Menginap di Dorm Campur #2

Sejak postinganku Menginap di Dorm Campur, aku nggak tahu udah berapa kali lagi menginap di mixed dorm. Nggak banyak sih, mungkin sekitar 3-4 kali, lha wong, seringnya menginap di hotel bintang lima jalan-jalan juga jarang.

Menginap di dorm campur terakhir waktu di Colombo, Sri Lanka, tapi yang mau kuceritain yang sebelumnya lagi di Kuala Lumpur. Jadi sebelum ke Sri Lanka, aku menginap semalam di KL, dan malam keduanya menginap di KLIA2. Nah aku nggak booking apa-apa dari Jakarta, karena ada teman menjanjikan mau bookingin hotel pas aku sudah sampai di KL. Eh pas hari H, disapa di LINE, anaknya nggak bales dong. Uuuh PHP. Hahaha... tapi ya selow aja tinggal cari di mana daerah di KL yang ramai dan banyak penginapan murah. Kata hasil pencarian di daerah Chinatown banyak hostel.

Sampai KL sudah sore, dan aku mampir ke mal di KL Sentral, buat nyari makan dan lihat-lihat. Yang kulihat Uniqlo, Bath & Body Works yang di Jakarta aja juga ada, cuma ngebandingin harga. Ke supermarket beli sikat gigi dan beli Pejoy Matcha. Lanjut ke Subway dan ke toko Shojikiya yang jualan anekarupa snek Jepang. Beruntung cuma bawa ransel Jansport, jadi belanja terkontrol. Nggak punya space buat bawanya cyiiinnn... Kemudian aku ke Suria KLCC dan Petronas untuk melihat gedung kembar tersebut pada malam hari. Abis itu sekitar jam sembilan malam aku ke Chinatown sambil lihat Petaling Street dan cari-cari penginapan.

Tadinya aku mau menginap di kamar biasa aja, sendirian, tapi kok setelah jalan-jalan di Chinatown aku kok takut yaaa. Cari dorm aja lah biar banyak temannya. Sempat menemukan hostel yang dari luar kayaknya cozy, pas aku tanya harganya 35RM per bed, sekitar 130 ribu. Trus si pegawainya bilang, "Tapi wi-fi-nya lagi rusak." Wah, minggir deh gue, hahaha... Btw, namanya Bunc@Radius. Aku lihat di ulasannya bagus kamarnya. Semoga wi-finya udah dibenerin.

Launching 1-Day Acuvue Define

Masih ingat postingan terakhirku tentang pengalaman pertama memakai lensa kontak kan?

Meski sudah hadir di berbagai optik-optik kesayangan, Johnson & Johnson Vision Care Indonesia mengadakan media launch 1-Day Acuvue Define di Indonesia belum lama ini. Tepatnya tanggal 7 Mei, bertempat di Exodus, Kuningan City.


Aku datang menggunakan baju putih dan rok biru, yah supaya ’agak’ sesuai dengan warna branding Acuvue yaitu royale blue. Yaaa meski shade-nya nggak pas-pas amat sih… hihihi. Sebelum acara launching, semua awak media dan para hadirin diajak untuk merasakan langsung menggunakan softlens 1-Day Acuvue Define. Aku awalnya mau pakai sendiri, tapi ternyata aku bahkan nggak ngerti yang mana kiri yang mana kanan, eh tahunya sama aja… hahaha.

10D9N Pergi Dari Rumah, Ke Mana Aja?

Sungguh beli tiket ke Sri Lanka kemarin adalah hal random banget… gegara Kak Hanna Ester nawarin. Kok gue mau ya, hahaha…

Karena tiket yang kubeli adalah Kuala Lumpur – Colombo – Kuala Lumpur, maka kemudian aku harus mencari tiket Jakarta – Kuala Lumpur – Jakarta dong ya. Setelah aku pikir, berhubung belum pernah ke Kuala Lumpur, aku memutuskan untuk pergi ke KL dua hari sebelum ke Colombo. Pengen jalan-jalan juga di Kuala Lumpur. Jadi rencanaku: 2D2N di KL dan 4D3N di Sri Lanka. Tahunya... baru hari ketiga di Sri Lanka kok belum puas, akhirnya dipanas-panasin buat extend seminggu. Jadilah pergi dari rumah 10D9N.

Aku baru pamit ke ibuku H-2 sebelum berangkat. Sebenernya mah aku udah gede ya, tapi kok takut kenapa-kenapa kalau nggak minta izin. Apalagi anak gadis gini. Akhirnya aku bilang ke ibu kalau mau pergi ke KL sambil berharap dikasih uang saku. Yes, pamitnya ke KL doang, dan aku baru bilang kalau aku di Sri Lanka pas saat aku di Sri Lanka. #bandel

Tapi karena udah sering pergi nggak pamit, ibuku cuma bales chat gini, waktu aku bilang mau ke KL dan lagi di Srilanka,
“Weleh,” atau,
“Ya ampun.”
Udah.
Ibuku memang perhatian.

New Menu by Ippudo: Chicken Ramen

Waktu tahu Ippudo bakal hadir di Pacific Place pada Oktober tahun lalu, aku girang banget.

Gara-garanya, teman sebangkuku kursus Jepang, yang bolak-balik ke Jepang mulu, sering nyebutin kalau restoran ramen paling terkenal bernama Ippudo. Saking seringnya, nama Ippudo nancep di otak. Makanya, jadi penasaran pengen nyobain ramennya Ippudo.

Ippudo merupakan restaurant chain ramen Jepang yang berasal dari Hakata, Prefektur Fukuoka Jepang. Didirikan tahun 1985 oleh Shigemi Kawahara yang terkenal di dunia sebagai King of Ramen. Sekarang Ippudo memiliki lebih dari 80 restoran di Jepang, dan 45 restoran di kota besar dunia seperti, New York, Chengdu, Manila, Shanghai, Kuala Lumpur, dan juga Jakarta.

Dua bulan lalu, aku akhirnya sempat ke Ippudo bersama teman-teman. Aku mah nggak cari tahu dulu ya, detil menunya bagaimana. Rupanya semua menu ramen broth-nya pork. Sementara itu, aku nggak bisa makan pork. Jadinya aku pesan Beef Teppan Rice dan cuma nontonin teman-temanku makan ramen Ippudo. Beef Teppan Rice-nya aku suka, enak, dan aku juga nyobain Deep-Friend Squid with Nori, yang juga enak, tapi aku kan penasaran sama ramennyaaa...

Eh, aslinya aku nyicip dikit deng. *ups*

Lima Menit Mengurus Visa Sri Lanka

Lama nggak isi postingan, gara-gara abis ninggalin rumah sekitar 10 hari karena abis liburan ke Sri Lanka, hehehe. Kali ini mau share cara apply visa Sri Lanka, yang kuharapkan berguna bagi teman-teman yang hendak berlibur ke Sri Lanka.

Mendadak aku berencana pergi ke Sri Lanka, dikarenakan ada teman yang menawarkan tiket yang lumayan murah. Setelah dapat tiket, yang perlu dipikirkan adalah visa. Ternyata apply visa Sri Lanka gampang banget, karena via online dan pembayaran dilakukan menggunakan kartu kredit.

Temanku, Mbak Melda yang tidak mau menggunakan kartu kredit, memilih untuk datang langsung ke Kedutaan Besar Sri Lanka dan apply di sana. Ada dua cara bisa dilakukan, tapi sama saja. Eh, kecuali kalau apply langsung ke Kedubes bakal ada stempel di paspornya, sih.

Aku memilih mendaftar visa via online. Dan waktu yang dibutuhkan sejak apply sampai dikirimkan approval visa ke e-mail adalah hanya lima menit. Seriusan lima menit. Nggak ada deg-degannya visa bakal ditolak, hehehe…

Dari beli tiket, aku juga nggak langsung apply visa karena sempat ada hari libur, ah mungkin kalau aku apply hari itu baru di-approve-nya pas udah hari kerja. Ternyata aku salah, karena salah satu teman perjalanan ke Sri Lanka apply visa baru malam sebelum berangkat dan langsung approved. Berarti emang buat 'dicatat' aja, ya. Belum tahu sih kasus ditolaknya gimana.

Oh, Begini Rasanya Pakai Softlens!

Waktu masih SD, aku nggak sadar kalau penglihatanku bermasalah. Kalau misalnya lagi naik mobil sama bapak ibu, trus baca tulisan di Baliho gitu, tulisannya kabur. Kalau di kelas, mau menyalin apa yang ditulis guru di papan tulis, aku juga harus maju-maju ke depan. Tapi saking awamnya, aku nggak paham kalau mataku itu ‘tidak normal’.

Akhirnya kelas 4 SD, aku diajak ibuku ke optik untuk memeriksa mataku. Ternyata minusku cukup besar, mata kiri 2,25 dan mata kanan 2,75. Waktu kacamataku sudah jadi, ibuku ingat betul aku bilang, “Wah dunia berasa jelas sekali…” Hiks.

Sejak saat itu, aku nggak pernah lepas dari kacamata. Eh ya kalau mandi dan tidur lepas sih, tapi kalau di rumah nggak ngapa-ngapain pun tetap pakai. Nggak terasa, sudah empat belas tahun lebih aku pakai kacamata, dan minusnya pun terus bertambah. Sekarang mataku berminus sekitar enam dan silinder pula.

Nggak tahu udah ganti kacamata berapa kali, hehehe.

Pakai softlens?

Sidang Skripsi

Memang melakukan hal yang tidak disukai itu berat ya. Seperti halnya ngerjain skripsi. Apalagi buatku… udah nggak suka + pemalas + nggak niat, ya udah deh. Nggak lulus-lulus juga, sampai ambil mata kuliah skripsi di empat semester berturut-turut (baca: dua tahun).

Well, mau alasan kalau jurusan yang kuambil adalah bukan passion-ku, bukan alasan buat malas-malasan ngerjainnya kan. Malah harusnya cepetan dikerjain biar lega. Tapi mah… nggak tahu lah. Kalau baca-baca literaturnya, menghitungnya, sih nggak masalah. Yang masalah adalah bagian nulisnya.

Lah situ biasa ngeblog masak nulis skripsi nggak bisa? Bedaaa… di blog nulis ngaco, di skripsi nulisnya kudu baku.

Sampai akhirnya beberapa bulan lalu, aku ditegur jurusan melalui dosen pembimbingku untuk sidang dalam waktu dekat. Sepertinya jurusan sudah gemas sama anak-anak macam diriku ini, nggak lulus-lulus.

Ngitungnya mah udah kelar dari kapan, tapi tulisannya masih berantakan. Pas mau maju sidang pun tulisanku juga masih banyak yang jelek. Yang menurutku baku, ternyata enggak sama sekali di tulisan ilmiah. Masak kata ‘misalnya’ nggak boleh ada di depan, ya manakutahu, hahaha… perasaan di karya ilmiah Bahasa Inggris, kata ‘for example’ boleh di depan deh. *ngeyel*

Penasaran Si Kembaran FTE: Secret Key Starting Treatment Essence

Aku dulu nggak ngerti kenapa Facial Treatment Essence milik SK-II itu heitz banget. Aku bahkan bukan pengguna rutin perawatan wajah, yah tahu sendiri mukaku bagaimana, tapi aku rajin membaca ulasan produk kosmetik di blog para beauty blogger populer. Dan aku sering banget membaca kalau Facial Treatment Essence ini keren banget. Jadi penasaran…

Eh, nggak tahunya, mamaku juga pakai Facial Treatment Essence. Aku baru sadar pas buka-buka lemari kosmetiknya. Aku tanya ke mamaku, emang bagusnya FTE ini apa sih? Kata mama, “Wis, pokoke kuwi apik banget. Produk SK-II yang paling apik ya FTE itu. Tapi mahal banget.” Aku pun penasaran harganya berapa, karena ternyata aku kalau baca ulasan nggak sampai harganya, hahaha… Mamaku menyebutkan angka yang…. Sama uang sakuku sebulan aja masih mahalan Facial Treatment Essence. Najong!! Pas aku cek di toko kosmetik online, eh iya bener semahal itu, hahaha…

“Makanya aku kalau pake jangan pakai kapas, yang ada mahal nempel di kapasnya. Mendingan langsung pakai di tangan,” begitu lanjut mamaku. Aku ngga rutin make sih, tapi belakangan rajin, dan memang kulit muka lebih chewy dan glowing gitu. Efeknya tuh nyata gitu =)) Kan sering tuh pakai produk sabun wajah atau perawatan, nggak berasa efek sama sekali sesuai apa yang diklaim produsennya, hehehe. Pas pakai FTE, agak takjub makanya!

3 Hal yang Masih Bikin Penasaran dari Macau

Macau itu kecil. Ya, bisa dibilang, dua malam di sana, separuh lebih major attraction sudah dapet lah. Dua kali aku ke sana, rasanya sudah hampir semua yang tertera di artikel-artikel perjalanan Macau sudah didatangi. Aku sudah melihat pertunjukan The House of Dancing Water, makan masakan Portugis, maupun makan Portuguese Egg Tart-nya Lord Stow’s Bakery.

Dari St. Paul's Ruins menuju Senado Square...
Tapi tetep aja masih ada yang ingin aku datangi dan penasaran banget. Ada yang memang kemaren kelupaan mampir, ada yang aku nggak tahu, dan ada yang emang belom jadi, hehehe. Ini nih ketiganya:

Ini Teman Travel Terbaikku, Kalau Kamu?

Mengepak barang dan baju sebelum liburan adalah pe-er besar, yang mungkin kalau saya punya uang sampai 'tak bernomor seri' lagi, tidak lagi jadi masalah, karena kalau ada barang ketinggalan, kan tinggal beli. Masalahnya, kalau ketinggalan, kita beli, lalu muncul pengeluaran lain di luar alokasi. Makanya ada beberapa barang yang wajib dibawa alias jadi 'teman travel terbaik', seperti dalam gambar di bawah ini.

Beberapa teman travel terbaikku: payung, tabir surya, uang, kamera, dan sampo kering.

PARADISE GARDENS, SANDS COTAI CENTRAL

Zaman aku masih SD, aku menonton film berjudul Secret Garden. Ceritanya sih aku sudah lupa, tapi yang paling mengena, ada taman rahasia yang ditanami bibit bunga sampai tumbuh jadi bunga-bunga beraneka rona yang cantik-cantik. Hanya lihat dari layar televisi tabung saja, rasanya hepi, apalagi lihat langsung...

Seperti waktu aku lihat bunga-bunga di Paradise Gardens, Sands Cotai Central, Macau. Aku tidak tahu rasanya surga gimana, tapi pas di tengah-tengah Paradise Gardens rasanya... I'm feel freee... Take a look yes! I won't write too much.

Paradise Gardens sebenarnya cukup lebar dan luas, namun lensa kameraku tak mampu ambil gambar secakupan lebar Paradise Gardens, ya sudah deh... 

Di Paradise Gardens terdapat kolam air mancur dan patung, yang sebenarnya saya lupa, namun setelah kucari rupanya adalah God of Fortune. Saat itu sedang ada Dreamworks Experience, di mana bisa foto sama karakter-karakter Dreamworks. Pas aku ke sana, yang lagi buka foto bersama Po, Kungfu Panda.