Belajar Bahasa Jepang Bersama Aishiteru

Bisa dibilang aku tuh hampir nggak pernah nonton televisi sama sekali. Jarang level maksimum. Kalaupun nonton biasanya di komputer alias streaming. Tapi ada satu acara di televisi yang aku tunggu-tunggu sejak beberapa minggu lalu. Yaitu, film televisi berjudul Aishiteru yang disiarkan oleh Kompas TV pada 28 Desember lalu. Nah... yang bikin aku tertarik sama film ini adalah karena diproduksi atas kerjasama Indonesia-Fuji TV dan yang jadi pemeran utama prianya, ikemen (ganteng!).

Diberitahu jadwal mainnya oleh Mbak Ririn, seorang teman blog, kemudian aku catat di reminder. Nggak mau ketinggalan! Sampai-sampai, kita nontonnya juga nobar, Mbak Ririn nonton di Makassar aku nonton di Jakarta, hihihi! Nah, Aishiteru ini ceritanya gimana sih?

Lama-lama diperhatiin agak mirip. Taunya idungnya mirip yak >,<
Sinopsis

Mediana (Prisia Nasution) merupakan seorang mahasiswi yang sedang sibuk mengerjakan skripsi. Ia juga sedang magang di surat kabar. Suatu ketika, ia diminta oleh bosnya untuk menemani dan menjadi interpreter bagi seorang jurnalis dari Jepang yang akan datang ke Jakarta. Padahal ia hendak mengajukan cuti untuk menyelesaikan kuliahnya.

Matsumoto Satoshi, seorang jurnalis dari Jepang ditugaskan untuk meliput berita tentang 55 tahun kerjasama Indonesia-Jepang di Jakarta. Sementara itu, ia ingin mencari tahu keberadaan kakeknya yang dulu merupakan tentara Jepang yang bertugas di Jakarta. Neneknya pernah bercerita padanya bahwa kakek berjanji akan kembali namun tak pernah kembali ke rumah. Kemudian sampai Jakarta bertemulah dia dengan Mediana dan hari-hari berikutnya dihabiskan bersama dengan Mediana.

Apakah Satoshi akan menemukan kakeknya? Apakah ada hubungan antara Mediana dan Satoshi? Apakah ada timbul benih-benih cinta (bah, bahasamu!) antara mereka?

❤❤❤

Aku penasaran banget, bagaimana sih film hasil kerjasama Indonesia-Jepang. Apalagi aku penggemar dorama Jepang dan lagi belajar Bahasa Jepang. Tentu saja, dialog-dialog di Aishiteru menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang. Selain itu subtitle-nya pun ada huruf Jepang dan romaji (huruf latin)-nya. Jadi senang deh nontonnya, sambil belajar, dapat perbendaharaan kata Bahasa Jepang baru.

Banyak adegan lucu dan bikin nyengir di dalam Aishiteru. Seperti Satoshi yang makan rica-rica, kepedesan, dan mules-mules. Atau Satoshi yang mengeluh karena Jakarta macet, katanya kalau orangnya pada tertib nggak akan macet. Mediana pun membalas bahwa yang salah adalah orang Jepang karena bikin mobil dan motor. Atau di adegan lain Satoshi mencoba berbahasa Indonesia. Meskipun aku agak aneh karena Satoshi di awal agak jutek dan mengeluh Jakarta macet. Apalagi kalau refer budaya orang Jepang kan malu-malu...

Juga terselip unsur-unsur budaya yang jadi pengetahuan baru untukku. Satoshi membawa sarubobo, boneka kecil sebagai jimat yang diberikan oleh neneknya. Sarubobonya punya pasangan dan satunya dibawa oleh kakek Satoshi ke Indonesia. Juga budaya Indonesia yang diajarkan oleh Mediana kepada Satoshi, bahwa orang Indonesia suka tersenyum. Yang aku nggak paham lagi mereka membahas kalau orang Indonesia suka tersenyum kalau kepepet. Kepepet apaan sih, sampai sekarang aku nggak paham -,-

Sarubobo. Source: wikimedia.org
Kalau lihat akting pemainnya, ekspektasiku langsung terhempas seketika. Pemeran Satoshi, Minami Keisuke menurutku aktingnya bagus. Namun, Prisia kurang oke ah. Apalagi akting bosnya Mediana, ibunya Mediana, aduh... maaf, tapi nggak oke banget. Kaku banget. Semacam apa ya... kayak yang akting peran polisi atau dokter di sinetron-sinetron Indonesia gitu deh. Ngerti kan... hihihi. Selain itu banyak typo subtitle-nya, agak mengganggu.

Etapi aku nggak menyesal nontonnya dan nambah vocab Bahasa Jepang. Pas iklan dan selama nonton bahas vocab Bahasa Jepang yang ada di dialog sama Mbak Ririn, hihihi. Selain itu aku jadi tahu kalau ada toh tentara Jepang yang dinobatkan jadi pahlawan Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sempat lupa karena nonton streaming, lalu penasaran sama kata Bahasa Jepang yang didengar, eh mau kurewind, baru ingat ini kan nggak nonton DVD atau streaming di web drama. Mana bisa, wkwkwk!!!

Film televisi ini kan dalam rangka kerjasama Indonesia-Jepang ke 55 tahun ya. Aku berharaaappp banget, tahun depan ada lagi film televisi kerjasama dua negeri ini. Dan tentunya lebih oke lagi dari Aishiteru ini. Bikin yaaa! *ngomong sama siapa ini*

Ada yang nonton Aishiteru juga?

❤❤❤

#MyItchyFeet: Ngilang Sendiri

Sydney, Februari 2013.
Entah karena kakiku gatal, tapi kalau traveling entah dalam negeri atau luar negeri, setelah seharian jalan, sampai penginapan belum malam-malam banget, rasanya kayak sayang mau tidur cepat. Apalagi wisata dengan rombongan (group tours), meskipun jarang, aku paling sebal part jalan-jalan aja dikasih waktu, sudah kumpul tepat waktu, eh masih nungguin orang lain yang belum sampai meeting point. Biasanya, kalau gitu... biasanya malam-malam atau ada waktu bebas, aku ngilang sendiri!

Ngilang di Saudi

Dari awal sudah diperingatkan oleh tour guide kalau di Saudi Arabia, sebaiknya kalau jalan jangan sendirian. Ya tahu sendiri 'kan memang agak kurang aman kalau wanita pergi sendirian. Waktu itu, anggap saja aku sendiri di rombongan. Ada sih dua adiknya nenek, tapi itu pun mereka sama keluarganya. Aku nggak pergi sama ibu atau bapakku. Tentu saja, aku nggak tahan nggak ngilang. Dan malas kalau jalannya bareng sama teman serombongan, malas nungguin pada belanja. Hihihi...

And yes, memang nggak aman banget kalau wanita kalau jalan sendirian. Di Madinah, aku iseng jalan-jalan sendiri. Ke supermarket cari makanan aneh-aneh atau liat-liat toko kali ada barang menarik. Kemudian aku jalan kaki menjauh dari Masjid Nabawi yang mana agak sepi. Tahu-tahu ada mobil luks mendekat, dan pengemudinya mengedipkan mataku seraya tangannya melambaikan menyuruhku mendekat. Panik panik. Aku langsung jalan cepat ke arah tempat yang agak ramai.

Foto ini doang yang tersisa di komputer dari perjalanan ke Saudi, Maret 2011 T.T
Belum lagi di sebuah toko ada penjaga yang mencobakan minyak wangi jualannya ke tanganku, dan dia berusaha megang-megang tanganku. NO! Atau lagi, waktu aku senyum ke penjaga toko kurma di hotel di Makkah, dia balas senyumnya geniiittt ih. Aku merasa senyum itu salah satu perbuatan dosa kalau lagi di Saudi. Eh tapi tentunya aku punya pengalaman baik yang tak terlupakan waktu aku ngilang sendiri.

Sewaktu di Makkah, setelah selesai shalat Ashar, aku beli burger dan kentang goreng di bawah hotel Hilton. Lalu aku kembali ke tempatku shalat di halaman luar Masjidil Haram. Di sebelahku duduk, ada beberapa ibu-ibu nggak tahu dari mana. Aku menawarkan kentang gorengku kepada mereka. Mereka senang sekali. Lalu sebelum mereka makan kentang gorengnya, mereka berterima kasih padaku dan menengadahkan tangannya berdoa sambil bilang 'jannah jannah' gitu. Apa mereka mendoakanku masuk surga apa ya? Aku mau nangis liatnyaaa... T.T

Suatu malam, aku berniat tidur-tiduran di Masjidil Haram, begadang. Masjidil Haram kan never sleeps ya, jadi ramai aja terus 24 jam. Tak lupa membawa beberapa roti. Eh, liat bapak-bapak tua, aku kasih satu deh. Seneng rasanya liat orang senyum seneng. Kemudian aku jalan kaki ke tengah arah dekat Kaaba. Ada section yang dikasih batas untuk perempuan. Aku duduk dan tiduran di sana, sambil ngeliat Kaaba dan jam yang tinggi itu (Abraj Al Bait). Aaaah damai rasanyaaa!

Ngilang di Jepang

Kemarin aku bertemu teman dari Brunei, yang merupakan teman sekamarku waktu program Jenesys, semacam pertukaran pelajar yang diadakan oleh Jepang. Waktu itu kelompok kita dapat 'jatah' di Nagoya. Sambil cerita-cerita mengingat kembali Jenesys yang diadakan Mei lalu, dia bilang, waktu itu dia khawatir banget karena aku suka pergi-pergi sendirian, pulang malam, hahaha!

Ya abis, misal nih jam 8 malam sudah balik ke hotel. Masak iya abis itu aku nonton tivi, internetan, atau langsung tidur. Ya aku manfaatkan saja, buat jalan kaki keliling-keliling. Entah itu hanya masuk ke semua convenience store yang aku lewati karena aku suka lihat makanan atau produk yang aneh-aneh. Atau lihat-lihat rumah orang-orang Jepang, nyobain vending machine, dan beberapa kali berkomunikasi sedikit sama orang Jepang, entah nanya arah, di kasir, yang aku juga nggak paham jawaban mereka, tapi seru aja.

Dua dari ratusan perburuanku di supermarket dan convenience store, wkwkwk.
Abis kalau pas siang, mana sempat ke minimarket, hihihi.
Mungkin memang ngilang, jalan kaki nggak jelas, nggak tentu arah karena niatnya menikmati kota. Tapi andai aku memilih tetap di hotel, mungkin aku belum coba Kitkat Bar Strawberry, Kitkat Markisa, Cadbury Dream, Fanta rasa Plum, Green Tea Latte-nya Lipton, dan snack lain yang belum pernah kulihat di Jakarta. Waks makanan aja yang dipikir!

Ngilang di Angkor

Kalau yang ini aku benar-benar nggak berniat keluyuran jalan sendiri. Tapi kenyataannya aku ngilang! Jadi, aku ke Angkor Wat berdua sama temanku, Bellita. Keliling di Angkor, kita sudah sewa tuktuk dari penginapan. Jarak antar candi yang lumayan, jalan kaki yaaa capek. Pagi-pagi kami ke Angkor Wat untuk melihat sunrise dan menjelajahi dalam candinya. Kemudian kami lanjut ke Candi Bayon. Nah, entah kenapa sampai sana, aku migrain. Perasaan aku sudah jalan di belakang temanku, tapi dia tiba-tiba hilang. Sambil aku melihat-lihat dalam candi, aku mencari temanku, tapi nggak ketemu juga. Padahal candinya terbuka dan rasa-rasanya nggak besar-besar banget. Rasa-rasanya doang. SMS temanku, sinyalnya buruk, nggak delivered. Ah...

Masih gondrong garang ganteng. Angkor, Siem Reap, Januari 2013.
Tempat aku kehilangan temanku, huhuhu!
Akhirnya aku putuskan, jalan kaki sampai menemukan tuktuk sewaan kami. Mana Angkor siang itu rasanya panas sekali. Aku berniat menunggu temanku di tuktuk saja. Tak kuat kepalaku. Aku sudah menghafalkan nomor tuktuk dan muka supirnya. Tapi di sana terlalu banyak tuktuk, sudah kucari dari ujung ke ujung tapi tidak ketemu. Makin pusing... Setelah berapa lama, ada tuktuk yang menawariku. Ya sudah, aku minta diantar ke kota dan tarifnya 5 USD. Oke, lah.

Aku putuskan aku nongkrong-nongkrong di Blue Pumpkin, sebuah toko eskrim di Siem Reap. Sampai sana, sinyal baru bagus dan aku kirim SMS ke temanku. Tahunya nggak sampai sejam temanku sudah nyamperin aku. Dia juga cerita katanya tuktuk sewaan kami memang sembunyi banget parkirnya, pantas saja aku nggak lihat. Dan temanku pun nggak lanjut lihat pindah candi lain karena nggak kuat. Panasnya nggak nahan booo! Nggak lihat kompleks yang tempat syuting Tomb Raider deh! Hihihi!

❤❤❤

Belum lama ini, mamaku cerita kepadaku. Katanya, "Inget nggak, dulu waktu kamu SD. Kalau pulang sekolah, naik angkot berhentinya malah di gang yang jauh dari rumah, biar bisa jalan kaki lebih jauh. Muter muter dulu. Sampai orang komplek bawah banyak yang kenal sama kamu. Inget nggak?"

"Rrr. Enggak."

Oke, ternyata my feet sudah itchy dari kecil.

❤❤❤

Pelupa

Salah satu yang aku nggak suka dari diriku adalah sifat pelupa. Padahal kan aku masih muda ya... Pas nyari-nyari apa penyebab pelupa waktu muda kok ngeri-ngeri hasilnya. Stres, depresi, kurang tidur, diet, alkohol, diabetes, tiroid, alzheimer, narkoba, watawww!!! Kayaknya enggak sih kalau salah satu dari itu. Ngeri bener...

Masalahnya, pelupanya tuh lupa tentang peristiwa, cerita, atau orang gitu. Kalau nomor telepon atau tanggal lahir aku mah ingat-ingat saja. Nomor hape tante-tanteku, teman-teman terdekat aku hafal, nomor hape beberapa teman blog kayak Mbak Ririe Khayan, Pakdhe Cholik, Mbak Idah Ceris, pun aku hafal padahal ya nggak selalu kontak. Eh, tanggal lahir mereka pun hafal. Dan nggak pernah berusaha ngafalin zzzZZZ. Menuh-menuhin otak aja. Hihihi!

Nah... giliran semacam baca buku, cerita di film, dengar cerita orang, atau ada peristiwa apa gitu aku suka lupa. Misalnya gini nih, beberapa waktu lalu aku ditanya apakah aku sudah baca Perahu Kertas belum. Nonton filmnya sih sudah... kalau baca bukunya, aku nggak ingat sama sekali aku baca apa enggak. Eh, berapa hari kemudian aku menemukan buku Perahu Kertas di rumah udah agak lecek. Masak iya aku belum baca... dan aku nggak ingat blasss!!!

Atau nggak... baca buku atau nonton film, biasanya kalau ngobrolin sama temen, trus bahas yang detil-detil aku suka nggak inget. Padahal ya baca atau nontonnya, yaaa belum lama. Atau nggak ada temen nyeritain temennya yang dia taksir. Trus dia nanya ke aku, "Inget kan ceritanya Un pas aku pertama ketemu sama dia?" Aku sambil nginget-nginget, "Hah?? Emang kamu pernah cerita sama aku??" Aku nggak inget sama sekali... Padahal kan kisah cinta kan selalu jadi kisah paling menarik ya. Jadi sering tuh temen-temen cerita dua kali ke aku, karena aku nggak ingat blas

Naik kereta dari Jogja ke Solo dan aku pun pernah lupa nama keretanya dong. Ada teman minta file foto yang di kereta kan.
Aku: "Yang di Prameks yak?"
X: "Kita ga naik prameks kaliii..."
Aku: "Oiya, Manja ding ya."
X: "Manja?"
Aku: "Madiun Jaya..."
X: "Ngarang! Orang kita naik Sriwedari!"
Hoh ada to kereta namanya Sriwedari, nggak inget T.T
Tentu saja lah aku nggak mauuu jadi pelupaaa. Dan salah satu yang aku lakukan sih berusaha lebih perhatian. Orang ngomong didengerin lebih seksama, kalau lagi jalan ngeliat ke sekitar, trus gimana lagi ya biar nggak pelupa T.T

Korean Food atau Japanese Food?

Sekitar September lalu, mamaku ngajak makan di salah satu restoran Korea yang bernama Bulgogi Brothers. Sebenarnya aku yang minta ding, setelah mengingat-ingat rasanya makan bulgogi terakhir (dan pertama kalinya sih) itu kayak seabad lalu. Pas aku SMP kayaknya, di restoran Korea dekat rumah, dan sekarang udah nggak ada lagi warungnya.

Itu kedua kalinya aku makan di restoran Korea dan aku yang bukan penggemar Korea-Koreaan nggak tahu macam-macam nama makanan Korea. Paling bulgogi, tteokpokki, kimbab, kimchi, bibimbab, itu doang kayaknya. Judulnya pun Bulgogi Brothers, ya yang aku kepikiran makan ya bulgogi tok. Eh pas buka menu... jeng jeng, asing semua untukku. Sementara mamaku kayaknya kok tahu semua... Nunjuk pajeon (Korean pancake) dan mama cerita kalau dia suka banget itu. Aku kan bingung ya, mamaku kok banyak tahu makanan Korea. Padahal nggak pernah tuh makan sama aku...

Bulgogi...
Abis itu cerita deh, katanya kalau ada klien orang Korea biasanya maunya makan makanan Korea doang. Jadilah kalau pas ketemu klien orang Korea ya ke restoran Korea mulu. Mamaku bisa nyebut nama-nama restoran Korea di daerah Kebayoran, mana yang kimchinya enak, mana yang kimchinya nggak enak. Wehhh, nggak pernah ngajak-ngajak!!!

Kalau di restoran Korea kan dikasih side dish banyak dalam piring kecil ya. Mamaku ekspresi makannya gimana ya. Kayak anak kecil demen makan -,- Udah gitu menurut mama, kimchi tuh makanan paling enak sedunia.

Kemudian pembicaraan kami mengarah tentang masakan Korea dan Jepang. Aku bilang masakan Jepang lebih enak. Kata mamaku, "Ya enggak lah! Masakan Korea luwih enak!" Masakan Korea lebih banyak bumbunya, sedangkan Jepang tidak. Iya sih... tapi tetep enakan Jepang!!! Apalagi orang Jepang tidak suka pedas... cocok deh makanannya untukku yang sama sekali nggak suka pedas. Kalau masakan Korea huhuhu, kadang pedasnya nggak nguatin.





Cowok Korea atau Jepang?

Mamaku nggak pilih dua-duanya. Lebih pilih bule kayaknya dan yang botak zzzZZZ. Kalau aku pilih Jepang, kyaaa. Kalau lihat Japanese salaryman, aduh... kakkoii semua meskipun udah bapak-bapak. Etapi aku memang lebih terpesona sih sama oknum oriental ketimbang bule atau orang Jawa, hihihi...

Cooking Japan di Indonesia Japan Expo 2013

Sudah pada tahu belum tentang proyeknya Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI)-nya Jepang dan berkenaan erat dengan negara kita? Dan berkenaan juga dengan makanan?

Bekerjasama dengan First Co. Ltd, METI meluncurkan program Japan Halal Food Project. Proyek yang termasuk dalam Cool Japan Strategy Promotion Program by METI Tahun 2013 ini dimaksudkan dalam proses Jepang mempelajari dan memahami konsep halal serta mempromosikan makanan halal Jepang ke Indonesia. Oiya, Jepang sendiri punya konsep 'nyaman, aman, bersih, sehat' untuk produk-produknya yang sebenarnya tidak jauh dari konsep halal. Namun halal dalam Islam 'kan juga berkenaan dengan kandungannya, seperti tidak mengandung babi dan alkohol. Inilah yang 'sedang dipelajari' Jepang supaya ke depannya makin banyak produk makanan Jepang yang bisa dikonsumsi tanpa ragu oleh orang Indonesia.

Ada beberapa langkah yang dikerahkan dalam Japan Halal Food Project (JHFP) ini. Pak Ilfa, representatif First untuk Jakarta, mengungkapkan beberapa program dalam JHFP. Beberapa di antaranya adalah website Cooking Japan yang berisi resep makanan Jepang, info makanan halal dan budayanya, kemudian ada seminar dan press conference untuk memperkenalkan produk makanan ekspor Jepang, business matching antara Indonesia dan Jepang, demo masak ke lima sekolah, serta hadirnya booth Cooking Japan di Indonesia Japan Expo 2013, JI Expo Kemayoran ini.


Ada apa saja ya di booth Cooking Japan?

Di sana kita bisa lihat pemaparan tentang Japan Halal Food Project dan Cooking Japan-nya. Selain itu kita bisa lihat contoh produk makanan minuman ekspor Jepang yang sudah berlabel halal. Ada produk beras, kecap asin, perisa makanan, dan lain-lain. Pelabelan halal ini dilakukan oleh Nippon Asia Halal Association (NAHA). Menurut informasi dari Pak Ilfa, Beberapa 'orang' dari NAHA pun pernah di-training oleh MUI.


Senbei berlabel halal. Lihat label halal yang ada hijau-hijaunya itu kan?
Yuzu juusu dan shoyu.

Wakame, okazunori, hatsuzumi, dan mitososu (meat sauce).
Selain itu ada penjualan produk makanan minuman Jepang. Ada nori, wakame (jenis rumput laut), shoyu (kecap asin), minuman kaleng dan botol macam ocha dan milk tea, cookies, furikake (condiment untuk nasi), serta mi instan. Yang kesemuanya, menarik untuk dibeli, hihihi...  Tak lupa ada oden (jenis makanan Jepang yang direbus) dan juga onigiri (nasi kepal) ditawarkan di booth Cooking Japan.

Nah, tentang Indonesia Japan Expo 2013-nya sendiri, temanya adalah Smart Community Indonesia 2013 ~ Exhibition of Interacting Industries towards the Development of a Wealthy Nation. Maksudnya adalah memperkenalkan kepada Indonesia, bagaimana cara pembangunan dan sosialisasi energi terbarukan, implementasi teknologi untuk agrikultur, rumah, transportasi, pembangunan gedung yang dengan tujuan supaya menjadi Smart Community itu sendiri.


Kita ditunjukkan tentang konsep monozukuri (mono=sesuatu, zukuri (tsukuru)=membuat) yang dipegang oleh Jepang. Arti literalnya adalah 'membuat barang/keadaan' tapi esensinya adalah tidak hanya menghasilkan produk dengan baik namun juga meningkatkan sistem dan prosesnya. Nggak hanya di proses produksi, namun juga konsep inilah bagaimana cara Jepang memecahkan masalahnya, misal karena bencana, kekurangan SDA dan lain-lain.

Di IJ Expo 2013 banyak ekshibisi mesin-mesin gitu, tapi tetep asyik buat seluruh kalangan karena ada area bermain, booth makanan, asesoris, suvenir, panggung utama, booth pariwisata Jepang, pameran foto Kesennuma, banyak banget. Tak lupa ada booth Cooking Japan!

Cooking Japan juga lagi ngadain kuis buat para pengunjung IJ Expo 2013 terutamanya booth Cooking Japan. Hadiahnya berupa powerbank untuk 20 orang pemenang. Caranya upload foto kamu di depan booth Cooking Japan, foto dan komen terbaik bakal dipilih jadi pemenangnya. Lebih lengkapnya bisa dicek di Twitter @CookingJapan dan halaman page FB-nya! IJ Expo 2013 masih dua hari lagi loh sampai tanggal 22 Desember ^^

Facebook: Cooking Japan

Salah Kostum Di Pantai

Kalau liburan ke pantai ya cocoknya pakai celana pendek, kaos tipis, kacamata hitam, topi, sandal jepit, selendang, tak lupa pakai tabir surya di seluruh kulit terpapar matahari. Biasanya aku membawa manset alias tambahan lengan panjang supaya melindungi tanganku yang sudah hitam ini terbakar matahari. Sama seperti waktu itu. Terutamanya tabir surya dan manset sudah kusiapkan. Aku bersama temanku pergi ke sebuah pantai cantik di Pulau Sulawesi.

Tepat sampai di depan gang dekat penginapan, setelah duduk di mobil berjam-jam, langit bak mengguyur air dengan gayung besarnya. Hujan deras sekali. Awan berwarna kelabu. Akhirnya, kubuka jas hujanku untuk melindungi kami yang berjalan kaki ke penginapan. Haisss, akhirnya sunblock dan manset menjadi tak terpakai. Sedikit mengecil volume derasnya hujan, kami pun ke pantai. Aku pakai jas hujan merah jambu tercinta dan temanku memakai payung... jadilah kami salah kostum di Pantai Tanjung Bira. Kami? Aku saja ding -,-


Rupanya selain aku, ada beberapa bule yang memakai jas hujan juga sambil bermain pasir di pantai. Sebenarnya nggak masalah ya kalau hujan-hujanan di pantai, cuma kan kalau lama-lama dingin juga bo', klebus pula. Lalu... Pantai Biranya bagaimana? Cantik tidak?

Cantik laaah. Meski mungkin tidak secantik biasanya karena langitnya yang mendung. Pasti kalau langitnya cerah dan biru tambah cantik lagi. Pasirnya itu loh, putih dan halus banget kayak tepung. Temannya temanku bilang kalau seperti eskrim. Dan iya, rasanya minta di-scoop-in trus ditaruh di atas cone. Sluuurrrppp... Pasirnya menggugah untuk ditulis sesuatu dan kemudian difoto. Sudah pasti temanku menulis nama pacarnya di pasir dan dijepret. Sedangkan aku yang kebingungan menulis nama pacar yang mana, jadi nggak nulis deh. Cuma liatin doang.



Waktu senja.
Tanjung Bira terletak di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sekitar 200 kilometer dari Kota Makassar. Biasanya ditempuh dengan waktu 4-6 jam. Lumayan banget kan capek pantatnya buat duduk tuh. Retribusinya dikenakan Rp 10.000 per orang. Di sana kita bisa menikmati pantai, snorkeling, diving, island hopping, melihat pembuatan kapal pinisi, pokoknya santai kayak di pantai selow kayak di pulau lah.

Tidak beruntungnya kami, Bira dirundung hujan deras dalam dua hari berturut-turut. Padahal ya kemarin-kemarin di Makassar panasnya minta ampun! Jadilah mau renang-renang nggak mood, nyeberang pulau juga males, mau lihat pinisi di desa sebelah kok hujan deras, aaahhh. Eh tapi udah seneng sih lihat pantai dan main-main sebentar. Hari kedua aku di sana, rupanya akhir minggu, jadi namanya pantai itu penuhnya minta ampun. Plus karena hujan terus kemarinnya, banyak karang yang terikut ombak kali ya, dan 'mengotori' pantainya, jadinya pantainya nggak secantik kemarin, huhuhu.

Rame banget!
Kurang puas banget banget. Mungkin emang harus ngulangi pergi ke sana yaaa... Trus nginepnya di resort yang baguuusss, jadi dapat pantainya yang nggak ramai kayak itu. Hihihi...

Kelas Terakhir dan Gahyo

Kemarin (14/12) merupakan kelas terakhir kursus Bahasa Korea sesi 9 di Sejong Hakdang, Korean Cultural Center. Nggak berasa banget, ternyata sudah hampir tiga bulan belajar di sana. Dari yang dulu pas masuk nggak ngerti sama sekali baca hangeul, sekarang sudah lumayan bisa baca tulis hangeul. Vocab pun jadi tambah banyak. Cepat ya tiga bulan itu.

Hari ini pun ada ujian akhir dan aku nggak bisa-bisa banget tapi ya sudah lah. Dan asiknya, meski ujian pun, sama sonsaengnim dijelaskan detil apa yang harus dijawab dan pas udah ngerjain boleh nanya dong kalau ada kata yang nggak ngerti, wkwkwk. Kelas pun yang biasa selesai jam 6, kemarin selesai jam 5 sore karena rencananya setelah kelas kita bakal... makan-makan!!! Tentunya makan-makanan Korea dong.

Nametag kitaaa... where's mine???
Pas ujian...
Minggu lalu, rencananya makan di City Seoul tapi ternyata nggak jadi dan makannya di Gahyo, sebelahnya persis City Seoul. Restoran-restoran ini letaknya di samping Pacific Place dan belakang Pizza Hut. Kami sekelas pun jalan kaki dari Equity Tower ke Gahyo. Restorannya njepit gitu, nggak gitu keliatan. Aku baru tahu kalau di situ ada beberapa tempat makan.

Tempat duduknya ada yang lesehan ada yang enggak. Kami sekelas duduk di bagian yang lesehan. Dan lesehannya benar-benar lesehan. Maksud aku, aku ngarepnya lesehan terselubung gitu. Tahu kan? Biasanya kan ada restoran Jepang atau Korea yang kayaknya lesehan padahal ada bolongan tengahnya, jadi duduknya duduk biasa. Sudah bisa dipastikan... banyak yang mengeluh kesemutan... padahal duduknya sila, belom yang kayak duduk di antara dua sujud tuh.

Gahyo~
Kemudian yang terjadi adalah... bingung mesen apaan. Aku akhirnya memesan Dolsot Bibimbab (돌솥 비빔밥) yaitu nasi yang ditaruh dalam mangkuk batu/pot yang sangat panas, diberi sayur, daging, telur mentah, dan lain-lain yang kemudian diaduk. Harganya 75.000, hmmm mahal ya. Teman-teman yang lain ada yang memesan Kimchi Chigae, Sundubu Chigae, Bulgogi, dan lain-lain. Sonsaengnim juga mentraktir kita japchae, mi dari ubi yang digoreng bersama sayur-sayuran.

Oya, minumnya kita minum teh, yang kata sonsaengnim itu teh jagung tapi Eli dan aku merasa itu ada rasa-rasa wijennya. Kita diberi juga side dish yang ditaruh dalam piring-piring kecil dan refillable. Kalau abis, waiternya bakal ngasih lagi. Side dishnya macam-macam, dari salad, timun dibumbuin (kagak tahu namanya gue wkwkwk), oden, kimchi lobak, kimchi sawi putih, dan lain-lain. Mbak Hani yang duduk di depanku kayaknya nggak berhenti makan kimchi.

Side dishnya.
Nunggu makanannya pun nggak lama. Punyaku pun tiba... wowww... Aku pun bingung gimana cara makannya. Katanya diaduk. Tapi aku ngaduknya nggak oke. Jadi sonsaengnim yang kayaknya gemas, membantuku mengaduknya. Maaf ya sonsaengnim. Hihihi... Kalau nggak buru-buru diaduk, bawahnya jadi kayak intip -,- Nah diaduknya sambil dikasih gochujang alias tauco cabe merah. Kemudian makannya pakai sup rumput laut juga.

Bibimbab dan sup rumput lautnya.
Trus... enak nggak? E to... sup rumput lautnya, aku sukaaa banget tapi bibimbabnya aku merasa itu biasa aja. Aku bahkan nggak mikirin rasanya karena aku kepedesan. Yes, aku kan anti sama pedas, pedas dikit langsung males. Pedasnya dari gochujangnya. Alhasil aku me-refill gelasku berulang kali. Bibimbabnya pun tersisa sedikit karena udah kenyang banget (oh tentu saja aku punya perut kedua untuk dessert). Kalau side dishnya sih enak semuaaa... Sekarang pun aku sudah suka kimchi, meski kepedesan juga. T.T

Kimchi Chigae. Sayangnya aku ga bisa cobaaa... ada babinyaaa.
Japchae dan botol tehnya. Japchaenya enaaakkk...
Terakhir, dessert! Aku pilih iced coffee. Ada pilihan lain seperti mango pudding, coconut pudding, dan lain-lain. Iced coffee-nya enak, es kopi susu biasa sih hihihi. Mango puddingnya disajikan dengan gelas kecil dan diberi whipped cream. Aku pun minta punya si Eli. Enak sih tapi enaknya biasa...  Ternyata, teh refill, side dish, dan dessert-nya tidak dikenakan biaya plus plus. Jadi sebenarnya hitungan 75.000, enggak mahal-mahal amat ya...

Mango Pudding dan Iced Coffee. 
Angel jadi tukang foto... wkwkwk.
Foto bareng.
Angel, sonsaengnim, dan Una...
Usai makan, kami pun berfoto bersama. Selanjutnya, masing-masing foto berdua bersama sonsaengnim. Antreee... Oya, kemarin merupakan pertemuan terakhir dan belum tahu kapan ketemu lagi. Apalagi belum tentu semuanya melanjutkan kursus dan sesi kursus berikutnya entah masih beberapa minggu lagi. Pengennya sih diajar sama sonsaengnim lagi di kelas level berikutnya. Tapi kemungkinan kecil mengingat sonsaengnim yang karena pandai Bahasa Indonesia seringnya kebagian mengajar Dasar 1.

Huhuhu... aku mendadak merasa sedih...
Apalagi setelah salaman dan 'cium tangan' (meski cuma naruh tangan ke pipi/jidat sih wkwkwk) sonsaengnim dan keluar dari restoran...
Dan kemudian aku juga bertanya-tanya apakah di Korea juga pada 'cium tangan' begitu sama gurunya...

❤❤❤

Foto dari hape sendiri dan teman-teman sekelas.

Saya Sedih

Semester ini, kuliah dimulai pada awal September. Setiap pergi ke kampus, aku selalu pergi naik kereta. Pernah sih sesekali naik ojek, tapi itu kalau aku lagi mau menikmati angin Jakarta dan gara-gara kereta nggak jalan! Sebelum aku masuk kuliah semester ini, Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek sudah mulai menggunakan kartu yang di-tap untuk tiketnya bukan kertas yang di-jeglek pakai perforator lagi. Sebagai pengguna kereta secara reguler, aku pun berencana membeli kartu KRL multitrip.

Oya, pembelian kartu KRL ini bukan dengan pencet-pencet mesin seperti di luar negeri melainkan harus antre di loket. Dari awal aplikasi tiket kereta baru ini hingga sekarang, antre selalu panjang apalagi jam-jam berangkat dan pulang kerja. Ada dua pilihan kartu, single trip atau multi trip. Single trip ya untuk sekali perjalanan dan disebut Tiket Harian Berjaminan karena misal ongkos kereta 2000, harga kartunya 2000 + jaminannya 5000. Jaminannya bisa di-refund sesudah melakukan perjalanan.

Antrenya tidak panjang karena sudah siang.
Sedangkan multi trip ya seperti kartu yang bisa diisi ulang. Perdananya seharga 50.000 yang termasuk biaya kartu 20.000 dan isi pulsanya 30.000. Untuk para commuter, ya mending beli ini, meski di awal kudu beli kartu tapi lebih praktis nggak perlu antre di loket. Selain itu, harga tiket kereta jauuuhhh lebih murah dari sebelumnya! Dulu, awal kuliah naik kereta ekonomi AC ongkosnya 5.500 sekali perjalanan dengan tujuan manapun. Sampai akhirnya menjadi 8.000. Berat bok, apalagi kalau ke kampus cuma ada satu kuliah... hihihi.

Sekarang, dari stasiun dekat rumah ke kampus cuma 2.500. Jauh bener 'kan... Hitungannya, lima stasiun pertama dikenakan biaya 2.000, per tiga stasiun berikutnya ditambah 500. Gimana aku nggak cinta sama keretaaaa sekaraaanggg... ❤❤❤

Trus... apa yang bikin aku sedih? Hum... ya aku sedih pastinya mendengar berita kereta di Bintaro beberapa waktu lalu. Tapi kali ini bukan itu.

Nah, hari pertama aku kuliah, aku naik kereta dong ya dan sudah siapkan uang lebih untuk membeli kartu kereta multi trip. Sudah sampai loket tiket, rupanya kalau beli tiket multi trip hanya bisa di loket seberang. Padahal kalau mau ke loket seberang kudu masuk stasiun yang pakai mesin tap kartu. Aku pun bilang penjaganya kalau aku mau beli kartu multi trip, jadi sama dia di-tap pakai kartunya deh. Sampai di loket seberang... aku pun siap-siap membeli kartu kereta baruku.

Kartu multi tripku yang sudah hilang... wkwkwk.
Setelah aku membeli dan memegang kartunya, aku tahu-tahu merasa sedih. Huhuhu, aku memang melankolis ya. Bukan karena terharu punya kartu kereta lah! Tapi karena... kok di negara kita telat amat sih pakai kartu kereta beginian... kenapa baru sekarang?!?! Dari dulu ke mana aja?!?! WHYYY???

Kesedihan itu bertambah ketika aku pernah melihat antrean loket yang parah panjangnya sampai ke luar stasiun. Ketika aku masuk stasiun namun nggak jadi naik, dan mau keluar stasiun aja, aku belum naik kereta aja, katanya petugasnya pinaltinya 7.000. Jadi pas keluar digituin kartunya ama petugasnya. Meh. (Sekarang sih sudah bisa keluar tanpa pinalti maksimal satu kali dalam satu jam). Bertambah lagi ketika ketemu orang yang berpendapat kalau mendingan KRL balik lagi kertas yang di-jeglek. WHAT???

Oke, but yaaa... aku senang juga sih meski belum maju-maju amat KRL terlihat membaik. Selain kartu kereta, kartu Flazz juga bisa digunakan. Warung-warung di stasiun dihilangkan, yaaa meski jadi agak susah kalau mau beli pulsa, wkwkwk. Menunggu KRL juga sudah jarang selamaaaaa dulu. Sudah nggak ada lagi kereta ekonomi yang jelek itu juga. Ada juga colokan buat nge-charge.

Dirutnya KAI pun kan abisan dapet Best of the Best CEO BUMN versi majalah BUMN Track. Keren euyyy. Yaaa aku sih berharap banyak dan berdoa PT KAI semoga makin oke lagi yaaa Pak...!!

Temukan Indonesiamu Bersama Aqua

Sepanjang tahun ini, Danone Aqua mengadakan program yang bernama ‘Temukan Indonesiamu.’ Termasuk di dalamnya adalah kompetisi foto dan desain, pelelangan lukisan para pelukis muda, dan peluncuran Buku Sakti, sebuah buku tentang enam seniman Indonesia yang hadir dalam Venice Biennale 2013. Program Temukan Indonesiamu diadakan sebagai tempat untuk menuangkan kreativitas dan eksplorasi budaya untuk anak muda Indonesia.

Nah, mengapa yang diadakan adalah kompetisi foto dan desain? Menurut Febby Intan, Brand Director Danone Aqua, karena ‘dari mata turun ke hati’. Apalagi foto dan desain juga merupakan sesuatu yang ‘anak muda banget’. Karya pemenang kompetisi foto bakal dipasang di materi publikasi Danone Aqua seperti spanduk, baliho, website serta pemenang kompetisi desain bakal ada di label botol Aqua 600 ml Limited Edition. Keren banget kan!

Karya yang terkumpul mencapai 7444 buah, banyak banget ya… Dan pemenang foto diraih oleh Arik Aprilliyanto dan pemenang desain didapat oleh Eko Nurcahyo. Penasaran kayak apa karya mereka? Ada di bawah ini nih…



Desain label botol yang dibuat oleh Eko Nurcahyo bergambar pedagang-pedagang kuliner Indonesia. Mulai dari gerobak sate padang, mbok jamu, siomay, dan lain-lain. Lucu gambarnya. Rencananya botol Aqua yang dipasang label dengan desain Eko Nurcahyo ini hanya satu juta botol saja. Namanya juga limited edition kan… Hihihi, buruan beli biar nggak kehabisan!

Sedangkan foto yang menjadi pemenang bertema ‘Kerupuk Khas Indonesia’, yang merupakan foto sepeda yang mengangkut tumpukan kerupuk.. Arik Aprilliyanto bercerita ia mendapatkan foto ini saat pagi hari di dekat Pasar Kranggan, Jogjakarta. Menurut salah satu juri, Mas Timur Angin, foto ini ‘biasa tapi jedarrr’. Hanya foto ‘Kerupuk’ yang sederhana namun menyadarkan kita bahwa Indonesia punya keragaman dan keistimewaan. Dan ya bisa kita lihat sendiri… fotonya memang unik.

Kemudian, kegiatan yang lain adalah pelelangan 40 lukisan para seniman muda Indonesia. Karya lukisannya bertemakan perjalanan Bangsa Indonesia dari tahun 1973-2013. Lukisan-lukisan ini beberapa waktu lalu (dipamerkan di Energy Tower Building dan sudah dilelang pada 30 November lalu. Hasil pelelangan ini disumbangkan untuk Yayasan Kanker Anak Kasih Indonesia (YKAKI). YKAKI sendiri merupakan yayasan yang concern pada anak-anak penderita kanker Indonesia.


Selanjutnya lagi ada peluncuran Buku Sakti, buku tentang enam seniman kontemporer Indonesia yang turut serta dalam ajang Venice Biennale 2013, sebuah pameran seni kontemporer yang tertua dan terbesar di Indonesia. Membanggakan sekali kan Indonesia punya wakilnya ke sana ^^

Program Temukan Indonesiamu ini mewadahi banget kreativitas anak bangsa, makanya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat mendukung program ini. Sapta Nirwandar, wakil Menparekraf, menyatakan sambutan baiknya terhadap Temukan Indonesiamu dan berharap ini bisa menjadi sarana kreasi terbuka yang dikreasikan, dikerjakan, serta diperuntukkan bagi generasi muda dengan tujuan untuk menginspirasi masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Program Temukan Indonesiamu bakal diadakan berkelanjutan di tahun-tahun ke depan. Kalau karya yang turut serta tahun ini keren-keren, gimana tahun depan ya… Oh ya, kalau sudah lihat Aqua dengan label limited edition karya Eko Nurcahyo, jangan lupa beli yaaa!

#MyDreamLunchAtRoppan: 'Green Lunch' At Roppan

Dari sejak lama, tulisan besar Roppan ロッパん di luar salah satu mal di Jakarta menarik perhatianku. Namun aku baru mencobanya akhir-akhir ini dan baru dua kali. Roppan merupakan 'warung' berkonsep Jepang yang menawarkan menu utamanya yaitu toast. Nama Roppan terinspirasi dari Roppongi, nama daerah yang nge-hip di Tokyo dan 'pan' yang berarti roti.

Roppan juga sangat cozy, kalau diibaratkan manusia, Roppan itu ceria! Dan tentu saja, Roppan asik buat nongkrong. Plus harganya nggak mencekik. Selain menu toast, Roppan juga punya menu Appetizer + Hot Kitchen untuk 'makanan berat' seperti ramen, udon, sushi, atau bento. Juga ada Rocha + Authentic Drinks, varian menu minumannya.

Tisu Roppan bikin pengen ke Jepang!
Genmaicha milk tea... enak loh!
Belum banyak yang aku coba di Roppan. Menu toast saja baru pernah coba sweet T-pan Momo no Tsubasa dan Choko Foretto. Rocha pernah coba Genmaicha milk tea. Menu Hot Kitchen belum pernah sama sekali. Nah, seandainya aku punya kesempatan makan siang di sana, aku ingin menu-menu di bawah ini. Tema #MyDreamLunchAtRoppan ini aku namakan 'Green Lunch'. Kenapa?

1. Green Chahan


Salah satu menu yang bikin aku penasaran, ya Green Chahan. Chahan berarti nasi goreng. Di piring Green Chahan ada nasi goreng hijau, chicken katsu, kering kentang pedas, kacang dan teri pedas, serta sambal. Dan aku baru liat ada menu makanan bernama Green Chahan ya di Roppan ini. Makanya... pengeeennn!

2. Matcha Honey Toast


#MyDreamLunchAtRoppan kan nggak sendiri, jadi kalau udah makan makanan berat, masih kuat lah ya kalau makan Matcha Honey Toast. Sharing gitu. Atau sebenernya aku sendiri makan juga kuat ya? Hihihi... Nah, Matcha Honey Toast ini roti panggang yang atasnya dikasih kacang merah dan es krim matcha.

3. Genmaicha Milk Tea


Trus... minumnya Rocha Genmaicha Milk Tea. Tak lupa egg puddingnya... Topping itu yang paling aku sukaaa. Genmaicha Milk Tea warnanya hijau ya... jadi semua yang aku penasaranin warnanya hijau hihihi, makanya kunamai Green Lunch.

Sekian #MyDreamLunchAtRoppan-ku!
Oh iya... pengennya lagi, abis dari sana, bisa bawa pulang ini nih...


Wkwkwk... semuanya dipengenin!

Roppan
www.roppan.com
Twitter: https://twitter.com/Roppanista
Facebook: Roppan Indonesia

Foto milik pribadi (paling atas) dan milik Roppan.