Pendaftaran PPAN DKI Jakarta 2014 Telah Dibuka!

Beberapa waktu lalu aku posting nostalgia akan Seleksi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara 2013. Nah, untuk seleksi tahun 2014, pendaftarannya sudah dibuka loh. Untuk kuota DKI Jakarta sendiri, tahun ini ada untuk program Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia, Indonesia-Australia, Indonesia-Kanada, dan Indonesia-Korea. Berikut persyaratan dan ketentuan pendaftarannya.

PERSYARATAN:

  1. Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan KTP DKI Jakarta
  2. Belum pernah menikah
  3. Belum pernah mengikuti pertukaran pemuda internasional apapun yang diselenggarakan oleh Kementrian Kepemudaan dan Olahraga (KEMENPORA) Indonesia
  4. Minimal telah lulus SMA/sederajat
  5. Sehat jasmani dan rohani
  6. Tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal
  7. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris
  8. Memiliki jiwa kepemimpinan, keterampilan berorganisasi, bermotivasi kuat, dan mampu bekerja dalam tim
  9. Memiliki pengetahuan tentang budaya nasional, terutama budaya Jakarta, dan mampu menampilkannya
  10. Memiliki pengetahuan luas tentang isu nasional dan global
  11. Tidak melebihi batas umur (lihat di bawah tabel kuota.)

DOKUMEN YANG DIPERLUKAN:

  1. Formulir aplikasi PPAN lengkap dan ditandatangani
  2. 6 (enam) lembar masing-masing foto berwarna latar putih 2×3 dan 4×6, diambil dalam 6 bulan terakhir
  3. 3 (tiga) lembar fotokopi KTP Jakarta dalam ukuran A4 (boleh KTP lama atau e-KTP)
  4. 3 (tiga) lembar fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa ukuran A4 (untuk mahasiswa)
  5. 1 (satu) lembar fotokopi dilegalisir transkrip nilai universitas dari semester 1 sampai semester sekarang (untuk mahasiswa dan yang telah lulus)
  6. 1 (satu) lembar fotokopi dilegalisir ijazah terakhir min. SMA sederajat
  7. 3 (tiga) lembar fotokopi Akta Lahir (boleh dari provinsi lain)
  8. 1 (satu) lembar fotokopi Kartu Keluarga
  9. 1 (satu) lembar fotokopi sertifikat TOEFL (min. 500) atau IELTS (min. 6.0) atau TOEIC (min. 600) atau DALF/DELF A2 untuk ICYEP, atau Cambrigde Exam (PET), dari institusi yang kredibel
  10. Fotokopi sertifikat kompetensi lainnya (komputer, jurnalistik, penerjemahan, dll) dan atau abstrak dari artikel yang pernah dipublikasi, proyek penelitian, tulisan yang pernah dipresentasikan di konferensi, dan lain-lain, yang pernah anda buat
  11. Surat rekomendasi dari otoritas kampus; (untuk mahasiswa)
  12. Dekan/Ketua Program Studi
  13. Penasehat Akademik
  14. Surat rekomendasi dari satu atau lebih organisasi yang diikuti
  15. Dokumentasi aktivitas sosial kemasyarakatan yang telah dan sedang diikuti
  16. 1 (satu) lembar fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  17. 1 (satu) lembar fotokopi paspor
*) Semua dokumen harus dalam kertas A4


  • Pendaftaran harus dilakukan online dan offline
  • Untuk pendaftaran online, semua dokumen lengkap harus dikirimkan ke pendaftaran@pcmijakarta.com dengan subjek DAFTAR_NAMA_PROGRAM (contoh: DAFTAR_ADAM LEVINE_IMYEP)
  • Untuk pendaftaran offline, semua dokumen lengkap harus dikirimkan melalui pos atau diserahkan sendiri (dalam amplop tertutup) ke: Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta, UP. Bidang Kepemudaan Jl. Jatinegara Timur No.55, Jakarta Timur, Jakarta, 13310
  • Keterlambatan dan kesalahan dokumen bisa menyebabkan penolakan. Semua dokumen yang diserahkan akan menjadi milik Disorda DKI Jakarta dan PCMI Jakarta
  • Hanya kandidat yang lolos diberitahu untuk menghadiri tahap selanjutnya
  • Batas akhir penyerahan dokumen: 11 April 2014


Formulir bisa didownload disini: Formulir-Pendaftaran-PPAN-2014

KUOTA PROGRAM PPAN 2014:

Silahkan sesuaikan jenis kelamin anda dengan pilihan program melalui tabel di bawah ini:


IMYEP: 23-27 tahun.
AIYEP: 21-25 tahun.
IKYEP: 18-24 tahun.
ICYEP: 20-24 tahun.

TANGGAL-TANGGAL PENTING:

Berikut adalah tanggal-tanggal penting yang harus diperharikan (klik untuk memperbesar):


Bila ada pertanyaan atau untuk info lebih lanjut, bisa langsung ke:
Twitter: @PCMIJakarta
FB Page: PCMI Jakarta
Website: pcmijakarta.com

Monggo di-share infonya ya, buat teman-temannya, anaknya, atau keponakannya, hehehe ^^

Keyword Yahud

Biasanya aku enggak begitu peduli sama keyword. Oh ya tentu senang lah yaw ada orang gugling eh nyangkut di blog aku. Tapi enggak lihat keyword secara keseluruhan, page mana yang dicari paling banyak, males. Paling ya ketawa-ketawa doang kalau di ringkasan statistik ada keyword porno trus masuk ke blogku. Porno banget emang blogku mah. Tapi belum lama ini, aku memperhatikan di statistik ada keyword-keyword yang aneh.

Anehnya... iya itu keyword jorok, tapi kok kayak sering banget yah lihat keyword itu nangkring di statistik. Pada mau nyari apaan sih kok sampai kesangkut ke blogku. Trus postingan apaan yang menjurus ke situ. Keyword yahud pertama adalah: foto tante pamer pantat. Entah kenapa aku tergerak untuk mencarinya di google. Hm. Enggak ada tuh blog aku di halaman awal-awal. Pas aku klik yang images. Oke.

Emang foto pantat aku nomor satu! Woo-hoo! Iyaaa, pantat akuuu!


Aku sampai coba hapus history, hilangkan cookies, fotoku pamer pantat ternyata memang nomor satu. Aku coba pakai hape, aku minta tolong sodara buat guglingin itu, oke memang nomor satu! Aku cuma kasihan aja sih sama yang nyari foto pantat seksi ketemunya foto pantat aku yang seksi banggettss. Nomor satu loh, enggak pakai SEO-SEOan. Semoga cepat-cepat turun lah fotoku itu...

Keyword yahud lainnya itu semacam: ibuku melahirkan anakku, anakku melahirkan anakku, semacam gitu-gitu deh. Ini juga lumayan sering masuk ke blogku. Keyword semacam itu membawa si penggugel ke postinganku yang sampai sekarang masih menjadi postingan terhitsku, dengan pageviews paling banyak dibanding page lainnya. Dua belas ribu kunjungan... ya kalau dibanding kunjungan harian blogku yang rendah gini, 12 ribu itu banyak banget. Kasihan sekali belasan ribu orang itu yang tertipu.

Postinganku berjudul Aku Melahirkan Anakku! adalah cerita fiksi yang sangat amat enggak jelas. Bercerita tentang tokoh aku yang mainan melahirkan bersama teman-temannya. Postingan zzz abis deh. Tapi... banyak yang terperosok ke postingan itu. *ketawa setan*

Keyword lainnya yang yahud... hum, aku bingung apa kata sifat yang cocok deh. Kayak keyword gini, "tanda cowok kirim emotikon :*". Aku mendadak merasa kasihan sama yang nyari itu. Atau ada lagi... "tanda cewek ngasih oleh-oleh", ngarep disukain yah hahaha. Atau ada keyword yang kayak nyari temen banget, "aku jelek gak ada yang suka." Yang aku bingung, kenapa bisa masuk blogku?! Aku tersinggung. Ada lagi yang masuk, "pacar nicholas saputra sekarang". Trus si yang gugling nemu kalau jawabannya itu gue... Weks!

Buatku yang enggak paham SEO, ya keyword enggak penting-penting amat lah. Tapi ya lumayan oke lah buat hiburan buatku yang lagi galau ini... Galau opohhh!

Seleksi PPAN 2013 Day #1

Mencoba mengingat-ingat seleksi Program Pertukaran Pemuda Antar Negara 2013...

Tahun lalu, statusku adalah mahasiswi semester delapan, yang harusnya sudah ambil skripsi tapi malah galau akademis. Hahaha... Seorang teman di kampus, lagi semangat-semangatnya cari info youth exchange dan beasiswa. Aku pun juga mencari, ketemu lah website PCMI DKI Jakarta. Waktu itu lagi buka, pendaftaran seleksi PPAN 2013, aku dan temanku pun mendaftar melalui e-mail PCMI. PPAN ini program Kemenpora yang mana programnya antara lain Australia-Indonesia Youth Exchange Program, Indonesia-Canada Youth Exchange Program, Program Pertukaran Indonesia Korea, dan SSEAYP (Ship for South-East Asian Youth Programme).

Tanggal 10 April 2013, nama kita ada di pengumuman seleksi berkas. Kemudian, ada seleksi dua hari tanggal 12-13 April di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Dreskod seleksi adalah kemeja putih dan rok hitam. Hihihi, padahal aku benci sekali namanya pakai baju putihhh.


Sekitar jam tujuh pagi, aku sudah sampai di tempatnya dan melihat temanku, Aji, mengobrol dengan temannya yang belakangan kuketahui merupakan mantan presiden BEM Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Setelah menghampiri temanku, beberapa saat kemudian registrasinya buka, dan aku pun mendapat nomor 014. Kemudian, registrasi lagi tapi di depan, yang duduk di meja, kakak-kakak PPAN 2012. Registrasi dipisah berdasarkan pilihan pertama program. Aku dan temanku sama-sama memilih SSEAYP. 

Rangkaian acara seleksi waktu itu dibuka gladi resik, sambutan dari Disorda, dan pelantikan anggota PCMI yang merupakan alumni PPAN 2012. Mana pas gladi resik, lagi berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya, eh aku memotret dan nyala aja blitznya. Adoohhh... >,< Setelah kakak-kakak dilantik, para peserta seleksi PPAN 2013 foto bareng di depan.

Gladi resik foto barengnya... 
Kemudian, seleksi tertulis pun dimulai. Ujian tertulisnya berupa pilihan ganda dan essay. Pilihan gandanya berisi soal tentang pengetahuan umum, kebudayaan DKI Jakarta, kepemudaan, dan Bahasa Inggris. Essaynya, essay Bahasa Inggris dengan memilih topik yang tersedia. Topiknya tentang isu regional dan kepemudaan. Seusai ujian tertulis istirahat, makan siang dan shalat. Pas istirahat, bahas-bahas deh bersama Aji dan Sukma, mahasiswi dari FISIP UI, soal ujian tertulis yang sepertinya  mudah tapi enggak tahu jawabannya. Hahaha... Soal lokasi Disorda di mana saja aku enggak bisa jawab. Kyaaa!

Makan siangnya...
Kemudian dilanjutkan Focus Group Discussion. Grup FGD dibagi berdasarkan pilihan program. Topik FGD sama dengan topik yang terdapat pada essay. Aku segrup FGD juga sama temanku Aji, dan Hana, teman sekampus yang kukenal dari UKM di kampus. Setelah itu, perwakilan dari grup mengutarakan hasil diskusi. Aku lupa siapa yah yang maju dari grup FGD-ku.

Pengumuman 10 besar pun dimulai... Diumumkannya perprogram dan disebutkan nomor pesertanya dan disuruh maju ke depan. Aku dan temanku sama-sama masuk 10 besar. Nomorku disebutkan sebelum temanku, pas nomor temanku disebut, ekspresinya temanku kocak banget dia nggak ngeuh. Aku sendiri berdiri bingung... antara senang dan syok, bingung kok bisa masuk 10 besar.

Aji, temanku yang paling kece.
Aku dan hasil seleksi. Maksudnya adalah foto trus nomor peserta yang di kertas kelihatan. Tapi gagal...
Kemudian yang 10 besar dikumpulkan, untuk di-briefing tentang seleksi hari kedua. Waktu itu yang program SSEAYP ada Kak Vino dan Kak Raga yang menjelaskan apa saja yang harus dilakukan di hari kedua. Salah satu kegiatan hari kedua adalah unjuk budaya Betawi......

Aku dan temanku Aji pulang dengan lemas...... enggak tahu mau unjuk budaya apaan, hahaha. Pulang seleksi hari pertama sudah jam tujuh malam. Kita pun sebelum pulang makan di mekdonal dolo...

Ah, anyway! Seleksi PPAN 2014 bakal segera dibuka. Untuk Provinsi DKI Jakarta mendapat kuota peserta untuk program pertukaran Indonesia-Kanada, Indonesia-Korea, Indonesia-Malaysia, dan Indonesia-Australia. Program ini dibuka untuk para pemuda, dengan umur 18-27 tahun. Info lengkapnya di Twitter @PCMIJakarta dan like FB Pagenya: PCMI Jakarta.

Ranking Satu

Mau curcol...

Enggak mau jadi mediocre sih, tapi dari segi kecerdasan aku memang rata-rata. IQ rata-rata. Waktu SD, rankingku di seputaran 7, 8, 13, biasa aja deh. SMP apa lagi. Waktu kelas tiga, nilai pelajaran Biologiku enggak pernah di atas lima. Serius, enggak bohong. Lulus dari SMP pun peringkat 200-an. Satu-satunya yang paling ajaib, pernah suatu kali ulangan Bahasa Inggrisku paling tinggi sekelas. Padahal Bahasa Inggrisku sekarang pun... baaahhh!

Ajaibnya lagi, waktu SMA aku pernah dapat ranking satu seangkatan. Senang? Ya, lumayan. Bangga? Enggak!!! Bukan karena ranking satunya hasil nyontek... tapi emang kayaknya itu hoki saja. Lha, nggak pernah punya ambisi buat ranking satu, tahu-tahu seorang guru mendekatiku pas lagi ujian semester dua kelas X. Ia bilang aku ranking satu pas semester satunya... di kurikulum soalnya enggak pakai ranking-rankingan, tapi sekolah tetap meranking gitu.

Bukannya mau berkesan merendah untuk meninggi, tapi di kelas aku malas-malasan, sampai beberapa temanku bilang, di kelas tidur mulu tapi kok nilainya bagus terus. Hiks. Enggak tahu yah, tapi aku menikmati banget namanya ujian... Waktu SMA sih ini. Aku tuh betah banget di kelas sampai jam ujian berakhir dan enggak buru-buru keluar. Ngulangin baca soal dari awal, meriksa barang kali aku ada salah jawab. Aku seneng aja... Pernah sekali, nilaiku bagus di UTS pelajaran Biologi. Kemudian tahu-tahu ganti guru gitu. Guru yang baru enggak percaya aku dapat segitu. Disuruh ikut remedial aja... hahaha.

Masalah datang ketika aku disuruh ikut yang namanya Olimpiade Biologi... jujur saja dalam hati aku enggak mau. Tapi ya bagaimana. Aku coba... Ikut beberapa kali pelatihan di tingkat kotamadya dan aku benar-benar yang kayak enggak paham sama sekali gitu. Sampai di tingkat Provinsi, ya Tuhan... aku pusing dan emang dasarnya di rumah enggak pernah belajar Biologi, hahaha. Orang aku enggak suka! Sumpah kalau ingat aku merasa bersalah sekali sama gurunya, tahu gitu aku tolak!

Pernah juga ikutan lomba matematika dua kali di sekolah dan menang aja gitu. Yang lomba pertama, yang aku ingat ada 15 soal, nilaiku benar 14 kosong 0. Aku enggak curang tapi merasa curang. Jadi kan soalnya kebanyakan trigonometri gitu-gitu, nah banyakan aku enggak tahu caranya, aku gambar sendiri pakai penggaris dan busur. Terus nanti ketemu angkanya di penggaris, trus kira-kira yang sama dengan di pilihan ganda (bentuknya akar-akaran) ya aku pilih. Curang enggak sih? :P Aku enjoy aja ngerjainnya kayak ngerjain kuis apa gitu... Meski gue enggak paham-paham amat matematika.

Pernah juga lomba Bahasa Jepang, nah kalau ini aku memang suka pelajarannya. Bentuknya kuis gitu, masih hiragana dan katakana, lalu ada pilihan gandanya. Dulu jaman SMA, enggak lancar-lancar banget baca hiragana + katakana, pas lomba tuh aku copot kacamata dan mendekatkan kertas soalnya ke mataku. Guru Bahasa Jepangku yang nunggu di luar pun heran aku begitu serius membaca soal. Pesertanya waktu itu 19 orang dari berbagai SMA. Yang diambil juara 1 doang deh kayaknya. Dan aku menang hahaha... dapet 500 ribu mayan ye, ukuran 6 tahun silam. Kalau yang ini enggak merasa curang dan bersalah...

Yang bikin annoyed lagi sih pernah dimarahin guru karena aku enggak pernah ngajarin ke teman-teman, katanya pinter, pinter sendiri. Dan ada guru lain yang nyindir gitu. Hahaha... Pernah pas pelajaran Fisika gitu. Dan yang marahin guru wali kelas. Ya ampun, aku pun juga enggak paham-paham amat Fisika... Huweee!!! Kalau soal pilihan ganda dan aku enggak tahu, aku kira-kira jawaban yang mana yang pas. Kan bisa dilihat dari perkalian pembagiannya angka-angkanya yang pas yang mana.

Makanya yah... aku bilang ranking satuku ini enggak membanggakan sama sekali. Pernah ke psikolog waktu SMA, katanya aku tuh kalau menjawab soal itu dilihat dari bahasanya, bukan logikanya... Hihihi enggak tahu deh. Tapi aku bersyukur banget, karena ini aku bisa masuk universitas enggak pakai tes, wkwkwk. Enggak belajar deh buat SNMPTN. Eh sekarang, kayaknya emang kurang bersyukur... nilai enggak bagus, bukan mahasiswa aktivis, pun belum lulus... hehehe. Yaaa gitu deh, cerita ranking satunya...

Note: cerita ini ditulis karena ada teman tahu-tahu membahas tentang kerankingsatuan ini T.T

Selca

Bulan lalu, aku pergi bertiga sama Aziz, adikku dan Affi, sepupuku. Kami naik pesawat dan tempat duduk kami di 22D, E, F. Perjalanan ditempuh sekitar kurang lebih tiga jam. Tapi kami enggak tidur gara-gara kebanyakan bercanda. Ada yang menjadi perhatian kami, yaitu penumpang yang duduk di kursi 22A. Seorang remaja perempuan yang aku perkirakan umurnya belum ada 20 tahun, mungkin 17 tahunan. Dari sebelum take-off, yang mana pesawatnya mau take-off pakai ngantre lama, sampai landing, yang dia lakukan adalah memasang muka dimanis-manisin gitu di depan handphonenya.

'Kan kalau di pesawat telepon genggam harus dimatikan (ya sekarang sudah ada yang boleh pakai hape sih), aku enggak paham apakah itu hape dia dimatikan atau di-set flight mode tapi gaul banget deh selama penerbangan dia selalu selfie (atau entah ngaca) dengan muka yang dimanis-manisin kemayu dengan hapenya. Sebenernya sih hak asasi yak, tapi memang dasar sini suka ngomongin orang, hahaha. Dan okenya, waktu ibunya tertidur di pundak dia, tetep aja tuh dia kemayu depan hapenya... Mantap. Eh waktu pulang, ternyata kita di flight yang sama. Dan itu cewek, duduk sebelah adik dan sepupuku. Si cewek itu tidur sepanjang perjalanan. Dan adik dan sepupuku jadi yang selfie-selfie muluk. Dan gue ga diajak karena aku duduk di belakangnya zzz.

Aku bingung aja... ada orang selca/selfie sampai segitunya.
Aku sendiri... enggak sebegitunya selfie pakai hape. Kayaknya karena aku sadar diri enggak cantik, huhuhu. I mean like yeah aku juga foto diri sendiri, tapi gimana ya... Upload foto selfie pun juga jarang. Bukan loyal user of Camera360 juga, wong baru seminggu lalu aku baru sadar aku punya Camera360 dan sudah lama enggak kupakai. Tapi bukan berarti aku nggak narsis. Seringnya aku selfie, kirim ke ibu dan beberapa teman, tapi yang di hapeku dihapus! Wekekekek. Mungkin aku paling sering selfie pakai kamera komputer. And really fun lah melihat muka dan rambutku berubah sejak tiga tahun lalu sampai baru-baru ini.

Somehow sekarang menurutku aku harus lebih sering selfie. Terutamanya sama teman-teman. Seorang teman upload foto selfie kami yang diambil dua tahun lalu, dan berasa nostalgia. Setelah kupikir-pikir, enggak banyak foto selfie aku dan teman-temanku itu, huhuhu... Pun seperti saat acara Blogger Nusantara akhir tahun lalu, aku meminta selfie bareng sama teman-teman blogger. Aku upload di bawah ini, dan... apakah ada kamu?


Engga fotogenik blas, dekil maksimal, hidung juga gedenya maksimal, wekekek.
Aku jadi pengen punya yang namanya tongsis. Selama ini tongsisnya masih 'tolong sis'...

Siti For Srikandi!!

Bukan Sitti saya loh ya. Melainkan Siti Wakhidah Hajar atau yang biasa dikenal dengan nama panggungnya, Idah Ceris. Mbak Idah ini merupakan seorang blogger yang berasal dari Banjarnegara dan mBanjar mBingits. Ya abis dia kayak cinta banget sama daerah asalnya... dan bikin kalau lihat atau baca kata Banjarnegara ingatnya ya sama Mbak Idah. Semacam kalau dengar kata pasta gigi ingatnya Pepsodent dan bukan Close-Up.

Saya mengenalnya pertama kali melalui blogwalking, yeah tapi tidak pernah berkomunikasi jalur pribadi, seingat saya. Sampai suatu ketika, bulan November 2012, saya bersama dua teman blog saya, Mbak Alaika Abdullah dan Mbak Ririe Khayan berencana pergi ke Dieng, Wonosobo. Mbak Idah dengan senang hati membantu kami dalam perjalanan. Woo-hoo, terima kasih Mbak Idah!

Saya enggak tahu apakah saya sudah mengenalnya dengan baik apa belum. Namun, yang saya tahu Mbak Idah ini merupakan pribadi yang periang, pandai bergaul, dan pekerja keras. Terbukti dari banyaknya kegiatan yang dia lakukan, di samping sehari-harinya bekerja di Pengadilan Agama, mampu membagi waktunya ngeblog (dia konsisten tiga hari satu post!), meng-admin-i beberapa komunitas dunia maya, mengajar, dan berwiraswasta. Pengetahuannya juga luas. Mbak Idah juga multitalenta. Di samping basic akademisnya di bidang IT, ia pun jago bermain drum. Yahud banget deh, Mbak Idah tuh seperti benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik.


Yang jelas, perempuan Libra ini kini lolos menjadi salah satu finalis dari 10 finalis ke seleksi ketiga Srikandi Blogger 2014. Dari 10 finalis Srikandi Blogger, kemudian diambil menjadi 5 finalis. Mbak Idah sendiri memiliki beberapa program seandainya ia berhasil menjadi Srikandi Blogger. Saya enggak tahu semuanya sih, yang saya tahu Mbak Idah berniat membuat sharing bareng emak-emak tentang SEO. Apalagi, SEO kan bidangnya Mbak Idah banget...

Saya berharap Mbak Idah bisa lolos ke lima besar tantangan seleksi ketiga Srikandi Blogger 2014. Tentu pun berharap Mbak Idah menjadi Srikandi Blogger. Ganbatte ne, Mbak Idah!

Di grup Facebook Kumpulan Emak2 Blogger kini lagi mengadakan voting untuk finalis Srikandi favorit. Bisa dilihat di:
https://www.facebook.com/groups/KumpulanEmak2Blogger/permalink/482984205157489/?qa_ref=qd

Kyabarencong

Sewaktu merencanakan liburan ke Phuket, tentu saja tercetus di pikiran kami: ladyboys cabaret! Kya kya! Aku pun mencari batas umur minimal karena Aziz adikku yang masih di bawah umur kan ikut. Ternyata tidak ada batas umur, oke sip.

Kami nonton ladyboys cabaret di Simon Cabaret, yang mana itu paling nge-hip seantero Phuket. Tiketnya THB 800 (± Rp320.000) untuk kursi VIP dan THB 700, (± Rp280.000) untuk kursi biasa. Bisa sekalian di-pick up di tempat menginap tambah THB 100 (± Rp40.000). Karena kami bertiga, sebenarnya kalau naik tuktuk lebih irit THB 100. Price sensitive.


Sampai sana, kami musti menukar bukti pembayaran dengan tiket dan menunggu sekitar 40 menit. Yak, lihat-lihat dulu keluar dan foto-foto. Karena kami nonton di jadwal jam 9.30 PM, sekitar jam 9-an para performer keluar dan berjajar berbanjar. Mereka abis perform sesi yang mulai yang jam 7.30 PM. Wih, pakai dress-dress heboh gitu deh. Itu loh, bisa foto sama mereka dan kudu kasih tips THB 100. Pas itu, aku duduk di kursi agak jauh dan cuma bisa melihat mereka dari belakang. Nggak tertarik ndeketin, wong nanti juga liat.

Setelah masuk ke dalam, enggak sabar nontonnya. Pas mulai, wiii aku langsung terpana. Performance pertama berlatar lagu Welcome to Simon Cabaret dipadu tarian yang dibawakan para ladyboys dan penari laki-laki dengan baju yang glamor dan bling-bling. Aku dengar Affi, sepupuku, bilang 'keren banget' berulang kali. Dan emang keren banget. Dan emang cantik banget. Itu ladyboysnya. T.T

Pinjam dari http://www.phuket-simoncabaret.com/ 
Bentuk performancenya sih nari dengan latar lagu dan ada yang seolah-olah jadi lead singernya. Lipsynch gitu. Lagu-lagu populernya sih antara lain Gangnam Style, yang mana versi feat. Hyuna. Dan si ladyboynya, mirip banget sama Hyuna, dari jauh sih. Trus ada lagi lagu Cell Block Tango-nya Chicago. Kemudian ada juga part yang bertema negara-negara gitu. Dari lagu India, Korea, Thailand, dan lain-lain. Ada juga performance yang kayak Hudson IMB gitu. Nyanyi separuh cewek separuh cowok. Seruuu banget... Kurangnya sih, kalau pas nari bareng para ladyboys ini narinya kurang kompak.

Pinjam dari http://www.phuket-simoncabaret.com/ 
Hum, memang semua umur bebas menonton Simon Cabaret. Tapi ada part joroknya sih. Kayaknya ketika tirai stage ditutup karena lagi preparation buat scene sesudahnya, jadi ada satu performer buat 'mengisi waktu'. Yang pertama tuh seorang ladyboy pakai baju yang di bagian dadanya ada bentuk menyerupai tetek besar gitu. Meski dia cuma nari-nari sambil lipsynch lagu Barbie Girl-nya Aqua sih. Oke, sama turun panggung nyiumin bapak-bapak yang botak. Gyaaa!!

Yang kedua, performernya agak berisi. Dia turun ke panggung, yap nyiumin beberapa penonton, dan menarik satu penonton untuk dibawa ke panggung. Mas-mas kurus gitu. Diajaklah si mas-masnya nari, saling pegang dua tangan kan... Tahu-tahu si performer itu ngebalik badannya dan menarik tangan masnya dan menaruhnya di teteknya. Gyaaa!! Tentu saja penonton lainnya heboh. Nggak cuma itu. Tiba-tiba, minta dicium sambil menunjuk-nunjuk pipinya. Yaiyalah, masnya gojag-gajeg. Akhirnya, majulah muka si masnya, eh si performernya nengok ke arah masnya. Jadinya ciuman bibir. Rrr...



Delapan puluh menit menonton pertunjukan kabaretnya, enggak berasa banget. Sama sekali enggak menyesal keluar uang 400 ribu buat nonton itu. (Yaiyalah, dibayarin, hahaha.). Keluar-keluar, sudah disambut ladyboys yang berbanjar yang bisa diajak foto bareng. Karena kami enggak minat plus pelit, ya enggak foto deh. Somehow, aku malah kasihan sih. Karena ada ladyboy yang laris manis, karena banyak yang mau foto sama dia (baca: karena cakep), tapi ada yang nggak diajak foto, huhuhu. Kayaknya para ladyboys mengejar tips banget, karena pada maksa-maksa ngajak foto gitu jadinya... gitu deh.

Pengen nonton kabaret lagi...
Maunya di Moulin Rouge...
Atau di Broadway...

Lidah Introvert


Kalau dilihat-lihat, makanan dalam kotak di atas kayaknya normal-normal saja. Bukan kuliner Indonesia memang, tapi bahannya enggak aneh-aneh. Ada edamame, telur, ubi, kacang, sayur, udang, ikan, tomat, dan beberapa lainnya yang aku enggak tahu namanya. Tapi ada seorang teman yang nggak bisa makan itu. Katanya, baunya dan rasanya aneh, dia tidak tahan. Padahal kalau menurutku, dari segi rasa, lebih dekat ke arah hambar, kalau dibandingkan masakan Indonesia yang penuh bumbu.

Mendadak aku teringat temanku (yang lain)...

Ia mengklasifikasikan lidah menjadi introvert dan ekstrovert. Lidah introvert bagi orang yang agak susah makan makanan yang baru, yang tidak biasa. Sedangkan lidah ekstrovert bagi orang yang bisa makan apa saja, lidahnya terbuka bagi makanan baru. Kalau ada skalanya, range doyan si lidah ekstrovert lebih panjang ketimbang si lidah introvert. Temanku menganggap dirinya lidah introvert karena cuma doyan sama makanan Jawa. Dan menurutnya aku lidah ekstrovert. Meskipun orangnya enggak...

Mekdanelds, anyone?
Kalau memperhatikan orang-orang di sekitarku, eh iya juga sih. Kadang makanan yang menurut kita enak, menurut mereka sama sekali enggak enak. Kayak mbakku enggak suka cokelat, atau tanteku yang enggak doyan mangga meski yang manis gitu, banyak yang enggak suka durian, atau banyak yang enggak suka marzipan, rasa ceri, dan sejenisnya, padahal menurutku enak banget!!! Aku pengen Coca-Cola Cherry, hiks.

Tapi memang lidah orang beda-beda sih ya.
Maunya sih apa-apa doyan gitu ya...
Kupikir-pikir lidahku enggak ekstrovert juga.
Aku sama sekali enggak suka Kupang dan Natto (fermented soybeans). Yucksss.
Tapi kalau disuruh coba lagi kayaknya enggak masalah...

Atarashii Tengoku: PERPUSTAKAAN JAPAN FOUNDATION JAKARTA

Atarashii tengoku, 新しい天国, surga baru!

Aku mau cerita tentang tempat nongkrong asik (tentu saja menurutku) di Jakarta. Sebenarnya, aku sudah tahu tentang tempat ini sejak jaman dahulu. Beberapa teman juga member dari tempat ini. Namun aku baru mencoba datang ke sini pertama kali akhir tahun lalu. Ini pun terhitung aku baru tiga kali ke sana. Waktu pertama kali ke sana, aku bahkan tahan di tempat itu sampai lima jam. Betah maximum level.

Nah, tempat itu adalah Perpustakaan Japan Foundation!

Japan Foundation.
Letaknya di Gedung Summitmas Lantai Dua, seberang Kemendikbud, Senayan. Waktu pertama kali ke sana, yang aku lakukan pertama kali adalah bertanya bagaimana cara menjadi anggota perpustakaannya. Kita diminta mengisi formulir berisi nama dan alamat. Beberapa hari kemudian, akan tiba surat dari Japan Foundation di rumah kita. Di bundelan surat itu, ada formulir data keanggotaan yang harus diisi dan lembaran mengenai informasi biaya keanggotaan serta lampiran yang harus dibawa saat mendaftar.

Sampai sekarang aku belum daftar. Karena ada persyaratan surat dari RT kalau alamat di KTP-nya berbeda. Males ke rumah Bu RT!


Perpustakaan Japan Foundation memiliki koleksi buku berbahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang. Mulai dari manga, novel, buku pelajaran Bahasa, hingga ensiklopedia. Ada juga majalah, surat kabar, jurnal ilmiah, dan koleksi audio visual. Kita juga bisa menonton televisi, fotokopi gratis untuk anggota, membawa pulang Majalah Nuansa, dan mendapatkan informasi terkini tentang pameran dan acara kebudayaan.

Selama ini, karena belum jadi anggota ya aku baca buku di tempat. Buku yang kubaca ya random, yang menarik ya aku ambil, hehehe. Rasa-rasanya pengen bawa pulang tuh buku semua. Hum, kalau majalah yang aku suka itu Hiragana Times. Soalnya majalahnya oke punya, dua bahasa (Inggris- Jepang) dan semua kanji ada hiragananya, jadi bisa sekalian belajar.


Pengen bawa buku ini pulang tapi belum jadi anggota uw uw uw...

Entah kenapa aku betah banget baca-baca di sini. Kalau di perpustakaan kampus atau di Perpustakaan Provinsi enggak betah, hahaha... Kamis lalu aku ke sini, 3,5 jam aku nongkrong di perpus. Nggak berasa aja tahu-tahu udah jam lima sore. Kayaknya aku harus cepat-cepat daftar biar bisa pinjam bawa ke rumah!

Suka ke perpus, teman-teman?

❤❤❤

Perpustakaan Japan Foundation
Japan Foundation Jakarta
Gedung Summitmas I Lt. 2
Jl. Jenderal Sudirman,
Kav. 61-62 Jakarta 12190

Jam Buka Perpustakaan:
Senin, Selasa, Kamis, Jum’at –> 9.30 – 16.00
Sabtu (minggu ke-1,3,5) –> 9.00 – 12.30
Rabu, Minggu, Hari Libur Nasional –> TUTUP
Sabtu (minggu ke-2 dan 4) –> TUTUP

Soju 소주

Belajar Bahasa Korea bikin pengen ke Korea lah, nyobain makan-makanan Korea lah, jadi rajin nonton acara Korea lah. Nah ceritanya, aku dan temanku mencoba minum soju. Kita selalu lihat soju ini kalau ke supermarket deket tempat kita les Korea. Well, aku nggak peminum, sih. Nggak regularly and socially drinking tapi coba-cobaly dan pengendoangly minum. Saking jarangnya, aku ingat minum alkohol terakhir sebelum soju ini sebulan sebelumnya. Sapporo Beer.

Sampai akhirnya, aku janjian malam mingguan minum soju sama teman sekelas. Kita ke supermarket dan cuma beli soju bermerek Baram Soju itu. Sebotol ukuran 360 ml harganya 88.000. Kemahalan sin tax-nya ini... Udah gitu di sana lihat sonsaengnim (guru) yang lagi belanja! Kita nggak nyapa dan langsung ke kasir. Padahal sebulan kemudian kita cerita sama sonsaengnim kalau minum soju sih, wkwkwk.


Soju merupakan minuman beralkohol khas Korea. Biasanya dibuat dari beras, namun kadang dibuat dari kentang, gandum, ubi, atau tapioka. Warnanya bening dan biasanya mengandung alkohol 20%-45%. Kalau yang aku beli kadarnya 19.8%. Pas dilihat belakangnya, tahunya made in Yogyakarta. Azemmm. Wkwkwk! Aku bilang sama temanku kalau aku minum dikit saja. Cukup satu sloki saja lah kalau kata iklan Anggur Kolesom. Cuma mau coba doang. Apalagi aku nggak pernah bisa menghabiskan segelas wine yang padahal cuma sepertiga gelas. Wlekkk!!!

Tahunya, aku minum sepertiga botol lebih meski masih banyakan temanku. Rasanya? Mengingatkanku dengan bau alkohol 70% yang dijual di apotek. Ya rasanya agak-agak manis gitu doang sih. Biasa aja. Enggak ada rasa-rasa aneh. Enak nggak? Nggak! Hahaha...

Beloved roast beef and cheese burger with fries by Raffels!!
Coba lagi? Well, kalau di Indonesia dan enggak ditraktir kayaknya enggak mau. Maunya langsung di Korea, hihihi. Pas kita cerita sama sonsaengnim, katanya enggak ada merek Baram Soju di Korea. Kirain buatan sini tapi merek Korea gitu......

❤❤❤

Jendela Kaca

Jendela Kaca
Museum Ho Chi Minh City merupakan salah satu museum dan situs sejarah di Ho Chi Minh City, Vietnam. Bukan tentang salah satu pahlawan Vietnam, Ho Chi Minh, namun tentang Ho Chi Minh City (HCMC). Di sana terpajang koleksi museum yang mengeksposisi segala hal tentang HCMC. Mulai dari kegiatan ekonomi, adat, numismatis, sejarah, demografi, seakan museum tersebut menjadi rangkuman kota HCMC. Koleksi museumnya menarik meski kurang tertata apik. Dan jujur saja, saya lebih terpesona dengan gagahnya bangunan museum HCMC yang bergaya kolonial Perancis, termasuk jendela-jendela kacanya...

Foto di atas diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan - Ronde 35: Museum.

❤❤❤

Makan-Makan Manado

You can't just eat good food. You've got to talk about it too. And you've got to talk about it to somebody who understands that kind of food.”
-Kurt Vonnegut, Jailbird

Salah satu hobiku adalah makan, terlebih lagi mencicipi makanan yang belum pernah aku coba sebelumnya. Sayangnya, aku benci sekali sama makanan pedas. Saus sambal yang biasanya dalam botol atau sachet saja aku anti parah. Menurutku pedas itu merusak rasa masakan. Tapi ada masakan khas daerah di Indonesia yang pedas dan aku suka sekali. Yaitu, masakan dan makanan khas Manado! Manado juga menjadi salah satu tujuan Jelajah Kuliner Unik Nusantara oleh Daihatsu dan VIVA. Nah, seperti kutipan yang aku selipkan di atas,  let's start talking about kuliner Manado!

Dipilih dipilih ^^
Beruntung sekali tinggal di Indonesia, negara yang terbentang luas, kebudayaan yang beragam, kulinernya pun tentu juga. Baru pindah kota yang dekat saja sudah berbeda citarasa khas kulinernya. Apalagi beda provinsi atau pun beda pulau. Aku sendiri dibesarkan di Pulau Jawa tapi baru-baru ini tahu tentang brongkos dari Jogjakarta serta lodho dari Tulungagung dan masih kurang paham bagaimana gathot, sawut, maupun gethuk dibuat.

Kalau kuliner Manado, juga belum lama aku kenal. Sering liat kios masakan Manado di foodcourt tempat perbelanjaan, entah kenapa tidak menarikku untuk mencobanya. Apalagi kelihatannya kok pedas-pedas semua, makin tidak ingin mencobanya. Paling cuma makan bubur Manado (Tinutuan) dan perkedel jagung yang selalu ada di warung makan Manado itu. Namun belakangan, akhirnya aku memberanikan diri makan pedas, dan emang enak banget namanya masakan Manado itu! Pedasnya, pedas segar! Meskipun aku pakai acara minum bergelas-gelas.

Sekitar seminggu lalu, aku makan makanan Manado lagi ^^


Makanan yang aku pesan ada nasi putih dengan tuna woku, tumis daun pepaya, dan cakalang suwir pedas. Tuna woku itu yang kuning. Terbuat dari ikan tuna yang dibumbui dengan serai, cabe, daun kemangi, kunyit, pandan, dan kemangi. Aromanya enak sekali, segerrr! Kemudian tumis daun pepaya. Sebenarnya, katanya yang enak itu tumis bunga pepayanya Manado. Meski agak pahit daun pepayanya, tetep enak! Kalau cakalang suwirnya, dibumbui dengan bumbu yang disebut pampis, yaitu kombinasi cabe, serai, daun bawang, dan bawang merah/putih.

Sayangnya, makan siangku kali itu tidak diakhiri dengan es kacang merah khas Manado. Pasti lebih enak lagi. Selain makan nasi dengan lauk khas Manado, aku pun membeli makanan kecil/snack-nya juga.

Ikan-ikan di piring yang akan dijadikan sup ikan. Mau ikan yang mana?

Snack Khas Manado


Panada, Biapong, dan Balapis.

1. Panada

Kue khas Manado ini merupakan salah satu kuliner yang pengaruhnya dibawa dari kebudayaan luar. Panada diperkenalkan di Minahasa oleh bangsa Portugis yang datang beberapa abad yang lalu. Orang Spanyol dan Portugis menyebutnya dengan empanada yang berasal dari kata empanar yang berarti bungkus atau roti luaran. Panada ialah kue yang digoreng berbentuk seperti pastel namun seringkali lebih padat dan gemuk. Biasanya isinya adalah ikan laut cakalang yang disuwir kecil-kecil dan dibumbu pampis. Sama seperti cakalang yang aku makan bersama nasi di atas. Hmmm, enak sekali!

2. Biapong

Sebagian dari kita mengenalnya sebagai bakpao. Di Manado, bakpao lebih dikenal dengan bahasa lokalnya yaitu biapong. Biapong merupakan penganan dari tepung terigu yang di dalamnya terdapat berbagai variasi isi. Bisa berisi kacang hijau (biapong temo), kelapa dan gula merah (biapong unti), hingga cokelat, ikan, ayam, maupun daging babi. Yang aku beli kemarin isinya kelapa dan gula merah, hmmm pengen coba yang lain ^^

3. Balapis

Balapis merupakan kue lapis ala Manado, mirip dengan kue lapis pepe Betawi atau kue lapis sagu Jawa. Balapis terbuat dari tepung sagu dan beras diberi santan dan dikukus. Kadang-kadang dibuat dari tepung terigu. Kalau balapis yang aku beli kemarin berwarna hijau dan cokelat. Yang hijau diberi rasa oleh daun pandan dan yang cokelat dari cokelat bubuk. Sepotongnya dihargai tiga ribu rupiah. Dan enak banget aja dong, cokelatnya berasa banget...

Balapis lebih dekat...
Belum banyak makanan khas Manado yang aku cicipi. Kuliner Manado yang berpadu antara citarasa khas lokal dan kebudayaan luar (Belanda, Portugis, dan lain-lain) membuatku makin ingin mencicipi makanan Manado yang lain. Seperti Klappertaart, kue khas Manado yang merupakan adaptasi dari Belanda, atau Vruchten Sla, dessert seperti salad buah. Belum lagi, aku ingin mencoba bagaimana sedapnya nasi kuning khas Manado dan juga kuliner ekstrimnya! (Berani nggak ya?) Inginnya pun cicip kuliner Manado, ya langsung di Manado...

❤❤❤


Link di VIVALog: http://log.viva.co.id/news/read/478946-makan-makan-di-manado

Referensi:
Foto koleksi pribadi.
http://www.earlly.com/resep-kue-balapis-khas-manado.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Empanada
http://id.wikipedia.org/wiki/Panada
http://ritawidiyasuci.blogspot.com/