Cap Badak VS Cap Kaki Tiga

Rasa penasaran ini berawal ketika sepupuku, Affi, bercerita mengenai temannya yang sedang mengerjakan tugas kuliah. Temannya ini merupakan mahasiswa jurusan manajemen. Si teman mengajaknya ke tempat perbelanjaan untuk melihat sebuah produk yang tak asing lagi bagi masyarakat kita: larutan penyegar.

Affi: "Ternyata cap kaki tiga itu ada beberapa jenis, Un. Dan yang memproduksi beda PT. Aku lupa namanya. Logonya juga beda. Satunya ada gambar badaknya. Gitu deh. Beda. Aku yo lali."

Aku pakai sok tahu: "Bisa aja Fi. Kali aja mereknya satu tapi pabriknya emang beberapa dan yang ngelola masing-masing pabriknya PT yang beda. Kayak Indomie gitu. Mereknya satu tapi kan pabriknya macem-macem, di Arab pun kan jatohnya PT-nya beda."

Ternyata aku salah. Dasar sok tawuuu...

Hari ini aku ke supermarket sama Aji Jayanti. Ia lagi sakit tenggorokan, nah beli lah dia larutan penyegar. Kalau masalah larutan penyegar, asosiasinya apa? Cap kaki tiga bukan? Jawaban es teh juga benar sih.

Masalahnya... (kayaknya cuma gue yang bikin ini jadi masalah) ternyata ada juga yang cap badak dan cap kaki tiga. Dan masalahnya lagi... kemasannya benar-benar mirip.


Sori blur. Grogi euy moto si larutan penyegar. Nah... liat deh foto di atas. Serupa tapi tak sama kan? Kalau nggak jeli tentu menganggap kalau itu sama. Ternyata beda. Yang kiri itu cap badak dan yang kanan cap kaki tiga. Cap Badak diproduksi oleh PT. Sinde Budi Sentosa sedangkan Cap Kaki Tiga diproduksi oleh Kinocare.

Awalnya kupikir, owww cap badak ini merek baru yah. Tapi aneh juga, kenapa larutan penyegar tanpa rasa yang berbotol pet kok mereknya malah cap badak ya. Bukannya yang terkenal cap kaki tiga?

Aku pun tanya si Aji Jayanti, "Eh, emang mbak-mbak SPGnya gak bingung apa ya, logonya hampir sama gitu, bentuknya sama?"

Tadinya aku mau menyudahi diskusi itu sama si Aji Jayanti, eh mbak-mbak SPG sebuah produk kopi nyamperin kita dan menjelaskan semuanya.

Jadi begini teman-teman...

Cap Kaki Tiga yang kita kenal sejak dulu itu diproduksi oleh PT Sinde Budi Sentosa. Sinde merupakan perusahan farmasi yang memproduksi larutan penyegar dan menggunakan merek lisensi dari sebuah perusahaan dari Singapura. Namun, beberapa tahun lalu, ia mengganti mereknya karena masalah lisensi, menjadi Cap Badak. Nah... kemudian Kinocare bekerja sama dengan perusahaan Singapura itu dan membuat produk larutan penyegar dengan merek Cap Kaki Tiga.

Ternyata, Sinde ini menuntut Kinocare, karena desain yang Kinocare gunakan benar-benar mirip dengan Cap Badak. Bahkan huruf arab yang digunakan oleh PT Sinde juga digunakan oleh Kinocare. Singkatnya, mirip banget!

Kalau gini siapa yang salah? Hihihi... Dunia bisnis dan strateginya memusingkan yah.


Kugugling-gugling, jadi bingung siapa yang salah. Katanya, yang punya hak merek 'cap kaki tiga' itu Kinocare, karena hak-nya Sinde sudah habis. Tapi... di website Larutan Penyegar Cap Badak, Sinde menjelaskan semuanya.

Nemu video ini... video cap kaki tiga-nya Kinocare.


Liat deh. Konyol juga ngeliat iklan produk tapi gambar kemasannya selalu ditutup pake tangan. Lihat deh, perhatiin. Kayaknya sih dia nggak mau keliatan gambar badaknya makanya semua modelnya nutupin gambar produknya pake jari tangan. Perhatiinnnn deh.

Hahaha, kocak aja.

Di mana-mana tuh promosi itu memperlihatkan produknya dengan jelas.

Ini malah ditutup-tutupin.

Kayaknya sih, produk Kinocare yang baru, gambar pada kemasannya hanya logo cap kaki tiga. Namun sebelumnya masih ada gambar badaknya. Liat foto kaleng rasa anggur yang kanan dan kaleng rasa apel yang bawah. Sama-sama buatan Kinocare tapi gambarnya beda.

Hehehe, mbuh lah.

Kata semua berita, pemegang lisensi Cap Kaki Tiga yang sah yang megang Kinocare. Tapi kenapa dia malu memperlihatkan tampilan produknya coba? Hahaha...

Tauk ah.
 

Bye Bye, Evita...

Sedikit kaget di pagi ini. Seorang teman SMA menyapaku di Y!M, setelah aku memakai id baru, belum pernah ada conversation dengannya seingatku.

Dia: una
Dia: udah tau kabar evita meninggal???

Evita... Evita... aku mengingat mengingat tentang dia. Ia seorang teman SMA, aku tak pernah sekelas dengannya. Dekat juga nggak. Tapi sepertinya aku punya beberapa momen bersamanya.

Foto Evita ada di blog ini, di postingan Nostalgia SMA: Lomba Jepang di Don Bosco. Waktu itu aku dan beberapa teman SMA mengikuti lomba Jepang di Akademi Sekretaris Don Bosco Pulo Mas. Beberapa ikut kuis Bahasa Jepang, Evita dan Windy ikut lomba karaoke.

Aku inget banget dia nyanyi lagu Fukai Mori, OST Inuyasha. Dan sampai sekarang kalau dengar lagu itu pasti inget dia.


Aku mengingat lagi kapan terakhir bertemu dengannya. Aku ingat setelah SMA aku pernah bertemu. Tahun 2010, aku datang ke acara buka bersama kelas XI IPA 3 SMA-ku. Aku diajak melihat pameran anatomi di Anatomy Show oleh temanku, Tami. Kata dia, Evita juga akan ikut.

Jadilah kami bertiga ke FX melihat isi tubuh manusia diawetkan. Temanku, Tami dan Evita yang anak kedokteran sih ngeliat otot-otot manusia itu sambil dianalisis. Aku yang agak gilo sama begituan, melihatnya sambil berlalu, hahaha...

Eh, sekarang Evita sudah tidak ada.

Katanya radang otak sudah dari akhir tahun lalu. Ini mengingatkanku, kalau kematian bisa datang kapan saja dan tidak melihat umur. Seingatku, Evita belum ada 20 tahun.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Bye bye, Evita. ^^

Narsis Bersama Ayis

Namanya bukan Ayis melainkan Aziz. Tapi dasar orang Jawa, 'z' suka dilafalkan menjadi 'y'. Jadilah adik kandungku tak pernah dipanggil dengan lafal benar A-ziz, melainkan biasa dengan 'a-yis'. 'I'-nya agak-agak ke 'e'.

Sama adikku ini, tiada hari tanpa berantem. Berantemnya? Nggak cuma kata-kataan. Fisik juga. Cakar-cakaran, cubit-cubitan, banting-bantingan, tendang-tendangan. Makanya aku sering memar. Dia juga, hahaha.

Tapi lucunya, dia suka diam-diam baca blogku. Paling ntar pulang sekolah dia dah baca postingan ini. Dan dia perhatian ternyata. Misalnya Aziz berdua pergi ke mall sama ibu, pasti ngingetin ibu buat beli oleh-oleh buat aku @_@

Kalo aku yang pergi sih... mana kuingat dia untuk beliin oleh-oleh buat dia, hahaha...

Nggak tahu kenapa ya. Dia nggak mau banget foto berdua sama aku. Padahal aku nggak horor. Misal ada yang moto berdua, aku dan Aziz, pasti dia ngehindar, atau nggak nutupin lensa pake tangannya.

Makanya, pas dia mau foto berdua di depan komputer, aku agak siyoook. Jarang banget aku foto berdua sama dia, apalagi pas dia udah agak gede. Sooo, ini beberapa foto aku sama adikku pakai kamera komputer. ^^




Perbedaan umur kami yang lebih dari tujuh tahun nggak membuat kami nggak berantem. Jarang rukun malah. Makanya banyak yang nasehatin sama kita, "Mbok ya yang sayang sama sedulurnya (maksudnya sodara kandung), yang rukun, cuma satu ini, ntar kalau ada apa-apa ya kan yang nganuin yo sedulurmu."

Hm... ya ya ya sayang ya.

Sayang nggak ya aku sama kamu, Yis?

Ahahahaha...


Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra

Tuhan Itu Lucu

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka."
(QS Al-An'am: 32)

Gara-gara beberapa kejadian yang bisa bikin nyengir, aku keinget ayat itu. Benar juga ya. Aku rasa tuhan itu lucu. Ia membuat berantai kejadian yang sering manusia anggap sebagai kebetulan, padahal ya, memang sudah ditentukan Tuhan.  

There's no such thing as coincidence.

Tidak ada yang kebetulan.

Misalnya, kamu ketemu teman baru yang ternyata banyak kesamaan dan satu hobi. "EH? Kamu juga suka itu? Ahahaha..." Tentu itu bukan kebetulan. 

Atau, kamu sering mendengar, "Dunia tak selebar daun kelor." Sebenernya aku nggak tahu sih daun kelor itu apa. *googling sik* Intinya dunia itu sempit. Contohnya, baca deh postingan Mbak Alaika yang berjudul 'KopDar'. Hihi... ^^

Kadang Tuhan memberi kita sesuatu yang tidak terduga. Membuat kita nyengir sendiri. Dan itu aku alami beberapa waktu lalu.

Ceritanya beberapa hari lalu, Pakde Cholik mengirimkan pesan, "Selamat Anda menjadi salah satu pemenang di kontes cerita mini di http://tipsjitungeblog.info." Aku lupa sih kalimat aslinya, intinya ngono lah. Aku buka lah websitenya, asik rupanya aku juara tiga. Riset mengenai Pusdikpom tak sia-sia. (Baca cerminnya: Hadiah Istimewa untuk Budhe)

Nah, di hari yang sama, aku akan mengirimkan sembilan paket untuk pemenang acara giveawayku kemarin dan untuk temanku. (Btw, terimakasih ya, ngirim alamatnya pada cepet, jadi besokannya kukirim deh. ^^) Ongkos kirim sembilan paket itu persis pas seratus ribu rupiah. Dan aku ingat hadiah uang yang kudapat dari kontes Cermin Pakde senilai persis pas seratus ribu rupiah.

Balik modal. Aku keinget dan nyengir-nyengir sendiri. Kok bisa pas gitu ya ^^

Selain hadiah uang, ada hadiah buku berjudul Nulis Cerpen Yuk! karangan Mohammad Diponegoro. Dan yeah, pengarang buku itu, tak lain tak bukan adalah ayah dari ibuku. Aku sendiri nggak kenal sama kakekku, karena sudah meninggal tahun 1982. Sebelumnya buku ini pernah dicetak oleh penerbit lain.

Aku sudah punya bukunya sebelum bukunya masuk ke toko buku, hihi dikirimin sama omku. Tapi baru baca dikit banget, lha aku nggak tau nulis cerpen jeee... @_@ Hihihi... Aku lebih suka baca cerpen tulisan kakekku. Ketimbang tipsnya :P

Mbuh ya, lucu aja menurutku. ^^

'Kebetulan' banget bisa hadiah kontes yang kudapatkan nilainya persis dengan uang yang kukeluarkan untuk ongkos kirim hadiah GA-ku.

'Kebetulan' banget hadiah buku dari Pakde Cholik itu buku karangan kakekku. ^^ Hihihi tapi belum dikirim, soalnya Pakde Cholik lagi ke KL, oleh-oleeeeeh! :D

Aku lampirkan puitisasi Al-Fatihah yang ditulis kakekku ya ^^

Pembukaan
Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang
Puja dan Puji bagi Allah sendiri
Penyempurna segala alam perujudan
Penuh Kasih Penuh Sayang
Raja Hari Keputusan
Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap
Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap
Bimbinglah kami ke lebuh lempang
Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati
Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan
Bukan pula yang hilang jalan

Hihi ya udah deh. Have a nice sunday. ♥♥♥

XOXO

Meet & Greet with Mbak Alaika and Mas Stumon

Kopdar ketigaku setelah ngeblog di sini ^^
Ikuti ceritaku ya...

Ceritanya, Mbak Alaika yang berasal dari Aceh sedang liburan ke Jakarta. Aku Y!M lah Mbak Alaika dan merencanakan kopi darat. Mas Stupid Monkey bisa datang juga katanya. Dan akhirnya tercipta agenda kopdar di Central Park. Sebuah tempat perbelanjaan yang kami bertiga sebelumnya belum pernah ke sana.

Jam 13:07, kakiku menginjakkan Central Park. Aku mengabari Mbak Alaika. Tujuh menit kemudian, ia membalas pesanku dan memberitahu posisinya di depan Burger King. Karena berasyik lihat-lihat, baru tujuh menit kemudian selanjutnya, aku membaca balasannya.

Tak susah menemukan Mbak Alaika. Aku telah melihat beberapa fotonya dalam blognya. Hehehe, dan postur tubuhnya berbeda di bayanganku. Aku kira ia lebih tinggi dariku. Ternyata mungil ^^ (Eh maaf menyinggung SARA. Suku, agama, ras, dan anatomi.)

Mana Stupid Monkey?

Kami pun menunggu dia di depan Carrefour karena ketika di conference Y!M, meeting pointnya di Carrefour. Kami sadar, Mas Stupid Monkey tak punya nomor hape kami, dan kami tak punya nomor hape dia. Kenapa nggak ada yang punya inisiatif nanya ya pas di conference, ahahaha...

Kami melacak pria berambut gondrong. Ada satu depan Carrefour, kayaknya bukan, kegantengan soalnya.

Satu jam kemudian. Sekitar jam dua lebih. Kita udah merencanakan untuk menulis blog berantai tentang ketidakdatangan Mas Stumon ini, hahaha! ^^

Y!M Mas Stumon online. Mbak Alaika menyapanya.

Ternyata dia lupa donggg kalau janjian ketemuan. Ngeselin nggak tuh. Dah ditungguin lama-lama. Alasannya dia ada acara abis jumatan trus kelupaan. Huh! Ternyata namanya sesuai... ya dimaklumin aja deh.

Kami berdua pun ke Urban Kitchen, biar nunggu Stumonnya di sana aja. Setelah membeli makanan (aku ditraktir Mbak Alaika loh ^^), Mbak Alaika Y!Man dengan Mbak Ririe dan webcam-an. Hihi, gimana aku mbak Ririe? Cantik kan? *huek* Dan sempet-sempetnya gitu Mbak Alaika ngeblog... hahaha. Aku SMS Mas Stumon.

U: "Mas stu, kita di urban kitchen lt 2."
S: "Oalah di situ toh"
U (dalam hati): "Mbuh..."

U: "Masnya di mana?"
S: "Di dlm mba"
U (dalam hati): "Di dalam mana? Jangan bilang di dalam rumahmu?" *&^*&(%^&*%*^%(^&*

Jam tiga akhirnya Mas Stumon sampai. Tempat tinggalnya tak jauh dari Central Park. Hihihi, ternyata gitu orangnya. Padahal aku bilang ke dia, hobiku cengar cengir dan senyum senyum sendiri, ehhh dia lebih suka cengar cengir rupanya, hahaha. Oh iya, Mas Stumon ini adalah yang pertama kali mereviu blogku. Dan blog yang pertama kali dia reviu itu blogku. Hihi makasih ya mas ^^

Kami membicarakan banyak hal. Ngomongin blogger (yang bersin atau matanya kedutan, berarti kita omongin), alexa rank, tentang postingan Mbak Alaika yang berjudul KopDar (baca deh!), tentang Mas Stumon yang sukanya naik gunung, banyak.

Aku jadi tahu. Ternyata Mbak Alaika, cantik-cantik begitu dulu melihara monyet. *ngebayangin Mbak Alaika jalan-jalan sore sambil pegang tali iketan monyet*

Maaf juga buat Mbak NiQ. Mbak Alaika dan aku nggak bisa nyubitin Mas Stumon, karena nggak tau apa yang bisa dicubit. Mungkin kalau aku kasih lemakku baru bisa kali ya.

Waktu berlalu begitu cepat. Dan acara paling wajibnya: foto! Eh tapi Mas Stumon, nggak mau difoto coba. Udah telat dua jam, nggak mau difoto. Mungkin dia takut kalau kejepret kamera dia bisa jadi pinter kali ya. Dan dia jadi ngubah nama blognya jadi smartmonkey.

Tapi aku ngerekam dia sih. Meski sebagian besar videonya gambar tangan dia. Seraya berkata, "no comment. Please, jangan ganggu kehidupan privasi saya."


Hahaha, aku kok berasa raksasa ya di sebelah Mbak Alaika. Udah gitu, jadi keliatan itemnya, ahahaha...

Pulangnya, aku barengan Mbak Alaika naik baswei sampai Semanggi. Mbak Alaika ada training di GKBI soale... ^^

Hihihi, senangnya. Apalagi pendapat mereka mengenai... ternyata aku lebih kurus dibandingkan di foto... :P

Segitu dulu ya reportase aku hari ini. Bye. ^^

Di Reruntuhan St. Paul's

Aku tidak menulis post yang wordyyy.

Ruins of St. Paul's di Macau ini sangat terkenal. Bahkan menjadi ikon Macau. Foto di bandara, gambar suvenir, kebanyakan ya gambar reruntuhan gereja ini. Sejarahnya, pada 1582-1602 dibangunlah Gereja Mater Dei oleh para misionaris Sarikat Jesuit di dekat Jesuit College of St. Paul's. Sekolah itu merupakan universitas barat pertama di Asia yang digunakan misionaris untuk mempelajari astronomi dan matematika.

Dulu, Gereja Mater Dei merupakan katedral di Asia yang terbesar saat itu. Namun, pada tahun 1835, sebuah kebakaran ketika terjadi taifun, menyerang katedral tersebut dan uniknya hanya menyisakan bagian fasade depan. Maka dari itu sekarang disebut dengan Reruntuhan atau Ruins of St. Paul's Cathedral.


Untuk mencapai Reruntuhan St. Paul's, biasanya untuk para turis, awalnya dari Senado Square. Lalu berjalan, tinggal ngikutin arah panah sampai deh. Di sana, penunjuk arah mah jelas. Nggak kayak di sini, hihihi. Di belakang fasade, juga terdapat museum kecil bernama Museum of Sacred Art and Crypt. Gratis masuknya. Ada benda-benda religi, patung, dan beberapa lukisan.





Tak hanya museum kecil di St. Paul's. tak jauh dari situ terdapat Macao Museum yang berisi mengenai sejarah Makau dan juga Mount Fortress, benteng yang digunakan pada zaman koloni Portugis dan terdapat banyak meriam di sana. Sebenernya sih di Macau, mana-mana nggak ada yang jauh. >,<

My Plushies, My Silly Friends, and I

Hi, Mbak Gogo!
I want you to see a little part of my world.

Currently am in my third year as a university student.
Well, I won't talk about my school life.
But, I want to show you about a part of little pieces of my life: my plushies and silly friends.

First, I suggest Mbak Gogo to see my plushstories. You can click here.
've Mbak Gogo seen?
I love playing with my plushies,
and my aunt said to me, "You're already an adult, but you play with your plushies like a baby."
I only answered, "Like I care, wleeek."
I stuck out my tongue.

So let me introduce my beloved plushies.


Above: Shaun, Kepiko, Shirley
Below: Big Shirley (in plushstories I named her Shirloy), Kepika

Second, I want to tell you that I have two silly friends named Kartika and Aji.
They are my school friends.
Why did I put 'silly' before 'friends' word?
Because they are really silly.
Why?
Check below.


If they were not silly, they wouldn't write like that in my notebook T.T

Third, I want to tell you a story how did I find your blog.
A couple of month ago, you visited me here.
And left a comment in post comments.
When I wanted to visit you back, I couldn't access your blogger profile.
"Profile Not Available," said the page.
Then I googled: Gogo Caroselle.
Then I found your blog.

After that,
you left a comment in my shoutbox.
I don't remember much what you and I exactly wrote.
But it was like, "Salam kenal. Aku bawa kelengkeng untuk teman baru."
And I answered in your shoutbox, "Salam kenal juga. Kok kelengkengnya busuk sih?"
You left a comment again, "Wah wah, baru kenal udah suudzon. Itu metik sendiri."

Though I seldom put comments in your posts.
But, I sometimes visit your blog.
Sometimes, I don't understand what you wrote in your post.
Because of my-very-bad english.
Sorry...
But I saw two of your videos.
Your posts about garage sale.
And your... hmmm, award or... hmmm.
Best employee award? I forgot.

That's all my story. Thank you for reading Mbak Gogo.
From your photos and videos, I knew that youuu are veryyy beautifulll...
Like meee.
*please don't puke*

Akyuuu~


Hah hah hah...
Capeeek nulis pake Englishhh T.T
Maaf banyak salah. Grammar tenses dan apalah itu.
Sekian dulu ya mbak.
Bye bye. ^^

XOXO
Una and the Sheep. 

PS. (I just knew that 'Sheep' is also the plural form of 'sheep')

The Winners and The Lucky Ladies

Uhuyyy, finally selesai juga. Dannn, sangat susah menentukan pemenangnya. Dari 117 peserta, aku hanya bisa mengambil tujuh. Itu jauh lebih susah daripada memilih 117 pemenang dari 117 peserta!

Dan, pemenangnya berdasarkan pilihanku adalah:
akan mendapatkan sebuah buku dan satu suvenir. Nggak yakin bisa disebut suvenir hihi ^^ Buku judulnya apa, liat sendiri aja ya ntar. ^^

Dan, the lucky ladies, are: (Di postingan pengantar, aku menulis kalau ada hadiah khusus wanita. Berasa KRL...)
masing-masing akan mendapatkan satu paket suvenir yang berisi dua sesuatu. Liat sendiri aja ya ntar ^^

Hadiahnyaaa! Hahaha~

Dan, di postingan ini pula aku mau melunasi sesuatu. Ada yang ingat postingan yang ini? Karena ada sesuatu hal (yang tahu, rahasia ya, ahahaha), aku tidak bisa menentukan pemenangnya waktu itu. Tapi sekarang sudah. Dan yang mendapatkan buku Orang Ketiga adalah:
  • Mbak Uli Siagian

Di penutup postingan ini, aku mau mengucapkan terimakasih kepada semua yang berpartisipasi. Aku sangat senang karena ada 117 postingan yang terkumpul. Senang sekaligus mumet, sih hehehe. 

Tadinya aku mau pasang video aku main piano lagu When You Wish Upon A Star, tapi kok tapi kok, udah belajar seminggu tetep salah terus mainnya. Tak rekam gagal terus ik, salah mulu @_@ Ya udah deh... tak kasih liriknya aja deh.

When you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you

If your heart is in your dream
No request is too extreme
When you wish upon a star
As dreamers do

Aku rasa liriknya pas sama GA kali ini. Ke mana pun yang kamu inginkan, pasti akan tercapai kalau hatimu ada dalam mimpimuuu. Lalalala...

Yasudah deh, sekali lagi terimakasih banyak ^^ Mohon maaf yaaa, aku banyak salahnya. ^^ Bye bye!

Buat yang menang, jangan lupa kirim nama, alamatmu yang lengkap beserta kode pos dan nomor telepon genggam yang bisa dihubungi ke e-mailku di sittirasunawibawa@ymail.com. Aku tunggu sampai hari Sabtu (25/2). Terimakasih.

Nggodain Anak Kecil

Di post ini aku mau coba ganti kata ganti orang pertama ya. Mau pake 'gue', ahahaha. Sekali-sekali yo rapopo tho?

Gue nggak tau ya, tapi menurut gue ini adalah naluri masing-masing orang dewasa. Setiap ada anak kecil di samping gue, entah di bis, supermarket, public places lah ya, gue selalu pengen nggodain. Bukan dikedipin atau dicowel-cowel. Tapi di-pendhelik-i (dilirik-lirik sambil melotot), dimelet-meleti, dimonyong-monyongi, dan kadang pengen gue cubit.

Ambil dari http://orinhime.blogspot.com/2011/06/7-ciri-pria-tidak-dewasa.html

Pasti kalau ada anak kecil di samping gue, pasti gue bernaluri seperti itu. Semua orang dewasa begitu nggak sih? Atau cuma gue doang? Kalau teman-teman nggak, berarti ini bukan naluri manusia pada umumnya.

Dan yang gue masih nggak bisa paham, anak kecil yang gue pelototin atau meletin itu, pasti nggak laporan sama nyokapnya. Padahal gue tau, anak kecil itu udah bisa bicara dengan lancar. Kok ya nggak bilang sama nyokapnya gitchu, "Ma, Ma, ada mbak mbak cantik aneh di situ Ma, aku dimelet-meletin wleek wleek gitu." Gitu kek. Eh nggak tuh.

Kemaren gue naik busway, di sebelah gue berdiri ada anak kecil sependek pinggang gue trus digandeng sama nyokapnya. Ganteng. Gue nunduk aja liatin tuh anak. Gue pelototin kayak aktris antagonis gitu. Gue melet-melet sambil ngeliat mukanya. Gue bikin bibir gue kayak mulut ikan. Gue monyong-monyongin mulut sambil liat dia.

Dia bingung. Ngeliatin gue, trus ngeliatin nyokapnya. Ngeliat gue, trus nyokapnya. Gue, nyokapnya. Gue, nyokapnya. Gue, nyokapnya. Dan gue masih dalam keadaan melet-melet sendiri ngeliatin dia.

Wondering. Kenapa ya dia? Apa dia mau laporan tapi takut sama gue? Eh, maksudnya takut sama muka gue. Nggak tahu lah. Selepas turun dari busway, ia digendong ibunya. Ia tetap melihat ke muka gue.

Kurang kerjaan ya gue. Tapi gituin anak kecil, menambah utilitas. Menambah seneng. Gimana dong?

Sumpah ik, ra cocok tenan ngganggo 'gue'. Ahahaha yo wis. ^^

Ada yang suka nggituin anak kecil juga?

Hadiah Istimewa Untuk Budhe

Fiksi.

Percakapan di telepon sudah usai. Budheku akhirnya dengan senang mengiyakan ajakanku untuk plesir ke Bandung. Awalnya aku khawatir dengan usianya karena perjalanan dari Surabaya ke Bandung ini dengan menggunakan jalan darat. Rupanya beliau malah tertawa, "Ah, meremehkanku kamu ya. Tentu saja aku kuat seharian di mobil. Toh bukan aku ini yang menyupir. Hahaha..."

Budhe tak tahu maksud tersiratku mengajaknya pergi ke Bandung.


Aku menyetir sendiri ke Surabaya dari daerah perantauanku sekarang, Bandung. Aku sudah lama tak bertemu orangtuaku yang tinggal di daerah Menanggal, Surabaya. Lalu, sesuai perjanjian aku dan budhe, sekembalinya aku dari Surabaya, aku memboyong budhe untuk plesir ke Bandung. Pakdhe pun turut serta, apalagi ia katanya ingin kopi darat dengan teman-temannya di Bandung.

Belasan jam hampir sehari berlalu. Kami akhirnya tiba di Savoy Homann, tempat budhe dan pakdhe menginap, karena aku di Bandung hanya menyewa sebuah kamar kecil, tak enak tentu membuat mereka berdesakan di kamar kecilku.

Esoknya, aku mengajak mereka keliling Bandung sekaligus Cimahi. Namanya orang tua, mereka manut saja entah ke mana aku mengajak mereka. Hahaha, dasar orang tua. Melewati Asia Afrika, Braga, Pasirkaliki, Pasteur, masuk tol, dan akhirnya keluar di Cimahi. Aku pun mengeluarkan petaku. Baros. Daerah itulah yang ingin kudatangi.

"Mau ke mana kita ini?" tanya budhe.
"Adaaa dehhh, liat aja nanti," jawabku sambil senyum-senyum.

Gapura Pusat Pendidikan Polisi Militer pun sudah terlihat.



"Hahaha..." budhe tertawa.
"Hahahahahaha..." pakdhe pun ikut tertawa.

Aku segera memarkirkan mobilku. Aku mempersilahkan budhe dan pakdhe untuk turun.

"Dulu kita pertama kali ketemu di sini..." ujar budhe, "dulu aku suka lihat kamu push-up 500 kali tuh di situ!"
"Walah, lima ratus? Ngarang! Dua ribu kali kok push-upnya..." kata pakdhe.

Aku menguping pembicaraan mereka dari belakang. Seakan-akan, aku merasa jadi obat nyamuk.

Setelah mereka menyudahi nostalgia mereka, aku mengajak ke sebuah SMP tempat budhe pernah mengajar. Dan ketika sore menjelang, kami kembali ke Bandung, dan mengajak mereka makan sore. Aku memberi tahu pelayan untuk mengeluarkan gurame bakarnya tak lupa dengan lilin-lilin yang banyak.

"Selamat ulang tahunnn budheee!" teriakku, pakdhe, dan beberapa pelayan.

"Lho? Aku tuh sekarang ulang tahun ya... malah lupa sendiri aku."

"Lho... diajak ke Cimahi itu karena ulang tahun je budhe...," kataku.

"Oh gitu kah? Berarti hadiah ke Cimahi untuk nostalgia itu hadiah ulang tahun paling istimewa untuk budhe... makasih sekali ya... senang aku..."


Akhirnya, budhe tau maksud tersiratku.




"Artikel  ini dikutsertakan dalam Kontes Menulis Cerita Mini"



Nama Baru

Sebelumnya aku menggunakan 'Corat.Coret.Una' untuk blogku. Waktu itu aku blas nggak tahu mau namain blognya apa. Yo wis jadinya itu. Kepengen menamakannya dengan nama yang orisinil gitu, karena Corat Coret kan banyak yang memakai. Tapi ide nggak muncul juga.

Tiba-tiba, turun dari KRL, keingetan Mark, seorang turis Filipino yang aku temui beberapa waktu lalu. Aku inget dia bilang, "Wow, nice name. 'Una' is also 'one' in Tagalog and Spanish." Iya juga ya. Spanish, kenapa nggak kepikiran.

Akhirnya aku iseng translate google dari Indonesia ke Spanish. Tadinya mau 'blog-nya Una', tapi kok di Spanish-in awal kalimatnya jadi 'un blog', nggak 'una'. Kayaknya itu masalah feminin - maskulinnya kata benda. Nyari-nyari, akhirnya jadinya 'catatan kehidupan Una', wezzeeh sok iye banget judulnya. Padahal sih cuma nyari asal kata biar depannya jadi 'Una'. Jadi lah, 'Una Vida Escrita de la Una'. Una-nya dua gituuu... @_@


Nggak sadar udah 20 Februari. Berarti nanti malam entri GA-nya ditutup. ^^ Silahkan cek UPDATE PESERTA yaaa! Pastikan namamu ada di sana. Semoga aku tak silap memasukannya. ^^ Thank youuu~

Resolusi Gagal: Misuh

Maaf, postingan ini agak ada kata-kata kasarnya. Maaf lho ya. Kalau nggak mau baca, silahkan close. ^^

Aku lupa. Tapi aku inget. #nahlho
Aku pernah nulis resolusi tahun ini di postingan mbuh yang mana dan salah satu harapannya adalah: mengurangi misuh-misuh. Misuh dalam kasus ini adalah yang berupa umpatan. Tidak termasuk masalah memanggil teman yang ada beberapa orang yang biasanya kupanggil dengan kata-kata kasar.

Misuh itu adalah bentuk kata kerja dari kata 'pisuh' yang berarti makian. Misuh berarti aktivitas mengungkapkan kekesalan dengan istilah-istilah tertentu, yang... you know lah... Sebenernya sih mengungkapkan kekesalan itu manusiawi, misuh pun manusiawi, asal tahu tempatnya. Dan aku masih belum jadi orang yang sabar. Karena aku masih suka misuh-misuh. Belum tercerahkan nih, hiks.

Kalau lagi kesel, ditahan nggak baik. Tapi kalau dikeluarkan jadinya misuh-misuh. Nggak tahu mana yang lebih baik. Mengenai kata-kata pisuhan, tahu dong, apa saja biasa kata-katanya yang dipakai. Ada nama-nama hewan di kebon binatang, dan kata-kata kasar lainnya yang aku nggak bisa kategoriin jadi kategori apa.

Dan aku...

Nggak pakai kata-kata kasar atau pun nama hewan yang ada di kebon binatang.

Soalnya perasaan...

Nggak ada deh kandang anjing di kebon binatang. Ups.


Balik ke awal. Jadi, resolusiku langsung gagal di awal tahun gara-gara televisi. Jarang sekali aku yang namanya nonton TV. Sekalinya nonton, kalau nggak salah acaranya Seputar Indonesia apa, dan ada satu part dari acara itu yang ngebahas mengenai benda-benda mahal yang dipakai anggota DPR.

Disorotlah jam tangan-jam tangan mahal yang dipakai oleh anggota itu dan si reporter berkata, "...jam tangan tersebut diperkirakan bernilai 20 juta rupiah."

Aku pun berkata, "Asyuuu ik."

Disorotlah tas tangan bermerek yang digunakan seorang anggota dewan dan si reporter berkata, "...kira-kira bernilai 150 juta rupiah."

Aku pun berkata, "Asuuu."

Diperlihatkanlah mobil-mobil yang terparkir di gedung hijau Senayan dan yang disebutkan harganya kalau ngga salah Alphard. Lagi-lagi terdengar, "satu mobil bernilai 1 Milyar."

Aku pun berkata, "Huasyuu."

Kemarin juga ada sodaraku cerita bagaimana ribetnya mengurus IMB. Resminya biayanya tak sampai 1,5 juta, mendadak menjadi 6 juta karena ada bagian untuk para petugasnya. Si sodara cuma mengakhiri dengan, "Asu yo?"

Aku pun setuju, "Hooh. Asyu."

Ngomong-ngomong, beberapa hari ini aku keranjingan nonton Stand Up Comedy di youtube. Ngubek-ubek nemu acara Standup Comedy di Metro TV, dan video yang kulihat itu dalam rangka Valentine. Dan salah satu comic (komedian standup) -nya adalah Setiawan Tiada Tara.

Dia cerita dalam penampilannya mengenai tips dalam hubungan suami istri. Katanya, jangan sampai bertengkar hingga mengumpat dengan kata-kata nama binatang. Sarannya, gantilah dengan nama buah, kayak gini nih.

"Wooo, dasar kelengkeng!"
"Jambu tenan ik!"
"Dasar semangka tanpa biji!"

Jadi terlihat lebih bagus kan?

Atau nggak diganti pakai nama makanan.

"Dasaar lotek!"
"Pancen soto ayam kamu itu!"
"Rawon kamu!"

Ra ceto ik. (Nggak jelas ih.) Kalau misuhnya begini sih, nggak bakalan jadi marah-marah. Ahahaha... Mungkin tipsnya boleh dicoba nih dalam kehidupanku sehari-hari.

Dasaaar ayam ka-ef-siii!


Note: asu = anjing, jw. (Huasyuuu, Asyuu, dan yang mirip lainnya, merupakan improvisasi dari 'asu')

Lapar? SOTOJI Jawabannya!

Hai, teman-teman. Aku mau sedikit cerita nih. Dibaca dan dilihat ya. ^^

Kemarin, aku lapar sekali. Di rumah tidak ada yang masak, mau delivery harus nelepon, belum nunggu datang orderannya, mau ke warung, panas banget. Tapi pengen soto, gimana dong???


Tiba-tiba ada yang menjawab, "SOTOJI jawabannya!" Awalnya aku bingung SOTOJI itu apa. Ternyata guys, Sotoji itu kependekan dari Soto Jamur Instan. Soto instan olahan PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera ini sebelumnya pernah kulihat lewat dunia maya. Aku mencibir, "Ha? Instan? Emang enak?"

Tiba-tiba ada yang menjawab, "Nggak usah banyak sotoyyy, sebelum coba SOTOJI!"

Waktu melihat kemasan Sotoji, aku melihat desain kemasannya sangat menarik. Oh ya, tapi cetakan kemasannya agak blur gitu, agak berbayang. Font khas Sotoji juga enak dilihat. Warna dominan hijau ini membuatku makin lapar. Ada tulisan di kanan atas, "soto jamur lezat tinggi kandungan serat & protein nabati." Benarkah lezat? Dan satu poin yang aku paling aku suka dari kemasannya ialah sobekan kecil di pojok kanan atas, sehingga konsumen Sotoji tak membutuhkan gunting untuk membuka kemasannya.

Bagian untuk menyobek ^^
Aku coba makan ah...


Eh, salah ya.

Mari kita intip dulu yuk, apa saja sih yang ada di dalam kemasan Sotoji.


Lalu bagaimana cara membuatnya?

Pertama, masukkan sohun dan jamur tiram goreng pada 400 ml air mendidih selama dua menit. Jangan lupa diaduk-aduk ya!
Kedua, masukkan bumbu bubuk soto, minyak bumbu soto, dan cabe bubuk (kalau suka pedas) ke dalam piring atau mangkok tercinta anda.
Ketiga, setelah selesai merebus, masukkan sohun dan jamur tiram juga kuahnya pada mangkok tadi. Aduk hingga bumbu tercampur rata ^^
Dan, soto jamur Sotoji, siap disantap. Mudah kan?

And voila, jadilah Sotoji-ku. Dan ini tanpa garnish dan tambahan apa-apa lho. ^^
Hmmm, baunya enak sekali. Tapi sebentar, aku kepengen minum dulu.


Baru kutinggal sebentar, Shirloy, Shirley, dan Kepika sudah melirik-lirik Sotoji-ku. Tahu banget mereka makanan enak. Aku pun teriak, "Aaa!," sambil mengusir mereka, supaya aku bisa makan dengan tenang.


Akhirnya, aku bisa makan sendiri dengan tenang. Hmmm, sebentar kukecap-kecap dulu ya.

Wow!

Hipotesaku mengenai makanan instan itu pasti nggak enak, ternyata salah. Awalnya aku sedikit pesimis mengenai makanan instan. Ternyata, khusus Sotoji, hipotesaku dikalahkannya. Aku hanya makan plain Sotoji tanpa tambahan apapun. Itu saja, sudah enak kok! Kalau mau, bisa ditambahkan bahan makanan lain seperti sayur, garnish tomat, macam-macam. Sotoji juga cocok disantap bersama dengan nasi.

Rasa sotonya pas banget ditambah jamur yang gurih dan bihun yang kenyal-kenyil, hmmm yummy. Plus cara masaknya yang gampang sekali dan kemasan yang menarik, Sotoji memang mantap! Kamu tak perlu bingung lagi mau makan apa.



Teman-teman kepengen coba? Gampang kok caranya!

Tinggal masuk ke website Sotoji di: http://www.sotoji.com

Klik order. Isi identitasmu dan jumlah yang ingin kamu pesan.

Setelah membayar, klik confirmation. Konfirmasikan pembayaranmu.

Secepatnya Sotoji akan tiba di rumahmu!

Terimakasih sudah membaca dan melihat ceritaku. ^^

The Silent Readers

Nggak tahu ya, kok aku rasanya seneng banget waktu tahu beberapa orang di dunia nyata aku ternyata sering membuka blogku. Dan ada yang kalau mereka nggak bilang, aku nggak tahu kalau mereka itu beberapa dari silent readers tercinta. ^^

Waktu awal-awal bikin blog ini, ibuku, adikku, tanteku, tak paksa baca blogku. Hahaha... tapi sayang, ternyata ibuku baru baca kalau kupaksa doang. Kayaknya udah berapa bulan dia nggak baca. Eh, tapi nggak apa-apa sih, jadi lega gitu kalau ngomongin beliau di sini.

Di postingan ini aku ingin mengucapkan terimakasih kepada beberapa orang yang baca blogku, tanpa sebelumnya aku tahu mereka baca, kalau aku nggak promosi blogku:

1. Adekku, Aziz


Awal bikin blog tentu saja aku selalu bilang ke kuping dia, "Yis, bukaen blogku." Tapi iya pun berlagak cuek. Eh, sekarang nggak pernah kusuruh, malah suka baca blogku. Kadang-kadang aku ngegepin dia lagi buka blogku. Tapi kadang aku tahunya kalau pas dia ngajak ngobrol. Kalau misal aku diem, ia langsung nyerocos.

"Cieee lagi Ketagihan Angry Birds... Eh, temenmu yang bilang 'Gue Mau Nikah, Na' siapa sih? Wuuu, dasar Mbak U bukan blogger yang cool dan smart. Kapan mbak bikin plushstories lagi?"

Pokoknya dia ngomong mengenai isi blogku. Kalau kayak gini aku ngga bakal teriak, "berisik." Cuma mbatin dalam hati. Owalah, baca semua tho bocah ini...

2. Tinneke (dan nyokapnya?!?!)

Waktu karaokean kemarin, aku promosi blogku ke teman-teman SMA. Eh, waktu aku bilang si Tinneke ngomong, "Eh aku udah baca blogmu lho." Dia malah cerita, suka ketawa baca blogku. Ibunya juga. Bahkan ngomentarin aku yang selalu pake daster itu!

Kata ibunya, aku kayak ibuk-ibuk pake daster. Huuu... Kata si Resa, "Iya, kemaren gue denger pada ngomongin blog lo di rumah Tinneke, ibunya ma sepupunya." Wah pantesan mataku kedat-kedut yang sebelah kiri.

Kutanya, udah baca blogku yang mana aja. Katanya banyaaak. Dia tahu postingan wedhusku, tahu yang aku dikepang segala (aku bahkan lupa aku pernah pasang foto dikepang), banyak. Terharu aku jadinyaaa... :">

3. Kartika Estu
Ahahahaha, dia emang selalu kunasehatin untuk membaca blogku terus. Eh, belakangan ngakunya sih nggak. Apalagi katanya, waktu buka blogku, browser BB-nya jam pasir terus dan bikin hapenya rusak. Ya ya ya, aku tahu dia boong.


Meski ngakunya sekarang dah jarang, duluuu rajiinn kaaan baca blogkuuu? Pernah aku pinjem BB-nya buat liat komen blogku (ahaha, komen baru di blog memang menghibur lho, apalagi waktu pelajaran yang mumeti), eh di history paling atas ada blogkuuu donggg. Gimana nggak terharuuuu?

4. Dan nggak tahu siapa lagi.
Hihihi, soalnya yang ngaku dan ketahuan silent reader, baru mereka aja sihhh. Ada juga Mas Prima, teman ke Karimun Jawa kemarin, waktu aku promosi blogku, dia bilang, "Udah pernah baca." Hm, padahal dulu aku promosinya blogku yang Wordpress. Trus dia bilang, "Blogmu yang ada cerita2 domba kan?" Hooh, btw, kok yang diinget dombanyaaa sihhh~

Kata dia, gapapa kali, malah kalau isinya curhatanmu terus malah kurang seru, hihihi. Dan yak akhir-akhir ini blogku isinya curhatannn! Ben lah... Lainnya mbuh siapa lagi, pada nggak ngakuuu sih. Tapi anyway, thanks yaaa, bener lho, waktu tau kalian baca blogku, hati aku loncat-loncat kegirangan. Nggak bohong! Eh, bohong ding, serem amat hatinya loncat-loncat.

Bahasa Jawanya Jogja

Kepengen nulis ini gara-gara beberapa minggu lalu, aku dibilang sama sedulurku, "Na, lha kok logatmu ki Jogja banget tho yo Na?"

Walah. Tak kirain logat ngomongku tuh logat bule loh.

Ngomong-ngomong, aku pernah tulis di postingan lalu entah yang mana, kalau sebenarnya aku telat berbahasa Jawa. Seperti kebanyakan keluarga yang migrasi ke ibukota, biasanya anak dari keluarga itu, bisa jadi nggak diwariskan ngomong Bahasa Jawa/daerah, atau, kalaupun orang tuanya selalu berbahasa daerah, tetap saja anaknya cuma bisa pasif. Ya kaaan?

Makanya dulu waktu aku kecil, aku menganggap Bahasa Jawa tuh Bahasa yang huruf a-nya, dilafalkan menjadi 'o'. Kayak kata 'iya' menjadi 'iyo', 'apa menjadi 'opo'.

Dulu waktu kecil aku pernah ngomong (berdasarkan cerita ibuk): "Ibuk, aku kok ketowo-ketowo iki..." Maksudnya, "Ibu, aku kok ketawa-ketawa ini..." Stchupidh.

Dan akhirnya, sekarang aku bisa bercakap-cakap aktif pakai Bahasa Jawa. Meski cuma bisa ngoko. Krama nyerah. Tapi krama inggil banget alias misuh, bisa. Lalala...

Tak pikir-pikir, iya juga ya. Bahasa Jawa yang dipakai di Jogja ada beda dengan Bahasa Jawa di daerah lain. Dari hasil ingatanku dan dibantu dengan referensi-referensi yang menunjang, inilah perbedaannya...

Candi Gebang Jogjaaaa~ lalalala...

Penggunaan 'po'
'Po' ini merupakan kependekan dari 'opo' yang berarti 'apa'. Biasanya digunakan pada kalimat seperti ini: "Hooh po? Iyo po?" Kalau di Bahasa Jawa lain, seperti Jawa Timuran lebih memakai 'ta'. "Iyo ta?" Artinya, "Iya apa?"

'Dhong'
We don't use 'mudeng' as 'understand, we use 'dhong'! Dhong itu artinya paham. Jadi kalau ada orang bilang 'ora dhong', maksudnya 'nggak paham'. Dhong ra?

Akhiran 'je' di akhir kalimat
Kalau yang ini aku nyerah arti 'je' apaan. Kadang-kadang sebuah kata nggak bisa diartikan, bisanya dirasakan. Contoh kalimatnya begini nih (pakai Bahasa Indo dikasih akhiran): "Lha, dia ngga pulang-pulang je..." atau "Ini gimana je?" Ada yang bisa mengartikan 'je' ini apa?

Misuhan
♥ Asem, biasanya kata ini digunakan untuk mengungkapkan kekesalan. Tingkat kekasaran, nggak kasar blas.

"Un, kamu kok elek sih?"
"Asem..."

Bajigur, kata yang merupakan penghalusan dari baji****. Tingkat kekasaran, nggak kasar.

"Bajigur ik, IPku jelekkkk. Dosennyaaaa pelitttt..."

♥ Pekok, artinya tolol. Tingkat kekasaran, tergantung yang dikatain.

"Pantesan, IPmu elek. Pekok sih kamu!"

♥ Pethuk, artinya tolol. E-nya, dibaca dengan e taling seperti dari kata 'enak'. Tingkat kekasaran diragukan. Menurutku biasa aja, karena di keluargaku sering dipakai. Tapi aku pernah ngobrol dengan orang agak-agak ada turunan ndoro alias bangsawan gitu, dia cerita dia nangis dikatain pethuk. Kalau aku kayak dia, udah sakit-sakitan kali ya, soale dikatain 'pethuk' terus setiap hari. 

"Nggak ya. Aku nggak pethuk kok. Aku pinter."


Eh, sori lho kalau ada yang tersinggung dengan kata 'pethuk' ini. Wkwkwk...

Basa Walikan
Pernah dengar 'dagadu'? Dagadu merupakan kata yang merupakan kata walikan yang berarti 'matamu'. Makanya, logonya gambar mata. Basa Walikan ini artinya bahasa yang dibalik. Caranya, bingung le menjelaskan.

ambil di sini
Jadi ya gitu, huruf di baris pertama dijadikan huruf di baris ketiga. Dan sebaliknya. Dan huruf di baris kedua dijadikan huruf di baris keempat. Dan sebaliknya. Makanya kenapa matamu bisa jadi dagadu. 

Huruf 'ma', pada baris keempat, maka akan menjadi huruf 'da' di baris kedua. Sedangkan 'ta' di baris kedua, menjadi 'ga'. Perbedaan huruf vokal yaaa, tinggal diganti saja. Makanya 'mu' menjadi 'du'. Dagadu deh.

Bingung nggak? Aku juga bingung jelasinnya. Biar gampang coba generator walikan yukkk~ 

Namamu kalau dibalik jadi apa? Nama panjangku bakal jadi: Biggi Yabudha Thisatha. Sebelumnya aku juga pernah pasang link ini di MP. Dan aku bilang, pantesan aja guehhh nggak slimmi, slimmi (baca: kurus), wong namanya aja jadi 'Biggi'.

Beberapa kata yang terkenal biasa diwalik:
ora = poya
duwit = mothig
japemethe = cahe dewe

dan banyak kata yang lainnya.

Dan yang Lain-Lain
Masih banyak sebenarnya perbedaan Bahasa Jawa dialek Jogja dengan dialek lain. Seperti penggunaan imbuhan 'ik' dan 'o', kebiasaan menambahkan 'm' pada kata berhuruf depan B, misalnya 'mBantul', penggunaan 'jan'. Masih banyak~ hihihi.

Sambisari~ lalalala~

Ya sudah deh segini dulu yaaa. Kalau salah, mohon dikoreksi xD

XOXO
UNA

Shaun The Sheep and ♥♥♥

No, no, ini bukan pengakuan kalau aku hari ini ternyata valentinannya sama Shaun The Sheep dan teman-temannya. Bukan. Meskipun kenyataannya iya sih.

Ini mengenai buku tulis yang aku ceritakan kemarin. Buku tulis dengan kover gambar Shaun The Sheep. Aku tulis kemarin, semoga aku bisa rajin dengan buku ini. Eh ternyata bener loh. Doakan semoga nggak hari ini aja ya. Hari ini, hari pertama aku pakai buku Shaun, di mata kuliah analisis kebijakan publik, aku mencatat sampai tujuh halaman buku! Wow!


Dalam satu sesi pelajaran. Tumben benerrr aku. Sebenernya bisa kali ya, ngopi slide dari dosennya. Tapi tetep aja, kalau setelah ndengerin trus dicatet, beda deh rasanya. Dan nggak tahu kenapa, entah ada magic apa, aku jadi rajin nyatet. Hm, semoga sampai UAS tetap rajin ya aku. Amiin.

♥♥♥

Inget valentine, aku jadi ingat beberapa foto yang aku unggah ke Multiply-ku. Dan itu sudah tiga tahun, ada yang hampir empat tahun lalu malah. Foto-foto abstrak lope-lope yang kuambil ketika aku masih pake mode otomatis melulu pada SLR. Hihihi, sekarang kadang juga masih pake auto sih :P *ketahuan alay*

Agak sedih, karena file size aslinya sudah hilang. Karena beberapa tahun lalu, laptopku memorinya corrupt dan si tukang servis tak sanggup mengembalikannya. Hueee... So, aku mau re-share fotonya di sini ah! Yaaa itung-itung arsipin di blogspot.

♥♥♥

♥♥♥

Benangnyaaa kelihataaan~

Jisho waktu masih mulus. Sekarang dah bulukan @_@ Hihihi, ai ai ai shite ♥♥
♥♥

Semester Baru, Buku Baru

Akhirnya, 13 Februari datang juga. Itu berarti hari pertama aku kembali ke kampus setelah libur sebulan lebih sedikit. Kangen kampus? Nggak blas... wkwkwk. Hari ini, aku merapikan barang yang akan kubawa ke sekolah. Payung, check. Minum, check. Cokelat, check. Kacang, check. Jepitan, check. Waittt, buku! Ternyata aku di rumah nggak punya buku tulis kosong. Piye le sekolah ini...

Ambil dari http://missmamo.blogspot.com/2011/09/back-to-school.html

Kulihat rak, aku menemukan isi binder seplastik gratisan hadiah kuesioner di kampus. Berguna juga akhirnya. Meski aku nggak suka pakai isi binder dan binder juga mbuh ke mana, yaaa untuk sehari ini nggak apa-apa lah pakai isi binder. Rencananya, pulang kuliah aku mau beli buku tulis kosong.

Hari ini aku kelas Ekonomi Pertanian dan Ekonomi Internasional. Syukurlah, masih hari pertama, masih paham. Waktu kelas ekonomi pertanian, aku bilang ke Aji, bahwa besok itu hari Valentine. Nah, Aji ini teman dekatku. Tapi aku nggak mengerti dia menganggap aku apa. Soalnya, waktu aku bilang ke dia kalau aku punya pacar, ia bingung dan sedih sekali. Padahal sih, aku cuma bohong. Nggak disangka, ia pun mengajakku merayakan Valentine! Entah basa-basi apa nggak.

U: "Besok valentine yah."
A: "Oh iya ya."
U: "..."
A: "Makan-makan yuk. Would you be my valentine?"
U: "Ogah. Preferensi seksual gue masih normal..."

 ♥ 

Aji itu perempuan dan Aji itu temen main voli kambing-ku.

Aji dan Shirloy bersoftlens pink. :x :x

Pas ekonomi internasional, satu kelas yang satu angkatan sama aku nggak adaaa. Cuma aku sendirian yang angkatan aku. Beruntung, Aji dan Nur Atikah mau menemaniku di kelas. Kami pun mengobrol mengenai buku tulis. Ternyata si Aji nggak punya buku tulis juga. Trus dia menyarankan untuk membeli buku tulis Shaun The Sheep di deket rumahku. Oh iya juga ya!

Karena buku tulis satu pak isi sepuluh buku aku pun bilang sama Aji, kalau aku kasih buku tulisnya harus dipakai beneran lho ya. Di kampus! Ia pun mengiyakan. Nur Atikah juga mengiyakan hal yang sama. Rencananya, akan kubagi ke Aji, Tika Nur Atikah, dan Tika Kartika Estu. ^^

Pulang sekolah akhirnya aku pun beli. Sembilan belas ribu lima ratus rupiah untuk sepuluh buah buku. Alhamdulillah. Bisa dibagi-bagi pula. Dari pada beli note book lucu-lucu harganya 30 ribu, wong ya tulisanku juga elek.



Woohoo, senangnya punya buku tulis Shaun the Sheep. Lucu sekali gambarnyaaa. Pasti aku jadi semangat mencatat, insyallah. Di sekolah pasti teringat Shirley di rumahhh... ♥♥ Oh ya, FYI, aku adalah mahasiswi semester enam. ^^

Ya sudah deh, cuma ingin sedikit curhat saja. Hm, buat yang merayakan Valentine, selamat ya. Yang nggak, yo wis. Aku yo nggak. ♥♥


XOXO
UNA ♥♥  

Jane at Tarzan's Treehouse

Di postingan ini mungkin aku tak banyak menulis...

Sedikit kecewa karena nggak bisa liat oven di rumah Minnie yang bisa gerak-gerak karena nggak ada di Disneyland Hong Kong, lumayan terobati dengan adanya rumah Tarzan di Adventureland. Rumah Tarzan ini terletak di sebuah pulau kecil yang untuk menggapainya diperlukan rakit. Rakit yang muat untuk 50 orang dan menggunakan motor.


Lumayan lama juga ngantrinya. Dua puluh menit. Mana rakit yang bisa digunakan baru satu yang jalan. Jadi menunggunya agak lama. Padahal, 'pulau' rumah Tarzan itu cuma nyeberang sungai buatan yang jaraknya tak sampai 20 meter.

 
So, welcome to Tarzan's Treehouse! Jane di sini, akan mengajak teman-teman untuk mengunjungi rumah Tarzan! Sssst, Tarzannya lagi ada di dalam. Jangan berisik ya ^^

Untuk masuk ke rumah Tarzan, kita harus melewati jembatan kayu. Hati-hati bagi yang badannya agak-agak. Hati-hati ya, nanti jatuh. Oh ya, aku lupa memperlihatkan diriku. Jeng jeng, ini, Jane, aku... ^^


Eh, maaf. Gaun kuningku lagi dicuci sama Tarzan. Markijut yukkk! (mari kita lanjut, melu-melu Mbak Anies). 


Disamping kiri ini, tangga menuju ke atas rumah Tarzan. Dan di samping kanan itu boks si Tarzan waktu masih bayi. Main ke rumah Tarzan, berasa nonton filmnya deh. Kalau diperhatikan ada daun-daun itu, tak pegang, ternyata daun palsu tho... sampek tak remet-remet tak suwek-suwek... Yuk mari kita intip rumah si Tarzan. ^^

Buku ceritanya.

Meski Tarzan dibesarkan oleh ibu gorilla, ternyata di dalam rumahnya ada piano booo'. Gawul banget tho... Dan meski judulnya rumah Tarzan, di bawah juga ada tempat-tempat perkakas-perkakas ayah Jane Porter yang di ceritanya berasal dari Amerika.



Kayaknya asik ya tinggal di rumah Tarzan... Eh, aku kan memang tinggal di situ. *plak* Segini dulu aja ya, teman-teman. Datang lagi ke Tarzan's Treehouse, okay?

Hueee, tetep pengen ke rumah Mickey dan Minnie >,<

♥♥