Saat Nanti Aku Berusia 23...

Masih ada beberapa waktu untukku sebelum berulang tahun ke-23. Dan hidupku sampai sekarang, rasanya kok belum berkontribusi apa-apa untuk orang tua bahkan untuk bangsa, hehehe... Cita-cita masih banyak yang belum terlaksana dan untuk manusia muda sepertiku ya yang terpikir untuk umur 23 nanti ya berkenaan dengan cita-cita. Dan bukannya nikah... *eh. Banyak rencana yang kuangankan, dari rencana A sampai Z.

Tapi kira-kira... ketika aku sudah menginjak usia 23... aku ingin...
1. Aku sudah lulus kuliah.
2. Aku sudah mandiri secara ekonomi.
3. Pasporku sudah terisi cap setengah lebih. *obsesi banget*
4. Punya blog yang menghasilkan banget.
5. dan lain-lainnya.

Tapi plan besarnya adalah:

Plan 1
Saat di umurku 23 nanti, aku sedang mengambil gap year setelah lulus kuliah dan kemudian, keliling dunia! Aku akan memberanikan diri untuk pergi sendiri, aku mau bertemu banyak manusia baru, dan mendewasakan diri. Keliling dunia merupakan salah cita-citaku dan sudah minta izin sama mama untuk pergi jalan-jalan sendiri setelah lulus. Cuma kan masalahnya, punya duit atau kagak ntar pas aku berumur 23... pasti punya, amiin. ^^

Plan 2
Kalau tidak begitu ya, kepengennya aku ikutan Indonesia Mengajar. Setelah aku gagal ikutan Kuliah Kerja Nyata di kampusku ke Maluku atau Papua, aku masih berobsesi untuk tinggal di pedalaman dan melihat kondisi nyata di lapangan. Aku ingin sekali bertemu orang-orang Indonesia yang kehidupannya berbeda sekali denganku. Cuma kan masalahnya, lolos kagak ikutan Indonesia Mengajar. Lihat profil pengajar mudanya saja, aku sudah minder duluan, wahahaha...

Plan 3
Aslinya, aku kepengen sekolah lagi tapi yang nggak berhubungan sama ekonomi-ekonomian lah. Mumet aku dan juga nggak begitu suka. Maunya belajar psikologi atau literatur gitu dan di luar negeri! Cuma kan masalahnya, harus terus berburu beasiswa nih!

Plan 4
Sejenis dengan plan 2, aku tuh punya keinginan untuk menjadi pekerja kemanusiaan. Di umurku yang ke 23 nanti, aku ingin join organisasi PBB atau NGO Internasional yang berhubungan dengan kemanusiaan.

Postingan ini kok rasanya curhat banget tapi itulah yang ingin kulakukan di episode selanjutnya dalam hidupku. Doakan ya ^^

Dan untuk Mbak Ayu... yang mirip Dewi Perssik. Selamat ulang tahun ya, yang ke-23, Mbak. Panjang umur, selalu sehat, makin cakep, makin sukses terutama karirnya dan bisnisnya. Aku ditraktir kripik pisang cokelat juga mau loh... <- ini sarannya. Aku nggak punya kritik. Anyway, kapan kita jumpa lagi, Mbak?

Seri Ketiga Djarum Super Sirkuit Nasional Jakarta

Jujur aja, aku baru tahu mengenai Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) itu ya tahun 2013 ini. Acara Sirnas dilaksanakan tiap tahun dan diadakan di beberapa kota besar Indonesia. Ajang ini merupakan persembahan Djarum untuk dunia perbulutangkisan Indonesia. Di tahun 2013 ini, Jakarta merupakan seri ketiga setelah Balikpapan dan Lampung. Kategorinya ada tiga, yakni remaja, taruna, dan dewasa. Di tahun sebelumnya bahkan ada kategori veteran. Ini dimaksudkan agar meningkatkan kualitas turnamen.

Nah, yang seri ketiga Jakarta sendiri diadakan di GOR Asia Afrika yang letaknya di sebelah Hotel Mulia Senayan. Aku kira awalnya GOR Asia Afrika berada di dalam Gelora Bung Karno, mana udah nyasar masuk pintu GBK, eh ternyata lokasinya di luar GBK meski nggak begitu jauh. Pembukaannya dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan melakukan servis bola secara simbolis. Peserta Sirnas 2013 Jakarta sejumlah 992 dan terdapat 1061 pertandingan! Wow!

Di depan GOR Asia Afrika.
Seri Jakarta merupakan seri yang paling bergengsi karena ada beberapa pemain pelatnas yang bertarung seperti Vita Marissa dan Trikusharyanto juga beberapa atlet asing. Penonton Djarum Sirnas 2013 sebagian adalah orangtua atlet yang berada dalam kategori remaja dan taruna. Seperti misalnya Ibu Nining yang berasal dari Boyolali. Beliau merupakan orang tua dari Arsya Isnanu yang menjadi juara Ganda Putra Taruna. Beliau sudah berada di Jakarta sejak Arsya masuk ke babak 16 besar tentu ia terharu akan kemenangan putranya.

Sementara itu, Danang Dwi harus kecewa kalah di babak final Ganda Putra Remaja. Putra asal Karanganyar yang berusia 16 tahun ini sudah belajar bulutangkis sejak kelas 1 SD. Meskipun menjadi juara 2, ia mendedikasikan kemenangannya untuk orang tuanya. Ibunya, Sri Sudariatmi, sangat senang dan berharap bisa menang di ajang bulutangkis yang ia ikuti selanjutnya.

Jakarta baru pemberhentian ketiga untuk Sirkuit Nasional tahun 2013 ini. Masih ada beberapa kota lagi hingga November 2013 nanti loh.


Daftar juara Djarum Super Sirnas 2013 Jakarta ialah sebagai berikut:

Tunggal Putra
Remaja : Panji Ahmad Maulana vs Arief Wahyu Setiawan, 21-17 21-13
Taruna : Firman A K vs Alvindo Saputra, 21-13 21-16
Dewasa : Alamsyah Yunus vs Senatria Agus Setia, 20-22 21-5 21-15

Tunggal Putri
Remaja : Gregoria Mariska vs Desandha Vegarani Putri, 21-15 19-21 21-9
Taruna : Fitriani vs Rena Asela, 21-13 21-13
Dewasa : Febby Angguni vs Ana Rovita, 21-9 15-21 21-17

Ganda Putra
Remaja : Raynaldi/Wisnu Cahyo Saputro vs Danang Dwi S/Ridho Islami, 21-12 121 21-17
Taruna : Arsya Isnanu/Yantoni Edy vs Abu Bakar/Tedi Supriadi, 21-19 21-18
Dewasa : Rendra Wijaya/Rian Sukmawan vs Darmiko/Wifqi Windarto, 21-15 14-21 21-12

Ganda Putri
Remaja : Dianita Saraswati/Yulfira Barkah vs Marsheilla Gischa/Rofahadah Supriadi, 21-19 14-21 21-19
Taruna : Masita Mahmudin/Uswatun Khasanah vs Febriani Endar/Ristya Ayu Nugraheni, 21-16 21-16
Dewasa : Variella AprilSasi/Vita Marisa vs Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita, 15-21 mundur

Ganda Campuran
Remaja : Yantoni Edy/Marsheilla Gischa vs Fauzi Habibi/Apriani Rahayu, 21-17 19-21 21-13
Taruna : Rian Swastedian/Masita Mahmudin vs Reinard Dhanriano/Sinta Arum 21-17 21-15
Dewasa : Trikusharjanto/Vita Marisa vs Fernaldi Gideon/Endang Nursugianti, 21-15 21-10

Dan sekarang, Djarum Super Sirnas 2013 sedang berada di Kota Bandung!
Teman-teman suka bulutangkis?

Terharu

Sore ini aku beradu dengan kemacetan Kota Jakarta. Tumben-tumbenan pulang kuliah sore dan aku masih harus berjibaku dengan business district-nya Jakarta. Tadi aku harus mengunjungi suatu tempat di daerah Senayan. Jalanan penuh sekali, macetnya mobil membuat seakan-akan mobil-mobil itu parkir di tengah jalanan aspal. Beberapa kali menyeberang jalan yang mobil berlalu-lalang terus menerus. Susah sekali. Para mobil itu sepertinya susah sekali mengalah. Ah...

Setelah lama tak pernah keluar Indonesia, aku baru ke luar negeri ketika umurku 18 tahun. (Sekarang 19 tahun, hahaha pret). Waktu itu seorang teman mengajakku pergi ke Singapura. Mamaku membolehkanku untuk pergi. Yah bagaimana sih, seperti pertama ke luar negeri, ke negara maju pula, norak gitu deh ya. Di Singapura, seringnya kan jalan kaki kan ya.


Sampai akhirnya, aku dan temanku harus menyeberang jalan. Sebuah mobil Mercedes berhenti sebentar untuk menunggu kami menyeberang. Tak hanya pas itu. Selalu selalu selalu ketika kami menyeberang, kendaraan selalu mengalah. Namanya juga norak kan ya, aku terkagum-kagum sekaligus terharu. Sebagai pejalan kaki, rasanya dihormati banget. Aku senang.

Pas menyeberang di Senayan tadi, aku jadi teringat kondisi nyeberang-menyeberang di Singapura. Padahal, menunggu sebentar untuk mengalah pada pejalan kaki yang menyeberang kan mudah ya. Ah nggak paham lagi...

Mecucu Maksimal

Mau mecucu pun eike tetep oke beud kan...
Sejak dua minggu lalu rasanya ini muka bawaannya pengen cemberut terus. Biasanya kalau lagi hepi atau bakal dapat keberuntungan, bawaannya pengen senyum-senyum sendiri meski nggak lagi mikirin sesuatu. Tapi sekarang berbeda... Dimulai sejak dikabari kalau ada training Jenesys yang waktunya bersamaan dengan ASEAN Blogger Festival 2013. Panik deh, mana sudah membayangkan bertemu dengan teman-teman blog yang belum pernah kulihat sebelumnya!

Cerita ke beberapa teman, hampir semua bertanya, "Hayooo, Solo sama Jepang pilih mana?" Ya pilih Jepang lah, tapi baru training kan. Dan ini bukan masalah Solonya, tapi ketemu teman-teman bloggernya itu loh. And now, my story about really amazing yesterweek!

Hari Senin (6/5) pagi-pagi jam enam aku pergi ke salah satu kantor kementerian untuk mengurus berkas Jenesys-ku. Di sana sampai sekitaran jam delapan, naik metromini ke arah Stasiun Sudirman. Eh kok ya dapat KRL yang ekonomi... beruntung dapat duduk. Sampai kampus, salah turun stasiun sehingga kudu naik bus kampus. Jalan kaki dari halte bus menuju rektorat kemudian ke gedung PPMT. Aku datang untuk interviu K2N (Kuliah Kerja Nyata).

Aslinya, jadwalku hari Selasa namun aku datang hari Senin. Lah baru diumumin barusan sedangkan aku udah ada jadwal dolan ke Jogja, hihihi. Sampai PPMT, panitia K2N memintaku interviu di Gedung PMB di mana lagi itu yak, jalan kaki lagi deh. Gembrobyos! Sampai Gedung PMB, hanya ada tiga panitia dan tidak ada yang diinterviu. Aku diminta menunggu sebentar sampai Ketua Pelaksana K2N-nya datang.

Tugu palsu dan tugu asli.
Si panitia bilang ke ibunya kalau jadwalku harusnya Selasa. Dan ibu itu langsung pasang muka jutek. Nanya-nanya aku ke mana Selasa, ada keperluan apa. Heh, emang itu masalah buat lo? Aku udah capek jalan nggak sanggup senyum lagi. Akhirnya si ibu bilang, "Kan jadwal kamu Selasa, kenapa saya harus mengakomodir kamu? Besok aja deh ya." Aku cuma bilang, "Oh gitu." Langsung keluar ruangannya. Aish, ngebetein padahal nggak ada antrian interviu juga. Gagal deh ke Papua!

Interviu K2N sebelah ada yang sama kayak aku, hari Selasanya nggak bisa. Udah sampai nangis-nangis juga nggak dikasih. Alasannya: masalah kedisiplinan. Kalau panitianya disiplin sih enggak apa-apa, wong pengumuman tadinya Maret diundur jadi Mei. PRET abis lah. Aku sama sekali nggak respek sama panitia K2N kalau bawa-bawa alasan kedisiplinan cuma gara-gara datang interviu hari Senin meski jadwalnya Selasa. Weh, blogger memang berbahaya. Semoga baca yak panitia K2N-nya...

Abis gagal interviu, aku musti kelas dulu. Pulang, ke bandara, udah kepagian eh pesawat delay satu setengah jam pulak. Di Jogja disamperin dua temen blogger cakep, nyamperin temen blogger juga, jalan-jalan, wisata kuliner sama Aziz, dll dll.. Seneng sih seneng, tetep aja bawaannya pengen mecucu. Akhirnya aku pilih ke ABFI dengan minta ijin Project Officer Training Pertukaran Pemuda-nya. Udah gitu ke Solo telat berangkatnya. Plus aku dikabarin ada tugas kelompok yang aku gak ingat sama sekali dan deadlinenya besoknya. Aish...

Di Solo sempat muntah-muntah keluar kabeh sampai nggak doyan makan. Ikutan ABFI yap aku hepi tapi kurang total aja, hihihi. Tapi hepi banget lah waktu ketemu Paundra di Mangkunegaran! Huehehehe... Udah sampai Jakarta, wisata kopdar bunda-bunda bersama Lozz Akbar. Hepi sih tapi mbuh ki pikirane kok akeh, fufufu. Ada lima tugas yang meski kukerjakan sebelum Jenesys. Ah... Selownya ke manaaaa~

Hepiiii~
Huft puahhh huft puahhh *tarik nafas keluar nafas* Hepi hepi aku hepi! Ahahaha aku curhat rek di blog!

Aniwe, aku belum umumin pemenang quiznya, so ini pemenangnya!
1. Esti Sulistyawan
2. Bung Penho
3. Lies Hadie

Kirim alamat ya ke sittirasunawibawa [at] ymail [dot] com. Tengkyuuu~

Sepur Kluthuk: Dalat vs. Solo

Belum berkesempatan mencoba kereta tua di Ambarawa, puji Tuhan akhirnya aku naik dua kereta uap tahun ini. Pertama di Dalat, Vietnam dan yang barusan di Surakarta ketika event ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013.

So, mari kita lihat kereta uap di Dalat dulu. Waktu aku ke Vietnam, aku nyangking sebuah buku Lonely Planet yang juga mencakup daerah Vietnam. Melihat bagian Dalat, tertulis di sana Cremaillere yang juga dijelaskan bahwa ada stasiun tua yang menyediakan fasilitas kereta uap dengan jarak sepanjang 7 km mencapai sebuah desa. Tapi kok tidak jelas jadwalnya ya...

Sebuah peta kota Dalat kami dapatkan dari resepsionis hotel. Petanya sangat lengkap, mulai alamat bank, penginapan, tempat-tempat wisata bahkan ada penjelasannya di peta itu. Namun sedihnya adalah semuanya berbahasa Vietnam. Aku jadi ngerasain bagaimana rasanya turis asing pergi ke Indonesia yang jarang ada informasi/plang dan lain-lain yang berbahasa Inggris. Pasti susah banget. Akhirnya ketemu dalam peta itu bahwa stasiun tua itu disebut: Ga Đà Lạt, yang berarti stasiun Dalat.

Rambuteeeee~ at Stasiun Dalat, Vietnam. Baju gue nabrak-nabrak warnanya entah berapa lapis.
Pagi-pagi aku dan temanku Bellita jalan kaki menuju stasiun itu sekitar 2 km dari hotel untuk mengejar jadwal kereta paling pertama. Sampai dekat sana, rupanya uang Dong Bellita kurang, sedangkan uangku tak sanggup juga kalau membayar dua tiket. Akhirnya kami jalan kaki lagi ke tengah kota untuk mencari ATM dan juga money changer. Balik lagi deh ke stasiun Dalat. Beruntungnya kami, ternyata yang jadwal pagi tidak diberangkatkan karena orangnya kurang. Kalau tidak salah, minimal 10 turis asing baru kereta bisa diberangkatkan. Tiketnya sendiri harganya 124000VND (60 ribu rupiah) untuk turis asing.

Cremaillere sendiri berarti jenis jalan rel. Yang menarik dari wisata kereta uap di Dalat ini adalah bahwa stasiunnya adalah bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1943 oleh arsitek Perancis, Moncet dan Reveron. Gayanya art deco dan loket tiketnya masih asli sejak dulu kala. Selain itu, kereta uap Dalat akan membawa kita ke sebuah kampung bernama Trai Mat dengan jarak sekitar 7 km. Di Trai Mat ada sebuah pagoda Linh Phuoc.

Loko dan eike.
Gerbongnya.
Chua Linh Phuoc.
Tapi menurutku Trai Mat dan pagodanya nggak spesial ah. Yang spesial adalah pemandangan saat perjalanan karena tersebar perkebunan bunga-bunga dan itu cantik sekali. Makanya Dalat adalah City of Flowers. Selain itu dadah-dadah sama anak sekolah yang juga dadah-dadah ke kita yang dilewati rel juga pengalaman mengesankan!

Bunganya pada ditutupi.
Bagaimana kereta uap di Solo ya?

Jaman masih kecil kalau ke Solo, entah kenapa aku selalu amazed dengan rel kereta yang sejajar dengan jalan raya. Di bayanganku rel itu dipakai secara reguler rrr tapi aku nggak tahu kenyataannya bagaimana. Sampai suatu saat aku mendengar tentang sepur kluthuk Jaladara. Ya tapi gitu deh, cari info susah cari kejelasan. Akhirnya aku nemu paket naik Jaladara di salah satu website dengan harga lumayan mahal, eh kok ya belum berkesempatan juga.

Sampai tahun lalu, aku cuma liat saja itu Jaladaranya lewat... Sampai akhirnya, aku naik juga itu sepur Jaladara ketika hari keempat acara ASEAN Blogger Festival kemarin. Awalnya kupikir aku gagal naik kereta ini, karena bangun kesiangan. Aku ikut naik bus rombongan tapi parkir di Gladag. Aku, Mbak Idah Ceris, dan Mas Jarwadi pun jalan menyusuri Car Free Day Solo. Dan kita lihat Jaladara jalan timik-timik (pelan sekali) menuju ke arah kami. Ada petugas Dishub dan setelah ditanyakan kami bisa melompat ke kereta.

Dan, happp! Lompat! Akhirnya Jaladara kuinjak jugaaaaaaa!!!

Trying to be anti-mainstream, no peace sign. Sebelum lompat ke kereta.
Peserta ABFI~
Sepur kluthuk Jaladara digunakan sebagai fungsi wisata sejak September 2009. Loko yang digunakan berseri C1218 dan dibuat oleh Hartmann Chemnitz Jerman pada tahun 1896. Sedangkan ketel uapnya digantikan dengan ketel uap buatan Hohenzollern AG Dusseldorf Jerman pada tahun 1927.

Rute Jaladara ini dimulai dari Stasiun Purwosari menuju Sangkrah (Solo Kota) lalu kemudian kembali lagi. Jarak yang ditempuh pulang pergi sekitar 11,2 kilometer. Nah, bahan bakar kereta uap ini adalah 4 meter kubik air dan 5 meter kubik kayu jati. Kenapa kayu jati? Katanya sih karena kayu jati ialah yang awet dan lebih tahan lama. *ga ngerti beda awet dan tahan lama

Kereta Jaladara ini dapat 'dicarter' dengan tarif 3,5 juta sekali perjalanan. Namun, kok kemarin ada yang ngasih tahu aku 10 juta yak, hihihi. Katanya lagi kalau umum bisa naik dengan biaya 50 ribu per orang. Tapi nggak paham liat info resminya di mana...

Tebak mereka siapa.
Sesampainya di stasiun Solokota, yak yak yak, foto-foto dulu lah yau. Selain itu si lokomotif pindah posisi karena untuk kembali ke arah Purwosari. Sekitar 30 menit, kereta kembali berjalan. Sampai depan Pusat Grosir Solo, peserta ABFI yang naik Jaladara gelombang pertama dipersilahkan turun. Sementara yang belum sempat naik, ya naik deh... Karena aku, Idah Ceris, dan Mas Jarwadi baru naik kereta nggak jauh dari tugu Slamet Riyadi, kami tetap ikut kereta ke Purwosari deh!

Sampai Purwosari? Ya foto-foto lagi lah!

Solow~
Lalu which is better for me? Well aku nggak bisa compare apple-to-apple karena baik kereta uap di Dalat dan Solo memiliki perjalanan yang berbeda dan semuanya sama-sama mengesankan!

Ngeroemi


Kalau teman-teman adalah orang Jogja atau sering ke Jogja pasti tahu yang namanya Mirota. Mirota ini punya banyak usaha, ada supermarket, toko roti, Mirota Batik, dan toko eskrim. Nah toko eskrim Mirota ini namanya Roemi yang kepanjangannya Roemah Mirota. Letaknya di Jalan Suroto No. 1 Kotabaru, Jogjakarta. Sebelah SMA 3 Jogjakarta dan nggak jauh dari SMPku dulu, SMP 5 Jogjakarta. Jaman SMP dulu, bangunan yang sekarang Roemi adalah sebuah warnet dan game center milik Mirota. Banyak temanku dulu sering ke sana usai sekolah hanya untuk main game.

Waktu tahu tempat itu berubah menjadi Roemi, aku jadi penasaran. Aku ke sana dan mendadak kenjen ama masa-masa SMP-ku dulu. Uh, memang melankolis diriku ini. Di Roemi bisa duduk di luar atau di dalam, ya aku pilih di dalam lah ya, sumuks. Di bagian depannya, Roemi menjual cokelat, snack, dan permen. Ada cokelat yang aku nggak pernah lihat sebelumnya di Jakarta seperti cokelat Jejamuan, apalagi ya, lupak. Aku pun duduk di meja nomor tiga.


Liat menunya, heleh. Bingung eike, kok pengen semua... Nggak cuma menu dengan eskrim tapi ada juga menu makan besar dan snack. Akhirnya kuputuskan untuk membeli Waffle Ice Cream. Yang aku kurang suka, waiter-nya kutanyain menunya nggak begitu paham. Eskrim yang aku pilih adalah rum raisin. Hmmm...

Nggak berapa lama, sampai wafel pesananku. Hmmm...


Waffle dilumuri saus cokelat ditambah dengan potongan pisang dan stroberi. Kemudian ditambahkan satu scoop eskrim rum raisin. Aku mencoba eskrimnya dan tada! seketika itu kecewa. Bahkan nggak ada rasa rum rum-nya blas! Lebih kayak rasa esens apa gitu, duh. Sudah gitu wafflenya dingin, anyep. Padahal kudunya wafflenya kan hangat-hangat gitu. Menurutku sih harusnya dia menambahkan dengan saus cokelat satu wadah untuk makan buahnya. Jadi kayak fondue, dicocol di cokelat.

Harganya nggak begitu mahal, tapi jujur aja aku kecewa sih. Bismillah deh kuhabiskan, asem. Nggak enak, bikin gendut pulak. Hihihi, tapi nggak apa lah buat coba-coba. Bisa jadi mungkin eskrim rasa lainnya enak, ya nggak tahu juga sih belum ke sana lagi...

Ada yang pernah ke Roemi?

Rumah Gila Dalat

Perjalanan menggunakan bus dari Ho Chi Minh City menuju Dalat ditempuh dalam waktu hampir 10 jam. Padahal jarak antara keduanya hanya 322 km, busnya jalannya pelan sekali. Sampai-sampai temanku rasanya kepengen gantiin supirnya. Dalat ialah sebuah kota kecil yang terletak di Central Highlands Vietnam. Mau ada musim panas atau musim dingin, Dalat nggak akan terpengaruh karena berada di ketinggian 1500 mdpl. Suhu terpanas tercatat 27 derajat Celsius sedang terendahnya 6,5 derajat Celsius.

Sampai di sana, turun dari bus. Ah ternyata nggak dingin-dingin amat. Karena HCMC panas, kala itu yang kupakai adalah celana pendek dan kaos oblong saja. Selanjutnya, kami go show ke penginapan. Sempat masuk satu penginapan, murah banget cuma 7 USD per malam. Namun karena kami adalah turis sok-irit-tapi-manja-maksimal dan kamar mandi penginapan itu jelek, jadi kami nggak menginap di sana. Akhirnya kami memilih menginap di Thuy Tran, sebuah hotel keluarga. Kamarnya homy, ada dua double bed di dalam yang mana untuk empat orang dan kami cuma berdua, dan tarifnya hanya 12 USD per malam.

Suhu 15 derajat masih ngeyel tadinya nggak mau pake coat. Kempolku gede euy...
Tujuan pertama kami di sana adalah melihat Crazy House. Bangunan ini merupakan sebuah penginapan namun arsitekturalnya aneh sekali. Yap, sesuai namanya! Arsiteknya, Dang Viet Nga, membuatnya menjadi 'fairy tale house'. Bentuknya menyerupai pohon besar, ditambah ornamen-ornamen aneh, hewan, gua, pokoknya menurutku horor banget lah. Karena dari penginapan kita hanya dua kilometer, kami pun berjalan kaki. Saat itu sudah sore sekali.

Crazy House ini dibuka untuk umum. Tiketnya seharga 35000VND atau sekitar 17 ribu rupiah per orangnya. Sampai sana, hari sudah menggelap. Bukan rugi karena foto-fotonya jadi nggak bagus, namun karena suasananya yang makin menghoror. Ada beberapa turis mancanegara yang sedang melihat-lihat Crazy House, tapi tetap saja, berasa mengerikan. Anyway, ada 10 kamar yang disewakan di sini dan temanya berbeda-beda. Nggak mahal sih antara 300-600 ribu rupiah. Cuma menurut ulasan di internet sih banyak bilang nggak bersih. Selain itu masak kamarnya keliatan dari luar gitu.



Arsitekturnya memang unik, aneh, plus membingungkan. Masuk dari mana, keluarnya dari mana. Setelah kupikir-pikir, kalaupun aku datang siang aku juga takut deh kalau ke sana. Mau temanku Bellita ada di sampingku terus rasanya tetep merinding disko bok. Ada semacam ruang keluarga dan ruang tamu yang bisa kami masuki. Terpasang di sana tulisan-tulisan, yang kayaknya sejarah gitu. Cuma aku males bacanya, sudah kadung takut...



Makin malam, Dalat makin dingin. Aku kedinginan sekali. Mana pakai sandal jepit dan celana pendek pulak. Mantap lah. Sepulang dari Crazy House, kami pun mampir ke sebuah warung untuk minum kopi dan teh atiso (artichoke). Maksudnya sih untuk menghangatkan diri gitu. Tak berapa lama kopi datang, eh kok panas banget. Kutunggu lah sebentar. Eh baru sebentar, kopinya sudah dingin banget. Kayak es kopi, lupa suhu di sana kan dingin banget. Asem...

Yang aku nggak paham, kok beli kopi dikasihnya cuma sepertiga gelas yak. Hihihi... Akhirnya aku pulang-pulang sampai penginapan mengeluh kedinginan terus... Uw uw uw...

Netizen to Netizen (N2N) Marketing Menuju ASEAN Community 2015

Saat seminar pre-event Asean Blogger Festival disebutkan bahwa ada dua juta pesan per menit yang dikirim melalui Facebook di Indonesia. Dan kira-kira ada berapa persen pesan yang membahas mengenai ASEAN Community 2015?

Aku geli sendiri. Dasar memang tidak update berita, jangankan membahas ASEAN Community, aku baru tahu istilahnya saja sebulan yang lalu. ASEAN Community adalah komitmen negara anggota ASEAN dalam tiga pilar yakni politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Mari sampingkan pilar politik dahulu. Pilar ekonomi, ASEAN Economic Community yang dilansir 2015 mendatang sedikit mengancam perekonomian Indonesia. Kenapa? Karena kebijakan perdagangan zero tariff, mungkin bisa menyakiti pasar domestik.

Indonesia menuju ASEAN Community 2015.
Namun yang terjadi bisa sebaliknya jika adanya zero tariff menjadikan para pengusaha Indonesia semakin meningkatkan daya saing dan produktivitas mereka. Satu hal lagi, yang paling esensial adalah: marketing. Marketing menghubungkan antara proses produksi oleh produsen hingga akhirnya bisa dikonsumsi oleh konsumen. Marketing tak hanya sebatas menjual produk, namun juga ide. Marketing adalah ilmu yang menghubungkan manusia. And it's all about marketing!

Marketing dengan sasaran konsumen ada business to consumer (B2C) atau consumer to consumer (C2C). Misal saja sebuah perusahaan membuat promosi produknya seciamik mungkin dan iklannya bahkan keren banget, tapi bisa saja kalah andai seorang teman dari kita hanya bilang satu kalimat yahud, "Produknya jelek ternyata, cuy." Kemudian kita nggak jadi beli produk itu. Jadi pada dasarnya, kita sebagai konsumen lebih mudah terpengaruh oleh promosi teman sendiri atau C2C. Ya 'kan?


Menurut Hermawan Kertajaya, seorang pakar marketing, ada tiga garda terdepan pemasaran masa kini. Youth, women, dan netizen. Untuk masa kini sebagian besar youth dan women, juga termasuk netizen. Dan netizen to netizen (N2N) marketing, ini aku cuma mengarang istilah, tapi basisnya sama dengan C2C marketing namun menitikberatkan pada netizen. Jaman sekarang, kamu nggak perlu tanya teman mengenai pendapat mereka tentang produk yang dikonsumsi. Tinggal keluarkan gadget dari saku, cari di google, dan ulasan mengenai produk yang ingin kamu ketahui keluar semua pada laman pencarian.

Netizen menuliskan pendapatnya pada jejaring sosial. Kemajuan teknologi era kini menyebabkan tumbuhnya profesi-profesi baru seperti buzzer Twitter, influencer, banyaknya permintaan advertisement post bagi para blogger, yang mungkin belum ada 15 tahun yang lalu. Ini artinya pemasaran yang efektif ialah melalui social media dan ini merupakan netizen to netizen (N2N) marketing.

Di dekade ketiga abad 21, prediksinya Indonesia bisa menghadapi dua pilihan. Yang pertama adalah menjadi macan Asia yang kuat atau menjadi bangsa yang gagal. Salah satunya tergantung bagaimana kita memanfaatkan adanya ASEAN Community yang terbentuk pada tahun 2015 mendatang. Event Jakarta Marketing Week yang diadakan oleh The MarkPlus Conference merupakan bentuk usaha dalam menegakkan pilar ekonomi Indonesia pada ASEAN Community 2015.

Main Game di Perpustakaan

Perpustakaan di fakultasku menyediakan berbagai fasilitas. Ada ruang baca, ruang skripsi, peminjaman buku teks kuliah, namun bagian perpustakaan favoritku adalah English Self-Access Centre (ESAC). ESAC ini berlokasi di lantai empat, lantai paling atas perpustakaan fakultasku. Dari namanya, jelas, bacaan yang ada dalam bagian ini ialah khusus berbahasa Inggris.

Kalau aku ada istirahat yang agak lama atau ingin bersantai-santai biasanya aku pergi ke ESAC. Teman-temanku sendiri banyak yang malas ke sana, alasannya karena letaknya di paling atas, jadi naik tangganya ampun dah. Memang sih, naik tangga ke ESAC bikin nafas tersengal-sengal. Tapi ya gimana, bagian favorit perpustakaan di situ. Di sana, aku bisa membaca majalah National Geographic bahkan dari edisi tahun 2005 hingga yang terbaru. Ada lagi majalah Reader's Digest, Tempo edisi Bahasa Inggris, dan majalah TIME.


Selain itu, terdapat juga novel berbahasa Inggris mulai dari level yang paling mudah hingga yang susah. Menariknya, di ESAC ini terdapat televisi yang bebas kami tonton dan bahkan ada peminjaman film untuk ditonton di ESAC. Satu-satunya film yang pernah kutonton di ESAC adalah A Walk To Remember. Ada pula beberapa permainan yang bisa kami lakukan untuk melatih perbendaharaan kata Bahasa Inggris. Misalnya saja, Scrabble, Boggle, dan UpWords. Beberapa kali aku memainkannya dengan teman-temanku. Asik kan, bahkan di perpus bisa main game!

Main Upwords bersama teman-teman.
List film dan game. 
TV dan rak majalah.
Seringnya, aku membaca majalah Reader’s Digest. Meski Bahasa Inggrisku nggak bagus, dengan membaca itu aku berharap bisa meningkatkan pengetahuan Bahasa Inggrisku. Selain itu artikelnya ringan-ringan namun tetap berisi dan inspiratif. Kalau sepi biasanya aku membaca majalah sambil tiduran di sofa. Suatu kali aku tertidur dengan majalah tergeletak di dadaku bahkan waktu itu sampai mimpi. Nggak berapa lama, eh ada ibu penjaga ESAC yang membangunkanku.

“Neng, di perpus nggak boleh tidur, Neng.”

Aku pun terbangun. Padahal enak tidurnya, hihihi

Teman-teman suka ke perpustakaan? Apakah di perpustakaan yang biasanya teman-teman kunjungi ada permainan yang bisa dimainkan?

Minta Tolong + Quiz

Haloooo teman-teman semua! Aku mau minta tolong nih. Postinganku masuk 50 besar Kontes Blog Kartunet... dan, membutuhkan vote teman-teman semua, wehehehe! Ada dua cara, bisa lewat Facebook atau pun Twitter.

1. Masuk ke http://www.facebook.com/KartunetClub/posts/516931631700330 like post-ku dan kalau berkenan like page-nya juga.
2. Atau via Twitter dengan tweet kalimat ini: "Saya pilih blog no 002 karena paling peduli dengan #aksesibilitas bagi #disabilitas @Kartunet @IDNyaman.” 

Dan, karena aku lagi happy aku punya kuis yang berlangsung hingga hari minggu besok. Hadiahnya enggak banyak sih.


Ada tas slempang Australia dan fridge magnet Singapura. Mouse pad dan masker Hello Kitty. Tempat pensil dan sabun Yardley yang Jasmine.

Cara ikut kuisnya mudah kok.
Tinggal tulis di kolom komentar di post ini, satu postingan paling kamu sukai dalam blogku (ada nggak? T.T) serta kritik dan saran untuk aku dan blogku. Jawaban yang paling berkesan untukku dan jawaban hasil undian akan berhadiah seperti gambar di atas. ^^

Terimakasih ^^

It's Never Too Late...

Galau Alert. Jadi ceritanya aku ada di masa galau-segalau-galaunya mungkin sejak semester lalu. Semester lalu semester tujuh dan sekarang aku di semester delapan. Wah, skripsi dong, magang di mana, judul skripsinya apa, mau lulus dong, kapan wisuda. Pret. Kenyataannya sampai sekarang kredit ku (SKS) masih banyak, masih bingung mau lulus skripsi atau non-skripsi, kalau skripsi mau nulis apa juga kagak tahu.

Sudah gitu, sisi akademisku tergolong buruk. Jangankan mediocre, aku bahkan di bawah itu. Underdog?! IP semesterku nggak pernah lebih dari tiga, di lima semester terakhir. Kurang pergaulan, nggak ikut organisasi, menyedihkan. Membuat paper hanya di dalam kampus. Ikutan kompetisi ekonomi juga mana pernah! Mungkin yang paling aku tekuni cuma ngeblog kali ya, hihihi!

Suatu saat, temanku Sarah mengajakku untuk bertemu dengan teman yang ia temui di Manila dalam sebuah konferensi. Temannya ini orang Singapura dan mendirikan sebuah start-up bernama TAOTPR (The Art of Taking Personal Responsibility). Aku janji mau reviu pertemuan kala itu sama Sarah, tapi belum sempat... Piss Sar. Hongjun Wang, teman Sarah itu share banyak mengenai pengalaman dia. Dan satu bagian pesan yang paling kuingat adalah bahwa kalau kehidupanmu sebelumnya buruk atau biasa saja, ya lakukan sesuatu, tidak usah melihat sebelumnya, because it's never too late...

Yap, it's never too late...

Mungkin kalimat itu sering aku dengar, cuma mungkin kala itu dalam fase galau jadi kok tertancap selalu di otakku. Udah empat tahun kuliah tapi aku kok kayaknya nggak maju-maju gini. Kemudian aku cari-cari kesempatan, salah satunya seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2013. Aku tahu kapabilitasku aku nggak bisa unjuk budaya, tapi kucoba. Hari pertama seleksi tes tertulis dan FGD, aku lolos dan rupanya nilai esaiku 95! Tertinggi di antara finalis yang mendaftar SSEAYP (kapal ASEAN). Berkat ngeblog nih kayaknya.

Blur is the new focus.
Aku bilang sama temanku, kalaupun aku nggak lolos, aku sudah senang karena dapat teman baru dan jadi tambah semangat. And yes, seleksi hari kedua unjuk budaya dan interviu, aku berada di ranking lima. Padahal yang diambil cuma seorang. Ya sudah lah ya, tahun depan masih bisa dicoba. Beberapa hari kemudian pengurus PCMI (yang mengurus PPAN) mengirimkan e-mail info mengenai pertukaran pemuda ke Jepang bernama Jenesys (Japan-East Asia Network of Exchange Students and Youths).

Aku coba aja daftar lagi nggak ada salahnya to nyoba. Sampai suatu saat aku dikabari kalau namaku lolos provinsi dan akan dibawa ke seleksi nasional. Ada temanku yang berkata kalau sudah lolos provinsi ya udah, tapi aku takut... karena kutanya masih ada seleksi berkas di tingkat nasional. Beberapa hari kemudian aku diundang untuk masuk group Fesbuk peserta Jenesys ini. Tapi kok nggak ada pengumuman resmi lolosnya yah. Kata temanku berarti udah lolos. Waaaa senang!

Eh, mbaknya yang mengurus isi wall begini tadi siang, "Guys hari ini pengumuman siapa yang lulus seleksi ya berdoa saja semoha nama kalian ada didalam list mereka ya." Panik! Uwaaa, trus ngapain disuruh masuk grup kalau belum pasti lolos. Panik panik, kepalaku panas langsungan! Aku SMS temanku mengenai wallpost itu.

Sampai akhirnya tadi ada wallpost lagi.

Enggak jadi panik! Hihihi... Aku girang sekali!

Aku jadi teringat sekitar dua minggu lalu aku satu kereta dengan teman SMA-ku. Aku bercerita aku ikutan seleksi PPAN namun nggak lolos. Ia bertanya apakah itu programnya baru. Aku bilang kalau itu tiap tahun ada dan sudah berlangsung lama. Dia bertanya lagi, "Lho, kok nggak dari dulu lo cobanya, Un?" Ya gimana ya... dulu belum begitu kepengen... Lagian kan, it's never too late?

Dan yap aku memang nggak lolos kapal ASEAN, tapi diganti lolos JENESYS! Aku seneng banget! Rasanya tuh pengen ngekep kalender bulan Mei! Nggak masalah baru di tahun keempat aku baru ikutan gini-ginian.

Kan, it's never too late... ^^