My 9 Today Favorite Songs

1. Anyam Anyaman Nyaman by Sujiwo Tejo - Lagu tentang pernikahan. Dari bulan April nggak bosen-bosen kunyanyiin.
2. Fly Me To The Moon by Olivia Ong - Lagu kenangan di Semarang.
3. Soft Melody by John Kaizan Neptune - lagu kenangan juga di Seminyak & Karimun. Ohh I want to say I love you~ and how much you mean to me. (Tapi gatau mau ngomong sama siapa hahaha.)
4. Aku Ini Punya Siapa by January Christy - Lagu jadul paling keren!
5. Cinta Tanpa Tanda by Sujiwo Tejo - liriknya aw aw, tapi nggak aku banget, hehehe.
6. Cinta Tak Terpisahkan by Cak Diqin - duhhh kangmas jane akuu tresnaaa~ lalala...
7. Prau Layar versi Bossanova - byak byuk byak banyu binelah.
8. Cintaku Takkan Berubah by Saykoji ft. Anie Carrera - cuma suka bagian Anie Carrera-nya!
9. Sugar by Flo Rida <-- lagu yang pertama kali kudengar di Musro. Da double dee double da double dee double daa...

Obsesi: Pulau Una-Una, Pulau Muna, dan Kep. Natuna!

Natuna

Dasar memang basic diri yang narsis atau entah apa, denger kata Una sedikit kuping langsung sensitif. Dari mendengar petikan Surat Al-Ma'un "yuraaa'una", baca cerpen ada tokoh namanya Una, sampai suatu saat kuketahui ada Pulau di Indonesia bernama Una-Una. Belum lagi ada Pulau Muna dan Kepulauan Natuna. Argh! Sebelumnya saya terobsesi sama Karimun <-- karena ada 'un'-nya, yang kalau tuh kepulauan dikasih ke saya akan kunamai Karimuna. Tapi alhamdulillah Karimun Jawa sudah pernah, tinggal Karimun(a) Sumatera.

Kapan ya bisa kesampaian ke sana... well, semoga secepatnya!

sumber foto: http://asiatourindonesia.blogspot.com/2009/06/natuna-archipelago.html

Candi Sambisari: Kick the Air

Kick the Air

I don't know why I love this pic. I took Candi Sambisari together with my shadow kicking the air. Duh gila tuh paha gede banget sih! :|

Tidak Ada yang Kebetulan

Ibu Situmeang, salah satu pembantu pelatih di Subud, seringkali bilang bahwa tidak ada yang kebetulan, there's no such a coincidence. Apa yang suka kita bilang ndilalah atau kebetulan, sebenarnya bukan kebetulan belaka melainkan memang rencana dari Tuhan. Dan itu membuat aku geli sendiri akan hubungan-hubungan antar kejadian dan itu makin bikin aku bersyukur kepada Tuhan.

Tanggal 16 Juli aku dan kedua orang temanku, Yoanita dan Sarah pergi ke Pondok Indah Mall. Kami bertiga sering mengunjungi toko reseller Apple. Dan waktu itu kami emang terpukau sama barang-barang Apple, dari iPad, iTouch, sampai iMac. Tapi yang aku lihat banget sih iMac. Sebelumnya Sarah cerita ke aku, kalau di PIM itu ada Hanito Shibuya Honey Toast yang rasanya enak. Ealah, kok tanggal 17-nya ibuku membelikan adikku iMac dan nraktir di Pasta de Waraku makan Hanito. Alhamdulillah...

Ada yang agak menggelikan. Tanggal 14 malam, adikku membuka-buka buku tahunan SMA-ku. Dan tiba-tiba perhatiannya menuju salah satu teman sekelasku. Dia komentar bahwa temanku itu mukanya kok menyebalkan *semoga dia ngga baca*. Eh kok ya paginya aku ketemu orang itu yang notabene terakhir ketemu hmm~ enam bulan yang lalu! Ketemunya di Satpas Daan Mogot waktu bikin SIM. Ndilalahnya, aku keluar eh dia masuk. Dan kami ngga sempat ngobrol. Tapi tiba-tiba aku senyum sendiri...

Kalo dititen-titeni, emang semuanya tuh berhubungan. Berhubungan gimana ya... yaaahh pokoknya berhubungan. Gitu deh ah. Kayak aku ketemu Om Rio di Karimun Jawa bukan kebetulan, karena ternyata dia dosennya sepupuku. Dan sepupuku suka ngejahilin tuh dosen. Ketemu Mas Prima juga bukan kebetulan, karena ternyata dia suka denger tentang omku. Yah intinya semuanya berhubungan dan dunia pun terasa kecil, dan Tuhan itu Maha Besar.

The Beauty of Karimun

These photos below are jepreted by me~ or ada sayanya. Silakan menikmati...

Kaki Kami

Sudut Ujung Gelam

Staff On Duty

Sudut Ujung Gelam Lagi

Affi di Dermaga

Affi di Dermaga (2)

View di Pulau Kecil

Ujung Gelam

Senja di Pulau Karimun

Una di Ujung Gelam
My Curly Hair
Affi dan Una di Pulau Tengah


...


20 Jam Bandung - Karimun Jawa

Pamer Pantat di Kapal

Pagi 25 Juni jam 7, aku merampungkan kemas-kemasku lantaran jam 8 sudah harus berangkat ke Bandung. Aku dan sepupu-selalu-galau-jodoh-ku, Affi, akan melakukan perjalanan ke Karimun Jawa. Aku diminta ibunya Affi untuk berangkat dari Bandung saja, alasannya biar nggak tunggu-tungguan di Jepara. Padahal sih keliatan, Ibunya Affi khawatir sama anaknya. Padahal! Anaknya aja bilang nggak apa-apa kalau musti celingak-celinguk di terminal.

Travel Cipaganti yang kutumpangi cuma berisi tiga orang. Alhasil aku bisa tiduran lurus di jok paling belakang. Nyalain ym selalu, untuk mengabari ibu dan Affi. Melepas kacamata dan bando dan aku pun terlelap.

Perjalanan ke Bandung hampir empat jam karena keluar tol dan dalam kota Bandung yang macet sekali. Sampai di rumah Affi, dan oke, bahkan dia belum kemas-kemas sama sekali. Transit di rumah Affi selama enam jam, ngata-ngatain FTV dan nonton Lol di GlobalTV. Affi akhirnya packing jam setengah lima dan setengah enam kami berangkat ke pool Kramat Djati di Jalan Ambon.

Sudah buru-buru hingga tak sempat ambil uang ke ATM, ternyata bus-nya berangkat jam setengah tujuh. Dan apesnya, bus-nya juga mengambil penumpang di daerah dekat rumah Affi dan baru sampai situ jam setengah sembilan! Beberapa jam kemudian, setelah chit-chat dan berhenti makan di Sumedang, kami pun terlelap. Hingga aku terbangun jam 5 pagi sudah sampai Semarang, berturut-turut Demak, Kudus, dan Jepara, horeee!

Jam 7.15 kami tiba di pelabuhan dan Affi langsung naik becak untuk mengambil uang, karena uang kami tidak cukup untuk melunasi pembayaran tur. Affi datang, kami bayar. Hampir saja Affi mau makan dulu, untung nggak jadi. Karena jadwal kapal yang jam sembilan, jam delapan kurang pintu sudah ditutup. Kami lari-lari sambil bawa handbag yang lumayan berat, dan sudah tidak ada kursi kosong di kapal. Panik, ditambah pahaku bergetar-getar ada telepon. Setelah itu, kami ke atas kapal dan di sana sama penuhnya. Ndresel-ndresel akhirnya dapat tempat duduk juga.
Masih sempet narsis

Menyedihkan! Beratapkan langit dan perjalanan memakan waktu enam jam. Affi langsung meminta tabir surya. Beberapa saat kemudian, ada terpal untuk melindungi kami. Meski spasi di kapal nyaris tak ada, mengingat penumpang yang jumlahnya seribu, kami bisa tiduran. Tapi ya gitu tidurannya. Sebelah kanan muka ada kaki orang, kiri ada kepala orang, di sebelah paha ada kepala Affi, di dekat kaki ada badan orang. Namanya juga angkutan ekonomi. Sambil chatting dengan ibu dan beberapa teman, akhrnya sinyal menghilang setelah tiga jam dari Pulau Jawa.

Enam jam di kapal, akhirnya terlihatlah Pulau Karimun! Sampai akhirnya kami bertemu sahabat-sahabat baru satu homestay: Om Candi, Om Rio, Mas Prima, Mas Ucup, Tante Jane, Tante Ely, Ajunk, dan Danti!

See you in my next story!

Overheard in Karimun Jawa


*Di kapal lantai paling atas, seorang mas-mas minta difoto kepada temannya.*
Mas #1: "Tolong fotoin gua dong, pas lagi jelek-jeleknya nih gua."
Mas #2: "Ah kamu mah memang ngga ada bagus-bagusnya kali."

*Lagi makan ikan di alun-alun.*
Tante Ely: "Ntar Ucup aja yang jadi pilotnya ya."
Ucup: "Nggak ah, Ucup jadi yang buat aja."
Affi: "Cari istri dong."

*Di kapal, mbak-mbak minta difotoin sama fotografer turnya.*
Fotografer: "Yak, yak, cakep, perutnya mundurin dikit."
Affi: *ngakak* "Kalo kita mah, yak perutnya dimundurin, pahanya juga dimundurin, semuanya aja dimundurin.."

*Lagi di Pulau Tengah, iseng nanya sama penduduk setempat*
Una: "Di sini ada yang tinggal Bu, di pulau ini?"
Ibunya: "Saya tinggal di sini."
Una: "Emang ada berapa bu yang tinggal di pulau ini?"
Ibunya: "Banyak mbak, banyak... satu, dua, tiga..." *ngitung jari*
Una: "Eh, berapa bu?"
Ibunya: "Banyak mbak, sebelas."
Una dan Affi: *malingin muka*
...