Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teringat Nenek Bermain Solitaire

Ingat sekali, zaman aku kecil, permainan di dalam laptop yang digunakan ibuku hanya empat: Free Cells, Solitaire, Minesweeper, dan Hearts. Sepertinya game itu saja ya yang game default bawaan Windows?

Dari keempatnya aku paling tidak suka main Free Cells karena jarang menang. Aku suka main Hearts tapi sebenarnya aku sama sekali tidak paham cara bermainnya dan bagaimana cara menang. Kalau Minesweeper, aku tahu teorinya cuma untuk menang tidak perlu berpikir karena hanya tinggal klik tombol mouse sebelah kanan dan bakal tahu bomnya ada di mana. Hanya Solitaire yang aku paham sistem permainannya.

Aku besar di Jakarta namun saat aku kecil sesekali kami sekeluarga pergi ke Yogyakarta karena di sanalah kampung halaman bapak dan ibuku. Waktu itu, nenekku masih hidup dan kadang-kadang ia main kartu. Sendirian. Di rumah nenekku ada meja makan dan di sana ia bermain kartu. Aku mengamatinya mengocok kartu dan menatanya di atas meja makan. Setelah aku perhatikan setelah nenekku mulai bermain, aku tersadar, “Ini ‘kan sama dengan solitaire yang aku sering mainkan di laptop ibu?”

Sayangnya waktu itu aku masih kecil dan aku tidak ingat apakah aku bertanya kepada nenekku bagaimana ia tahu soal permainan kartu solitaire dan bagaimana ia menyebutkan nama permainannya. Sekarang, nenekku sudah tidak ada sehingga aku tidak bisa bertanya lagi.

Setelah melihat nenekku bermain solitaire, aku pun mencoba bermain secara manual menggunakan kartu betulan alias tidak menggunakan komputer. Akan tetapi, menurutku… ribet. Enakan di komputer!

Baru saja, aku mencari tahu soal sejarah permainan solitaire. Solitaire yang ada pada sistem operasi Windows dikembangkan sejak tahun 1988 dan dirilis pada tahun 1990. Namun, sesungguhnya sejarah permainan ini sangat panjang dan bahkan sudah ada sejak 400 tahun yang lalu.

Permainan kartu yang bernama solitaire ini, lebih dikenal di Eropa sebagai patience. Asal usulnya tidak jelas, namun catatan sejarah mengungkapkan bahwa permainan ini tercatat pertama kali pada akhir abad 18 di Eropa bagian utara dan Skandinavia. Pada tahun 1788, terbit sebuah buku di Jerman berjudul Das neue K├Ânigliche L’Hombre-Spiel, yang di dalamnya tertulis nama permainan ini: patiencespiel. Di Amerika Serikat, buku tentang permainan kartu ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1870 yaitu Patience: A series of thirty games with cards yang ditulis oleh Ednah Cheney. [1]

Aku sekarang penasaran banget bagaimana nenekku belajar mengenai permainan solitaire. Setahu aku, ada nenekku (adik kakek kandungku) yang main solitaire juga. Apa kakek-nenek kalian juga mengenal permainan solitaire?

Sekarang, di komputerku sudah tidak ada lagi permainan solitaire. Bagaimana dengan komputermu? Meski tidak tertanam di dalam computer, kita bisa saja cari permainan solitaire yang berbasis web. Salah satunya ada di: solitaire.org


Langsung dari halaman utamanya, kita bisa memainkan permainan solitaire versi klasik yang persis dengan solitaire Microsoft. Aku yang sudah tidak lama bermain solitaire langsung memainkannya dan ketagihan. Mungkin sepuluh kali lebih ada saat aku pertama kali membuka situs webnya.

Di situs web solitaire.org juga terdapat berbagai jenis permainan solitaire. Bahkan ada Free Cells juga dan Zuma! Aku mencoba bermain Zuma beberapa kali~ parah sih kangen banget.

Dulu kamu juga sering main solitaire, ngga?




[1] Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Solitaire

4 komentar untuk "Teringat Nenek Bermain Solitaire"

  1. Aku penggemar solitaire karena alm Bapak hobi banget main itu, sampe berjam jam gitu!

    Dan aku benci permainan yang aku GA BISA MENANG = yes u are right, minesweeper. Itu kenapa dan siapa dah yang bikin, bikin naik darah aja kalo main

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bapaknya Mbak Tanti mainnya manual gitu?
      Minesweeper ngga perlu tahu caranya, gampang menangnya Mbak, lol.

      Hapus
  2. Di komputer aku masih ada na solitaire, bahkan beberapa minggu yang lalu aku masih main Minesweeper karena pas kerjaan banyak dan aku tetiba bosan di kantor, hahaha. Game klasiknya beneran membantu aku kalau lagi bosan banget di kantor seh, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirain di komputer sekarang udah ngga ada, hahaha. Atau at least ngga bawaan gitu.

      Hapus