Tuhan Itu Lucu

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka."
(QS Al-An'am: 32)

Gara-gara beberapa kejadian yang bisa bikin nyengir, aku keinget ayat itu. Benar juga ya. Aku rasa tuhan itu lucu. Ia membuat berantai kejadian yang sering manusia anggap sebagai kebetulan, padahal ya, memang sudah ditentukan Tuhan.  

There's no such thing as coincidence.

Tidak ada yang kebetulan.

Misalnya, kamu ketemu teman baru yang ternyata banyak kesamaan dan satu hobi. "EH? Kamu juga suka itu? Ahahaha..." Tentu itu bukan kebetulan. 

Atau, kamu sering mendengar, "Dunia tak selebar daun kelor." Sebenernya aku nggak tahu sih daun kelor itu apa. *googling sik* Intinya dunia itu sempit. Contohnya, baca deh postingan Mbak Alaika yang berjudul 'KopDar'. Hihi... ^^

Kadang Tuhan memberi kita sesuatu yang tidak terduga. Membuat kita nyengir sendiri. Dan itu aku alami beberapa waktu lalu.

Ceritanya beberapa hari lalu, Pakde Cholik mengirimkan pesan, "Selamat Anda menjadi salah satu pemenang di kontes cerita mini di http://tipsjitungeblog.info." Aku lupa sih kalimat aslinya, intinya ngono lah. Aku buka lah websitenya, asik rupanya aku juara tiga. Riset mengenai Pusdikpom tak sia-sia. (Baca cerminnya: Hadiah Istimewa untuk Budhe)

Nah, di hari yang sama, aku akan mengirimkan sembilan paket untuk pemenang acara giveawayku kemarin dan untuk temanku. (Btw, terimakasih ya, ngirim alamatnya pada cepet, jadi besokannya kukirim deh. ^^) Ongkos kirim sembilan paket itu persis pas seratus ribu rupiah. Dan aku ingat hadiah uang yang kudapat dari kontes Cermin Pakde senilai persis pas seratus ribu rupiah.

Balik modal. Aku keinget dan nyengir-nyengir sendiri. Kok bisa pas gitu ya ^^

Selain hadiah uang, ada hadiah buku berjudul Nulis Cerpen Yuk! karangan Mohammad Diponegoro. Dan yeah, pengarang buku itu, tak lain tak bukan adalah ayah dari ibuku. Aku sendiri nggak kenal sama kakekku, karena sudah meninggal tahun 1982. Sebelumnya buku ini pernah dicetak oleh penerbit lain.

Aku sudah punya bukunya sebelum bukunya masuk ke toko buku, hihi dikirimin sama omku. Tapi baru baca dikit banget, lha aku nggak tau nulis cerpen jeee... @_@ Hihihi... Aku lebih suka baca cerpen tulisan kakekku. Ketimbang tipsnya :P

Mbuh ya, lucu aja menurutku. ^^

'Kebetulan' banget bisa hadiah kontes yang kudapatkan nilainya persis dengan uang yang kukeluarkan untuk ongkos kirim hadiah GA-ku.

'Kebetulan' banget hadiah buku dari Pakde Cholik itu buku karangan kakekku. ^^ Hihihi tapi belum dikirim, soalnya Pakde Cholik lagi ke KL, oleh-oleeeeeh! :D

Aku lampirkan puitisasi Al-Fatihah yang ditulis kakekku ya ^^

Pembukaan
Dengan nama Allah, Penuh Kasih Penuh Sayang
Puja dan Puji bagi Allah sendiri
Penyempurna segala alam perujudan
Penuh Kasih Penuh Sayang
Raja Hari Keputusan
Cuma pada-Mu kami semua sembah menghadap
Cuma pada-Mu kami semua palingkan harap
Bimbinglah kami ke lebuh lempang
Menjejaki siapa yang telah Kauberi hati
Bukan yang Kaudera dengan kemurkaan
Bukan pula yang hilang jalan

Hihi ya udah deh. Have a nice sunday. ♥♥♥

XOXO

86 comments:

  1. Waw cucunya penulis ternyata, pantes aja tulisannya mbak una enak dibaca :D
    Beneran, Allah itu memang maha luar biasa ya. Dari tulisan diatas banyak kejadian yang kelihatan sepele tapi memang bukan main-main atau senda gurau, ada benang merah diantara setiap masa perjalanan tiap umat ciptaannya..
    SubhanAllah :)

    ReplyDelete
  2. hebaaaatt..kakeknya tante una itu penulis toh :)
    sedja baru tahu klo mbahkung lagi ke KL, pantesan aja komen2 di blogcamp belum dijawab semua.hehehe

    Mbahkung...ole2 dong...
    #eh salah tempat ya? ;D

    tante una, sedja udah mulai akrab lho sama shaun the sheep, sekarang sedja udah mulai suka nonton videonya shaun di youtube.

    Tapi klo lihat bonekanya...yaa sedja nangis lagi -__-"

    ReplyDelete
  3. Ga bisa komentar apa2. Huft baru bangun ehh udah di tawar updatenya para blog mania :)

    ReplyDelete
  4. hush! Tuhan kok lucu? emang mbok kira pelawak pow?

    ReplyDelete
  5. Pas banget ya mbak una. Ongkos kirimnya 100 ribu. Sesuai dengan hadiah give away senilai 100 ribu juga. Memang bener, Allah memberi rizki dari tempat-tempat yang tidak kita duga. Semua bukan kebetulan, tapi karena kuasa Allah.
    Yang paling hebat-nya lagi, dapet hadiah yang pengarangnya adalah kakeknya sendiri. Jadi satu keluarga suka menulis ya mbak una? Wah darah penulis dari sang kakek turun di mbak una nih kayaknya.

    ReplyDelete
  6. Muhammad Diponegoro? superduper kebetulan! wkt itu kelasku pas tgs bhs indonesia tiap murid hrs nyari biografi sastrawan gt, dan banyak diantaranya ngebawain biografinya Muhammad Diponegoro itu lho :D

    ReplyDelete
  7. Arti dari surat Alfatihah di bikin puisi, woww bagus bangeet :D

    ReplyDelete
  8. Kakeknya Una penulis ya... bakatnya nular ke Una ^^

    ReplyDelete
  9. Tuhan memang lucu, tapi lucunya itu serius dan selalu ada hikmah dibalik itu semua ya :)

    ReplyDelete
  10. buset kakenya penulis ya kak .. ??
    pantes dah cucunya begini .. hehe

    ReplyDelete
  11. apa ngga coba buat nulis cerpen ka ?

    ReplyDelete
  12. oh lucunya Tuhanku...
    :P

    eh itu pusinya tentang al-fatihah keren....
    i like it

    ReplyDelete
  13. pantesan una tulisannya keren deh....wong kakeknya aja penulis gitu kok.....

    pasti ibunya una juga pinter nulis juga ya...?

    ReplyDelete
  14. hoooooo. . .
    its awesome. . .
    ck. . .aku kapan etuk hadiahe??? wkwkwkwkwkwkwkw

    ReplyDelete
  15. Ternyata bakat menulis Una nurun dari Kakek ya ;)

    Aku SUKA banget isi tulisan ini, tapi maaf ya kok aku TAK SUKA judulnya, menurutku bisa menimbulkan pemahaman yang LAIN. Maaf ya Un ^^

    ReplyDelete
  16. hihi.. dapet buku kakeknya sendiri... and yes, God is absolutely fun!

    ReplyDelete
  17. tak ada yang kebetuluan di dunia ini,
    bukankah selembar daun yang jatuhpun semata2 karena izinNya?
    jadi bisa ditarik benang merah dari satu kejadian ke yang lainnya ya Na :D

    btw aku blom punya buku itu, boleh kasihkan aku klo gak mau xixixi *gak tau diri*

    ReplyDelete
  18. Subhanallah Unaaaa..... ternyata dirimu cucu penulis kawakan... pantesan....bakatnya nurun nih ke cucunya...

    aku mau cari buku itu di Gramed nanti aah...

    Bener banget, segala kejadian memang telah diatur oleh yang diatas, namun terkadang kita lupa dan hanya menganggapnya sebagai suatu kebetulan belaka...

    Trims sdh mengingatkan kembali Na... terutama ayat diatas.... Subhanallah. Maha Benar Allah atas segala firmanNya.

    ReplyDelete
  19. um .. kalau kamu pahami al-fatihah
    kamu akan menemukan hal yang lebih menarik daripada hanya membuat puisi tentangnya

    ReplyDelete
  20. Tidak ada yang kebetulan memang, karena semuanya berjalan atas kehenda Yang Maha Kuasa.. Hanya saja, kita sebagai manusia diberi kebebasan untuk memilih apa yang kita mau. Namun, yang kita harus sadari bahwa setiap pilihan itu ada konsekwensinya. Takdir kita merupakan hasil dari ikhtiar kita..

    Una... Bersyukurlah atas anugerah besar yang Allah berikan, yakni menjadi cucu dari seorang penulis kawakan. Namun, teruslah berkarya, karena memang dirimu mau, bukan, karena dirimu cucu dari seorang Muhammad Diponegoro :-)

    ReplyDelete
  21. Iya mbak, kebetulan itu gak ada... kebeneran juga gak ada (~_~

    ReplyDelete
  22. hehehee emang lucu ya kalo kita nemu kebetulan2 kayak begitu... :)

    tapi kan emang Tuhan suka becanda... :D

    ReplyDelete
  23. Wow...keren, mungkin menurut akal manusia itu semua hanya kebetulan ya,,tapi sebenarnya itu semua adalah skenario Allah..Subhanallah

    ReplyDelete
  24. Mbak Unaa... top abis, moga bisa seperti sang kakek, amien :D

    ReplyDelete
  25. apa yang terjadi pada kita itu sbenarnya bknlah kbetulan tp itu adalah takdir tuhan yang tertulis
    sejak zaman ajali..
    salam blogger

    ReplyDelete
  26. saya agak kaget mba baca judulnya..

    tapi isinya bagus dan semakin kenal dengan Una

    ReplyDelete
  27. Subhanallah, Aku udah punya buku itu Un, ternyata kamu cucunya, semoga pahala jariah terus mengalir kepada beliau^^ Dan, puitisasi Al-Fatihah itu.. Indah!

    ReplyDelete
  28. ternyata menulis itu menular ke una..subhanallah :)

    ReplyDelete
  29. iya e emang tidak ada yang 'kebetulan'.
    mungkin pakde ngasih hadiah ke mbak una yang sesuai dengan keringat yang pernah dikeluarkan..
    memnag tidak ada yang kebetulan.
    semuanya "kebenaran"

    *halah makin ngelantur commentnya..
    *sek penting comment.

    ReplyDelete
  30. sama dong aku juga di sms pakde cholik, uang baksonya pas banget jumlahnya dengan vocer im2 yang akan aku beli hihihi

    ReplyDelete
  31. Woow, puitisasi Al Fatihahnya keren Kak Una! XD

    aah, hebat tulisan kak Una emang enak dibaca sih, hehe

    ReplyDelete
  32. wow..Una cucunya penulis..
    ternyata Una ada bakat menulis ya dari kakeknya

    ReplyDelete
  33. tamu udah banyak, pada terlantar nih na...

    ReplyDelete
  34. Hihi, aku nyari buku itu belum nemuuuuuu :(
    Adanya buku Om mu :p
    Salam yang buat beliau, hihi :D

    ReplyDelete
  35. @HEЯRY Hehehe, makasih mas. Tapi saya mah kalo nulis waton saja :D

    ReplyDelete
  36. @Adek Sedja Hahahaha... lucu tauuu Shaun The Sheep x)

    ReplyDelete
  37. @eksak Nggak. Tuhan jauh lebih keren dari itu. Tuhan Maha Besar. ^^

    ReplyDelete
  38. @HP Yitno Hahahaha, aku mah hanya level nulis blog mas ^^

    ReplyDelete
  39. @Novi Widya Panca M Ehhh? Beneran? Wahhh! Aku pas sekolah malah gak tau simbahku itu sastrawan, LoL

    ReplyDelete
  40. @Mami Zidane Hahaha nggak keren mah tulisanku. Ibuku pinternya nulis report. :D

    ReplyDelete
  41. @Kaito Kidd Kapan-kapan nak aku wis sesugih bakrie yo mas...

    ReplyDelete
  42. @Yunda Hamasah Gapapa. Ngga suka gapapa kok. Hak asasi ^^

    ReplyDelete
  43. @nicamperenique Hooh, aku bales komen ini juga karena izinNya. Wkwkwk emoooh~

    ReplyDelete
  44. @alaika abdullah Hihihihi, aku gak ada bakat nulis kok mbak @_@

    ReplyDelete
  45. @Iskandar Dzulkarnain Tentu saja. Tapi itu bukan puisi tentang Al Fatihah kok. Tapi puitisasi terjemahannya ^^

    ReplyDelete
  46. @de hoppus Jiaaah. Hahaha... Berarti betul ma benar beda definisi ya :D

    ReplyDelete
  47. @Mama Olive Hehe aku juga kalo nulis cuma asal kok mbak...

    ReplyDelete
  48. @alaika abdullah
    @mba Al, abis beli buku itu, lgs datangi Una, minta tanda tangan on behalf aja, pasti satu hari nanti jadi mahal tuh tanda tangan Una xixixi

    ReplyDelete
  49. wah kakeknya una penulis ya.. keren deh.. jd pengen baca bukunya.. mo blajar nulis cerpen.. hehe

    ReplyDelete
  50. waah ternyata yaa.. pantes aja kamu pinter nulis Un..

    ReplyDelete
  51. waaa..
    bagus" sob karya"mu..
    q uda ada yg baca walau cm dkit.:)

    ReplyDelete
  52. wah keren kakeknya penulis ternyata.. Berarti una ada bakat juga dong.. buktinya menang juara ketiga cermin :D

    ReplyDelete
  53. kalau ini kebetulan yang indah banget...
    coba kalau kebetulannya ketemu sama teman baru, dengan hobi yang sama, hal-hal favorite yang sama, dan ternyata pacar yang sama...

    wah wah...
    kebetulannya menyayat hati... hihihi :P

    ReplyDelete
  54. Judulnya mengundang perhatian. Dan sukses untuk karya-karyanya Mba.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  55. Subhanallah, keluarga penulis yaa?? wajar una pinter nulis :D

    puitisasinya bagus ^^

    ReplyDelete
  56. turunannya penulis ternyata... hidup memang tidak ada yang kebetulan.. semua sudah di rencanakan....

    ReplyDelete
  57. Wah selamat ya? Btw tulisannya enak dibaca. Tinggal cari ilham utk cerpen. Semoga sukses.

    ReplyDelete
  58. cooooll! :D
    bisa dibikin pilem tuh mbak una. The writer's granddaughter. tentang seorang gadis yang menelusuri jejak misteri cerpen2 kakeknya yang menyimpan rahasian tentang..um...harta karun voc! *dilempar kamus oxford*

    ReplyDelete
  59. Wow, ternyata bakat nulis beliau diturunin ke ibumu trus ke kamu ya Na.

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!
Komen sakkarepmu, sak enakmu, dan sak udelmu!
Dan, maaf, komen berbau promosi akan kuhapus. Thanks!