Liburan Berdua Sama Aziz

Liburan berdua sama mbak rumah, pernah. Liburan berdua sama temen, pernah. Liburan berdua sama mama, sering. Liburan berdua sama sepupu, apalagi. Tapi liburan berdua sama satu-satunya adikku... kayaknya baru sekali beberapa waktu lalu.

Adikku ini bukan tipe-tipe suka jalan-jalan. Anak rumahan yang kalaupun jalan cuma ke mall doang, itu pun nggak betah lama-lama. Baru suka jalan kayaknya belakangan ini. Awal tahun sempet ke Singapur dan Malaysia ama sepupu-sepupu. Dan belum lama ini tahu-tahu ia minta mamaku buat ke Bali, tumben-tumbenan. Ya udah sama mamaku langsung diiyain. Lha wong dia juga jarang minta jalan-jalan. *gak kayak gue...

Eh, mamaku nggak bisa cuti dan akhirnya aku disuruh menemani adikku di Bali. Aku? Ya senang-senang aja, huwokokok. Lha tadinya nggak ada rencana liburan jadi liburan. Udah lama pula nggak ke sana.

Babiiiiii...
Sempat berantem karena adikku tadinya minta lima hari di Bali, tapi kataku kelamaan, akhirnya jadi tiga malam. Liburan kali itu aku manut adikku, aku cuma pengen ke Bali Safari & Marine Park. Dan tadinya pengen ke Ketut Liyer juga, tapi adikku mesthi males kalau diajak ke Ubud. Lainnya, sakkarepmu le!

Liburan sama Aziz bener-bener selowdays, adikku nggak kepengen namanya ke GWK, pantai aneh-aneh, dan nggak tahu kenapa nggak pengen main watersport kayak Banana Boat atau naik jetski padahal perasaan pas kecil dia seneng banget. Adikku lebih suka jalan santai di pantai, nyobain makan-makanan aneh, sama belanja! Waks! Etapi kubilang ama dia, karena pergi ama aku nggak boleh belanja banyak-banyak, hihihi.

Pantai Legian.
Jalan Legian. Kabelnya ruwettt...
Adikku ini orangnya nggak suka panas-panasan, nggak sabaran, suka marah-marah, males jalan kaki, dan manja. Tapi pas liburan kemarin, adikku nggak manja, kuat diajakin jalan kaki jauh, dan nggak marah-marah. Mungkin karena perginya nggak ama nyokap, nggak ada yang diminta manjain. Dibangunin pagi buta pun nggak pake ngedumel dulu. Malah aku kayaknya yang marah-marah terus hahaha, sebel sama adikku, baru sampe Bali udah mau belanja ajaaa. Uhhh...


Pas kami di Bali, kebetulan sepupuku si Affi juga lagi ada di Bali. Cuma sama seangkatan kampusnya gitu. Pengambilan data penelitian atau apa gitu. Aziz pengen banget ketemu si Affi. Dia nggak ada waktu free, giliran free, kami dah mau pulang. Padahal tadinya mau main bareng...

Jalan berdua sama adik, seru juga ternyata. Lucu aja. Meskipun kayaknya banyak yang ngira kita anak ama ibunya *hiksss Pengen lagi jalan sama Aziz, hihihi~ Kapan yawww. *dirampungku sik sekolahe Un...* *ngok*

Lucu lucuuu >,<

Kejutan Rasa dari Labirin Rasa


Judul: Labirin Rasa
Penulis: Eka Situmorang-Sir
Penerbit: Wahyumedia
Tahun Terbit: cetakan pertama, 2013
Tebal Halaman: vi+394 halaman
Ukuran Buku: 12,7 x 19 cm
ISBN: 979-795-753-5
Harga: Rp 52.000

❤❤❤

Kayla, seorang mahasiswi komunikasi yang supel, tomboy dan penyuka touring, mendapatkan nasakom alias nasib satu koma. Sebelumnya IP-nya pun hanya dua koma. Kedua orangtuanya yang merupakan akademisi sangat kecewa. Atas saran sahabatnya, Kayla pun berlibur dan destinasi pertama ialah rumah neneknya di Jogjakarta.

Di kereta, Kayla bertemu dengan Ruben, seorang cogan dan cogon (cowok ganteng dan cowok gondrong), keturunan Cina-Portugis. Selama di Jogja, Ruben lah yang menjadi guide bagi Kayla. Hubungan mereka pun semakin dekat. Sementara itu, Kayla mendapat pesan oleh yangkung (jw. kakek). Tertulis bahwa yangkung akan mengirimkan cinta pertama untuk Kayla yang merupakan pelindung dan Pangeran Fajar untuknya.

Ia merasa petunjuk yangkung menunjuk ke arah Ruben. Pria-pria lain, Dani, David, Patar juga hadir dalam hidupnya dalam setiap perjalanan yang ia lakukan: ke Bromo, Bali, Lombok, Makassar, dan Medan. Tak lupa seorang gadis lesbian, Chyntia turut hadir dalam hidup Kayla.

Akankah Pangeran Fajar yang dimaksud adalah Ruben? Ataukah pria lain?

❤❤❤

Dengan tebal 394 halaman, mengunyah novel pertama Mbak Eka Situmorang ini, tak sampai satu hari dihabiskan untuk saya membacanya. Saya bersemangat sekali. Karena sejak awal halaman buku, membaca tentang tokoh utama Kayla, saya merasa 'punya teman'. Sama-sama lahir awal Desember, Sagitarius, umur 21 tahun, punya nenek di Jogjakarta, sama-sama paling benci kalau dada menempel ke punggung orang yang mboncengin, dan punya IP dua koma di beberapa semester berturut-turut. *buka aib* Sayangnya saya tidak sesupel Kayla, hehehe.


Ada pepatah 'tidak ada kesempatan kedua untuk membuat kesan pertama' dan Labirin Rasa sanggup membuat kesan pertama yang baik. Kovernya dengan warna hijau sangat eye-catching dan kover-genic. Meskipun gambar labirin rumput dalam kover menurut saya kurang menggambarkan isi ceritanya. Di kover belakang terdapat sinopsis yang berbeda sudut pandang penulisan dengan isi novel. Di sinopsis yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama, sedangkan ceritanya menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.

Sulit untuk tidak membayangkan Kayla adalah Mbak Eka sendiri. Lha gimana, Kayla dan Mbak Eka ialah sagitarius, pengenyam ilmu komunikasi, supel, dan suka jalan-jalan. Tapi sulit juga membayangkan kalau Mbak Eka dulunya seperti tokoh rekaannya, penuh jerawat, perutnya bertumpuk lemak, dan jeblok nilainya di kampus. Hehehe...

Dari segi cerita sebenarnya biasa saja. Seorang perempuan yang tidak punya kehidupan cinta sebelumnya, lalu bertemu dengan seorang pria yang diidamkan dan kemudian bertemu dengan pria-pria lain yang masuk dalam kehidupan cintanya. Namun, letak keunggulan novel ini ada dalam latar tempatnya. Kayla yang bertualang ke beberapa tempat membuat setting tempat dalam novel semakin kaya dan digambarkan dengan cantik oleh Mbak Eka.

Selain itu, percakapan antar tokoh yang lucu dan manis sesekali menggelitik menambah keasyikan dalam membaca Labirin Rasa. Mbak Eka juga pandai merangkai kalimat seperti menggambarkan gejolak hati Kayla maupun deskripsi penokohan sampai-sampai membuat saya hanyut dalam cerita, ikut-ikutan jatuh cinta dengan Ruben yang saya bayangkan seperti Rizki Alexa, dan kemudian terpesona dengan tokoh pria lain yang hadir di hidup Kayla. Saya juga ikut gemas dengan Kayla karena kejadian kejutan di tengah cerita.

Ruben di bayanganku mirip Rizki Alexa, meski dia nggak bermata hijau. ^^
Sayangnya, kesalahan penulisan (typo) yang masih banyak ditemukan dan kesalahan penamaan tokoh, sedikit membuat keasyikan penyelaman cerita sedikit terganggu. Semoga di cetakan berikutnya kesalahan tersebut sudah dihilangkan. Selebihnya, Labirin Rasa sangat direkomendasikan untuk dibaca dan dijadikan tambahan koleksi buku teman-teman, karena meski ceritanya ringan, saya rasa ia mampu mengaduk-aduk rasa pembacanya.

Rating: 4 / 5

❤❤❤

Mereka Pun Punya Kisah Cinta

Ada seorang wanita cantik bernama Adele. Kulitnya halus matanya bulat. Setelah diselidiki rupanya ia keturunan Persia-Amerika. Oh, pantas saja. Tiap pagi, ia selalu bersantai-santai di taman di halaman depan rumahnya. Rumahnya sangat besar dengan halaman di depan dan di belakang. Tiap hari di  jalan depan rumahnya ada seorang pemuda yang selalu melintasi. Tiap hari pun pemuda itu selalu menyapa si Adele dengan cara menyiul-nyiul.

Adele ingin sekali rasanya berbincang-bincang kecil dengan pemuda itu. Dilihat dari parasnya, pemuda itu nggak ada indo-indonya dan kayaknya sih orda, orang daerah. Entah Sunda, Jawa, atau Betawi. Ia takut mamanya marah kalau ia naksir orang asli lokal karena tiap perbincangan di keluarganya, ia akan dijodohkan dengan kerabatnya yang juga orang keturunan.

Entah hari keberapa ia memergoki laki-laki itu melintasi depan rumahnya. Akhirnya ia membuka pagar dan memberanikan diri untuk keluar dan berbicara dengan pemuda itu. Setelah berbincang-bincang sesaat ia yakin pemuda itu juga menyukai dirinya. Pemuda itu pun mengajak Adele untuk berkeliling di sekitar daerah itu...

Namun mama Adele melihat mereka dan berusaha memisahkan. Adele lupa kalau di rumahnya sedang ada keluarga kerabat papanya yang akan dijodohkan dengannya. Pembicaraan di antara dua keluarga itu sangat membosankan sehingga Adele memberanikan diri menyapa pemuda yang ditaksirnya.

Tak berapa lama, Foxy, anak kerabat papa Adele yang dijodohkan dengan Adele keluar rumah dan memarahi pemuda itu. Foxy pun cemburu. Digandengnya tangan Adele dan ia menariknya supaya Adele masuk ke dalam rumah.

Versi asli

Kucing gue namanya Adele kalau pintu dibuka, dia suka keluar tapi masih di dalem pager. Tiap hari ada kucing kampung ngeong-ngeong kayaknya sih manggil Adele. Suatu saat Mbak Lis mbukain pager, dan si Adele njranthal keluar.

Eh eh eh,
si kucing kampung itu tau-tau mau nggigit Adele ngajak kawin. Trus sih kayaknya Adele mau-mau aja. Tapi ama Mbak Lis dilerai takut kalau kena penyakit kan, siapa tahu kan ya. Nggak jadi deh.

Eh tau-tau si Foxy keluar trus kayak marah gitu. Nggraong nggraong kayak kalau kucing lagi takut itu loh. Mungkin sih ya, *imajinasi manusia yang nggak ngerti kucing* Foxy nggak suka sama si kucing liar satu ini. Hihihihi...

Akhirnya Foxy dan Adele masuk rumah, mereka deh yang kawin.

Adele: "Wah ada Foxy..." Foxy: "Heh, siapa lu ngedeketin sodara tiri gueee?" Kucing kampung: "Maap ya Del..."
Cerita apa sik ini, hahaha... maap geje level 10000~~~!!! 

Hanya Karena Aku Suka

Sebagian dari cerita ini sudah pernah kutulis dalam beberapa postingan lalu. Tapi aku mau cerita lagi ya...

Dulu, aku tuh rasanya jadi mahasiswa kok menyedihkan banget. Pelajaran enggak suka, enggak ikut organisasi, enggak punya kegiatan. Mesakake banget to. Sampai akhirnya aku menemukan hobi baru: membaca tulisan orang-orang di dalam blog. Aku suka sekali baca cerita orang, apalagi cerita tentang make-up, fashion, dan travel yang ditambahi dengan foto-foto berkualitas bagus. Lalu aku menemukan blog, yes, Xiaxue, blogger idolaku, seperti yang pernah kutulis juga, dan aku takjub, "wow, nulis gini aja bisa jadi profesi?!"

Aku menemukan blog keren lain seperti Cheeserland, SOAPZ, The crème de la crop, Luce-dale, dan lain-lain. Dan kemudian aku mikir, "Kenapa aku nggak start my own blog?"

Template blogku dua tahun lalu...
Aku punya beberapa akun blog tapi ya tahu lah, yang nulisnya kalau kepengen banget. Sebulan sekali kalik maksimal. Kemudian aku log-in di akun blogspot yang telah kubuat dua tahun sebelumnya, dan memulai menulis postingan sebagai rutinitas. Aku mencatat 3 September 2011 sebagai hari pertama aku rajin nulis blog.

Sejak saat itu, aku menulis tentang apa saja di sini. Ngomongin orang, membahas apa yang aku lihat, apa yang kupikirkan, sampai hal remeh seperti membuat cerita boneka. Tapi memang ya, jangan pernah meremehkan diri sendiri, ternyata beberapa orang sampai ketawa-ketawa ngeliatnya, bahkan ada yang rikues cerita baru. Sering juga postingan kontes. Kalau temanya aku suka, punya ide, atau kira-kira aku bisa ikutan, ya aku usahakan ikut.

Bonekaku eek...
Rasanya tuh ya tiap nulis satu, pengen nulis yang lainnya. Suka banget deh sama ngeblog! Dulu, jam tidurku nggak teratur. Sempat pernah ngeblog setiap jam dua pagi, karena selalu nglilir jam segitu. Beberapa waktu lalu, bahkan hampir tiap hari aku menulis blog. Ya namanya suka, piye ya. Mau kuliah sampai sore, tetep ngeblog... Kan katanya kekuatan cinta mengalahkan segalanya... nggak nyambung yo ben!

Sampai sekarang memang aku nggak kayak blog-blog yang aku suka yang aku sebut di atas. Eyayalah, yang aku sebutin fashion blog semua, nah gue... wkwkwk. Tapi aniwe, banyak yang aku dapatkan. Nggak cuma materi atau hadiah, tapi juga informasi kayak misal tempat kursus Jepang yang aku ikuti sekarang infonya kudapatkan dari teman blog dari Makassar, atau kejutan kayak tahu-tahu nggak sengaja ketemu teman blog, kayak waktu ketemu Mbak Lies Hadie dan Mas Gaphe atau kejutan bukti kalau dunia itu sempit. Banyak deh ah ya.

Ternyata dulu aku agak-agak sinting...
Tapi sih sekarang nggak rajin-rajin amat nulis. Maklum ya... sibuk... sibuk main game. Abis itu gara-gara koneksi. Bukannya mengambinghitamkan nih. Tapi ciyusan. Internet di rumah itu sharing. Nah, mamaku lagi hobi-hobinya nonton Youtube sambil ketawa-ketawa sendiri. Jadilah bandwidth-nya disedot iPad mamaku. Sebel sih, tapi ngalah aja deh, dulu kan jaman mamaku muda belum ada internet. Jadinya agak susah kalau ngeblog malem-malem...

Tapi sih ya, kira-kira tiga hal di bawah ini yang bisa bikin kita eksis ngeblog (meskipun aku enggak eksis sih):

1. Sukaaaa. Orang tuh ya, kalau udah suka mah apa-apa jadi gampang. Sama kayak nulis di blog. Kalau udah suka, bawaannya nulis terus. Trus kalau udah suka, jarang bakal males. Kayak misal nih, kita suka dan apa-apa ditulis di Twitter, mau nahan nggak nyetatus susah kan. Ya sesekali males ada lah, tapi jarang. Jadi yang pertama itu suka dulu ❤❤❤

2. Koneksi internet. Paling enak ngeblog ya kalau koneksi internetnya wus wusss. Kalau lemot malesin amat ya. Trus kalau aku lebih suka ngeblog di komputer di rumah dan belum pernah melakukan mobile blogging kayaknya nggak legaaaa aja.

3. Ide. Ah kalau satu ini sih di mana-mana tinggal ditangkap aja. Kita banyak melihat, mendengar, membaca, pasti ada lah ide untuk ditulis. Jangan pernah meremehkan ide, toh hal sepele ditulis juga nggak masalah. Lagian postingan di blog kan nggak kudu tulisan panjang. Pasang foto outfit of the day atau pasang vlog bisa jadi postingan blog kan ❤❤❤

Mau eksis dan konsisten ngeblog, ya nggak usah banyak dipikir, keep blogging aja lah yawww!

Curcol. Yang sebelah kanan buat lomba foto SEGGER (Senyum Ekspresi Blogger) Blogdetik. Sebenernya itu akunya jelek, tapi anglenya paling bagus di antara 200 jepretan lain. *lebe. Behind the scenenya, aku motret si fotografernya buat ngasih tahu angle yang kuinginkan, hihihi.

“Cerita ini diikutsertakan dalam 2nd Give Away Ikakoentjoro’s Blog


Kucing-Kucingku

Di dekat rumah nenekku, ada penjahit tempat mama dulu suka njaitin baju. Nah, di rumahnya tuh ada kucing gendut bulunya tebel warna abu-abu, nggak tahu ras apa, kayaknya sih udah campur, dan itu lucuuu banget. Namanya Dodo, mirip sama Garfield cuma versi abu-abu aja. Mungkin dia udah mati, wong waktu main ke rumah penjahit itu aku masih SD.

Sejak itu aku pengen punya kucing. Tapi kok ya aku dulu megang kucing aja nggak berani. Dulu ya cuma pengen-pengen doang.

Sampai akhirnya sekarang beneran punya kucing!

Sepupu aku, Affi, punya dua kucing betina Persia yang dikawinkan dengan satu kucing jantan Maine Coon. Poligami. Nah dua kucing betina Persia itu hamil dan melahirkan dalam waktu yang berdekatan, hanya selisih sehari pada bulan November 2012. Masing-masing punya anak tiga, tapi ada mati satu tinggal lima. Trus tanteku nawarin ibuku mau kucing nggak~ ya mau lah~

Akhirnya... dari Bandung, dua anak kucing bermigrasi ke Jakarta...


Yang laki-laki yang kuning, namanya Foxy, dinamain tanteku begitu karena mukanya mirip rubah. Lengkapnya M. Foxy Wibawa. Yang perempuan yang abu-abu, ibuku namai Adele karena ibunya namanya Abel. Lengkapnya Sitti Adele Wibawa. Hahaha apa-apaan kucing punya nama panjang...

Awal-awalnya aku masih takut nggendong tuh kucing. Tapi lama-lama malah mereka yang nggendong aku. *ngok

Aku manggil mereka kadang namanya. Kadang 'cantiiikkk' atau 'ganteeeenggg', tapi lebih sering manggil mereka 'babiiii'. Wkwkwk...

Jaman masih kecil. 
Sleeping like a boss.
Sitting like a boss.

Foxy tidur di jendela.

Adele tidur di tengah jalan.
Kelonan sama Platipus-ku ampe rusak >,<
Foxy jeleeeekkk~ 
Adele ngeri >,<

Foxy marah dan kabur karena dimandiin.
Don't mess with me!
Kucing-kucing ini kadang nyebelin sih. Garuk-garuk koper mamaku sampai rusak, garuk-garuk kursi, gangguin orang lagi enak-enak tidur, lagi enak-enak makan nyamperin, nendang kameraku sampe jatoh ke lantai, nendang keyboard-ku sampai power onnya udah gak bisa dipencet lagi, tapi aku nggak kebayang aja kalau mereka meninggal. Huweee jangan mati yaaa Foxy, Adele! Sebelum kalian punya anak 100!

Tanggal 22 dan 23 November besok mereka umurnya baru satu tahun, masih kecil kan. Tapi mereka sudah tidak perawan! *ngik

Ternyata asik punya peliharaan, ada mainan jadinya, bahkan boneka-bonekaku jadi kucuekin, hihihi...

Una's Zalora Wishlist

Siapa yang nggak tahu situs Zalora? Zalora merupakan situs web jual beli produk-produk fashion ternama. Mulai dari brand lokal Nggak cuma baju saja, tapi juga ada aksesoris, tas, bahkan kosmetik.

Belanja nggak lagi harus ke mall tapi bisa sambil duduk manis di rumah, bayar, dan sampai deh ke rumah. Bahkan punya fasilitas bayar di tempat alias cash on delivery. Biaya pengiriman pun gratis** ke seluruh wilayah Indonesia lho.

Aku abis browsing produk di situs Zalora, dan ini daftar lima produk yang paling kuinginkan!


1. Quinna Molla Ana Laura Ankle Boots Red - dari kecil aku kepengen sekali punya boots, tapi belum kesampaian. Warna merah juga bikin bootsnya lebih seksi, hihihi.
2. Straford Jackets Ardistia New York - jaket ini berbahan polyester dan elastane. Seumur-umur aku punya coat cuma satu, warna merah ngejreng. Dan yang warna-warna sejenis khaki dan camel, belum punya. Mauuu...
3. Candy Jelly Toiletries Pouch Harper & Smith - bentuk dan desainnya simpel tapi cantik. Transparan. Cocok buat bawa peralatan mandi atau kosmetik.
4. GALAXY S2 Hello Kitty Patterned Phone Diary Case by Kuki - Yes, indeed I love Hello Kitty ❤❤
5. Alexi - 15 Nylon Laptop Case by Hellolulu - Hellolulu selalu punya produk tas yang desainnya sederhana tapi sophisticated lah. Kalau lihat produknya, aku selalu naksir. Sama kayak pas lihat tas laptop satu ini.

Dan kamu? Pasti suka berbelanja kan...
Mau yang mudah dan praktis ya Zalora aja!

Culture Shock: Misuh

Lagi-lagi mau cerita nggak penting.

Dulu, aku sekolah SMP di Jogjakarta. Berhubung NEM-ku jelek dan ibuk udah pindah ke Jakarta, akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta. Aku pikir aku nggak akan mengalami culture shock wong dari kecil sampai SD pun aku tinggal di Jakarta. Tapi eh tapi...

Ternyata nggak juga. Aku ternyata kaget banget. Siyokkk. Di dalam percakapan antar teman, kayaknya biasa aja nyebut 'anjing' gitu. Kuingat-ingat waktu aku di Jogja, nggak pernah sama sekaliii. Kalaupun iya, paling antar teman cowok doang. Kalau pas aku SMA, nggak cowok nggak cewek semuanya nyebut itu. Mau cewek yang keliatan urakan, mau pun yang pakai kerudung gimana, sama ajaaa. Ya nggak semua begitu sih, cuma banyak bangettt.

Kadang-kadang sih versi halusnya, 'anjrit'. Nggak cuma kata itu, sering banget lah denger kalimat 'tai lo Na' atau 'sampah lo Na', semacam gitu. Sedih aku dikatain sampah, hahaha... Tersinggung sih enggak, cuma kok ya aku agak syok aja. Sekarang sih udah biasa.

Babiii unyuuu kali kauuu~
Aku sih hampir nggak pernah menggunakan kata-kata itu kalau aku ngomong sama temanku. Nggak pernah misuh ya enggak, tapi kata-katanya aja yang beda, hihihi. Paling kalau kesel bilang 'asem'. Sebagai pengganti 'anjing', aku lebih memilih 'babi'. Hahaha... lebih enak nyebutnya aja. Dan babi kan unyuuu <3 <3

Nah, karena banyak yang membaca post ini sudah punya anak (sotoy hihi), pengen tanya, menurut Mas/Mbak sekalian gimana sih permisuhan dalam pergaulan anak-anak jaman sekarang >,<

Anti Kaki Lima

Rasanya udah lama nggak posting. Kuliah cuma dua kali dua setengah jam dalam seminggu tapi lagaknyaaa, pulang malem terus, kayak sibuk beneran aja. Dan sekarang aku mau cerita nggak penting.

Suatu hari, temanku dan aku pulang bareng. Sampai stasiun tujuan, bukannya langsung menuju rumah tapi kami tiba-tiba kepengen ke Gramedia Matraman. Saat itu siang hari, belum makan. Si temanku ini mengajakku makan. Tapi trus nggak jadi, gara-garanya dia takut aku nggak mau diajak makan di pinggir jalan (lha iya masak di tengah jalan). Dikiranya aku nggak bisa makan di warteg, warung kaki lima gitu-gitu deh. Dia ngatain aku anti kaki lima.

"Heh? Muka gue dekil, baju gue ngampus kaosan ama jins lusuh pake sendal gini masak lo ngira gue nggak bisa makan di kaki lima sih?" Tanyaku yang kebingungan.

"Ya pokoknya Na... secara keseluruhan kalau gue liat elo tuh kayak orang yang anti kaki lima deh!" jawab temanku.

Kalau misal aku ke kampus pakai Longchamp, baju minimal Zara, sepatu minimal Little Things She Need, rumahku besar magrong-magrong, boleh lah kalau ngira aku kalau makan minimal harus di Social House (restoran fine-dining di Grand Indonesia, dan aku belum pernah ke sana).

Masalahnya gini je tampilanku...

Tampang anti kaki lima banget.
Dan yang ngira aku nggak bisa jajan di pinggir jalan itu nggak cuma satu dua orang. Pernah diajak makan di angkringan sama temanku, dia nanya berulang kali apakah aku bisa makan di angkringan. Entah karena nggak punya topik apa gimana. Tapi katanya tampangku tampang nggak bisa jajan di pinggir jalan. Duh.

Bahkan pernah, aku makan di kantin kampus sama temanku. Aku tuh jarang banget namanya makan siang di kampus, trus ditepok tanganin ajah gitu -,-

Aku sih nggak anti kaki lima, tapi emang jarang namanya jajan di warung kaki lima gitu. Kebetulan aku nggak suka yang namanya bakso atau mi ayam. Dari kecil pun aku nggak pernah beli macam otak-otak, siomay, bakso yang pakai saos yang orens warnanya itu, huweee... geli nggak tau kenapa. Tapi sering kok beli bubur ayam ama gado-gado gerobakan di kaki lima deket rumah.

Fufufu... nggak ngerti deh...

Punya temen yang nggak bisa makan di kaki lima nggak? >_<

Insekyur

Kalau kata Sujiwo Tejo, gelisah dan galau adalah hal yang berbeda. Gelisah itu bingung tapi ada actionnya. Seperti Soekarno yang gelisah terhadap kondisi negara, ingin segera memerdekakan Indonesia. Sedangkan galau, itu bingung mikirin apa yang mau dipikirin. Bingung yang nggak jelas. Gitu deh ya.

Nah sekarang nggak tahu aku lagi yang mana.

Aku sekarang merupakan seorang mahasiswa yang mulai menghadapi tahun kelima. Nggak kayak jaman dulu yang kuliahnya lima tahun, sekarang empat tahun harusnya sudah lulus. Bahkan ada yang tiga tahun setengah. Ya dan aku termasuk yang tidak seharusnya.

Semester delapan kemarin, ada seorang teman yang belum ambil skripsi juga. Ia mendaftar nama-nama mahasiswa seangkatan yang belum lulus. Pengen tahu aja siapa temen kita di semester depan, hihihi.

Sekarang sudah mulai masuk semester baru which is kita harus ngumpulin proposal skripsi beberapa minggu lagi dan aku bahkan belum fixed temanya. Ada teman yang ngakunya belum dapet tema. Ada yang belum mulai bikin proposal. Yah gitu deh balada mahasiswa semester akhir.


Dan kata-kata yang paling sering kudengar dari teman-teman yang menghadapi skripsi adalah: insecure.

"Aduh, gue insecure nih tahu deadline proposal skripsinya."

"Naaa, lo ngapain sih nyebut-nyebut kata 'kampus'? Gue jadi insecure nih," kata salah satu reaksi temen setelah aku bilang aku mau ke kampus.

"Insecure banget nih gue. Tema aja belom dapet, duhhh."

Nggak cuma temen-temen aku doang sih. Aku juga insekyur. Banget. Bingung. Gelisah. Galau. Insekyurnya melebihi kalau nggak sengaja ketemu orang yang nggak pengen ditemui atau abis putus cinta (kalau putus insekyur gak sih?).

Doakan saja semester ini semoga semua baik-baik dan lancar-lancar saja. Dan gak cuma galau yang gak ngapa-ngapain tapi ber-actions biar bisa cepat lulus. Biar legaaa... biar bisa cabut dari Jakartaaaa... uwo uwoooo~

❤❤❤

Jakarta, The Capital of ASEAN

Ada rasa penasaran ketika melewati sebuah gedung yang sudah terlihat tua di dekat Blok M ini. Gedung Sekretariat ASEAN. Setelah mencoba masuk, interiornya pun aku dan temanku komentari, "Old-school." Ada eskalator yang kami taksir umurnya lebih dari umur kami. Saking tuanya. Rupanya, gedung ini sudah berumur 32 tahun karena diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 9 Mei 1981.

Yang aku ingin tahu, mengapa anggota negara ASEAN memutuskan Jakarta menjadi headquarter-nya ASEAN?

Narsis di depan Gedung ASEAN Secretariat.
Pendirian ASEAN Secretariat disahkan melalui Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat yang dilakukan di KTT pertama ASEAN, Bali 24 Februari 1976. Di dalam dokumen itu disebutkan bahwa ASEAN membentuk Permanent Secretariat of the ASEAN yang disebut dengan ASEAN Secretariat dan lokasinya berada di Jakarta, Indonesia. Para negara anggota menyadari perlunya kantor pusat untuk meningkatkan efisiensi untuk koordinasi badan-badan di bawah ASEAN serta untuk implementasi kegiatan dan proyek ASEAN agar lebih efektif.

Sebelumnya, ASEAN Secretariat 'nebeng' di Gedung Departemen Luar Negeri sampai gedungnya jadi tahun 1981. Kini tak hanya kegiatan internal ASEAN saja yang dilaksanakan di Gedung ASEAN Secretariat, namun juga kegiatan yang merupakan kerjasama ASEAN dengan US Mission to ASEAN atau Japan Mission to ASEAN.

ASEAN Hall.
ASEAN Secretariat dipimpin oleh Secretary-General (Sekretariat Jenderal) yang mempunyai masa jabatan selama empat tahun (dua tahun saat Agreement pertama). Sekjen ASEAN pertama bernama Hartono Dharsono yang berasal dari Indonesia dan sekjen saat ini ialah Le Luong Minh dari Vietnam.

Tidak dijelaskan apa pertimbangan lokasi ASEAN Secretariat di Jakarta di dalam dokumen. Saat itu, ASEAN baru memiliki lima anggota yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Saat awal-awal pendirian ASEAN, Singapura dan Malaysia belum lama merdeka. Thailand tak pernah dijajah dan Filipina sudah sejak abad 19 sudah merdeka. Sedangkan kalau dilihat dari kemerdekaannya Indonesia berada di tengah-tengah.

Aku pasang foto ini tiga kali bok, hihihi. Abis ada bendera negara-negara ASEAN-nya.
Namun saat itu, Indonesia adalah negara yang sangat berpengaruh. Negara yang sangat luas dan letaknya strategis. Selain itu, kepimpinan saat itu dipegang oleh Presiden Soeharto. Soeharto sangat disegani oleh negara tetangga dan diplomasi dunia. ASEAN mengupayakan kawasannya supaya damai, bebas, dan netral. Hal itu diperlukan ketahanan regional yang dimulai dari ketahanan nasional. Indonesia yang memiliki konsep wawasan ketahanan nasional yang diutarakan oleh Soeharto dan ini berdampak besar pada ASEAN.

Selain itu, pada masa pemerintahan Soeharto, hubungan Indonesia dan Malaysia yang punya masa lalu buruk, dinormalisasi. Mahathir Mohamad, mantan PM Malaysia sangat menghormati Soeharto. Dari sisi perekonomian, di saat pendirian ASEAN adalah awal mula pemerintahan Pak Harto. Perekonomian yang sebelumnya tidak stabil, diserahkan oleh Pak Harto kepada mafia Berkeley, sekelompok ekonom UI. Hingga kondisinya baik, dan sejarah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 1967-1977 memiliki rata-rata 7,2% per tahun.

Negara Indonesia dijadikan lokasi kantor pusat ASEAN dengan pertimbangan lokasi yang strategis, negara yang berpengaruh, dan negara yang bagus ketahanan nasional serta perekonomiannya (pada saat itu).

Hampir sebulan setelah Ultah ASEAN. ^^
The Capital of ASEAN

Tidak pernah ada term resmi bahwa the Capital of ASEAN adalah di Jakarta. Jakarta 'hanya' menjadi lokasi headquarter-nya ASEAN. Meski begitu, Jakarta tidak seterkenal New York yang merupakan lokasi kantor pusat PBB, atau Den Haag lokasi Mahkamah Internasional, atau Jenewa dan Roma yang menjadi headquarter bagi beberapa organisasi PBB.

Rencananya, gedung ASEAN Secretariat dijadikan salah satu landmark Jakarta oleh petinggi ibukota negara kita ini. Pemprov DKI Jakarta akan memberi lahan bekas Kantor Walikota Jakarta Selatan untuk gedung ASEAN Secretariat. Dan ini akan memiliki potensi wisata layaknya New York dengan Gedung PBB-nya atau Den Haag dengan gedung Mahkamah Internasional. 'Markas' ASEAN akan dibangun dengan elemen keunikan negara-negara ASEAN.

Selain Jakarta, rupanya Bangkok juga menyiapkan diri untuk menjadi ibukota ASEAN setelah mulai ASEAN Community 2015. Kota Bangkok ingin menjadi Brussels-nya ASEAN (Brussels, ibukota European Union).


Trus, gimana dong?

Edmund Sim, seorang penasehat ASEAN Secretariat dalam blognya menulis tentang mengapa Jakarta harus menjadi ibukota ASEAN. Jakarta memiliki masalah infrastruktur, seperti macet yang tiap hari terjadi dan banjir. Mengapa tidak dipindahkan ke Singapura yang lebih stabil kondisinya, meski biaya operasional pasti akan lebih mahal.

Ia kemudian menyimpulkan bahwa tidak masalah letak ASEAN Secretariat di mana. Dan sudah seharusnya, gedung ASEAN Secretariat berada di lokasi yang multikultur. Letaknya di Jakarta juga bagus karena hampir semua negara ASEAN mengalami permasalahan yang ada di Jakarta. Yang lebih penting diurusi adalah apakah negara anggota ASEAN mau berkontribusi sumber daya untuk kemajuan ASEAN.

Nah, gedung ASEAN Secretariat sudah berada di Jakarta sejak lama. Dan memang tidak ada rencana atau persetujuan untuk pindah. Sebagai tuan rumah negara-negara ASEAN, Jakarta harus membenahi masalah infrastruktur serta rencana pembangunan Gedung Secretariat yang baru, juga menjadi salah satu langkah untuk lebih memperkenalkan Jakarta sebagai 'Diplomatic City of ASEAN' kepada dunia.

❤❤❤

Note dan Referensi:
Foto koleksi pribadi.
Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat Bali, 24 February 1976
Refleksi 65 Tahun Perekonomian Indonesia
Why Should Jakarta Be the "ASEAN Capital"?

'Headline' ASEAN Saat Ini: Tiga Pilar ASEAN Community 2015

Chairmanship of ASEAN in 2013, Brunei.
Chairmanship ASEAN dirotasi tiap tahunnya dan untuk tahun ini dipegang oleh Brunei Darussalam. Sebagai chairman, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dan konferensi-konferensi terkait lainnya diadakan di Brunei. Perbedaan KTT dengan konferensi ASEAN lain adalah KTT dihadiri oleh pemimpin negara masing-masing. Konferensi lain membahas masalah secara detail dan dirapatkan dalam KTT.

KTT ASEAN (ASEAN Summit) ke-22 sudah dilaksanakan pada bulan April lalu dan mengangkat tema 'One People, One Future Together'. KTT membahas isu dan rencana tingkat regional dan isu internasional yang erat kaitannya dengan ASEAN. Tentu saja, ASEAN Community 2015 menjadi pembahasan 'headline' pada KTT kemarin.

Dan itu banyak banget aspek yang dibahas berkenaan tiga pilar ASEAN Community 2015. Aku tulis beberapa di antaranya.

ASEAN Political-Security Community (APSC)
  • Adanya progres dan pencapaian dari implementasi APSC Blueprint dan bermanfaat dalam meningkatkan perdamaian dan keamanan.
  • Rencana publikasi ASEAN Security Outlook 2013 untuk mempromosikan transparansi, kepercayaan, dan pemahaman terhadap kebijakan pertahanan bagi para negara anggota ASEAN.
  • Komitmen menjadikan ASEAN adalah negara bebas nuklir.
  • Progres Regional Plan of Action on Combating Trafficking in Persons (RPA) dalam rangka memerangi human-trafficking di ASEAN.
ASEAN Economic Community (AEC)
  • Progres AEC Blueprint sudah mencapai 77,54% dari 259 langkah.
  • Rencana pengembangan ASEAN Business Travel Card, kartu untuk pebisnis dan investor sehingga mudah untuk memasuki negara anggota ASEAN.
  • Rencana visa-free bagi para pemegang paspor ASEAN untuk pergi ke negara ASEAN lain (karena belum semua visa-free, e.g Burma) dan proposal ASEAN Common Visa untuk pemegang paspor non-ASEAN.
  • Memfasilitasi industri yang lagi nge-hip-nge-hip-nya di ASEAN seperti otomotif, garmen, dan elektronik.
ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)
  • Pendirian ASEAN Youth Volunteer Programme untuk meningkatkan solidaritas para pemuda dengan volunteering di lokasi bencana, desa, dengan para difabel, dan lain-lain.
  • Usaha mengurangi polusi kabut asap dengan implementasi zero burning technique.
  • Olahraga sebagai prioritas untuk gaya hidup yang lebih sehat.
  • Rencana merangkul pengusaha muda dengan ASEAN Youth Entrepreneur Seminar and Expo.
Para pemimpin negara berdiskusi di 22nd ASEAN Summit. Itu pakai microphone apa enggak ya...
Itu baru sekian dari banyaknya aspek pilar ASEAN Community 2015. Belum lagi ada pembahasan mengenai sengketa Laut Cina Selatan maupun perisitiwa yang terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pusing kali ya jadi diplomat dan presiden ngurusin beginian... hehehe, pastinya ya. Nah, rencana-rencana yang dibahas dalam KTT ASEAN ke-22 kemarin bakal dibahas di meeting atau konferensi yang lebih kecil. Yang kemudian hasilnya, dikonvensikan di KTT ASEAN ke-23 mendatang di Myanmar.

Misalnya saja, dari APSC ada ASEAN Defence Ministers' Meeting, ASEAN Ministerial Meeting, dan ASEAN Regional Forum. Untuk membahas AEC, ada ASEAN Finance Ministers' Meeting dan ASEAN Economic Ministers' Meeting. Serta untuk ASCC, ada ASCC Council Meeting dan ASEAN Ministerial Meeting on Youth. Juga banyak meeting ASEAN dengan negara non-ASEAN.


Foto: Reuters.
Apakah ASEAN mampu mewujudkan 'One People, One Future Together'?

Mampu dong. ASEAN Community memiliki blueprint-nya dan ada tindakan-tindakan yang mesti dilakukan untuk mewujudkan sub-tujuan. Mencapai ASEAN Community ada measures-nya. Misal, AEC sudah hampir 80% berarti menunjukkan bahwa kita mampu mewujudkannya. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Misalnya saja, aku yang tergolong pemuda, bisa mengikuti ASEAN Youth Volunteer Programme, di mana di sana kita melakukan voluntary service dan bermanfaat bagi area tempat volunteeringnya. Sayang yang tahun ini sudah mulai, pengen sih ikut... fufufu. *pede lolos aja hihihi* Baru tadi malam, seorang teman dari Thailand, Kao, menghubungiku dan menceritakan kalau universitasnya merencanakan proyek volunteering di Indonesia akhir tahun ini.

Atau sebagai jurnalis warga, kita bisa saling share apapun tentang kehidupan sosial budaya di ASEAN bahkan politik supaya pemerintahan lebih transparan. Atau kalau misal kamu pengusaha, bisa join juga program ASEAN Youth Entrepreneur Seminar and Expo.

ASEAN Community yang berpilar tiga dan menyangkut ruang lingkup kehidupan yang luas. Implementasi 'actions' yang tercatat di blueprint oleh negara anggota ASEAN dan negosiasi para petinggi negara ASEAN mengarahkan untuk menghadapi ASEAN Community 2015 dengan sukses.

Pemimpin negara anggota ASEAN. Foto milik: Hjh Marhani binti Hj Abd Rahman.

❤❤❤

Chairman's Statement of The 22nd ASEAN Summit, "Our People, Our Future Together"
Special report: 22nd ASEAN summit promoting RCEP among members

Kebebasan Berekspresi Para Pinoy

Pada tahun 2011, tercatat 130 jurnalis Filipina dibunuh saat bertugas dan total 197 yang terbunuh sejak tahun 1986.  Pada tahun 2009, terjadi pembantaian wartawan (Maguindanao/Ampatuan Massacre) dan membunuh 58 orang yang di dalamnya terdapat 32 jurnalis. Setelah pemerintahan Presiden Benigno Aquino III, ada 19 orang terbunuh dan hanya tiga kasus yang pembunuhnya dihukum. Selebihnya adalah kejahatan tanpa hukuman atau impunitas.

Bahkan baru awal Agustus lalu, tiga kolumnis media cetak Filipina dibunuh dan baru seminggu lalu seorang komentator radio, Fernando Silijon, dibunuh di Iligan, Filipina Selatan. Silijon adalah komentator radio terkenal yang kritis akan masalah korupsi dan kriminalitas yang meningkat di Kota Iligan. Diduga pembunuhan Silijon erat hubungannya dengan pekerjaannya.

Kasus-kasus pembunuhan jurnalis ini ada yang menganalogikannya seperti akun sosial media. Masyarakat bebas mengutarakan pendapat atau mengkritik pemerintah. Namun ketika pejabat lokal maupun tingkat negara tidak suka dan ingin balas dendam, mereka akan block, unfriend, atau report as spam dengan cara menculiknya atau bahkan membunuhnya.

Namun kita hidup bukan dalam kehidupan akun sosial media. Para politikus yang maju dalam pemerintahan seharusnya sudah siap dengan kritik dari masyarakat dan siap mental dengan apa yang mengganggu reputasinya.

Cybercrime Law

Selain kasus di atas, yang nge-hip di Filipina sejak tahun lalu adalah disahkannya Cybercrime Prevention Act of 2012 atau Republic Act No. 10175 pada 12 September 2012. Undang-undang ini mengatur kegiatan dunia maya. Termasuk akses ilegal data, pornografi anak, pencurian identitas, cybersex, dan pencemaran baik secara online (online libel/defamation).

Undang-undang ini dikritik karena bisa menjatuhkan jurnalis maupun netizen karena mengkriminalisasi pencemaran nama baik secara online, yang mana hal itu membatasi kebebasan berekspresi. Uniknya lagi, UU ini mengatur bagi yang menulis bernada fitnah di akun sosial media bisa dihukum lebih dari yang 'mencemarkan nama baik' melalui media konvensional seperti koran atau televisi.

Jurnalis dan blogger menolak UU ini hingga akhirnya pada 24 Mei 2013, UU ini didrop dan akan direvisi ulang.

From xoxoalim.tumblr.com

Dari Kacamata Blogger Filipina

Untuk mengetahui pendapat para jurnalis warga mengenai freedom of expression di Filipina, aku bertanya langsung kepada Flow Galindez, seorang blogger Filipina. Makin ke sini, media baik media cetak, televisi, atau radio makin kuat. Media menjadi 'suara' bagi orang Filipina. Di sana juga terdapat citizen journalism (jurnalisme warga) yang berperan dalam partisipasi warga untuk melaporkan anomali yang terjadi dan menuntut transparansi.

Penculikan dan pembunuhan jurnalis tidak hanya terjadi di Filipina. Namun, iya, di Filipina tergolong parah dalam kasus itu. Menurut Flow, mereka, jurnalis, blogger, pekerja media, tidak akan berhenti untuk menyerukan untuk transparansi, kriminalitas, anomali yang harus dibuat terbuka. Mereka punya keadilan yang harus ditegakkan supaya memiliki good governance dan crime-free government.

Mereka pun tidak boleh berhenti karena sudah banyak teman jurnalis yang sudah mengorbankan nyawa mereka demi dunia jurnalisme. 

Tentang cybercrime law, undang-undang itu belum diimplementasikan sepenuhnya. Perjuangan jurnalis dan blogger Filipina adalah bagaimana tidak ada undang-undang yang bisa menyensor kebebasan berekspresi mereka untuk menuntut transparansi. Pemerintah Filipina harus mengubah pasal-pasal supaya tidak melanggar hak asasi dan tidak menggunakan pasal untuk menjatuhkan jurnalis dan netizen.

Mirip Negara ASEAN Lain

Dilihat dari indeks kebebasan pers, negara Filipina tak jauh dari negara ASEAN lain. Filipina berada pada peringkat 147, Indonesia nomor 139, dan Kamboja peringkat 143. Paling punya 'kebebasan pers' adalah Brunei pada ranking 122 dan paling 'tidak bebas' adalah Vietnam ranking 172.

Yang terjadi di Filipina, mungkin hampir sama dengan di Indonesia pada masa pemerintahan orde baru. Jangankan tertulis, mengadakan diskusi yang berhubungan dengan kritik terhadap pemerintah aja 'abis'. Di Indonesia, tahun lalu terdapat kasus pembunuhan seorang jurnalis Koran Harian Metro. Tahun 2010, juga terdapat pembunuhan Kontributor SUN TV Maluku. Pada tahun 2011, tercatat 96 kasus kekerasan pada jurnalis. Serta satu yang nge-hip adalah kasus Prita Mulyasari, setelah ia mencurahkan keluhannya sebagai pasien salah satu rumah sakit melalai surat elektronik, dan ia dipenjara.

Baru-baru ini juga ada kasus yang nge-hip dari Vietnam, ketika pemerintah negara Vietnam memenjara blogger dan netizen. Sampai saat ini tercatat 35 blogger dipenjara di Vietnam. Pemerintahan di Vietnam serta perdana menterinya sendiri tidak akan segan-segan memberi hukuman berat kepada orang yang mengkritik dan menjelek-jelekkan pemerintah negara. Ngeri ya...

Presiden Filipina, Benigno 'Noynoy' Aquino III. Banner http://www.noynoy-aquino.com/photo.htm
Presiden Filipina Benigno Aquino III berjanji untuk membuat pekerjaan jurnalis semakin aman. Semoga janjinya cepat dilakukan dan tak ada lagi impunitas dalam kasus pembunuhan jurnalisme di Filipina. Nggak cuma Filipina, tapi juga negara ASEAN lain, sehingga kita semua bebas berpendapat tanpa dibayang-bayangi menjadi kriminal atas pendapat kita sendiri. Meskipun, ya ya, apa yang kita ucapkan atau tulis menjadi tanggung jawab masing-masing... ^^

❤❤❤

Note dan Referensi:
*Pinoy: demonim informal orang Filipina
2013 World Press Freedom Index
ANTARA Sumbar
Blogger Tolak UU Cybercrime Baru Filipina
Cybercrime Prevention Act of 2012
Philippines: Spate of Journalist Killings

Sebuah Mediator Bernama ASEAN

Aku kira problematika paling besar yang dihadapi Singapura adalah penuaan populasi. Eh, ternyata nggak juga. Ya pastinya, namanya negara kan punya banyak problem. Nah, Singapura rupanya pernah bersengketa dengan Malaysia karena saling klaim kepemilikan sebuah pulau. Yaitu Pulau Batu Puteh atau Pedra Branca.

Pedra Branca atau Batu Puteh merupakan sebuah pulau kecil yang terdiri dari bebatuan granit yang memiliki luas sekitar 0,85 hektar. Banyak yang menganalogikannya tak lebih besar dari sebuah lapangan sepak bola. Pulau ini terletak sekitar 44 km di timur Singapura dan 13 km dari Johor, Malaysia. Tak jauh dari Pedra Branca, terdapat Middle Rocks (Batuan Tengah) dan South Ledge, pulau karang kecil yang juga menjadi sengketa.

A. Letak Pedra Branca. Captured dari maps.google.com
Permasalahan dimulai ketika Malaysia mempublikasikan peta Wilayah Perairan dan Batas Landas Kontinen Malaysia pada tahun 1979. Dalam peta itu, Pedra Branca termasuk dalam wilayah kedaulatan Malaysia. Padahal, di sana terdapat mercusuar Horsburgh yang digunakan Singapura sebagai batas wilayah dan tempat memeriksa lalu lalang kapal dagang, serta sudah didirikan sejak tahun 1851. Selain itu, pada tahun 1953 Acting State Secretary of Johor mengirimkan surat kepada Singapura yang menyatakan bahwa Johor tidak mengklaim kepemilikan Pedra Branca.

Tahun 1980, Singapura memprotes klaim kepemilikan Pedra Branca oleh Malaysia. Tiga belas tahun kemudian, terjadi negosiasi bilateral namun tidak ada keputusan akhir. Pedra Branca pun digantungin.

Akhirnya tahun 2003, kedua negara itu membawa permasalahan mereka ke Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda.

Mahkamah Internasional, Hague. Foto dari sini.
Pengadilan memutuskan menolak pernyataan Singapura yang menyatakan Pedra Branca adalah terra nullius (tanah yang tak bertuaan) dan memutuskan bahwa Pedra Branca aslinya ialah di bawah kedaulatan Kesultanan Johor. dan merupakan wilayah Malaysia. Namun penggunaan pulau itu oleh Singapura untuk mercusuar, dan tindakan itu dilakukan sudah sejak lama, tanpa Malaysia memprotes. Selain itu, peta resmi yang dikeluarkan oleh Malaysia pada tahun 1962-1975 menunjukkan Pedra Branca adalah wilayah Singapura.

Horsburgh Lighthouse. Foto oleh Con Foley.
Maka dari itu Mahkamah Internasional memutuskan wilayah Pedra Branca adalah wilayah kedaulatan Singapura dengan 12 suara setuju melawan 4 suara.
Kasus yang diangkat dalam pengumuman lomba #10DaysforASEAN hari ketujuh tertulis: "... Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyarakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat."
Namun bukan dua melainkan satu karena Middle Rocks (Batuan Tengah) ditetapkan wilayah Malaysia dilihat dari sejarahnya. Dengan 15 suara setuju melawan 1 suara. Sedang yang terkatung-katung adalah South Ledge karena pengadilan memutuskan pulau itu dimiliki oleh negara yang wilayah maritimnya mencakup South Ledge. Kenapa? Karena South Ledge hanya muncul ketika sedang gelombang rendah.

Untuk menentukan kepemilikan South Ledge, Singapura dan Malaysia membentuk Joint Technical Committee. Mereka menyetujui bahwa nelayan kedua negara tersebut berhak mengambil ikan di sekitar tiga pulau itu namun harus di luar 0,9 kilometer dari ketiga pulau itu.


Kaitan dengan ASEAN Community 2015

Keputusan akan kepemilikan Pedra Branca, Middle Rocks, dan South Ledge aku rasa tidak akan berpengaruh dalam ASEAN Community 2015. Mengapa? Bahkan Menteri Luar Negeri Malaysia Rais Yatim mengatakan bahwa putusan tersebut adalah win-win solution karena keduanya mendapatkan masing-masing kedaulatan satu pulau. Sedangkan Deputi Perdana Menteri Singapura saat itu S. Jayakumar mengatakan Singapura gembira dengan keputusan itu. Hal tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral antara keduanya karena sengketa diselesaikan dengan damai.

Tapi... misal, ada sengketa semacam 'rebutan wilayah' seperti ini lagi setelah ASEAN Community 2015, andai tidak bisa diselesaikan secara bilateral, mungkin bisa diselesaikan dalam forum ASEAN dahulu tanpa melibatkan pihak ketiga seperti PBB dan Mahkamah Internasional. Seorang wartawan dari Thailand Sujane Kanparit menyebutnya 'A Mediator Called ASEAN'. Ketika negosiasi bilateral maupun tingkat ASEAN tidak berhasil barulah dibawa menuju Mahkamah Internasional.

Tapi lagi, semoga mendatang tidak ada sengketa semacam ini lagi.


Note dan referensi:
❤ Judul postingan ini diambil dari tulisan Sujane Kanparit, A Mediator Named ASEAN: Lessons from Preah Vihear.
❤ Link foto ada di caption foto.
ASEAN INTEGRATION THROUGH LAW CONCLUDING PLENARY
Pulau Separo Lapangan Bola - Suara Merdeka 24 Mei 2008
Sovereignty over Pedra Branca/Pulau Batu Puteh, Middle Rocks and South Ledge

Lao Harus Berkaca Pada Vietnam

Satu-satunya negara tak berpantai di ASEAN, Laos atau Lao PDR, merupakan salah satu dari lima negara yang tersisa yang menganut paham sosialis komunis. Sempat dijajah Perancis dan kemudian merdeka dan dipimpin oleh kerajaan. Namun pada tahun 1975, kelompok komunis melakukan kudeta dan kekuasaannya masih berlangsung hingga saat ini. Hanya ada satu partai di sana, yaitu Lao's People Revolutionary Party.

Ketertutupan kepada negara luar menyebabkan Lao menjadi salah satu yang termiskin di ASEAN. Pendapatan nasionalnya merupakan yang terendah di ASEAN, meski dari sisi pendapatan per kapita, Myanmar dan Kamboja memiliki angka lebih rendah. Ada 33 persen penduduk yang hidup di bawah 1,25USD sehari dan diskrepansi sosial dan ekonomi sangat tinggi.

Produk Thailand yang dijual di Laos. Laos masih menggantungkan impor kebutuhan barang pada negara-negara tetangga.
Satu-satunya alternatif untuk negara komunis menjadi maju adalah reformasi ekonomi, yaitu menyerahkan ekonomi kepada mekanisme pasar, meskipun pemerintah masih campur tangan. Lao menyalin cara yang dilakukan oleh Cina. Selain Cina, Lao punya tetangga yang juga berpaham komunis yaitu Vietnam.

Pada tahun 1986, Lao menerapkan New Economic Mechanism (NEM) dengan membuka peran swasta dan membuat hubungan perdagangan dengan luar negeri. Pada tahun yang sama Vietnam menerapkan Doi Moi (arti harafiah: renovasi), reformasi ekonomi yang tetap menjadikan pemerintah sebagai pengambil keputusan dalam ekonomi, namun pihak swasta diizinkan untuk ambil peran dalam produksi. Vietnam melakukan modernisasi negara dan makin banyak industri yang didirikan di sana.

Vietnam semakin membuka diri setelah normalisasi hubungannya dengan Amerika Serikat dan masuk ke dalam ASEAN pada tahun 1995. Hingga saat ini, Vietnam memiliki hubungan diplomatik dengan 169 negara. Selain itu, banyak perjanjian perdagangan dan ekonomi yang ditandatangani, misalnya AFTA, Pakta Perdagangan Bilateral AS-Vietnam (2001), APEC (1998), dan yang paling utama adalah bergabung dalam World Trade Organization (WTO) pada tanggal 11 Januari 2007.

Ho Chi Minh City. Salah satu dampak perekonomian yang meningkat, makin banyak gedung tinggi. :D
Hasilnya? Nilai ekspor meningkat, pertumbuhan GDP tumbuh besar dari tahun ke tahun, jumlah lapangan kerja meningkat, dan menjadi salah satu negara yang berpengaruh di dunia. (Contoh, kasus kemarin, sebagai penghasil kopi nomor dua di dunia.)

Sementara itu, meski Lao juga menerapkan NEM pada tahun yang sama, sejatinya Lao baru membuka diri sebenar-benarnya pada tahun 2004. Sama seperti Vietnam, yang memiliki sejarah hubungan buruk dengan Amerika Serikat, Lao menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan AS baru sejak 2004. Lao bergabung dengan ASEAN pada tahun 1997 dan baru bergabung dengan WTO pada 2 Februari 2013.

Dengan, paham, sejarah yang mirip, dan tetanggaan pula, Lao harus belajar dari Vietnam dalam memajukan kehidupan ekonomi dan eksternal dengan negara lain.

Nok, teman dari Lao. Orangnya pintar dan selalu promosi untuk datang ke negaranya. ^^

1. Menjalin Hubungan Diplomatik dengan Luar Negeri

Sudah tergabung dalam PBB. Check. ASEAN. Check. WTO. Check. Selanjutnya adalah membangun perjanjian perdagangan dan diplomatik dengan negara lain, entah bilateral atau forum regional. Dengan keterbukaan terhadap negara lain, Lao bisa mendapatkan partner untuk menarik investasi ke dalam negara, atau menjadikan partner dalam destinasi ekspor industrinya.

2. Promosi Industri Lao

Salah satu industri yang maju di Lao adalah industri sektor pariwisata dengan atraksi utamanya yaitu Luang Prabang, yang merupakan salah satu UNESCO Heritage Site. Slogan pariwisatanya adalah 'Laos-Simply Beautiful'. Namun kurang terdengar gaungnya, berbeda dengan Malaysia Truly Asia atau Amazing Thailand. Akun sosmed dan media promosi lain harus dipromosikan untuk menjual pariwisata Lao.

3. 'Investasi' Diplomasi bagi Pemuda

Pemuda dianggap menjadi generasi yang penting karena akan menjadi pemimpin di masa depan. Edukasi adalah cara 'investasi' untuk negara bagi masa depan. Selain edukasi, para pemuda harus dihadapkan dengan kondisi negara luar. Salah satunya dengan mengadakan pertukaran pemuda dengan negara lain, pemuda difasilitasi untuk mengikuti forum internasional, juga mengirimkan duta untuk menunjukkan kebudayaan Lao.

4. Mengatasi Korupsi dan Kesenjangan Sosial

Dengan kondisinya, Lao masih bisa meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Lao semakin terbuka dan maju, namun di sisi lain korupsi masih mengintai. Tingkat korupsi di Lao, masih lebih tinggi daripada negara kita. Indonesia peringkat 118/176 sebagai negara paling bersih dan Lao peringkat 160/176. Alias kotor, hihihi. Selain itu, kesenjangan sosial masih tinggi. Ada sebagian kalangan yang kayanya kaya banget, namun masih banyak pula yang miskin sekali. Lao akan lebih maju kalau kesenjangan dan korupsi diperkecil.

Dengan potensinya, Lao bisa tumbuh seperti Vietnam dan maju di kancah ASEAN dan dunia!