My Bad Habits!

140908
My Bad Habits!
Huaaa~~ kena dari Om Dudy!
Jadi, aku wajib menyebutkan bad habit-ku. (Ngga pake -s, soalnya cuma satu, ngga banyak. Hyehehe, ngga ding.) 


Hmmm... bad habits yaa...

1. Di mana-mana serasa warteg bagiku.Ngga di kelas mau ada guru atau kagak, di rumah, di tempat yang katanya gimana gitu, TETEUUUP duduk sila atau kalo ngga duduk diangkat/ditaruh kaki satu bangkunya. Pernah suatu kali ditraktir dalam rangka ulang tahun Anne dan Adam, di Wa***ng Steak, bangkunya yang kursi plastik, yang permukaannya cuma 15 x 15 cm (litotes), kakiku sudah meraung-raung pengen sila, tapi tetep tahu diri lah yau, mana bisa sila!? Kutahan nafsuku buat sila.
2. Cucian celanaku banyak bungkus permennya.Wekekekek~~ sebagai orang tukang makan permen dan cinta lingkungan, aku ngga pernah buang sampah sembarangan. Tapi m-buangnya di saku celana. Yang marah-marah yaa, si eMbak Lis... "Celana kok isine bungkus permen! Mending dhuwit..."
3. Selain bungkus permen, USB pun di saku sering kecuci.
Mungkin ada lah~ empat atau lima kali USB kecuci. Hehehe... Menandakan aku memang ceroboh.
4. Telat sekolah abis itu disuruh pulang ma satpam? Sering...
Huehehehehe, biasanya aku sengaja gini. Biasanya pas lagi males sekolah.
Bu Rosma (Wali Kelas): "Siapa yang pernah telat?"
Aku: "Ehem, ehem. Saya... Hmmm... mungkin sekitar empat atau lima kali-an lah telat..." (Itu baru yang kelas XI, yang kelas X? Ada deh...)
Bu Rosma: "...blablabla..."
Aku: "Rumah saya di Tebet Barat Dalam situ tuh, belakang Simpur." (Rumahku JAUH BANGET sama sekolahku yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah. Huekekekeke~~)
Bu Rosma: &^%$^)(^!~#%^&*^$%^&*~!@#$%^(!!!
(Ceritanya dilebih-lebihkan...)
5. Suka senyum-senyum sendiri.
Hiii... mengerikan!
6. Males bales SMS.
Hape selalu silent-tanpa getar pula. Huekekeke, ngga niat punya hape. Bukannya males bales karena SMS-nya ngga penting atau ngga punya pulsa tapi males ngetiknya... tapi biasanya dibaleslah... 4 jam kemudian. Wekeke, ngga ding. Atau ngga, karena silent-tanpa getar, ngga keliatan ada SMS atau ada yang nelpon. Maaf buat Ira, yang kalo nge-SMS aku-nya m-balesinnya suka lama. Hihihi... Trus kadang, suka m-baca SMS sekejap mata, aku m-balesnya jadi ngga nyambung ama yang diomongin si yang-ngirim-SMS-ke-aku.
7. Kebanyakan pengenan.Suka beli macem-macem padahal cuma pengen thok. Akhirnya cuma jadi uwuh (sampah) atau ngga, ngga kemakan. (Seringnya pengen beli makanan soalnya...)
8. Kalo mandi lama.Sebenernya bukan mandinya sih. Aku sebelum mandi ada ritual membaca. Memang benar kata Pak Alam, baca di kamar mandi itu enak. Duduk anteng di kloset entah terbuka atau tertutup, lumayan dapet 10-30 halaman. Karena serumah suka baca di kamar mandi semua, jadilah kamar mandi perpus dengan tumpukan buku di atas kloset.
9. Dipanggil suka ngga denger.
Ngga tau kenapa, aku orangnya ngga konsen-an. Malah mikir yang lain. Mbak Lis kalo manggil-manggil aku teriak dari bawah, nyuruh sesuatu, harus teriak 999 kali, biar aku denger, Wkwkwk. Atau ngga, kalo ada orang ngomong, aku-nya suka mikir yang lain, abis dia ngomong aku cuma cengok, sambil mata membelalak arti ngga ngerti dan berkata, "Ha?" atau "He?" atau "Ho?" Kata salah satu guruku, "Kamu ini, ha-ho-ha-ho aja." Hehehe...
 
Apalagi ya?

Masih banyak yang lain, cuma ngga kepikiran.
Bukannya mau bangga (buset, bangga!?!) dengan kebiasaan buruk begini, tapi yaa, moga-moga bisa buat aku introspeksi lah~~ Semoga aku bisa jadi lebih baik lagi.

Cerpen: Cintaku Jauh di Danau

Parapat pagi hari
Cintaku Jauh di Danau

Aku berdiri di sebuah dermaga pantai bebas di Parapat, tepi Danau Toba. Aku rasa dia menatapku, aku rasa tidak. Tapi, dia melihat ke arahku. Tapi rasanya tidak. Atau ada seseorang di belakangku? Ah, tidak. Aku sendiri yang berdiri di sana. Pandanganku masih ke arahnya, ketika dia dengan speedboat-nya mengarah ke dermaga di tepi sebuah hotel di Parapat yang persis di sebelah dermaga pantai bebas. Aku masih menatapnya ketika ia membuka jaketnya yang sedikit lusuh. Aduhai, seksinya!

"Mbak!" panggil supir turku mengagetkanku dari lamunan.
"Iya. Kenapa?"
"Hmmm.... ini Mbak..."
"Apa, Pak?" selaku.
"Setengah jam lagi, Mbak akan naik speedboat menuju Samosir."
"Oke, Pak."
"Tapi..."
"Tapi kenapa, Pak?"
"Maaf..."
"Maaf apa?" aku jadi bingung, "kenapa Bapak ini tidak to the point saja bilangnya? Tidak seperti orang Karo kebanyakan," lanjutku dalam hati. Tak mungkin aku sejujur itu, takut menyinggung.
"Saya tidak bisa ikut. Saya benar-benar sedang tidak enak badan. Agak demam semalam."
"Oh, iya, iya. Tidak apa-apa kok," jawabku sambil mengerling tanpa maksud menggoda. Lagipula, aku pikir, dia orang Karo, pasti tidak terlalu banyak tahu mengenai Toba Samosir.
"Di sana, ada juga gaetnya kok."

Aku hanya tersenyum, malas menjawab. Bapak supirku pun berlalu. Aku pun kembali melamun. Terik surya mulai menyambar. Sinarnya menyambar dermaga tak berpergola itu. Ahhh! Bejibun hal yang aku pikirkan.

Setengah jam pun berlalu. Masih dalam posisi duduk melamun, kulihat serasah sampah daun pepohonan yang membikin aku geregetan untuk menyapunya.

"Mbak, Mbak." Kurasakan seseorang menepukku.
"Kau orang kedua pagi ini yang membangunkanku dari lamunan, gotcha!" batinku.
"Ayo, Mbak." Aku terkejut ketika aku berbalik melihat rupa si penepukku. Ah, dia yang kulihat dari tadi. Apakah kita jodoh? Aku lihat dia pun terkejut melihatku. Kemudian aku berjalan menuju speedboat-nya. Ataukah bukan punyanya? Atau punya majikannya? Ah, aku juga tidak peduli.

Lalu, dipegangnya tanganku, dituntunnya menaiki speedboat itu. Dia menatap mataku. Aku juga menatapnya. Lalu? Karena aku hanya sendiri pergi ke Parapat, aku pun terpaksa duduk di depan di sebelah persis si Abang yang mungkin sejak satu jam yang lalu telah kutatap.

"Bang, apa marga kau?" aku bertanya sok beraksen Batak.
"Margasatwa." Si Abang bercanda.
"Hahaha..." kami tertawa seraya speedboat-nya melintasi bagian Danau Toba.

Kemudian Abang itu memperlihatkanku Batu Gantung. Katanya, itu jelmaan Putri atau apa, tak jelas. Bagiku itu hanya seperti stalaktit atau stalagmit, entah apa namanya, yang kebetulan terlihat menggantung di atas tebing. Setelah itu, speedboat-nya pun memutar mengarah ke Pulau Samosir.

Uuu, aku melihat pemandangan Danau Toba yang dipagari pegunungan berhutan yang masih hijau. Langitnya berwarna biru lazuardi, ahhh, indahnya! Mungkin kabut kadang menyelimuti, tapi lanskap di Danau Toba tetap sangat indah. Harusnya aku bersyukur, danau air tawar terbesar di dunia bisa ada di wilayah bangsaku. Ahh, indahnya.

Tak sampai dua puluh menit, telah sampai di Ambarita, bekas kerajaan Siallagan. Abang tadi pun menawarkan dirinya untuk menjadi gaet.

"Okeoke," jawabku malas. Dia pun menjelaskan tetek bengek segala rupa aneka macam tentang sejarah Batak Samosir dengan sangat detil. Minatku yang sangat besar pada kebudayaan Indonesia, membuat aku selalu bertanya-tanya. Blablablablabla. Oladalah, oladalah. Brrrr... Jederrr... Aaaaa...

Zzzzz... hingga akhirnya waktu pulangku kembali ke Parapat tiba. Speedboat-nya mengarah kembali ke Parapat.

Uuu, aku melihat kembali pemandangan Danau Toba yang dipagari pegunungan berhutan yang masih hijau. Langitnya berwarna biru lazuardi, ahhh, indahnya! Mungkin kabut kadang menyelimuti, tapi lanskap di Danau Toba tetap sangat indah. Harusnya aku bersyukur, danau air tawar terbesar di dunia bisa ada di wilayah bangsaku. Ahh, indahnya.

Esoknya, aku akan pulang. Aku kembali ke dermaga lagi. Dia menatapku. Aku juga menatapnya hingga sekian detik. Aku akan tinggalkan Danau Toba yang indah ini. Mungkin aku akan rindu dengan danau ini. Aku ingin kembali ke sini entah 2, 3, 5, 10, 20 tahun lagi. Aku juga tidak bisa membayangkan 2, 3, 5, 10, 20 tahun lagi Danau Toba akan menjadi bagaimana. Entah 2, 3, 5, 10, 20 tahun lagi si Abang akan menjadi apa. Aku telah jatuh cinta dengan Danau Toba. Mungkin cintaku tak bakal terteriakkan. Akan aku simpan dalam hati. Yang jelas, aku telah jatuh cinta.

.fiksi.

Malu...

170408
Malu (1)
      Malu!
      Waktu itu pelajaran Bahasa Indonesia, ibu guruku pun sedikit me-review hasil ulangan tengah semester (UTS). Karena lembar jawab komputer (LJK) belum selesai dikoreksi oleh korektornya, maka ibu sedikit bercerita tentang hasil ulangan bagian essay. Kata dia, "Ngga masalah kok essaynya, bagus-bagus," lalu ibu melanjutkan, "tapi yang saya bingung masa' ada anak SMA disuruh menulis syair lagu nulisnya Balonku! Saya berharapnya kamu nulis lagu Ungu, Kahitna (dan lainnya, red.)." Kata teman-teman berbisik-bisik sedikit berisik, "Una... tuh pasti Una!"
      Kata aku, "Huaaa..." (sambil menyembunyikan muka)
      Malu, malu, hazukashii, hazukashii...
      Jadi, waktu UTS, soal essay Bahasa Indonesia ada yang disuruh menulis syair lagu dan dibuat dialog dramanya. Dan aku, tidak terpikir menulis barang satu lagu pun. Apalagi, aku tidak pernah hafal lagu-lagu. Setengah-setengah biasanya. Dan akhirnya aku pun menulis syair lagu "Balonku!" dengan dialog antara ibu dan anaknya yang membawa balon. Sangat lugas. Tidak dramatis.
     Tapi untung kata ibu, ya ngga salah, orang itu juga syair lagu. :P


...........................................
Malu (2)
     Pelajaran olahragaku tanggal 16 April 2008 kemarin hanya menimbang berat dan tinggi badan. Hanya katamu? Grrr... aku bisa-bisa malu! Bahkan tadinya aku ingin menimbang dengan menutupi jarum penunjuk skala massa pada timbangan. Malu... malu...
      Tiba giliranku...
      Naik di atas timbangan...
      59!
      Aku langsung bilang, "He? 59? He? Bener? Asik!"
     Ngga ada hubungannya sama malu sih... Lalu? Maaf Ira, aku mengalahkanmu. :P Wananda juga, yee, masih beratan elu! :)
Udah ah.
Hasta luego!

Aku di 150408

150408
Ngga hari ini juga sih. Karena saat aku membuka Compose Blog Entry, aku berada di kala 12:19 AM tanggal 16 April 2008. Di blog ini cuma pengen cerita aja, aku di hari itu (15 April 2008).
      Tanggal 15 April, aku tidak masuk sekolah! Banyak yang mengira aku telat, sengaja telat atau bangun kesiangan atau pula sok-sok sakit. Enak aja! Whew! Sambat pusing pada hari Senin, badan agak panas di masa sorenya, dan susah menelan pada malamnya. Ternyata, amandel aku bengkak! Dan sudah bisa ditebak, tentu saja nasehatnya pasti, "Jangan makan gorengan, " atau, "Jangan makan es krim." Geez... yang kedua itu hobiku. Sebal...
       Karena hari ini aku di rumah, meskipun aku pusing-pusing dan susah nelen aku tidak mau kehidupanku menjadi, mangan, turu, lan ngising, yang membuat hari menjadi tak berguna.
       Susunan acaraku pada 150408:
  1. 06.20 seperti biasa, bangun tidur.
  2. 06.35-07.00 Leyeh-leyeh, tidur-tiduran.
  3. 07.00-08.30 Nonton gosip, sambil mencoba telepon ke SMA 26 yang tak kunjung nyambung. Nonton inbox, akhirnya aku tahu juga video klipnya Ussy Sulistyawaty yang baru dan tahu lagunya Ardina Rasti.
  4. 08.30 - 10.00 nonton Denias.
  5. 10.00 - 10.30 Nonton sekitar 20 menit pertama film White Countess, ngga ngerti sih, sambil membersihkan kamar sendiri.
  6. 10.30 - 11.00 Meminta vonisan dari dokter.
  7. 11.15 - 12.00 Menonton hingga menit ke-50 film White Countess, tetep ngga ngerti, setelah itu membaca 92 halaman dari 128 halaman buku Linguae.
  8. 12.00 - 14.30 Shalat, tidur siang.
  9. 14.30 - 15.30 Main-mainin piano, mondar mandir, naik turun tangga.
  10. 15.30 - 16.30 Nonton Charlie Chaplin: The Kid
  11. 17.00 - 17.15 Check e-mail, chatting bentar.
  12. 18.00 - 18.30 Les.
  13. 19.15 - menulis blog ini Internetan, chatting, ngerjain 15 soal Matematika Pak Ayub, laporan hikayat bahasa Indonesia, naik freestyle glider, ke kamar mandi, naik turun tangga, nyanyi bareng ibu, banyak ah.
         Lumayan lah hari itu, bisa nonton 2,5 film, dan membaca satu buku. Ya udah, cuma pengen cerita aja. Sekalian menunggu rasa kantuk itu tiba.
Hasta luego!

Seberapa Terkenal?

    Suatu ketika, aku Y!M-Y!M-an sama Omku. Dia ngomong, "Coba deh, kamu buka google klik keywordnya namaku!" Kucobalah, *jeng jeng jeng jeng!*, ternyata, search resultsnya, yang bener-bener maksudnya adalah dia, banyak juga.
   Lalu dia bilang, "Tak coba ya, namamu," lalu lanjutnya, "Wah, banyak juga nama kamu di search results."
  Akhirnya, kuketahui, dia sedang mengetes kepopuleran-di dunia maya, bahkan dia membuat blog dengan judul, "How Famous Are You?," yang bercerita tentang tes kepopuleran-iseng-ngga mutu-di dunia maya ini.
    Kamu mau coba? Tinggal ketik nama anda di kotak pencarian search engine. Seberapa banyak nama kamu di dunia maya? Seberapa terkenalkah kamu di dunia maya? Hehehe... bisa aja ada artikel tentang kasus-kasus atau berita-berita kriminal atau apa kek yang nama pelakunya mirip atau bahkan sama dengan nama kamu. Hehehe...

Share juga, apa hasil search nama kamu!

Ini cuma tes iseng belaka.
Bye.

No Title

Setelah lama tak menonton TV, akhirnya tadi menyetel TV juga. Setelah memencet tombol power pada televisi, pandanganku langsung mengarah kepada iklan susu anak.

Susu Cur***a Plus itu berslogan SUSUNYA PLUS, NAFSU MAKAN PLUS PLUS.
Ada satu pesan moral yang saya bisa dapatkan dari iklan tersebut. Yaitu, bahwa saya tidak dianjurkan meminum susu itu!

Bisa bayangkan, saya yang hobi makan, meminum susu itu! Tidaak!
Bye.

Making Souffles

Making Souffles
270108

Hari ini, aku belajar masak! Pelajaran pertamaku, membuat souffles. Souffles itu cake Perancis yang fluffy yang ngembang karena putih telurnya. (Souffles itu cake Perancis, tapi kita buatnya yang Javanis, soalnya yang buat orang Jawa).

Berhubung My Cooking Teacher, yang merupakan tanteku itu tidak mempunyai beberapa bahan yang diperlukan, jadi aku membeli margarin, susu, keju, serta daging asap. Tidak lupa aku membawa kamera, karena aku berencana membuat album Fuudo-graphy.
Sampai dirumah tanteku, langsung aku mulai membuat. 

Tujuh potong daging asap, 850 ml susu, 11 telur, 1 ons gula, 2 ons tepung, 250 gr margarin, 250 gr cokelat padat, dan 250 gr keju. Bla bla bla, Zzzzzzzzz..., Jeng jeng jeng jeng! Jadilah 2 loyang souffles cokelat dan 1 loyang souffles daging asap.
Enak lho! *halah*

Tapi yang aku sesali, aku tidak jadi foto-foto, karena dapur tanteku gelap!