[Macau] Macau, Maxi-Museum yang Memesona

Pernah ada yang menyebutkan kalau kartu pos adalah museum dalam bentuk mini. Kalau Macau kebalikannya, adalah maxi-museum, museum yang besar dalam bentuk kota. Macau punya historic centre yang terdaftar dalam warisan budaya UNESCO dan luasnya sekitar 15 kali lapangan sepak bola, 16 hektar. Bangunan-bangunannya, gereja-gereja kuno, benteng tua, seakan-akan adalah koleksi museum yang sangat berharga. Juga memesona.

Salah satu ikon wisata Macau: Reruntuhan gereja St. Paul (Ruinas de Sao Paulo). Gereja St. Paul dibangun tahun 1602 dan mengalami kebakaran tahun 1835. Hasilnya: hanya tersisa fasade Selatan saja. Itu saja indah. Bagaimana kalau gerejanya masih utuh ya?
Sepotong Sejarah Macau

Asal nama Macau disebut-sebut berasal dari A-Ma Temple. Saat Bangsa Portugis datang melalui pantai yang dekat dengan A-Ma Temple, mereka menanyakan kepada nelayan-nelayan di sana, apakah nama tempat tersebut. Nelayan-nelayan tadi menjawab dengan "媽閣 Maa1 Gok3" yang sebenarnya adalah nama asli A-Ma Temple. Dari penyerapan kata itu, pendatang Portugis kemudian memberikan nama semenanjung itu dengan nama Macau. Orang Tiongkok sendiri menyebut Macau dengan tulisan 澳門 yang dilafalkan dengan ou3mun4*2 (Kanton) atau Àomén (Mandarin).

Cerita tentang Macau bermula saat tahun 1557 Portugis tiba ke Macau. Melalui Luso-Chinese Agreement (1954) dengan pemerintah Guangzhou, Portugis diperbolehkan berdagang di wilayah Tiongkok dengan membayar pajak. Selain itu, Macau disepakati menjadi basis perdagangan bagi Portugis. Sewa tahunannya sebesar 18.9 kilogram perak dan dibayar sampai tahun 1863. Kemudian pada tahun 1631, pemerintah Tiongkok memutuskan Portugis melakukan perdagangan di Tiongkok terbatas pada wilayah Macau saja.

Patung seorang pastor tak jauh dari reruntuhan St. Paul dan Mount Fortress. Abad 16, Paus Gregorius XIII mendirikan keuskupan di Macau. Hampir seluruh pendatang dari Portugis beragama Katolik Roma.
Tahun 1887, Sino-Portuguese Treaty of Peking ditandangani. Sayangnya, interpretasi Tiongkok dan Portugis berbeda. Menurut Tiongkok, yang dipindahkan kekuasaannya kepada Portugis hanyalah hak administrasi Macau. Namun menurut Portugis, kedaulatan Macau berpindah tangan kepada mereka. Kemudian pada tahun 1974, ketika Kerajaan Portugal melepaskan semua wilayah koloninya yang berada di luar negeri, status Macau menurut Portugal adalah teritori milik Tiongkok di bawah administrasi Portugis. Baru pada tahun 1999, Macau resmi menjadi menjadi Special Administrative Region Tiongkok.

Saat masa pendudukan Portugis, dibangun banyak rumah kayu-tanah liat untuk para pendatang, gereja-gereja Katolik, kapel-kapel, teater, hotel, dan lain-lainnya. Tentu saja bergaya arsitektur Barat - Portugis. Sementara itu, penduduk asli Macau tetap membangun rumah atau kuil bergaya Tiongkok. Sehingga ada perpaduan budaya Portugis dan Tiongkok di dalam Macau yang unik dan memesona. Tentunya ini masih kita bisa nikmati sampai sekarang. Tak hanya bangunan, namun juga makanan, dan nama jalan. Di Macau nama jalan ada dua, dalam huruf Hanzi tradisional serta dalam Bahasa Portugisnya. Kombinasi itu... indah, dan membuat Macau begitu berbeda.

Blusukan di Gang-Gang Macau

Pertama kali aku tahu bagaimana suasana Macau adalah dari drama Korea berjudul Boys Before Flowers. Tentu saja aku terkesima dengan Venetian Macau yang di dalamnya dibuat mirip Venesia di Italia, dengan langit-langit bergambar langit dan awannya, tak lupa pula dengan gondola. Tapi aku lebih tertarik Macau dengan gang-gangnya yang kecil yang kiri kanannya terdapat bangunan rumah kuno. Rasanya semua sudut 'kampung dengan gang-gangnya' di sana layak untuk difoto.

Dua tahun lalu, aku dan temanku menghabiskan dua malam di Macau. Kami jalan kaki blusukan di area Historic Centre-nya Macau yang terdaftar di World Heritage List UNESCO itu. Yang aku suka dari Macau adalah tidak terlalu luas, dalam walking distance kita bisa temukan banyak hal, dan sangat mudah untuk dikelilingi. Bisa jalan kaki, naik bus, atau naik taksi pun tarifnya tidak mahal.


Banyak penunjuk jalan seperti di atas. Bahkan sudah masuk gang-gang yang sepertinya sudah dalam, ada juga. Jadi enak untuk jalan kaki blusukan di gang-gang Macau.
Pertama kami menuju Senado Square, semacam alun-alun dengan dekorasi ubin bergaya Portugis. Di sana terdapat beberapa kios untuk belanja, tourist office, restoran, museum, dan gereja. Aku mampir ke Museum of the Holy House of Mercy. Isi museum tersebut adalah benda-benda gerejawi dan sejarah uskup pertama di Macau. Di balkonnya, kita bisa lihat dari atas warna-warninya Senado Square. Kami keluar dari museum lalu jalan kaki lagi, kemudian bertemu St. Dominic Church. Di kiri kanan terdapat banyak toko makanan yang produk utamanya adalah pork jerky dan makanan khas Macau.

Tak lama kemudian sampailah di reruntuhan Gereja St. Paul. Di belakang fasade St. Paul terdapat museum kecil berisi benda-benda sakral. Di sebelah St. Paul terdapat Mount Fortress, sebuah benteng yang dibangun untuk menjaga properti para Serikat Jesuit dan kemudian menjadi pusat militer. Di tengah-tengah Mount Fortress terdapat Macao Museum, berisi tentang sejarah awal, tradisi, dan kondisi gaya hidup masa kini di Macau.

Turun dari Mount Fortress, jalan kaki lagi menuju belakang St. Paul yang mana adalah perumahan warga. Benar-benar blusukan, nggak tahu arah, sampai-sampai kami tiba di Old Protestant Cemetery. Kuburan kuno pendatang non-Portugis dan di depannya terdapat Morrison Chapel yang terlihat amat damai.

Bench and the Window.
Bingung jalan arah ke mana lagi, akhirnya kami kembali ke Senado Square dan jalan ke seberangnya. Kebanyakan yang kami datangi adalah gereja kuno, St. Augustine's Church, St. Lawrence's Church, dan Chapel of St. Joseph Seminary. Selain itu terdapat Dom Pedro V Theatre, teater bergaya Barat pertama di Tiongkok dan Perpustakaan Sir Robert Ho Tung, perpustakaan terbesar di Macau. Sayangnya tempat kedua kami tidak lewat.

Selanjutnya kami naik bus ke arah Cotai dan kemudian jalan kaki menuju Taipa Village, sebuah perkampungan bersejarah yang banyak terdapat toko-toko makanan dan Macanese bakery. Rumah-rumahnya, kuno dan cantik-cantik banget. Sepertinya ada adegan di Boys Before Flowers yang berlokasi di Taipa Village. Di sini juga ada Taipa Houses Museum dan Gereja Our Lady of Carmel.


Hari kedua, kami lebih banyak naik bus untuk mencapai suatu tempat. Meski tetap blusukan jalan kaki juga sih. Pagi-pagi kami mendatangi A-Ma Temple, kuil tertua di Macau, dibangun tahun 1488 saat pemerintahan Dinasti Ming. Fungsinya untuk memuja Mazu, dewi laut. Nama asli A-Ma Temple juga merupakan asal nama Macau. Tak jauh dari A-Ma Temple terdapat Maritime Museum. Kami lalu jalan kaki ke arah atas dan lumayan kemiringannya, seperti naik bukit. Banyak rumah-rumah besar mewah di sana.

Sudah sampai agak puncak, sampailah kami di Gereja Our Lady of Penha. Kalau dari bandara ke arah Macau, kita bisa melihat gereja ini yang terletak di atas bukit. Turun kembali ke A-Ma Temple, kemudian kami masuk ke gang-gang lagi menuju Lilau Square dan Mandarin's House, rumah keluarga terbesar di Macau yang bergaya Guangdong namun memiliki fitur arsitektural barat.

Gereja Lady of Penha.
Hasil dua hari jalan kaki? Aku tidak berasa capai, hanya saja kakiku sangat sakit kalau untuk menuruni tangga. Eh sama saja ya ini capai?

Museum-Museum di Macau

Menurut situs web museum milik pemerintah Macau, terdaftar 23 museum di sana. Baru enam yang pernah aku kunjungi, dan 17 lainnya, menarik semua! Berwisata museum di Macau tak menguras kantong. Kebanyakan tanpa harus membayar tiket dan kecuali Macau Science Center ,paling mahal adalah 15 MOP (Macau Pataca) atau sekitar 22.500 rupiah untuk masuk ke Macao Museum. Untuk Macau Science Center tarif normal adalah 25 MOP dengan tambahan tarif untuk masuk ke planetarium dan menonton 3D show.

Beberapa museum yang menarik (dan belum aku sebutkan sebelumnya) (dan aku pengen ke sana juga, hihihi) antara lain:

1. Grand Prix Museum
Museum ini diresmikan pada bulan November 1993 sekaligus memperingati 40 tahun Macau Grand Prix. Di Macau setiap bulan November diadakan car race grand prix. Di museum ini dipamerkan lebih dari 20 buah mobil balap dan pengunjung bisa belajar sejarah Macau Grand Prix.
Tiket: gratis sampai 31 Desember 2014

2. Wine Museum
Terletak di sebelah Grand Prix Museum, Wine Museum memperkenalkan perkembangan sejarah produksi dan tradisi minum wine dalam tiap kelompok sosial di budaya Portugis. Ada banyak koleksi wine, 1115 merek berasal dari Portugal dan 28 dari Tiongkok.
Tiket: gratis sampai 31 Desember 2014

3. Communications Museum
Museum ini dibagi menjadi dua area ekshibisi. Yang pertama adalah pos dan filateli, yang memuat koleksi benda pos serta mengenalkan evolusi cara komunikasi jarak jauh yang dipakai jaman dahulu. Yang kedua adalah area telekomunikasi yang lebih interaktif. Berisi tentang telegraf, telepon, broadcasting, dan jenis-jenis telekomunikasi masa kini.
Tiket: dewasa 10 MOP, siswa (di bawah 18 tahun) 5 MOP.

Taipa Houses Museum. Museum yang mulanya adalah rumah keluarga kaya Portugis. Dulunya menghadap ke laut namun karena reklamasi, sekarang menghadap ke danau kecil.
Selain Sejarah?

Macau adalah salah satu destinasi yang pas untuk para pecinta sejarah dan budaya dunia. Tapi buat teman-teman yang punya minat khusus dalam wisata lainnya, jangan khawatir karena Macau menyediakan tempat untuk dikunjungi. Misalnya jika teman-teman suka berbelanja, Macau punya Senado Square yang terdapat banyak toko baju, sepatu, dan asesoris. Di hotel-hotel besar seperti Venetian, Lisboa, atau Wynn terdapat toko top-range fashion, kosmetik, maupun duty-free shops.

Selain itu banyak performance dan show yang diadakan di kompleks hotel-hotel besar itu. Seperti misalnya, Tree of Prosperity di Wynn Macau, pohon emas yang memiliki lebih dari 2.000 cabang dan 98.000 daun yang berlapis emas 24 karat. Show-nya dimulai dari pohon ini kecil sampai tumbuh jadi besar. Diiringi musik dan pencahayaan yang apik, Tree of Prosperity ini menggambarkan simbol astrologi Tiongkok dan Barat. Di Galaxy Macau, ada Fortune Diamond. Desainnya berdasarkan bulu merak, kemudian permatanya naik di belakang air terjun dan jatuh ke bawah dalam bentuk air mancur berbentuk roulette. Ini menggambarkan kekayaan dan keberuntungan.

Mengintip Macau Tower. Difoto dari dekat Gereja Lady of Penha.
Macau juga punya Macau Tower Convention and Entertainment Centre. Biasa disebut Macau Tower, menara ini memiliki tinggi 338 meter dengan lantai teratas di ketinggian 223 meter. Kita bisa lihat pemandangan Macau dari observation deck atau kalau teman-teman berani cobalah Tower Climb, mendaki tangga di luar menara selama dua jam. Ada juga SkyJump, seperti bungy jumping namun bukan kepala yang di bawah, melainkan kaki. Atau malah ingin coba bungy jumping by A.J. Hackett di sana?

Aku belum pernah ke Macau Tower tapi kalau disuruh bungy jumping ogah deh, mending santai-santai di observation deck aja deh ya... ^^

Waktu aku buka-buka aplikasi dari MGTO, ternyata Macau memiliki Macau Giant Panda Pavilion. Di balik kemilau hotel-hotel mewah di Macau, ternyata ada panda di sana! Dibangun di bekas kebun binatang, Giant Panda Pavilion ini memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk menikmati melihat panda yang lucu-lucu dengan tarif tiket yang terjangkau. Hanya 10 MOP atau sekitar 15.000 rupiah. Tak hanya panda, di tamannya terdapat beberapa spesies monyet, burung merak, dan jenis-jenis burung eksotis lainnya.

Kalau menyebutkan tempat menarik di Macau rasanya nggak ada habisnya. Kalau teman-teman akan ke Macau dan malas googling tempat-tempat yang menarik, tinggal download aplikasi Macau Government Tourist Office dan tinggal susun itinerary sesuai minat wisata kalian!

Macau Government Tourist Office punya aplikasi untuk smartphone lho. Coba dulu pas aku ke sana sudah ada, memudahkan sekali ini aplikasinya. Bahkan bisa buat itinerary di sini.
Atau teman-teman suka wisata kuliner?

Makan-Makan Macau

Aku akui, waktu aku ke Macau dengan temanku kami kurang berwisata kuliner. Pasalnya, banyak makanan yang mengandung pork sementara kami tidak diperbolehkan. Jadi kebanyakan, kami hanya makan di restoran cepat saji dan tidak mencoba street food di Macau. Kurang asyik ya?

Satu-satunya makanan khas Macau yang kami coba adalah Portuguese Egg Tart. Di gang belakang tempat kami menginap ada salah satu kafe yang lumayan populer di Macau. Namanya Margaret's Café e Nata. Masih hangat kami makan Egg Tartnya, kulitnya crispy dan custard tengahnya creamy dan sangat halus. Enakkk... di kafe itu juga tersedia bermacam-macam roti yang menarik dan sandwich yang dengar-dengar enak juga!

Portuguese Egg Tart
Street food lain yang direkomendasikan untuk dicoba adalah pork chop bun. Yaitu roti piggy bun yang didalamnya berisi potongan daging babi tanpa tambahan lain seperti sayuran. Ada lagi Chinese steamed-milk pudding yaitu hidangan penutup yang katanya sehalus sutra. Penasaran! Untuk oleh-oleh, ada kue almond yang dapat dibeli di pastellaria (pastries shop), yang kalau di Indonesia mirip kue satu. Ini enak banget!

Pengaruh budaya Portugis juga bisa dinikmati dari masakan besar (bukan makanan ringan) di Macau. Pergi ke restoran Portugis atau Macanese bisa dimasukkan dalam itinerary-mu. Beberapa masakan yang paling terkenal di antaranya Galinha a africana, ayam barbeque dengan saus piri-piri pedas, Bacalhau, ikan kod asin, dan udang chilli Macau.

❤❤❤

Jadi, Why Macau?
Kamu sudah tahu jawabannya, 'kan?

❤❤❤






Referensi:
foto koleksi pribadi.
❤❤❤

Batik and Bargain

Beberapa tahun lalu seorang teman pernah menyarankanku untuk belajar berjualan. Nasihatnya, mulailah dari dasar dulu, misalnya jual barang-barangmu yang tidak terpakai melalui forum dan situs jual-beli. Sampai sekarang aku belum pernah berjualan serius hanya kadang-kadang menjual hadiah yang tidak kupakai (seperti tiket Kidzania yang kudapatkan beberapa waktu lalu) dan buku-buku yang sudah kubaca namun aku tidak ingin menyimpannya. Aku punya satu halaman Blog Sale, namun itu pun tidak pernah ku-share, hanya dipasang di bawah artikel.

Ibuku juga sama. Ia berjualan kain batik dan setiap bulan Ramadhan mukena namun belum benar-benar ditekuninya. Apalagi ibuku sibuk bekerja di kantor, jadi belum sempat mengurusi jualan batiknya.

Beberapa dari jualan ibuku.
Katanya, orang kalau berbisnis atau berjualan harus punya produk yang membedakannya dari milik orang lain. Namun aku belum dalam taraf itu lah. Aku masih dalam taraf ingin mempunyai toko online sebagai etalase barang-barang yang aku jual. Tidak perlu lagi upload foto di forum sana forum sini, melainkan hanya tinggal membagi link toko online-ku dan pengguna internet bisa melihat apa saja yang tersedia.

Nantinya toko online-ku akan bernama Batik and Bargain. Aku ingin memasukkan barang jualan ibuku yaitu kain batik sebagai main product dan tentunya barang-barang lain, yang aku suka. Ya, aku ingin menjual barang yang aku suka. Contohnya, kartu pos (bisa cetakan sendiri), buku, makanan kecil, permen, dan segala yang berkenaan dengan Hello Kitty! Aku juga ingin bisa jadi personal shopper. Jadi kan salah satu impianku adalah jalan-jalan teruuus, jadi orang bisa menitip kepadaku apa yang dia ingin beli lalu aku bantu carikan. Tentunya harganya ditambah laba yang layak. 

Kenapa bargain? Bargain kan artinya menawar, tapi bukan bisa menawar gitu. Kadang suka baca bargain item, itu artinya barang yang lebih murah kan ya? Atau salah? Eh ya, maksudku seperti itu. Aku tidak tahu pas atau tidak, tapi Batik and Bargain disingkat Bi-en-bi, jadi terdengar bagus saja, hahaha.

Etalase jualanku di dunia maya alias toko online impianku inginnya bercirikan seperti ini:
1. Memiliki aksen warna pink lembut atau merah marun hangat. Tampilannya simpel tapi memikat.
2. Ada halaman blog juga untuk cerita atau reviu barang yang dijual.
3. Ringan, cepat diakses. Apabila diakses melalui telepon genggam, tampilan tetap rapi.
4. Di tengah Halaman utama terdapat gambar yang bisa diganti bila diklik, nantinya merupakan foto produk dan penawaran tertentu, serta di bawahnya adalah thumbnail-thumbnail foto produk.
5. Di sebelah kiri terdapat pilihan kategori produk.
6. Selalu pasang foto barang yang bagus, supaya menarik.

Kelemahan dari toko online impianku adalah bukan menjual produk sendiri. Tapi tidak apa-apa kan ya? Pastinya nanti akan muncul ide-ide segar untuk meng-upgrade barang jualan yaitu produk sendiri. Pengen banget deh punya situs web toko online sendiri! 


NB: Aku belum punya bukunya Mbak ^^

❤❤❤

Jalan-Jalan #Modal100K: Dari Makam Sampai Gumuk

Aku menanyakan kepada bapak berkaitan dengan tema Giveaway yang di adakan oleh BLOG JALAN-JALAN yang satu ini. Aku bertanya bagaimana caranya jalan-jalan di Jogja hanya dengan 100 ribu rupiah saja. Kata bapak, tinggal naik motor saja bisa pilih mau pergi ke pantai, kekeceh di kali, wisata makam, blusukan ke candi, nggak habis-habis deh tuh 100 ribu. Apalagi kalau ke candinya yang tiketnya cuma 5.000 seperti Candi Ijo atau Barong. Trus puasa. Hahahaha!

Tapi kali ini aku membuat susunan perjalanan dengan asumsi one day trip, berdua, menggunakan sepeda motor, dan tidak puasa pastinya. Rutenya bukan di tengah kota alias tanpa Malioboro, Keraton dan teman-temannya, jadi pilihan menggunakan kendaraan umum sedikit susah karena jarang dan kurang praktis. Mungkin teman-teman berminat pergi ke tempat-tempat di bawah ini? Check them out!

Kotagede, Museum Hidup

Ada yang menyebut Kotagede adalah The Living Museum. Kamu bisa merasakan atmosfir yang sedikit berbeda dari tengah kota Jogjakarta di Kotagede. Kalau aku ya, menurutku sedikit mistis. Karena mudah ditemukan areal kuburan di sana. Bekas pusat Kerajaan Mataram ini, patut dimasukkan dalam jadwal wisatamu di Jogja. Selain punya jalan yang tidak boleh diperlebar, banyak milik Kotagede yang bisa kamu cicipi.

Kamu bisa berkunjung ke Masjid Agung Kotagede, masjid tertua di Jogjakarta yang dibangun pada tahun 1640. Jangan lupa berfoto di depan beringin di halaman masjid. Di kompleks masjid ini, terdapat bangsal dan sendang juga makam Panembahan Senopati. Pengunjung bisa masuk ke makam dengan pakaian tradisional Jawa yang disewakan di sana. Aku sendiri belum pernah masuk makam rajanya. Namun pernah masuk ke makam-makam bangsawannya tak jauh dari kompleks Masjid Agung Kotagede. Tidak perlu menggunakan pakaian Jawa, hanya saja perlu menanggalkan alas kaki.

Akan lebih baik jika datang ke sini dengan orang yang mengerti sejarah Kotagede atau tour guide, untuk tahu lebih jauh sejarah dan mitos-mitos menarik. Oh iya, masuk Masjid Kotagede ini gratis.
Gerbang Masjid Agung Kotagede. 
"Yuk, ikut saya ke Makam Panembahan Senopati!"
"Salah masuk Dek. Itu untuk Putri."
Di Kotagede, terletak sebuah pabrik cokelat yang pastinya tidak asing lagi bagi teman-teman. Yap, cokelat Monggo. Di sana kita bisa melihat bagaimana proses produksi cokelat. Ada juga showroomnya, kita bisa lihat varian Monggo yang komplit di sini. Aku sangat suka cokelat Monggo rasa Marzipan, sayangnya susah sekali dicari di Jakarta atau bahkan di Jogja sekalipun! Maka tiap aku ke pabrik Monggo, aku pasti beli yang Marzipan.


Kamu bisa juga melihat situs Watu Gilang dan Watu Gatheng. Jadi tak jauh dari pabrik Monggo ini ada semacam bangunan kecil di tengah bundaran. Di dalamnya ada sejumlah batu yang bersejarah. Watu Gilang merupakan batu yang memiliki cekungan sedangkan Watu Gatheng adalah batu berbentuk bulat. Aku sendiri ke sini waktu masih kecil, yang kuingat adalah Watu Gatheng itu merupakan bola bekelnya anak raja jaman dulu! Padahal batunya besar, hahaha!

Masuk ke gang-gang di Kotagede juga menyenangkan. Masih banyak rumah-rumah kuno yang sangat fotogenik untuk difoto. Ada juga area di Kotagede yang gangnya sering digunakan untuk lokasi syuting iklan dan sinetron. Mengenai rumah, ada rumah unik mirip Rudy Pesik dan Omah UGM yang juga menarik untuk dilihat. Beberapa toko perak di Kotagede juga memiliki arsitektur yang unik.

Meskipun 'cuma' satu kecamatan di Kota Yogyakarta, Kotagede ini punya banyak makanan khasnya. Sebut saja ukel, yangko, kipo, kembang waru, dan lain-lain. Aku pernah ingat nenekku menyebutkan nama-nama makanan apa saja yang hanya ada di Kotagede dan beberapa sudah jarang ditemukan. Serta namanya sangat asing sampai aku nggak ingat. Satu yang harus dicoba adalah kipo. Namanya berasal dari dua kata 'iki apa' ('ini apa?'), kipo merupakan penganan kecil yang terbuat dari tepung ketan yang di dalamnya berisi kelapa dengan gula merah. Harganya sekitar 1.500 berisi 3-5 buah kipo.

Ayam Goreng Mbah Cemplung

Ini salah satu tempat makan ayam goreng paling nge-hits di Jogjakarta! Semua anggota keluargaku bilang enak banget! Bahkan yang parkir banyak mobil berplatkan non-AB alias dari luar kota. Tapi menurutku biasa saja. Meskipun aku kagum karena ayam yang digunakan adalah ayam kampung tapi besar sekali ukuran ayamnya. Semoga lidah teman-teman tidak seperti preferensi lidahku ya, hahaha. Satu kali makan satu orangnya kira-kira sekitar Rp 25.000-35.000.

Ayam Goreng Mbah Ccmplung
JL. Desa Wisata Kasongan, Bantul
(0274) 9261977

Tembi Rumah Budaya

Tak jauh dari Desa Wisata Tembi terdapat Tembi Rumah Budaya yang memiliki museum yang menampilkan benda-benda antik dan yang berkenaan dengan budaya Jawa. Koleksinya sekitar 3.000 buah termasuk keris, pedang, dan tombak. Ada Senthong-Senthong, tata ruang dalam budaya Jawa, yang mana Senthong Kiwa adalah tempat menyimpan padi, Senthong Tengah atau Ruang Dewi Sri adalah tempat untuk berdo'a, dan Sentong Tengen adalah tempat tidur.

Ada pula piano yang sepertinya bebas dimainkan, batik dan alat-alatnya, senjata-senjata, reklame kuno, buku-buku Jawa Kuno, dan lain-lain. Di sebelah museumnya terdapat bale inap, yaitu penginapan berbentuk bungalow dan bergaya Jawa. Serta restoran yang sepertinya menu burung emprit dan bajing menarik untuk dicoba. Aku pengen banget coba, tapi pas ke sana, masih gojag-gajeg. Belum siap mental makan bajing.

Membatik di Museum Tembi. Aktingnya kurang apik.
Tembi Rumah Budaya
Jl. Parangtritis Km 8.4 Tembi, Timbulharjo, Sewon. Bantul
Yogyakarta 55188
(0274) 368000
Masuk museum gratis!

Blusukan di Parangtritis

Dari Museum Tembi kembali ke Jalan Parangtritis kemudian mengarah ke selatan sekitar 17 km, akan ketemu dengan jembatan kretek. Kemudian belok kiri dan akan menemukan jalan menanjak yang tidak bisa dilalui mobil dan kalau dilalui oleh motor lumayan juga bokongnya. Tapi memang perlu usaha untuk mendapatkan hasil yang bagus. Dari hasil melewati jalan yang kurang baik ini, aku bisa melihat Pantai Parangtritis dari atas. Sekaligus blok-blok sawah yang berwarna hijau kuning dan bangunan dari atas. Ini merupakan salah satu cara menikmati Parangtritis dengan cara yang berbeda.

Kita bisa lihat gundukan karst yang menjulang tinggi yang bisa muncul di daratan setelah jutaan tahun berlalu. Kalau mengikuti jalan terus akan tembus ke Pantai Parangtritis di bawah. Namun aku tidak ingin ke pantai, melainkan ingin ke gumuk. Penasaran banget gumuk yang sangat nge-hits ini seperti apa.

Begini jalannya.
Laut selatan.
Gerbang Monumen Alam Gumuk Pasir.
Gumuk merupakan fenomena alam berupa gundukan-gundukan pasir yang terjadi pergerakan angin. Pasir-pasir ini berasal dari material Gunung Merapi yang terbawa aliran Sungai Opak dan Progo ke laut selatan. Terhempas oleh ombak laut selatan, material ini berubah menjadi butiran pasir yang halus. Karena ada angin dari laut ke daratan, pasir tersebut membentuk gundukan-gundukan yang menyerupai gurun. 

I'm in the desert!
Bagus untuk foto-foto sok-sokan seperti di gurun gitu. Sayangnya waktu itu fotoku jelek semuaaa! Mungkin next time bawa sajadah sama mukena seru kali ya, foto di gumuk sambil pose shalat. Berasa shalat di gurun gitu, hahaha!

Okeyyy, matahari pun tenggelam, malam pun tiba! Mari kita hitung pengeluaran perjalananku kali ini!

Kalkulasi Pengeluaran


Sebenarnya bensin 13.000 juga cukup tuh, hahaha *uthil* Sisa 4.000-nya buat beli minum 1.5 liter, soalnya sangu minumnya udah entek karena makan kipo seret!


❤❤❤

Wonderful Indonesia - Kacamata Snorkel Minus Enam untuk Raja Ampat

Melihat destinasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) kampusku, berbaris nama-nama desa dan pulau pulau yang di kanannya terdapat nama kabupaten di dalam kurung. Banyak dari nama-nama pulau memiliki teman dalam kurungnya: Kab. Raja Ampat. Tentu saja ini membuatku mendaftar KKN. Aku ingin sekali ke Raja Ampat! Lolos di seleksi tertulis namun sayangnya aku terganjal suatu masalah saat tes wawancara. Gagal deh ke Raja Ampat dengan biaya minimum!

Tahun ini Sail Indonesia yang bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah terkait, melaksanakan program Sail Raja Ampat 2014 yang sudah dilangsungkan bulan Agustus lalu. Sail Raja Ampat merupakan event bertema kelautan yang diikuti oleh kapal-kapal Indonesia maupun mancanegara. Berpuncak pada 23 Agustus lalu, Sail Raja Ampat memiliki beberapa agenda khusus seperti peringatan Hari Kemerdekaan, Diplomatic Tour, Tour VIP dan VVIP khusus menteri, kepala lembaga negara, dan rombongan kepresidenan.

Iri super! Mau juga ikutan dalam rombongan Tour VVIP, hahaha!
Kapan ya aku bisa ke Raja Ampat?
ASAP! Sekarang biarkan aku berandai-andai dulu kalau ke Raja Ampat ya!

Raja Ampat, The Most Beautiful Kings in the World

Raja Ampat berarti empat raja dan ada cerita rakyat menarik dibalik asal-usul namanya. Suatu hari seorang suami istri pergi mencari makanan di hutan. Kemudian sampailah mereka di tepi Sungai Waikeo. Di sana mereka menemukan enam buah telur naga dab menyimpannya dalam kantong noken untuk dibawa pulang ke rumah. Pada malam harinya, suami istri tadi kaget karena empat dari telurnya telah menetas menjadi anak laki-laki dan satu menjadi anak perempuan. Semuanya ditengarai adalah keturunan raja.

Keempat anak laki-laki tersebut diberi nama:
1. War, Raja di Waigeo
2. Betani, Raja di Salawati
3. Dohar, Raja di Lilinta (Misool)
4. Mohamad, Raja di Waigama (Batanta)

Seperti yang kita tahu nama empat pulau besar di Raja Ampat adalah Waigeo, Salawati, Misool, dan Batanta. Si anak perempuan bernama Pintolee dan suatu ketika dihanyutkan ke laut dan terdampar di Pulau Numfor. Sementara itu satu telur lagi tidak menetas dan menjadi sebuat batu bernama Kapatnai yang hingga kini diperlakukan sangat istimewa.

Pianemo, Raja Ampat. Foto: Marischka Prudence
Empat raja ini, merupakan salah satu yang paling indah di dunia. Memiliki luas sekitar 4,5 juta hektar dengan 85% adalah perairan, kawasan ini dilimpahi harta karun bawah laut yang sangat berharga. Disusun dari 610 pulau termasuk di dalamnya empat pulau utama, Kepulauan Raja Ampat merupakan tuan rumah bagi 1437 jenis ikan dan 553 jenis karang. Kira-kira 75% spesies karang di dunia dimiliki oleh Raja Ampat.

Raja Ampat termasuk dalam Segitiga Terumbu Karang yang dimiliki dunia. Segitiga tersebut terletak di sekitar perairan Asia Tenggara bagian Selatan (Filipina, Papua), Timor Leste, Papua Nugini, dan Solomon Islands. Betapa beruntungnya Indonesia memiliki keindahan terumbu karang yang hanya dimiliki secuil bagian bumi.

Wayag, salah satu gugusan kepulauan di Raja Ampat merupakan salah satu spot turis terbaik. Selain merupakan spot selam yang cantik, Wayag popular akan atolnya yang cantik dan gugusan pulau karstnya. Disebut-sebut kecantikannya jauh melebihi kepulauan karst di Phi Phi Island dan Halong Bay. Untuk mencapai daerah Wayag, wisatawan domestik harus membeli pin/tourist tag seharga 250 ribu rupiah. Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan tarif 500 ribu rupiah.

Pin Raja Ampat desain tahun 2012-2013, berupa plastik berbentuk lingkaran pipih kemudian diberi tali sehingga dapat dikalungkan di leher. Berlaku satu tahun. Sumber: gorajaampat.com
Pin tersebut dibeli di kantor kepariwisataan, seberang Bandara Domine Eduard Osok, Sorong. Mungkin memang terasa mahal ya tiket Raja Ampat tersebut. Namun hasil penjualan ‘tiket’ tadi digunakan untuk konservasi sumber daya kelautan Raja Ampat. Tidak mau ‘kan kekayaan kita ini hanya karena dinikmati pengunjung lalu rusak begitu saja?

Kecantikan Raja Ampat terkombinasikan dengan kearifan masyarakatnya. Masyarakat Pulau Misool misalnya, memiliki upacara adat Timai yang dilakukan dengan cara mengarungkan sesaji berupa ayam putih, sirih pinang, dan tembakau ke laut untuk mengenang paa leluhur. Selain itu, dilantunkan pula doa-doa untuk menjaga laut agar tetap lestari kekayaan sumber dayanya.

Bertemu Manta Ray adalah salah satu atraksi yang dimiliki Raja Ampat. Foto: Marischka Prudence
Di Raja Ampat, tak hanya bisa berenang dengan Manta Ray saja, di daratannya pun penuh keelokan. Tak hanya keanekaragaman hayati spesies laut, Raja Ampat punya empat cagar alam di tiap-tiap pulau besarnya: Cagar Alam Pulau Waigeo Barat, Cagar Alam Pulau Batanta Barat, Cagar Alam Salawati Utara, dan Cagar Alam Misool Selatan.

Di Cagar Alam Waigeo Barat tercatat memiliki lebih dari 171 jenis burung dan 27 jenis mamalia, seperti kuskus, bandicoot, dan tikus pohon. Sedangkan di Cagar Alam Misool Selatan, terdapat 159 jenis burung termasuk di dalamnya 4 jenis Cendrawasih. Benar-benar paradise of birds yang di dalamnya adalah spesies birds of paradise! Hahaha!

Seandainya Aku Ke Raja Ampat

Raja Ampat memang seperti salah satu julukannya, surga terakhir di muka bumi. Kecantikannya begitu memikat banyak orang termasuk diriku. Sayangnya aku tidak punya lisensi menyelam, tidak pandai berenang, dan memiliki miopi yang lumayan. Kalau tidak punya lisensi menyelam, bukan masalah besar karena ada operator yang menyediakan layanan untuk non-diver. Tidak pandai berenang juga tidak apa-apa, asalkan pakai pelampung, kaki tidak akan mengganggu tanaman-tanaman laut. Tapi kalau miopi…

Seandainya aku ke Raja Ampat, aku akan pesan kacamata snorkel minus enam. Demi lihat cantiknya Raja Ampat! Tak lupa membawa kamera yang bawah air.

Dermaga di Desa Wisata Arborek. Foto: Marischka Prudence
Perjalanan ke Raja Ampat bisa ditempuh dengan pesawat menuju Sorong. Banyak maskapai yang menyediakan layanan dari Jakarta dengan tujuan ke Sorong dengan transit di Makassar atau Manado. Selanjutnya yang dilakukan adalah membeli pin untuk masuk ke Kepulauan Raja Ampat di kantor kepariwisataan. Kemudian menggunakan kapal feri Ave Maria atau Marina Express dari Pelabuhan Rakyat Sorong menuju Waisai, ibukota Raja Ampat.

Wisatawan bisa ikut layanan tour yang tersedia atau rental boat sendiri. Pilihan lain adalah liveaboard, yaitu naik kapal selama 6-10 hari keliling Kepulauan Raja Ampat. Pilihan yang menarik namun kisaran tarifnya yang tak murah, paling murah sekitar USD300 per malam. Kalau aku sih ingin sekali coba tour liveaboard, karena salah satu wishlistku adalah naik cruise keliling pulau. Lagipula mahal kan juga karena yang didapatkan setimpal. Cuma itu dia, kalau sekarang belum mampu, hihihi!

Untuk spot snorkel dan menyelam selain Wayag, ada beberapa best diving spot yang direkomendasikan. Bisa dilihat di gambar di bawah ini:

Berminat snorkel atau menyelam di diving spot yang mana? Sumber: gorajaampat.com
Aku juga ingin trekking di bukit-bukit Raja Ampat dan cagar alam sambil bird watching dan membakar lemak. Salah satu jalur trekking yang popular adalah di Desa Sawinggrai, Wayag. Pada sampai di puncak, maka akan terlihat perpaduan trio pulau-pulau yang hijau, air dan biru, dan pasir yang putih! Ahhh!

Kebudayaan setempat bisa dirasakan di desa wisata. Pilihan menginap di homestay dapat membuat kita membaur dan mempelajari perilaku masyarakatnya. Desa Sawinggrai misalnya memiliki tempat pengamatan salah satu burung langka, yaitu Red Bird of Paradise. Di sana terdapat kerajinan patung yang bisa dijadikan suvenir. Selain itu ada Desa Arborek yang masyarakatnya dikenal sebagai pengrajin noken (kantong yang dipintal dari kayu atau benang), topi pandan yang disebut Kayafyof, dan saly, rok yang dibuat dari serat pohon pisang. Batik Papua yang berwarna cerah juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk orang rumah.

Topi Kayafyof karya masyarakat Desa Arborek. Foto: simplyindonesia
Last but not least: kuliner!

Raja Ampat yang merupakan kepulauan tentu makanannya banyak berkenaan dengan ikan. Masakan yang cukup terkenal adalah Ikan Sup Kuning. Selain itu, kudapan di Raja Ampat menggunakan tepung sagu dan bukannya tepung terigu. Yang aku penasaran juga adalah cacing laut goreng dan sate ulat sagu. Enak tidak ya? Ulat sagu ini didapat dari pohon sagu yang sudah tua. Tak lupa pula ada papeda, bubur sagu khas Papua.

Cepatlah aku melihat Raja Ampat dengan mata kepala sendiri! Hihihi…

❤❤❤

Play video di bawah ini untuk melihat ringkasan keindahan Raja Ampat!




Referensi:
indonesia.travel
gorajaampat.com
marischkaprudence.blogspot.com
simplyindonesia.wordpress.com
❤❤❤

Australia Post Shop Tour

Have you seen POST SHOP in your city? It is retail business owned by POS Indonesia in collaboration with Indomaret or Circle-K. In Jakarta POST Shop is operated by Indomaret but I read an article that in Denpasar is by Circle-K.

On my last trip to Australia, I also saw many Australia POST SHOP. I decided to send myself postcards just want to know how long does it take to arrive at my door. I went to a shopping mall in Surfer's Paradise and saw Post Office in the direction sign. Unfortunately it was closed because it was Sunday. On next Tuesday, I wanted to go shop at Q Super Centre, it is a shopping area. But then I saw Post Shop there so I went there first.


Australia Post Shop is different with POS Indonesia's Post Shop. While in Indonesia Post Shop is a minimarket, Australia Post Shop is more like 'small department store' where you can find products ranging from snack, envelope, to smartphone, but you can also send your letters and packages. I even bought camera (5 dollar toy camera sih) and a cute notebook there.

I bought two stamps for AUD3.7 (about IDR40K). Expensive. I can send five postcards to USA from Indonesia with IDR40K! Already two weeks and my postcards haven't arrived yet.



Now the tour! Take a look!

Cards!

Children book and stuff.


They have different colors of envelope for posting overseas of within Australia.

TimTam! Unfortunately not the Adriano Zumbo one and the CDs! OMG Grease!

Books.


Candies.


Mailbox in the front of the shop.

Calculator, printer ink, notebook, etcetera.

I've never heard Galaxy Trend and Galaxy Pocket before.

A bit envy Australia post office why so great! Yesterday I went to near post office and it is very dirty, shabby, oh my God. I want to see POS Indonesia's improvement and hoping the post office can be nice as in Australia.

Next time I'll show you Kantor Filateli Jakarta where I always buy stamps and show you how to make your own selfie stamps, you can use them to send letters/cards of course!

❤❤❤

Nulis Bahasa Inggris capek yaaa. *padahal cuma dikit*
Sekali-kali lah buat latihan... >,<


Menabung Itu Susah!

Cuma bisa istighfar deh...

Beberapa waktu lalu, aku berniat untuk membuka rekening tabungan baru. Ceritanya mau menabung di satu rekening yang tidak akan kuutak-atik. Tapi apa daya, belum kesampaian aku membuat rekening baru. Sebabnya hanya satu, bikin rekening tabungan di bank itu ternyata ribet banget! Makin sekarang, makin ribet. Padahal katanya makin maju teknologinya ya...

Membaca beberapa ulasan mengenai TabunganKu, aku memutuskan untuk membuatnya. TabunganKu adalah produk dari Bank Indonesia yang merupakan tabungan yang ringan tanpa biaya administrasi dan setoran awal yang rendah. Produk ini ditawarkan untuk mengedukasi masyarakat akan budaya menabung. Ada lebih dari 70 bank yang berpartisipasi dalam program TabunganKu ini. Tentunya karena memang dikhususkan untuk menabung (bukan untuk nasabah yang melakukan bisnis atau sering transaksi) sehingga beberapa fasilitas tidak bisa dinikmati oleh pengguna TabunganKu.

Tapi aku pikir-pikir nggak apa-apa lah, wong niatku memang buka akun ini untuk menabung.

Waktu aku lewat bank BCA kantor cabang pembantu dekat rumahku, aku bertanya apa saja syaratnya untuk membuka TabunganKu. Katanya, KTP saja. Namun karena alamat KTP-ku berbeda dengan tempat tinggal dibutuhkan surat keterangan domisili dari RT.

Tak lama, aku membuat surat keterangan domisili dari RT. Kebetulan aku memang membutuhkannya juga untuk mendaftar anggota perpustakaan di Japan Foundation. Yang untuk JF aku hanya memberikan yang fotokopian, dan tidak apa-apa. Sehingga yang asli bisa kugunakan untuk membuat rekening bank.

Kemudian aku pergi ke BCA, hendak membuat rekening. Menunggu antrean sekitar 10 menitan, lalu diberitahu CS-nya kalau membuat rekening TabunganKu harus menggunakan Kartu Keluarga dan NPWP.

U: "Saya nggak punya NPWP Mbak."
CS: "Masih kuliah ya?"
U: "Iya."
CS: "Tapi ada kartu mahasiswa juga kan?"
U: "Ada. Itu harus banget pakai KK ya Mbak?"
CS: "Iya aturannya begitu. Kalau SIM ada?"
U: "Ada."
CS: "Bisa dilihat dulu Mbak..."
Males banget ngeliatin SIM-ku ke mbaknya kalau ujung-ujungnya nggak bisa karena nggak bawa KK. Kubilang saja, ribet banget Mbak. Saya ke bank lain saja deh.

Aku kirim e-mail komplain ke BCA. Dibalas dan dijelaskan bagaimana cara dan persyaratan membuka rekening TabunganKu. Tulisannya memang KTP dan NPWP. Namun tidak ada KK. Tapi di bagian bawah tertulis:

Sebagai informasi, pihak cabang memiliki kebijakan tersendiri dalam meminta tambahan dokumen pendukung diluar ketentuan yang ada (bila diperlukan).

Oh gituuu OK kalau cabang ada kebijakannya sendiri. Tapi masih nggak paham sih diperlukannya KK itu apa.

Aku coba ke Bank Mandiri, diberitahu kalau syaratnya hanya KTP saja dan surat keterangan domisili. "Nggak pakai KK kan?" Enggak katanya.

Aku isi formulir pendaftaran pembukaan rekening baru. Nunggu antrean CS sekitar 10 menitan juga lah. Hasilnya nihil!

Alasannya, surat keterangan domisili yang aku bawa hanyalah dari RT. Kata si CS kan tulisannya (nggak tahu tulisan di mana) dari RT/RW. Si CS kemudian menjelaskan fitur TabunganKu dan bilang kalau sifatnya terbatas. Aku pilih itu karena sudah tahu keterbatasannya kali. Karena TabunganKu kan nggak diiklanin masif sama masing-masing bank. Si mbaknya kemudian sambil senyum minta maaf... Aku tanya bagaimana kalau misalnya aku bikin akun yang biasa. Katanya sama juga tetap harus pakai surat pengantar dari RT dan RW.

Setelah aku cek situs webnya Mandiri:
  • KTP DKI Jaya dapat digunakan untuk membuka rekening di seluruh cabang Bank Mandiri yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta.
  • KTP non DKI Jaya hanya dapat digunakan untuk membuka rekening di Bank Mandiri yang beroperasi di wilayah Pemda penerbit KTP.
  • Apabila digunakan untuk membuka rekening Tabungan di luar wilayah KTP setempat maka wajib dilampiri dengan :
    • Surat Keterangan Domisili atau
    • Surat Keterangan Kerja
KTP-ku KTP DKI dan menurut webnya harusnya bisa membuka rekening di SELURUH CABANG BANK MANDIRI di wilayah DKI Jakarta. Ya ya ya, buka rekening harus di kantor cabang seperti alamat di KTP mungkin aturan baru jadi itu web belum sempat diupdate kali ya. Pun yang syarat poin nomor tiga, nggak ada tulisan harus sampai RW tuh.

Menurut artikel di detikfinance ini, kenapa bank makin ribet dalam persyaratan adalah karena untuk memastikan data nasabah itu asli. Karena akhir-akhir ini banyak modus penipuan lalalala, rekening digunakan untuk menipu lalalala. Artikel itu sudah dua tahun lalu. Di webnya Bank Mandiri diakses September 2014 masih seperti di atas. Huft abiiisss lah.

Dan di atas itu semua, yang paling aku heran adalah: masih ribet aja domisili-domisili. Wilayah KTP harus sesuai. Musti bikin surat keterangan dll. Lah, katanya e-KTP sudah bersifat nasional? Kalau kayak gini berarti mundur ya...

Ya udah deh ya...

AIKATSU! Datang Ke Indonesia!

AIKATSU! kini hadir di Indonesia!

Apa itu 'Aikatsu!'?

Aikatsu! merupakan nama salah satu permainan mesin game menggunakan kartu digital dari Bandai yang sangat populer di Jepang.


Sebelumnya, aku sama sekali tidak tahu mengenai Aikatsu!. Bahkan dengan menebak-nebak, aku kira Aikatsu! itu berkenaan dengan love story, atau semacamnya. Pasalnya, komponen kata Aikatsu! ada 'Ai' 愛 yang berarti 'cinta' dan 'katsu' 勝つ artinya 'memenangkan'. Jadi 'memenangkan cinta' gituuu... kirain. Taunya! TIDAK ADA hubungannya sama sekali, hahaha. *sotoy*

❤❤❤

AIKATSU! ialah singkatan dari Aidoru Katsudou yang berarti Idol Activity, Aktivitas Idola, yakni kisah mengenai seorang gadis bersama Ichigo Hoshimiya yang masuk ke Starlight Academy, sekolah khusus pelatihan idol. Ichigo ingin sekali menjadi idola yang terkenal. Kalau di Jepang, karakter dalam AIKATSU! merupakan karakter wanita terfavorit bagi anak berusia di bawah 12 tahun. Pasti terkenal banget tuh ya AIKATSU!... Jadi sebenarnya apa sih AIKATSU! itu? Tunggu dulu!

Beberapa hari lalu (10/9), telah dilaksanakan peluncuran AIKATSU! di Indonesia oleh Bandai Company Limited (Bandai). Siapa yang nggak tahu Bandai? Meski aku tidak membeli mainan, sering sekali melihat tulisan Bandai di toko mainan atau pun mesin gashapon. Bandai ini merupakan  salah satu produsen mainan terbesar di dunia yang berasal dari Tokyo, Jepang. Acara peluncuran AIKATSU! dihadiri oleh Masashi Harada dari Bandai dan juga Reino Barack dari Business Development PT Global Mediacom Tbk, MNC Group.

Acara ini dilangsungkan di JKT48 Theatre, fX Lifestyle X'nter dan aku excited banget karena sudah lama penasaran bagaimana dalamnya JKT48 Theatre... hihihi!

Salah satu bagian dinding JKT48 Theatre.
Coba dulu aku daftar JKT48, pasti fotoku nempel di situ. Huahahaha...
AIKATSU! Press Conference!
AIKATSU! selain permainan kartu digital juga ada animasinya. Animasi AIKATSU! akan hadir di tengah kita mulai 20 September pukul 06.30 di RCTI. Jangan lupa nonton ya! Sedangkan permainan kartu digitalnya akan tersedia mulai Oktober 2014 dan mesin-mesinnya akan tersebar di outlet-outlet.

Kartu AIKATSU! terdiri dari ID Card dan empat jenis kartu lainnya, yaitu top, bottoms, shoes, dan accessory. Para pemain bisa membuat tokoh idol yang bajunya bisa dicustomized. Hanya dengan pindai kartu top, maka baju si idol akan terganti Tantangan permainannya berupa audisi, rhythm game, performance yang nantinya bisa disimpan dalam ID Card.

Permainan AIKATSU! ini disasar untuk anak perempuan. Tapi bisa ditebak, collaboration partner AIKATSU! di Indonesia adalah JKT48, jadi pastinya tak hanya anak perempuan saja yang tertarik memainkan permainan ini. Aku yang bukan anak-anak pun tertarik memainkannya. Sayangnya, kartu yang kudapat kemarin belum kupakai, karena belum sempat mencoba mesinnya! Nanti Oktober, aku harus coba!

Member JKT48 bermain AIKATSU!
T-Shirt Merchandise dari AIKATSU! 
Merchandise AIKATSU!. Aku naksir pouch kecil AIKATSU! Aaaa...
Ngintip orang main AIKATSU! LULUS!
Reino Barack mengungkapkan bahwa AIKATSU! di Jepang telah menghasilkan omzet sebesar tiga triliun rupiah. Jumlah yang sangat fantastis, apalagi hanya satu proyek saja menghasilkan sebanyak itu. Per Maret 2014, sekitar 110 juta kartu digital AIKATSU! yang telah dijual. Itu di Jepang... kalau di Indonesia, bagaimana ya responnya terhadai AIKATSU!?

Nah, nggak cuma animasi dan permainan kartu digital saja nih. Ke depannya, AIKATSU! di Indonesia bakal hadir pula dalam bentuk merchandise, fan book, dan aplikasinya di smartphone.

Enam member JKT48 yang menjadi collaboration partner AIKATSU!: Hana, Nabilah, Haruka, Yupi, Viny, Melody, serta Masashi Harada dari Bandai dan Reino Barack dari PT Global Mediacom. Oh iya, Pak Harada bahkan beli batik baru khusus untuk acara peluncuran AIKATSU! ini. 
Sukses ya AIKATSU!
Oh ya, di bawah ini isi goodie bag yang aku dapatkan dari acara AIKATSU! Launching Event.

Tampilan kartu AIKATSU© SUNRISE/BANDAI,DENTSU,TV TOKYO

"Acara ini terselenggara atas kerja sama B Blog Indonesia dan Bandai (Aikatsu!)."


❤❤❤