku?
2. Apa yang kamu sukai dari Jogjakarta? Hihihi pertanyaannya chauvinis amat wkwk~

Aku tunggu ya sampai jam delapan malam hari ini (14/6). Yang menang cuma satu. Dua cokelat di atas akan dikirimkan dengan sesuatu yang lain-tapi-rahasia-ah-liat-aja-ntar-yaaah-tau-sendiri-preferensiku-kayak-apa.

Tengkyuuu, baibai~!

♥♥♥

Kopi Darat di Gule Ikan

Masih postingan yang bukan dipost dari imek tercinta.

Btw, hari ini aku bertemu dengan beberapa teman blogger Jogja yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. (Bagi seratus ribuuu!) Sebelumnya aku makan eskrim di Roemi, lalu ke Malioboro Mall, Mirota Batik, hingga kemudian jam menjelang waktu janjian kopdar di Tomyam Kepala Ikan di Ahmad Dahlan.

Aku telusuri jalanan KHA Dahlan dari arah Vredeburg. Aku nggak liat apa itu namanya Tomyam Kepala Ikan. Lalu aku googling, adanya Gule Kepala Ikan Mas Agus, letaknya di No. 77. Eh nomor 83 kelewat, ternyata belum kelihatan juga. Jalan lagi, baru ketemu. Aku memastikan itu tempatnya dengan mengirim pesan kepada Mbak Dhenok Habibie. Eh rupanya benar. Siapa coba yang sebelumnya bilang nama tempatnya Tomyam Kepala Ikan? (Mbak Dhe sendiri hihihi.) Rupanya itu cuma salah satu menu di sana.

Tebak itu siapa!
Aku masuk ada yang dadah dadah gitchu. Eh rupanya Mbak Dhe dong… Beda banget sama di foto… Mbak Dhe rupanya sudah di sana bersama temannya bernama Nick. Tak lama kemudian Mas Jarwadi datang. Katanya langsung dari Wonosari, naik bis jarak dua jam. Buseeettt dah… Eh Mbak Nick malah pergi. Katanya malu… huuuu!

Tebak ini siapa!
Mbak Dhe ini kuat banget deh. Dari Palembang ke Ponorogo naik bus dua hari semalam. Trus ke Jogja naik bus juga. Kagak tepar apa ya… Aku kira kopdar tadi tuh sekaligus perayaan dia yang sudah lulus kuliah. Eh ternyata enggak, yarwe yarwe booo… wkwkwk!

Datang kemudian Mas Anno, pemilik blog teamtouring.net yang pernah menang penghargaan di Pesta Blogger 2010, lalu kemudian ada Mas MF Abdullah dan Mas Huda yang rupanya sama-sama sekolah di UMY, lalu ada lagi Mbak Ratnawati Utami yang cantik sekali, dan Mas Adit. Aku nggak tahu apa ada yang datang lagi karena aku ijin duluan.

Item banget sih gue, wkwkwk!
Mbak Dhe tuh orangnya gapyak banget lah, terbukti kopdar yang diorganizenya banyak banget yang dateng, hihi! Kalau Mas Jarwadi ini sukanya moto-moto tapi nggak bilang-bilang, jadi nggak pose dehhh. Mas Huda juga sama, sukanya moto-moto. Entah kenapa aku liat Mas Huda kok inget Didi Kempot ya... Kalau Mas MF Abdullah aku nggak nyangka dia masih mahasiswa! Hihihi... bahkan dia bilang sendiri dia mirip om om. Peace ah!

Kalau Mbak Ami putih banget... duh aku yang item, ditambah item lagi abis dijemur di camp, udah kayak yin yang foto sama Mbak Ami. Dia naik sepeda loh dari rumahnya, hehehe... Mas Adit aku tahu dia sudah kelaparan waktu dia datang, tapi musti nahan bentar nunggu semuanya mesen. Yaaa kaaan? Kalau Mas Anno... ya gitu deh. Ahahaha... kayaknya dia besfren amat sama Mas Jarwadi, hihi!

Hihi ini foto-fotonya...

Mas Ditterrrr melingkerrr di atas pagerrr
Mas Anno-nim hihi :P
Gantengnyaaa mas jarwadiii *bagi seratus ribuuu*
Hahaha photoshop tak sanggup, jadi kumosaic aja! Letheg belang item gilak gue! Mbak Dhe dan Mbak Ami ini cantik banget sih. *bagi seratus ribuuuu!*
Didi Kempot potong rambut. Ing stasiun balaaapaaan~
Ikannya kasian T.T
Meh sayang sekali jam setengah enam sore aku harus cabut karena mau ketemu teman-teman sekelompok Java Summer Camp di Angkringan Tugu. So I gave my bye bye buat mereka... Senang sekali bisa bertemu dengan mereka!

❤❤❤

Mereka-mereka ini:
❤ Aditya Bayu Ditter - http://ditter.wordpress.com
❤ Choirul Huda - http://www.mashuda.web.id
❤ Dhenok Habibie - http://gamazoe.wordpress.com/
❤ Ratnawati Utami (Ami) - http://ratnawatiutami.blogspot.com/