Terpesona Bangkok

Jadi, ceritanya, aku kan balik dari Australia bulan Desember lalu, dan sudah berencana pindah ke Jepang bulan April tahun ini. Meskipun deg-degan soal visa, sih. Jadi, empat bulan kosong antara Desember dan April, aku bakal berada di Jakarta. Awalnya, aku berencana untuk keliling Asia Tenggara selama enam minggu. Tapi rencana tinggal rencana. Malah jadinya aku memutuskan liburan ke Jepang Bersama adikku selama semingguan.

Yang padahal kalau duitnya disisihkan, bisa buat keliling Asia Tenggara selama dua bulan tuh. Jepang mahal! Dan nggak cuma ke Jepang, aku juga sempat ke Bangkok dua malam bersama teman sebangkuku waktu SMA.

Temanku ini belum pernah ke luar negeri sebelumnya. Jadi aku mengajak dia buat ke luar negeri. Aku bilang ke dia, ayo pergi ke luar negeri, kalau ngga Penang ya ke Bangkok. Soalnya aku pengen ke salah satu di antara itu. Aku tawarkan dia, terserah kapan asal waktunya antara Januari sampai Maret. Aku harus mengikuti jadwal dia, karena aku menganggur sedangkan dia harus bekerja.

Waktu dia laporan kalau awal Februari dia bisa, aku segera cari tiket murah ke Bangkok. Kalau mau cari tiket, bisa ke web-nya Pegi Pegi. Nggak cuma tiket pesawat doang, tapi juga hotel.



Sebelum ini, aku pernah ke Bangkok tapi terakhir kali tujuh tahun lalu apa ya, dan hanya semalam. Waktu itu memang cuma sebentar, karena langsung berencana menuju ke Kamboja. Jadi bisa dibilang, aku seperti belum tahu mana-mana lah Bangkok. Padahal sering baca-baca artikel atau lihat-lihat unggahan foto teman-teman di Bangkok. Makanya kali ini aku bersemangat sekali pergi ke Bangkok!

Karena kami sampai Bangkok akhir pekan, tentunya kami merencanakan untuk pergi ke Chatuchak Weekend Market.

Aku sudah berkali-kali mendengar tentang pasar ini tapi tidak tahu bagaimana wujud aslinya! Dan wondering kok orang pada ke sana ya. Pada ngapain aja sih?

Setelah landing di Don Mueang Airport, kami langsung menuju ke Chatuchak naik bus. Mana kami hanya dua malam di Bangkok, jadi bawaan kami hanya satu ransel dan tidak terlalu berat. Bus kota menuju Chatuchak sangat nyaman dan terjangkau.

Aku tuh aslinya nggak suka banget sama panas, tapi Namanya jalan-jalan di Asia Tenggara ya mau gimana lagi. Kecuali naik gunung kali, baru nggak panas. Dari halte bus ke pasar Chatuchak kami harus menyeberang via jembatan penyeberangan. Dan panasnya bukan main. Hm, sebenarnya sama kayak di Jakarta sih, cuma aku manja aja.

Memasuki kawasan Chatuchak, aku langsung paham kenapa orang suka ke sana. Karena pasarnya besar banget, barang-barangnya bagus kualitasnya, dan yang paling penting harganya murah. Barang yang dijual pun mulai dari tas, baju, pernak pernik, dan lain-lain. Aku ngga bisa cerita banyak, ke sana aja sendiri, asik deh! Hahaha... dan karena aku sibuk lihat-lihat dan sibuk kepanasan, aku nggak foto sama sekali. Oh ya, di sana aku cuma beli kembang telang kering. Itu lho yang bisa bikin minuman warna ungu.

Selain itu, aku juga sempat pergi ke Asiatique. Ini juga tempat belanja dan tempat makan, tapi somehow asik aja tempatnya. Beberapa mal di Thailand juga asik, salah satunya ICON SIAM. Ini one of the best, really. Toiletnya bagus banget, hahaha. Sama Apple Store-nya besar banget dan view dari luar Apple Store keren banget.


Kayaknya tuh kemaren dua malam di Bangkok belum cukup.
Pengen ke sana lagi uwuwuw...


IDR 5.7 Million Commuter Pass

Currently, I live in Kyoto City.

Kyoto has a fabulous bus network, so many buses, and even some special schedule for certain days. Especially since Kyoto is also a major tourist area in Japan, so they need to serve the huge number of tourists as well, who also using public transports. 

Kyoto City Bus has a fixed rate fare which is 230 yen for adult and 120 for kids. Doesn't matter if you go only 1 km or you go 10 km (if it's still in fixed rate zone), you pay the same price. If you are tourist and may take bus more than three times a day, Kyoto City offers you one-day pass for 600 yen for adults and 300 yen for children.

They also offer Commuter Pass 定期券  teikiken for people who are commuting to work or to go to school. There are three options: 1, 3, and 6 months commuter pass. For example myself, I have 6-months commuter pass. So I can use the Kyoto City Bus, unlimited within six months. And since my status is student, the price of the commuter pass is cheaper compared to the one for people commuting to work 通勤 tsuukin.

I made my Commuter Pass in Kyoto Bus Information Center in front of Kyoto Station. Before going to the counter, I needed to fill a form, basically about my identity, school, and which kind of commuter pass I want to choose, etc. And I decided to buy 6 months commuter pass so I don't need to make commuter pass every month. Writing my school name, major, and address in kanji just too tiring for me. It's cheaper as well to buy six-months commuter pass. I needed to show my student ID 学生証 gakuseishou and certificate of commuting status 通学証明書 tsuugakushoumeisho issued by the school.