Swiss – Belhotel Cirebon dengan 2 Keraton di Sekitarnya

Advertorial

Swiss-Belhotel Cirebon
Sumber: swiss-belhotel.com
Swiss – Belhotel Cirebon merupakan salah satu hotel berbintang 4 di bilangan kota Cirebon. Hotel yang berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo No 26, Cirebon, ini memiliki akses mudah ke beberapa destinasi bersejarah di Pulau Jawa, yang tentunya dapat menambah wawasan Anda tentang sejarah perkembangan pulau Jawa.

Sumber: disejarah-perkembangan.blogspot.co.id
Membicarakan sejarah pulau Jawa pasti tidak akan terlewatkan pembahasan bagaimana adat istiadat orang – orang Jawa. Salah satunya adalah sejarah mereka dengan berbagai macam kerajaan yang memiliki adat istiadat berciri khaskan masing – masing daerah, termasuk Kota Cirebon.

Kota ini memiliki dua tempat yang mempunyai sejarah atas perkembangan adat istiadatnya yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Bangunan yang merupakan barang bukti atas segala perkembangan kehidupan sosial bermasyarakat di Pulau Jawa pada masa lampau dan untungnya posisinya berdekatan dengan Swiss – Belhotel Cirebon.

Sebelum kita membahas tentang Swiss Belhotel Cirebon, mari kita bahas terlebih dahulu destinasi bersejarah yang berada di sekitarnya. Mungkin ini bisa menjadi referensi untuk Anda dalam memilih destinasi liburan selanjutnya. Mari kita lihat pembahasan singkat tentang dua destinasi tersebut!

Una Merindu?


Gini banget naksir orang?

Mau mengajak ketemuan saja, setelah mengetik pesannya, klik sent-nya 10 menit kemudian. Sudah gitu pakai deg-degan. Mana sudah sebelas bulan tidak bertemu.

Setelah aku memutuskan ikut acara giveaway-nya Pakde Cholik dengan menyanyikan lagu Wulan Merindu-nya Cici Paramida, baru sadar kok liriknya pas banget.

Tak tahan rasanya gelora di jiwa
Ingin segera bertemu...

Duh… baper!

♥♥♥

Perdana menyanyi depan video nih demi Pakde Abdul Cholik yang mau ulang tahun. Selamat ulang tahun ya Pakdeee... sukses terus dan lancar segalanya!


“Artikel ini diikutsertakan pada Giveaway 66: Dangdut Cerdas On the Blog.

Ke Aceh Harus Pakai Jilbab?

Suatu hari, tiba-tiba teman saya mengajak ke Banda Aceh.

Hari itu hari Minggu.

Senin beli tiket.

Selasa berangkat.

Yang mendadak kayak gini biasanya pasti jadi. Nggak kayak yang direncanain dari beberapa bulan sebelumnya.

Sebelum berangkat, hal yang paling aku bingungkan adalah: ke Aceh harus pakai jilbab mulu ngga sih? Apa harus bawa? Apa benar kalau ketahuan nggak pakai tiba-tiba ada polisi syariah ngedatengin? Aku juga ingat ada teman mamah orang Amerika yang waktu kerja di Aceh kalau pergi pakai kerudung.

Udah mana selembar kerudung pun saya tak punya. Cuma punya mukena buat sembahyang. Yang kebayang sebelum berangkat tuh hukum cambuk di Aceh. #lebay 

Saya tanya teman saya dong yang tinggal di Banda Aceh. Katanya selaw aja nggak bakal kenapa-kenapa kalau nggak pakai kerudung. Di Banda Aceh juga banyak yang nggak pakai kerudung. 

Nyang bener nih?

Makan Enak vs. Kebebasan

Cerita tentang kucingku lagi.

Aku punya kucing namanya Foxy, kucing jantan yang diberi nama Foxy karena menurut yang memberi nama mukanya kayak rubah. Foxy mempunyai ibu yang bernama Cecil dan ayah bernama Moza. Saat periode ASI eksklusifnya belum selesai, ia sudah diadopsi dan dibawa ke rumahku. Bulan November nanti, ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke empat.

Beda dengan Adele atau anak-anaknya, Foxy ini sangat adventurous. Ia nggak betah yang namanya santai-santai males-malesan di rumah. Sukanya jalan-jalan keluar, hangout sama kucing lain. Perginya sampai gang lain dan gedung bank dekat rumah. Selain itu, seringnya ia tidur di bawah mobil tetangga dan pulang kalau lapar saja. Lapar makan dan lapar nindihin Adele.

Foxy lagi ngajak duel sama kucing jalanan. 

Saking seringnya muter-muter lingkungan rumah, Foxy ini terkenal banget. Segang rumahku nih ya, yang kenal Foxy sama yang kenal aku kayaknya banyakan yang kenal Foxy. Tetangga-tetangga kalau lihat Foxy jalan pasti pada nyapa, "Foxy... Foxy!" Foxy pun juga ramah lho. Suka mampir rumah depan trus kalau bapaknya keluar pasti Foxy ngeong-ngeong kayak ngajak ngomong. Tapi sudah dipastikan bapaknya nggak paham maksudnya Foxy.

Ada juga orang sekitar rumah (yang aku nggak tahu di mana persis rumahnya) melaporkan katanya waktu lebaran si Foxy sempat mampir rumah. Wah, tahu silaturahmi juga dia. Kalah deh aku yang pas lebaran sama sekali nggak ke rumah tetangga.

Playing Hard to Get

Uwaaah... udah lama banget ngga buka komputer...
*peluk peluk monitor*
*kesetrum*

Kali ini aku mau nulis tentang playing hard to get. Kalau secara literal sih artinya 'bergaya susah didapat' tapi padanan kata yang cocok apa ya. Aku nggak tahu, kalau kamu tahu kasih tahu ya. Playing hard to get itu kalau dijelaskan dengan kutipannya Sudjiwo Tedjo tuh...

"Jangan sengaja pergi agar dicari. Jangan sengaja lari biar dikejar."

Intinya sih ya misalnya nih cowok sama cewek. Si ceweknya pura-pura nggak mau, bales chat lama, sok-sok misterius, padahal aslinya suka-suka juga. Gara-gara mau bahas ini, aku sampai googling playing hard to get itu gimana sih. Menurut survey kalau yang playing hard to get yang cewek banyak nggak berhasilnya karena kecenderungan cowok sukanya cewek yang friendly, nggak misterius. Sedangkan cewek sukanya sama yang cool rada-rada misterius gitu.

Katanya!

Aku sendiri kagak tahu!

Soalnya aku mau bahas kucing... bukan manusia...

Awalnya aku punya dua kucing, namanya Foxy dan Adele. Mereka ini saudara tiri beda ibu. Mereka sudah menghasilkan sekitar 30 anak dan yang masih di rumah ada dua ekor. Aku nggak ngerti siklus mereka kawin tapi jarang sekali. Sebulan belum tentu sekali.

Kemarin, si Foxy lagi birahi. Yang biasanya Foxy tuh kelayapan jalan-jalan di luar pulang kalau laper doang, kemarin di rumah aja seharian. Dibuka pintu rumah blak-blakan juga ngga tertarik buat keluar rumah. Karena doski lagi suka ngikutin Adele. Minta jatah.

Adele tiduran nyelip di pot-pot. Foxy ngikutin di pot sebelahnya.

Adele di bawah piano. Foxy nungguin di deketnya jarak 30 cm.

Adele tiduran di balik kloset. Foxy ikut-ikutan tiduran di pintu kamar mandi. Kan jadi bikin susah aku mau ee.

Kucing aja kelonan mesra. Masa kamu engga? Eh kamu juga suka kelonan deng yaaaa......
 sama guling.

Lucunya si Adele ini kayak nggak mau digituin sama Foxy. Tiap Foxy berusaha nindihin, Adele mukul-mukul Foxy. (Aku ngga tahu dalam kehidupan kucing itu termasuk mukul kasar atau mukul manja). Pokoknya kayak nggak mau... malah jadinya kejar-kejaran.

Udah tahu Adele ditungguin Foxy, Adele malah kayak pura-pura pingsan, tidur nggak gerak. Ya udah deh, Foxy nungguin aja berjam-jam sampai Adele gerak. Serius berjam-jam.

Sampai akhirnya kayaknya Foxy menyerah (atau udah males), Foxy jalan lah menjauhi Adele dan tiduran di bawah kursi kayu di ruang tamu. Eh si Adele yang tadinya jauh di mana nyamperin ke bawah kursi juga. Bah! Genit! Nggak tahan lama-lama playing hard to get kayaknya...

Emang natural kali ya playing hard to get tuh...
Nggak cuma manusia yang kayak gitu...