Liburan Impianku: Ke Sanrio Puroland!

Meski muka sangar begini, aku suka banget sama stuff yang cute-cute. Sebut saja yang berhubungan Barbie, Shaun the Sheep, Minnie Mouse, dan juga Hello Kitty. Kalau aku kaya tak terhingga udah kubeli semua cute stuffs yang aku lihat. Belakangan ini, aku lebih sering lihat merchandise-nya Hello Kitty dan itu bikin aku kepengen pergi ke taman bermainnya Hello Kitty. Ada lho!

Tak jauh dari Indonesia, di Malaysia tepatnya di Johor punya Hello Kitty Town. Tapi, impianku adalah pergi ke Sanrio Puroland di Jepang. Sanrio Puroland adalah indoor theme park bertemakan karakter-karakter Sanrio yang letaknya di Tokyo. Dan nggak cuma Hello Kitty tapi juga ada My Melody, Keroppi, The Little Twin Stars, dan lain-lain.

Source: chingling.net
Sanrio Puroland. Source: kanpai-japan.com
Di Sanrio Puroland ada banyak wahana dan atraksi. Misalnya saja, Sanrio Character Boat Ride, Cinnamon’s World Journey, Magical March, dan lain-lain. Denger-denger sih agak susah kalau bukan orang yang Japanese-speaking dan sudah dewasa. Karena pertunjukannya pakai Bahasa Jepang dan ditargetkan untuk anak berumur 3-6 tahun. Ah tapi nggak apa-apa, seleraku kan kayak anak umur segitu, wkwkwk.

Dan yang jelas, bisa foto-foto sama karakter Sanrio dan juga ada gift shop yang jual merchandise Hello Kitty dan teman-temannya. Huwaaa, kepengen beli semua pasti rasanya.

Gift shop di Puroland. Source: www.puroland.co.jp
Nggak cuma itu impianku. Selain berkunjung ke Sanrio Puroland, aku pengennya menuju Tokyo dengan menggunakan pesawat Hello Kitty juga. Salah satu penerbangan milik Taiwan memiliki penerbangan ke beberapa destinasi dengan pesawat yang bertemakan Hello Kitty. Mulai dari konter di bandaranya, boarding pass, seragam pramugari, kantong muntah, semua Hello Kitty.

Kiyuttt... Source: evaair

Tiket masuk Sanrio Puroland ditambah naik pesawat Hello Kitty pasti mahal sekali. Tapi kalau sudah kepengen, semua hal bisa terjadi. Cling, cling, cling! Aku harap aku bisa ke sana secepatnya~ lalalala~ amiin!
Pengen...
Kalau teman-teman, liburan impiannya ke mana nih?

Bali dan Batik

Ketika teman lain masih sibuk berbelanja, Nok, teman dari Laos, Kao, teman dari Thailand dan aku asik berjalan-jalan di pinggiran Port of Nagoya. Kami berfoto-foto ria sambil melihat-lihat sekeliling. Katanya, negara Jepang itu mengalami masalah penuaan populasi di mana piramida penduduk terbalik dan jumlah penduduk tua lebih banyak. Namun yang kita lihat adalah anak TK berjumlah ratusan berjalan berbaris... loh katanya ageing population, masih banyak tuh anak kecilnya, hehehe.

Di bawah pohon, di kursi, di depan gedung Public Aquarium Nagoya, di semua latar kita foto-foto. Ada gerombolan siswi perempuan pun kita hadang buat diajak foto bareng, hahaha kurang gawean. Dan nggak cuma sekali kita hadang. Ketemu lagi ada dua siswi dan kita mintain tolong untuk fotoin kita bertiga.

Rambut gueeee jelekkk anginnya kenceng >,<
Eh nggak berapa lama, guru mereka lewat dan salaman deh sama gurunya. Si sensei itu melihat bajuku dan dia bilang, "Batiku, very beautiful," sambil tersenyum. Wiii, aku nggak tahu Batik sepopuler ini. Sudah dibilang sih sama mama kalau Batik itu terkenal di Jepang dan ingat teman nenekku di Pekalongan pun mengekspor sutra batiknya pun kebanyakan tujuannya ke Jepang. Tapi karena aku norce norak cekali, pas di Jepang ada orang Jepang tahu bajuku itu Batik aku surprised. Terharuuu...

Apalagi aku jarang banget namanya pakai batik. Pas kawinan doang kalik sama kalau ada acara, ke kampus samsek nggak pernah. Even hari batik nasional 2 Oktober aku tetap pakai t-shirt ketika teman sekelas lain pakai batik. Orang Indonesia macam apa eike... Dan di hari pas di Port of Nagoya itu aku pakai batik karena... t-shirt-ku abis. T.T

Every corner narsis narsis.

Aku, Kao, dan Nok.
Selain batik, yang populer lainnya adalah Bali. Tiap orang Jepang yang ditemui, dan ditanya pernah ke Indonesia dan pernah biasanya adalah ke Bali... Host parents yang aku kunjungi mereka juga sudah pernah ke Bali dan Borobudur. Mereka yang kutanya suka sekali dengan Bali, pantai, Ubud, pura, dan lain-lain. Beautiful, katanya. Karena pendatang ke Bali banyak dari Jepang, sign-sign dan  guide brochure di Bali sering sekali ada Bahasa Jepangnya.

Kalau aku, ya aku senang ke Bali tapi penuh rasa khawatir. Naik taksi nggak mau pakai argo lah, dimahalin, nggak ada angkutan umum, dan lain-lain. Meski Bali sudah touristy banget, aku tetap merekomendasikan Bali untuk Shuu, mahasiswa di Nagoya University yang menjamu kedatangan peserta JENESYS kala itu. Ia berencana tur ke ASEAN dan aku rasa Bali memang sangat indah kok.

Bali~
Kalau orang Jepang saja mengapresiasi dengan baik Batik Indonesia dan Bali, kenapa eike enggak ya... Kayaknya aku musti lebih sering pakai batik dan mempelajarinya. Serta promosi tempat wisata lain biar nggak Bali aja yang maju~ lalalala~

Teman Puasa Baru, Mizone Blewah!

Rasanya kok cepat sekali, tahu-tahu sudah mau ramadhan saja. Padahal... masih ada utang puasa yang belum dibayar. Fufufu. Katanya bulan puasa itu bulan dengan penuh niat baik. Iya nggak ya? Emang sih, kalau bulan puasa bawaannya pengen cling! bertransformasi menjadi orang yang lebih baik. Apalagi kalau puasa kan berarti kita harus menjaga hawa nafsu, nggak cuma makan minum, tapi misal menahan ngomong kotor, ngomongin orang, nyela orang, banyak deh. Dan itu semua perlu niat baik! 

Dalam rangka bulan puasa, Mizone mengeluarkan varian baru, rasa Coolin' Blewah. Waaa, penasaran kan? Rasa Coolin' Blewah ini cuma beredar dua bulan sekitar bulan puasa tahun ini. Jadi yaaa special edition dan kudu coba deh. Mizone Blewah ini bisa didapat di Toko #NiatBaik dan nantinya bakal ada di minimarket dan toko-toko lainnya.

Di depan Toko #NiatBaik.
Waktu denger Toko #NiatBaik aku mbatin, "Hyeee? Apaan tuh?" Katanya, di sana bisa beli Mizone Blewah bayarnya nggak pake uang, cuma bayar pake janji alias #NiatBaik aja. Maksude piye to, Mas? Akhirnya aku coba di Toko #NiatBaik-nya. Toko #NiatBaik ini ada di lantai LG Kota Kasablanka dan di Gandaria City. Ternyata seruuu lho tokonya!

Mesin registernya pake tab. ^^
Di sana, semua botol Mizone Blewah ditempel tag. Ada tulisan harga #NiatBaik-nya dan di baliknya ada barcode. Ada yang harganya 'BERI HADIAH KECIL BUAT YANG UDAH BESARIN KAMU', ada yang 'NGGA NGOMONG JAHAT PAS DENGER THR BAKAL TELAT', ada lagi 'BIAR LAMBAT ASAL SELAMAT TAPI NGGAK TERLAMBAT', macam-macam deh. Dari #NiatBaik itu, ya sebisa mungkin dijalanin dong, wong namanya janji gitu loh.

^^ 

Aku kan masih bingung dong ya, piye cara mbayarnya. Aku tanya mbaknya, tapi aku belum ambil botol Mizone-nya. Trus mbaknya menawari Mizone yang dipegangnya, harganya 'NGGA NYELAK DAN NYELIP WAKTU NGANTRI'. Mbaknya nanya, "Ini gapapa, Mbak?" Hm, nggak papa. Padahal  tanpa #NiatBaik itu, aku juga paling bete ama orang nyelak antrean dan insyallah gak nyelak antrean kecuali gak sengaja wkwkwk, biarin dah hahaha...

Cara beli di Toko NiatBaik ini gampang banget
1. Tinggal ambil Mizone dengan harga yang kamu pilih.
2. Abis itu samperin mbak atau masnya.
3. Mbaknya bakal ngescan barcode botol yang kita ambil abis itu di-share di Facebook dan tag lima teman.
4. Sudah deh!

Mbaknya nawarin buat nge-tag lima orang lagi trus dapet satu botol lagi. Tapi nggak ah, hihihi. Takut abis nge-tag lima teman lagi, disuruh tag lima lagi lagi dan lagi nanti abis Mizone-nya. *ngok*

Toko #NiatBaik tampak samping.
Kalau temen-temen lagi main di mall trus liat ada Toko #NiatBaik, jangan lupa mampir yak! Seruuu, harganya lucu-lucu dan bisa dapetin sebotol Mizone Blewah tanpa harus bayar pakai uang.

Mizone Coolin' Blewah ini bisa jadi teman bulan puasa kita tahun ini yang bikin semangat tetep OK. Kalau semangat O.K, Niat Baik nggak akan K.O kan?

Kans

Waktu itu aku menyerah mengerjakan sesuatu. Kata temanku, "Na, mendingan lo kerjain meski hasilnya gak bagus. Kalau lo kerjain lo paling gak lo punya kesempatan, kalo lo gak kerjain kesempatan lo nol."

"Gembel."

"Itu kan kata lo, Na." Sial dibalikin. Sebenarnya bukan kata-kataku, cuma aku dengar dari Hongjun Wang, pendiri start-up The Art of Taking Personal Responsibility (TAOTPR). Ia bercerita waktu jaman SMA dulu (maap yah yang udah kuceritain hihi), ia sedang berselancar di internet dan menemukan link di pojok kanan atas sebuah website, ada pengumuman sebuah konferensi marketing. Aku lupa di negara apa gitu. Ia mencoba mendaftar, kali-kali keterima dan bisa gratis ikut konferensi itu.

Kemudian, ia memberikan informasi itu kepada temannya dan menyarankan temannya untuk mendaftar juga. Waktu berselang, Hongjun mendapatkan informasi kalau ia diterima dalam partisipasi konferensi itu. Sedangkan temannya gagal. Hongjun bingung kenapa dia bisa diterima sedangkan temannya tidak. Rupanya, karena temannya itu bahkan tidak mendaftar. Intinya, kalau nggak dicoba, gimana punya kesempatan.

Nggak tahu kenapa, cerita itu kuingat-ingat terus. Mengingat eike tuh forgetful... Tapi case di atas, aku benar-benar menyerah, dan menyerah sehingga kesempatanku jadi nol.

Mungkin ke depannya, aku nggak boleh membuang-buang kesempatan lagi... Misalnya aja, ada lomba, kalau bisa ikut ya ikut. Paling nggak, punya kesempatan untuk menang, kalau gak ikut kan sudah pasti gak menangnya. Kalau gak menang ya gak papa, setidaknya sudah coba ambil kesempatan. Hehehe... ^^

Things I Love About Japan Airlines...

Mengulas penerbangan, ngapain gitu ya. Tapi kemarin, pertama kalinya aku naik Japan Airlines, aku girang sekali. Udah dibayarin, nggak pake ngatur tiket sendiri, tinggal mangkat, wihihihi... ^^

Tanggal 25 Mei lalu, partisipan JENESYS 2.0 Batch 2 dari Indonesia berangkat menuju Jepang dengan Japan Airlines JL 726. Sudah bisa ditebak, kami menempati tempat duduk di baris-baris paling belakang. Bahkan tempat dudukku 56G, udah termasuk golongan kursi yang nggak bisa dibelakangin joknya. Asem.

Again, blur is the new focus.
Lalalala semoga Lugas nyasar ke blog eike lalalala...
Karena norak, sudah dipastikan kami berfoto-foto di dalam pesawat. Tempat dudukku di bagian tengah, teman sebangkuku ada Lugas dan Mas Fadly yang berasal dari Suroboyo. Bahkan si Mas Fadly minta difotoin pas pramugarinya lagi nge-serve dia. Sumpah yak -,-

Pesawatnya Boeing 777-300, interiornya biasa aja sih, bagusan Garuda Indonesia malah. Cuma ada beberapa hal yang bikin eike cinta sama Japan Airlines. ❤❤❤

❤ Boarding time-nya punctual
Aku nggak tahu apakah karena pikiranku terpengaruh kalau Jepang itu punctual, jadi aku memperhatikan boarding time-nya JAL yang tepat banget juga. Cuma kuperhatiin, kalau aku naik pesawat jarang-jarang yang boarding time-nya sesuai boarding pas, biasanya suka lebih 10-15 menit dari yang tertera.


Inflight Entertainment
Setiap kursi dilengkapi dengan monitor di depan kursi dan sebuah remote yang diletakkan di lengan kursi. Ya biasa sih, yang ditawarkan film, lagu, musik, game, dan lain-lain. Cuma yang aku cinta adalah, sebelum take-off dan dalam posisi landing pun inflight entertainment pun bisa digunakan... Ke-pause kalau ada pengumuman dan ketika menampilkan prosedur keselamatan di monitor.

Remote lalalala...
JAL's Special Drink
Di menu yang terletak di depan kursi ada pilihan menu minuman special drink-nya Japan Airlines. Wah, harus coba nih. Tadinya mau minta minuman yang aneh-aneh macem sake, dan teman-temannya, tapi tapi... hihihi. Special drink SkyTime-nya JAL ini rasanya citrus, seger banget... Katanya rasanya Yuzu Citrus dan mengandung air laut yang didesalinasi.
Guess isi makanannya apa... Nasi, daun singkong, dan rendang hihihi...
JAL's Special Drink.
Dan juga, JAL lah yang membawaku ke Jepang untuk JENESYS...
Uwaaa, dan aku tak kan lupa~ semoga... soalnya aku pelupa, hihihi. Aku senang karena pas naik JAL kemarin bersama dengan teman-teman Indonesia lain ke Jepang untuk bertemu teman-teman baru lainnya di JENESYS...

Pengen naik JAL lagi...
Pengen ke Jepang lagi...
Tapi lebih pengen naik Eva Air yang Hello Kitty...
Fufufufu...

Nyamannya Charm Extra Dry #BebasLembab

Kalau mens rasanya gimana, temans? Ada yang sakit perut, ada yang migrain, badan pegal-pegal,  intinya aktivitas hormonal yang berubah bikin fisik kita pun menjadi 'aneh' pas mens. Kalau udah nggak nyaman gini, tentunya kita maunya pakai pembalut yang enak dipakai dan nyaman biar mood kita pas mens membaik kan? Nah, ada produk pembalut baru nihhh...


Populer dengan produk sanitasi wanitanya, kini PT Uni-Charm Indonesia meluncurkan produk barunya bernama Charm Extra Dry. Dengan brand ambassadornya Revalina S. Temat, Charm Extra Dry di-launch Desember lalu. Nah, Charm Extra Dry berbeda dari produk-produk sebelumnya karena inovasinya menggunakan Extra Dry Sheet yang bergelombang dan memiliki pori-pori yang besar sehingga bebas lembab.

Apa sih kelebihan Extra Dry Sheet?
a. Mencegah darah menempel di permukaan kulit >> lapisan extra dry nya menyerap cairan dengan cepat sehingga tidak tertinggal di permukaan.
b. Mengurangi iritasi pada kulit akibat bergesekan dengan permukaan pembalut >> dengan permukaan yang bergelombang, area yang menempel di kulit jadi lebih sedikit.
c. Bebas Lembab >> permukaan yang bergelombang, memberikan ruang untuk sirkulasi udara sehingga menjadikannya tidak lembab.

Ada dua varian: Charm Extra Dry Day Wing (23 cm – kemasan 9 pads dan 18 pads) dan Charm Extra Dry Night Wing (29 cm – kemasan 6 pads dan 12 pads).


Varian pertama Day Wing, sangat cocok dipakai untuk siang hari ketika kita berkegiatan aktif, kuliah, bekerja, atau aktivitas lainnya. 


Sedangkan yang kedua ialah Night Wing yang memiliki panjang 29 cm, pas digunakan ketika tidur. Jadi waktu tidur, nyaman banget, dan nggak bakal khawatir bakal bocor ke mana-mana.

Karena Charm Extra Dry bebas lembab, makanya cocok banget buat para teman-teman yang aktif berkegiatan. Aku sendiri sudah mencobanya dong. Jujur aja, aku nggak berekspektasi macam-macam sama Charm Extra Dry. Lha wong perasaan pembalut sama aja deh. Eh, setelah kupakai, wuihhh!!! Aku ngerasa nyaman menggunakan Charm Extra Dry, baik yang Day Wing maupun yang Night Wing.

Perbedaan Charm Extra Dry sama pembalut lain tuh kerasa banget, cepet banget meresap, jadi jatuhnya nggak lembab! Karena super kering, jadi nggak lengket di bagian organ intim. You know what I mean lah, hehehe...

Kalau teman-teman udah pada coba Charm Extra Dry beloooomm?
Kalau belum, coba dong, rasakan bebas lembabnya ^^

LeBuy Memang LeBai


Beberapa waktu lalu, aku beruntung mendapatkan hadiah dari blogiveaway yang diadakan oleh Tom-Kuu. Hadiahnya voucher MAP senilai 200 ribu rupiah. Setelah aku melihat surat dari Tom-kuu, dan aku lihat empat lembar vouchernya, aku taruh di laci di kamarku. Beberapa hari kemudian aku perhatikan di amplopnya ada logo LEBUY www.lebuy.co.id. Web apa yak itu, tapi ngomong-ngomong keren namanya, nyebutnya kan jadi 'lebay'.


Ternyata lebuy.co.id adalah sebuah situs yang menyediakan sarana online untuk berjualan maupun membeli barang yang kita inginkan. Aku sendiri bukan orang yang punya usaha dagang, tapi kadang-kadang semisal ada barang baru yang tak kupakai karena hadiah atau alasan lain, aku suka menjualnya di forum atau situs jual beli. Beberapa situs jual beli, pernah aku coba, dan sekarang aku mencoba menggunakan LeBuy.

Ada icon-icon itu lho maksudku ^^
Didominasi dengan warna merah dan putih, LeBuy memiliki tampilan web yang sangat nyaman dan navigasinya mudah. Misalnya saja di halaman utama terdapat thumbnail-thumbnail postingan penawaran yang paling terbaru, dan kalau di-scroll akan muncul terus. Kemudian, kalau ingin mencari barang yang kita cari menu search-nya juga enak, sama sekali nggak bikin bingung! Apalagi pilihan kategorinya, ada icon yang mewakili. Lucu aja gitu liatnya. Seringnya situs jual beli, pemilihan kategorinya hanya tulisan saja, dengan adanya icon jauh lebih menarik.

Aku pun membuat akun di LeBuy. Bisa di-connect dengan akun Facebook dan Twitter, bisa juga dengan e-mail. Aku memilih menggunakan e-mail, tak banyak isian yang harus diisi, hanya nama e-mail dan password jadi proses pembuatan akunnya pun cepat. E-mail aktivasi terkirim di e-mail kita, link aktivasi di klik, dan voilaaa, jadilah akun di LeBuy. Di halaman My LeBuy, ada dashboard kita, inbox pesan, fitur following, dan ada widget juga. Fitur following dan widget di situs jual beli, baru kulihat di LeBuy ini. ^^

Profil LeBuy-ku. Fotonya foto dombaku ^^

Kalau ingin membuat postingan jualan, tinggal klik Create New di sebelah kiri di bawah profil. Compose postingannya sangat mudah, dan bisa ditambah gambar sampai empat gambar. Aku pun membuat postingan jualan, ini dia capturenya...


❤ Kenapa situs ini bernama LeBuy?
Buy berarti membeli yang menunjukkan LeBuy itu tempat membeli. Penambahan Le, menjadi LeBuy membuat nama situs itu menjadi ear-catchy.

❤ Apa warna corporate dari LeBuy?
Merah! Warna dominan selain putih di situsnya adalah merah, semua merah, bahkan video yang diunggah LeBuy dan yang ada Tom-Kuu itu (hihihi), baju si Tom-Kuu juga merah. Yang kita tahu merah itu kan warna yang berarti berani dan semangat selain itu warna merah merupakan warna yang atraktif.

❤ Keuntungan fitur following?
Di LeBuy terdapat fitur following, di sini kita bisa mem-follow user favorit kita. Misalnya saja, ada user yang selalu menjual barang yang kita butuhkan atau inginkan, jadi kita tidak ketinggalan update postingan mereka. Kalau buka postingan user lain, di bawah nama user terdapat button Follow Me, tinggal klik, ke-follow deh!

Button Message Me dan Follow Me.
❤ Fungsi widget di halaman MyLeBuy
Di halaman MyLeBuy, ada fitur widget. Widget ini digunakan untuk melihat postingan terbaru dan bisa ditambah widget baru, dengan memilih kategori apa yang kita inginkan. Misalnya kita penyuka buku, pilih kategori buku, maka update-an yang muncul adalah postingan yang menjual buku saja.

❤ Ada berapa kategori?
Banyak! Ada 25 kategori, women's fashion, books, automotive, dan lain-lain. Lengkapnya di gambar di bawah ini yaaa!
Banyak kan kategorinya ^^
Untuk informasi lebih lanjut, bisa langsung ke Twitternya di @LeBuyKu atau page Facebooknya.


Overall meski LeBuy ini tergolong baru, menurutku tampilan home-nya, navigasinya serta cara post-nya lebih enak daripada situs jual beli lain yang pernah aku coba. Yaaa, LeBuy memang Le-Bai, Lebih-Baik. Hihihi ^^ 

Lessons Learned From JENESYS

Seusai pulang dari program JENESYS 2.0, kami diharuskan membuat laporan yang ditujukan kepada PCMI Jakarta, Dinas Olahraga dan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. Tentunya ada bagian dari report mengenai apa yang kita pelajari dan alami selama program. Dan itu banyak banget! Dari teman-teman dari negara lain, tentang ASEAN, dan dari negara Jepangnya sendiri.

Antara lain...
1. Nambah pengetahuan baru tentang budaya negara ASEAN lain karena kita saling sharing mengenai bahasa, budaya, tempat wisata yang ada di negara masing-masing. Contohnya kecilnya saja, aku jadi tahu kalau 'ganbatte' dalam Bahasa Thai adalah 'su su' atau saya cantik adalah 'chan suay'. Temanku dari Kamboja, Nita, sering sekali berucap 'saya cinta padamu' dan teman Kamboja lain Khong, rajin menyapa 'selamat pagi'. Ada suatu waktu kami memakai baju adat, dan it was really fun karena lucu aja pada pakai baju negara masing-masing.


2. Meningkatkan pengetahuan tentang ASEAN Community 2015. Topik ini kayaknya lagi hangat-hangatnya dibahas karena nggak lama lagi, semua bakal bebas di antara negara ASEAN. Maksudnya bebas ya, perdagangan dengan non-tariff, mau bekerja di negara ASEAN lain mudah, bahkan ada isu mau ada ASEAN single visa untuk WN non-ASEAN. Meskipun masih agak-agak nggak paham, ya lumayanlah tambah pengetahuan mengenai ASEANCom ini soalnya pas program ada beberapa lecture yang menyangkut tentang ASEAN juga ASEAN-Japan Centre.

3. Teknologi di Jepang itu kerennn... apalagi compared to Indonesia. Yang paling bikin aku girang adalah smart toilet-nya. Teman-temanku yang dekat pasti pertama kuceritain tentang Jepang adalah smart toilet-nya a.k.a washlet-nya, hehehe. Ya abissss oke banget. Toiletnya banyak pencetannya, tahu kan ada water spray dari belakang gitu. Ada pilihannya, mau diarahin ke situ (kalau perempuan) apa ke situ. Bisa pilih sehangat apa, trus kadang ada toilet yang bisa nyalain flushing sound. Apa malu kali yak kalau plung-plung, jadi tinggal nyalain suara flush palsu deh. Kadang juga mau nge-flush aja pakai sensor tinggal taruh tangan di sensor. Sepele tapi aku tersepona...

Pencetannya banyak...
Aku norak yak, tapi emang iya norak sih. Contoh lain, kayak tiket single trip di kereta. Cuma pakai kertas kecil 2 x 5 cm kalik. Pas masuk stasiun dimasukin ke mesinnya, keluar terus ngebolong sendiri gitu, dan disimpan untuk nanti keluar stasiun. Maksudku, keren kali ya kalau stasiun KRL Jakarta kayak gitu. Nggak perlu pake kertas diperforasi manual sama abang-abangnya, atau pakai kartu tapi nge-tap ke-detect-nya lama pol. Aku gak bermaksud jahat membanding-bandingkan gitu, tapi piye ya... Paling amazed sama automated system-nya Port of Nagoya. Menggerakkan kontainer saja tanpa manusia, lucu liat kontainer jalan sendiri gitu. Padahal itu kan berat banget ya.

4. Punctuality di Jepang dan orang Jepangnya. Punctuality itu ketepatan waktu, on time, nggak telat, dan di Jepang itu segalanyaaaa punctual. Pastinya jadwal kereta Shinkansen tepat, tapi ya... jadwal Program JENESYS selama 8 hari itu pun, bahkan benar-benar sesuai rundown. Misalnya dalam lecture, pembicara tak pernah ngomong sampai lebih jatah waktunya. Aku perhatikan yang tidak sesuai hanya satu jadwal ketika menuju hotel di Narita pada malam terakhir, itu pun karena macet, dan telatnya sekitar 20 menit. Tepat waktu berarti menghargai orang kan ya. Kalau di sini, janjian dateng tepat waktu, seringnya bikin sakit hati sendiri. T.T

Bullet Train~
Itu baru sebagian yang aku amati dan pelajari saat JENESYS kemarin.
Aku akan cerita lagi di post-post mendatang.
Aku berharap sekali bisa kembali lagi ke Jepang. Beli CD-nya Shiina Ringo sama ke Sanrio Puroland, abis itu belanja-belanja barang-barang lucu kayak Hello Kitty. *stop*

See you next post!

Soekma Djaja: Ketika Budaya Betawi Disajikan Kekinian

Seperti di postinganku sebelumnya, kemarin (5 dan 6 Juni 2013) di Gedung Kesenian Jakarta ada teater musikal berjudul Soekma Djaja. Istimewanya, yang main teaternya semua anggota Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) yang cakep-cakep semuaaa…

Pertunjukan ini merupakan upaya dari Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) melalui Teater Abnon dipromotori oleh Diatone Asia serta didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya untuk melestarian kesenian tradisi Betawi khususnya gambang kromong sebagai salah satu bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

GKJ, gedung favorit Maudy Koesnaedi, favoritku jugaaaa!
Soekma Djaja bercerita tentang kehidupan keluarga asli Betawi yang mempunyai usaha Gambang Kromong dan ondel-ondel. Anak pertama keluarga itu ialah Jay, seorang mahasiswa pintaar, peraih beasiswa, namun malu dengan kondisi keluarganya. Kontras dengan Yadi, adiknya, ia malah membantu menyokong kehidupan keluarga dengan mengamen bersama kelompok ondel-ondel Soekma Djaja-nya. Suatu saat Jay diberi tugas oleh dosennya mengenai kebudayaan. Teman sekelompoknya menginginkan tema Gambang Kromong dan ondel-ondel, namun Jay tidak setuju karena dalam hati ia malu kalau teman-temannya tahu kelompok Gambang Kromong yang disurvei adalah milik keluarganya.

Bagaimana yak kelanjutannya? Rahasia…

Metromininya kereeeen...
Aku sudah lama nggak nonton pertunjukan musikal mau pun teater jadi nonton Soekma Djaja tuh excited banget lah. Sebelum dimulai teaternya, ada upacara palang pintu di mana tiga pemuda Betawi berbalas pantun dengan tiga pemuda lawannya. Tentu saja enam pemuda itu merupakan peserta abang Jakarta. Tiap grup ada pentolannya nih, satunya berperan sebagai narator dan ikut menyanyi juga di pertunjukannya, yang satu lagi merupakan pemeran si Yadi. Selain itu, pakai ‘berantem’ pulak. Oh tentu saja akting. Tapi keren aja, Abang-Abang ini bisa berbalas pantun dan silat betawi beneran!

Setelah upacara itu barulah seakan-akan pintu GKJ dibuka untuk umum. Setahu aku, upacara palang pintu dilakukan juga di pernikahan Betawi. Masih banyak gak ya orang Betawi yang menikah ada ritual palang pintunya. :D

Aku suka lakon Soekma Djaja pun pada dasarnya aku punya ketertarikan untuk menonton pertunjukan seni. Selain itu karena musikal tentu banyak nyanyinya dan ada bumbu lucu-lucunya menambah keunggulan pertunjukan Soekma Djaja. Meskipun begitu, lakon Soekma Djaja memiliki beberapa kekurangan seperti pas di scene terakhir nari-nari itu, lampunya ‘nyolorotin’ mata eike. Selain itu, suara pemainnya kurang terdengar. Tapi yang paling esensial adalah pesan dari penyelenggaraan Teater Abnon Soekma Djaja ini.

Kurang mesra nih gue...
Pemain utama pemeran Jay, Abang Bobtriyan Tanamas menyampaikan bahwa dengan pertunjukan seni ini bisa memperkenalkan budaya Betawi. Apalagi di jaman sekarang, sudah banyak anak muda yang tidak peduli dengan budayanya. Backgroundnya yang merupakan dokter muda tak membuat ia tak bisa mempromosikan budaya.

“Perkembangan dunia hiburan dan kesenian masyarakat di kota Jakarta dari tahun ke tahun seperti kita tahu sangatlah pesat. Banyaknya pilihan yang ditawarkan seiring dengan arus modernisasi dan masuknya budaya luar, membuat kesenian khas Betawi sebagai akar tradisi Jakarta semakin dilupakan. Tidak banyak masyarakat Jakarta, khususnya anak muda, mengetahui apa itu gambang kromong dan para seniman yang terlibat di dalamnya. Untuk itu, kami sangat mendukung niat dan upaya generasi muda yang tergabung dalam Teater Abnon ini yang mau mengangkat kembali kesenian tradisional khas daerah mereka sendiri dalam pementasan ‘Soekma Djaja’,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Produser Soekma Djaja, Maudy Koesnaedi merupakan None Jakarta tahun 1993. Meski sudah 20 tahun berlalu, ia masih berkomitmen untuk berkontribusi terhadap budaya Betawi. Dan teater Soekma Djaja inilah salah satu bentuknya…

Produser Soekma Djaja.

Soekma Djaja adalah sandiwara keempat yang dibawakan oleh Ikatan Abang None Jakarta. Harapannya tentunya, sandiwara selanjutnya yang dibawakan oleh IANTA bakal sukses terus dan menginspirasi anak muda untuk belajar budayanya.

Kegiatan ini merupakan salah satu acara yang disupport oleh Djarum Apresiasi Budaya, dan nantinya masih akan ada event pertunjukan seni mendatang lainnya!

Silaturahmi Ke Rumah Jim Thompson

Aku mengenal Jim Thompson sudah sejak beberapa tahun lalu, ibuku dan adiknya ibuku pernah menceritakan tentangnya. Dan baru-baru ini aku mendatangi rumahnya di Bangkok, Thailand.

Waktu itu aku dan temanku mencoba menumpangi Express Boat di sungai Chao Phraya dari dermaga Bang Po untuk turun di Central Pier (Sathorn/Taksin). Dari sana, kami jalan kaki sebentar untuk mencapai stasiun BTS Skytrain Saphan Taksin, tentunya untuk naik BTS menuju stasiun National Stadium, stadium terdekat dari rumah Jim Thompson. Tinggal jalan kaki sekitar 200 meter, sampai deh!


Jim Thompson ialah nama sebuah perusahaan sutra Thai. Pertama kali aku tahu Jim Thompson, ibuku suka bercerita dan aku pernah mendapat sebuah dompet koin sutra bergambar gajah bertanda plat Jim Thompson. Pas mau ke Bangkok, dan temanku juga ternyata tahu betapa kerennya produk Jim Thompson, kami memasukkan kunjungan ke museum Jim Thompson dalam itinerary.

Nama pendirinya tentu saja juga Jim Thompson bernama lengkap James Harrison Wilson Thompson, seorang Amerika yang lahir di Delaware, US pada tahun 1906. Ia mengenyam pendidikan arsitektur di University of Pennsylvania. Thompson pernah menjadi tentara sukarelawan hingga suatu saat keluar, ia bercerai dengan istrinya, dan pindah ke Thailand. Ia merevitalisasi keberadaan industri Thai silk membangun sebuah perusahaan bernama Thai Silk Company Limited. Peran dia dalam industri Thai silk, membuat makin tumbuh industri Thai silk yang ada.

Kepompong ulat sutra.
Dan katanya pada zamannya, dia merupakan orang Amerika yang tinggal di Asia yang paling ngetop dah. Dan yang paling seru, Jim Thompson disappeared begitu saja... tak ada yang tahu ia meninggal di mana. Salah satu peninggalan Thompson, adalah rumahnya yang kini dijadikan museum dan galeri.

Kebanyakan yang datang ke sana sih turis asing, dan ramai sekali. Untuk berkeliling rumahnya, kita dikelompokkan dengan turis lain karena bersifat guided tour. Tiketnya 100 THB (30 ribu rupiah) untuk orang dewasa dan untuk siswa 50 THB, sekitar 15000. Nggak mahal kan ya.


Rumah Jim Thompson terdiri dari enam bangunan bercorak Thai tradisional. Beberapa darinya digunakan sebagai kafe, showroom produk, dan toko suvenir. Nah pertama, kami dibawa berkeliling luar rumah utama Jim Thompson. Asri sekali, banyak pepohonan juga ada kolam. Di luar bangunan utama terdapat bangunan lain yang digunakan untuk ruang kerja Jim Thompson, tempat tinggal pekerjanya, dan lain-lain. Di lantai bawah rumah utama terdapat beberapa pajangan seni seperti patung dan ukiran ala Thai serta alat tenun tradisional.

Untuk masuk ke rumahnya, kami diharuskan melepas sepatu dan tidak diperkenankan untuk mengambil gambar di dalam. Kami pun naik tangga, dan whoaaaa..


Dari web Jim Thompson House.

Gilak gue pengen punya rumah kek gini. Sebagai penyuka seni dan kolektor, Thompson memajang patung dan benda tradisional dalam rumahnya. Banyak sekali yang bisa diceritakan dari isi rumahnya, beberapa yang menarik misalnya, ia menggunakan meja mahjong sebagai meja makan. Kemudian di pintu kamar tidur utama, ada penghalang sekitar 15 cm dari lantai. Jadi kalau mau lewat kudu ngelompati gitu. Alasannya adalah supaya tidak ada roh jahat yang masuk kamar. Meskipun sebenarnya ciri rumah Thai seperti itu supaya anak kecil atau tidak bisa mudah keluar.

Di kamar tidur tamu, ada pajangan keramik lucuuu banget bentuknya kucing. Eh taunya pispot bayi. Asem. Rumahnya menghadap ke kanal, jadi kalau dulu ke mana-naik perahu tinggal berhenti depan rumah gitu. Oh iya, meski Thompson bukan orang Thai, pembangunan rumahnya mengikuti ritual tradisional Thailand, bahkan pakai tanggal baik segala.



Sesudah tur, kami ke toko Jim Thompson-nya. Di sana menjual berbagai produk dari sutra, dompet, tas, taplak, buku sejarah tentang Jim Thompson, kaos, dan lain-lain. Aaaak, gak ada yang gak menarik. Tapi harganya itu loh... Dan yang aku beli cuma dompet sutra bermotif gajah kecil-kecil berwarna peach. Udah itu thok, dan nggak beliin siapa-siapa. *pelit*

Jim Thompson House
6 Soi Kasemsan 2, Rama 1 Road, Bangkok
Tel: (662) 216-7368 Fax: (662) 612-3744
Kalau naik BTS, turun BTS National Stadium.

Jam buka:
09.00-17.00

Tiket:
100 THB (Adults)
50 THB (Students, tunjukin kartu pelajar/mahasiswa)