Lagi-Lagi Madame Tussauds

Yang terakhir adalah ruangan Pop Stars. Isinya yaaa penyanyi-penyanyi. Ada Mbak Lady Gaga, Bude Madonna yang masih seksihhh ajeee, Elvis Presley yang hidup lagi, Michael Jackson juga. Ada ibuku juga di sini, hihihi...

Nyokaaapp... hahaha...
Di atas itu si Teresa Teng. Penyanyi yang orang tuanya berasal dari Cina Daratan, namun dia lahir di Taiwan. Ngaku-ngaku dia nyokap gue, padahal aku cuma tahu satu lagunya. Yang, 'ni wennn wo aiii niii youuu cii fenggg...' Yah, yang gitu lah.

Tina Turner
Kakak-kakak gue, wkwkwk...
Ini juga lupa namanya siapaaa, males browse ke situsnya Madame Tussauds. :D
Mbak Lady...
Bude Madonnaaaa...
Selesai share fotonya! Ternyata Museum Madame Tussauds Hong Kong ini nggak gede-gede amat. Kayaknya baru bentar, kok sudah keluar ke toko suvenirnya aja. Sudah lama aku kepengen ke Museum Madame Tussauds entah cabang yang mana, dan akhirnya tercapai ^^

Madame Tussauds Hong Kong terletak di The Peak Tower. The Peak adalah puncaknya Hong Kong. Waktu ke sini aku ingat postingan Mbak Tarry yang berjudul Pengalaman Pertama ke Puncak Hong Kong Jalan Kaki. Aku ke sana nggak jalan kaki, melainkan naik trem. Naik trem aja berasa naik roller coaster karena kemiringannya cukup curam. Naik trem aja begitu, gimana Mbak Tarry jalan kaki ya... pasti capek banget.

Tiket Madame Tussauds juga dijual dengan paket tiket trem dan juga Sky Terrace. Aku beli yang itu. Dengan harga 220 HKD atau sekitar 250 ribu, sebenarnya mahal, menurutku. Tapi dipikir-pikir lagi, emang bikin patung lilin nggak ada biayanya apah. Maintenans tremnya nggak ada apah. Yaaaa, wajar lah segitu.

Kalau plesir ke Hong Kong, rasanya, Madame Tussauds kalau dilewatkan rasanyaaaa kuranggg... :)

Ketagihan Angry Birds

Awalnya aku cuma tahu Angry Birds dari merchandise-merchandise dan boneka-boneka Angry Birds. Menurutku mereka lucu. Aku bahkan pernah membeli notes bergambar Angry Birds dan memberikannya untuk dua orang teman sejurusan. Karena sebenarnya aku yang kepengen hihihi. Gamenya? Mana tau saya... Baca sana-sini, dengar sepupu situ-sepupu sini kok pada keranjingan mainan Angry Birds. Opo seh dolanan Angry Birds kuwi?

Ambil di website resminya Angry Birds.
Minggu lalu aku ke Jogja karena sepupuku ada yang menikah. Di Jogja aku mulai tahu game Angry Birds. Game itu terinstal di komputer di rumah nenekku. Halah, ternyata cuma game plinthengan alias ketapel. Cuma batunya diganti burung aja. Kayak gitu aja pada suka! WUUU!

Iseng-iseng coba. Eh seru juga ya. Gantian sepupu-sepupuku pada teriak: WUUU!

Kalau gagal bunuh babinya, aku jadi yang emosi. Ini sebenarnya yang angry si birdsnya apa yang main sih. Udah gitu karena banyak sepupu di rumah nenek, itu juga bikin emosi. Semua sepupuku maunya mainan game Angry Birds. Lagi asik-asik main, pada nyusu-nyusu aku supaya berhenti main. Ini anak-anak kecil nggak bisa ngalah apa ya sama kakaknya, udah tau liat kakaknya lagi asik begini. Ngalah dikit nggak bisa apa ya? Wuuu...

Eh, ya iyalah. Sejarahnya, yang lebih tua itu ngalah sama yang lebih kecil.

Nggak cuma sepupu piyik aja yang doyan Angry Birds. Tanteku juga ada yang suka. Katanya, "Susah mainnya, ilmu fisikanya harus pinter, Un. Aku gagal terus je." Aku mainan Angry Birds di tab-nya, dan berhasil ngalahin babi di level di mana tanteku stuck. "Pasti fisikamu pinter yo Un..." Halah, wong aku yo mung asal ngarahinnya. Kamu aja lik kebanyakan teori, hahaha... Bahkan dia baru tahu, burungnya kalau mengeluarkan jurus tinggal diklik aja. Dia kira ngekliknya harus pas badan burungnya. Wuuu...

Hari Senin (23/1), semua keluarga yang nggak dari Jogja sudah pada pulang ke rumahnya. Yang tadinya rame, tinggal aku, simbah, dan tanteku yang memang tinggal di rumah nenek. Aku pun leluasa main Angry Birds. Dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang aku betah main Angry Birds, hihihi...

Eh pas pulang ke rumah aku dapet angpau, gambarnya babi Angry Birds.

Apik ya amplope...
Sekarang aku jadi ngepens sama Angry Birds. Kemarin Shaun The Sheep sekarang Angry Birds.

Inikah Rasanya Jadi Turis?

Rumah nenekku berada di utara Jalan Prawirotaman, jalan di mana penuh hotel melati dan guest house yang biasa diinapi turis mancanegara. Tentu saja, turis yang dalam budget yang ketat. Rumah nenekku berada di Kampung Timuran, dan dalam kampung itu terdapat sebuah hotel pula, bintang dua malah kalau nggak salah. Maka dari itu, banyak turis mancanegara lalu lalang depan rumah nenek dan dekat Jalan Parangtritis, Jogjakarta.

Jaman kecil, rasanya senang sekali kalau ada bule lewat depan rumah. Bawaannya pengen ngajak ngobrol.

Aku: "Helloooo, londooo..." *sambil melambai-lambaikan tangan*
Bule: "Hellooo..."
Aku: "How are you?" *jaman cilik cuma bisa kalimat itu.*
Bule: "Fine, well bye-bye!" *melambai-lambaikan tangan*

Walah, jaman kecil ya, gitu aja aku seneng banget loh. Pernah pula aku datang ke ulang tahun teman jaman SD. Rumahnya tak jauh dari rumah nenekku. Acara ulang tahun sempat berhenti gara-gara ada bule lewat dan kami, aku dan teman-teman menyapa para bule yang lewat. Kasian bo', kue ultahnya dikacangin di dalam rumah, hihihi.

Kadang aku mikir, aku bakal digituin nggak ya kalau di luar negeri?


Belasan tahun kemudian, aku pergi ke Museu Maritimo di Macau. Aku mempersilahkan teman perjalananku untuk duluan masuk karena aku masih punya eskrim yang harus kuhabiskan sebelum masuk ke museum. Lagi pula, aku sangat menghormati me time temanku. Aku dan dia, aku rasa punya cara yang berbeda untuk menikmati museum.

Eskrimnyaaa. :D
Setelah menghabiskan eskrim, membayar tiket museum, aku duduk di tempat yang mana kami bisa menonton diorama sejarah mengenai kedatangan orang Portugis di Macau dan suara narator bisa didengar melalui telepon. Dan dari telepon itu kita bisa memilih mau Bahasa Portugis, Canton, Mandarin, atau English. Terpaksa pilih English. Lha, Boso Jowo nggak ono...

Di depan aku duduk ada dua orang perempuan yang sedari tadi nengok ke belakang ke arahku. Sepertinya mereka ingin berbicara kepadaku tapi kesusahan. Aku juga cuma, "Haaa?" Dia nunjuk-nunjuk ke arah pesawat telepon di tempat dudukku. Oalah, mereka khawatir kalau aku masih menge-setnya di Bahasa Cina.

U: "Aaa, it's already english kok."
Dia: "Aaa..." *ngangguk-ngangguk*

Ini lagi angkat telepon ngedenger suara naratornya. Yaaa meski gak paham sih...
Setelah itu mereka pun seperti masih ingin mengajakku berbicara. Tapi Bahasa Inggrisnya memang buruk. Mereka pun mencoba berbahasa Inggris dengan patah-patah.

Dia: "Wherrrreeee... yuuu... frlloomm?"
Aku: "Indonesia."
Dia: "E? In-doo-sia?"
Aku: "Yeah, don't you know kah? It is in South-east Asia. Indonesia is beautiful city..." *udah ngalahin Puteri Indonesia kan gueh...*

Dia dan Dia 2 ngobrol pakai Bahasa Kanton, aku nggak paham. Kayaknya dia nggak paham apa yang aku omongin. Ah oke deh. Setelah dioramanya selesai, aku berjalan ke tempat lain. Mereka juga sedikit sedikit mengajak ngobrol. Ketawa sendiri ngeliatin aku. Emang aku aneh ya... Oh iya, ternyata mereka penduduk lokal Macau. Awalnya kukira dari Mainland China.

Etalase demi etalase, section demi section aku lewati. Sampai mereka menghampiriku lagi dan bertanya padaku. "Foto? Foto?" Aku kira ia ingin aku menjepret mereka berdua. Rupanya bukan. "No, no. You and we...?" Wahhh, begini rupanya jadi turis. Dimintain foto bareng nih yeee... Baru sekali begini aja aku udah berasa jadi artiisss. *kayak tahu aja jadi artis itu piye*

Mereka senyum-senyum, sepertinya mereka sangat excited untuk berfoto denganku. Yak, one, two, three. Jepret!

Mereka pun mengucapkan terimakasih kepadaku. Seraya mereka menjauh dariku, aku mikir. Lah, yang minta foto sana, kenapa motonya pake kamerakuuu??? Bahkan mereka nggak moto pake iPhone 4 mereka! Dasaaarrr orang Makauuu, sukak ngerjain orang ya??? Tahu kali ya dia, fotonya bakal dipajang. Hehehe...

Ah, ya sudah lah. Kalau aku bisa ke sana lagi, semoga kita bisa ketemu lagi ya...

Nggak tahu kenapa, aku senang. Perjalanan itu nggak hanya sight-seeing, melihat museum, menonton pertunjukan, melakukan aktivitas yang menantang. Tapi juga ketika berkomunikasi dengan native, juga dengan sesama turis. Kumpul-kumpul di lobby guest house yang kecil lalu ngobrol dengan turis lain yang berasal dari negara-negara lain. Kalau ingat itu, ah senangnya... :)

Catatan:
Turis di sini kusempitkan maknanya jadi turis mancanegara, hehehe, biar nggak panjang gitu.
Londo = bule.


"Postingan ini diikutsertakan dalam Moleskine Giveaway yang diselenggarakan oleh SiTukangNyampah. "

Sabar dan Komplain

Kemarin, aku, tante, dan omku mengunjungi sebuah tempat makan baru di Jalan Siliwangi, Cirebon bernama The Summit. Kami memesan makanan dan minuman. Setelah itu, aku meminta si pramusaji untuk mengulang pesanan kami. Rupanya, ia kelupaan mencatat pesanan omku. Beberapa waktu berlalu, minuman dan makanan dihidangkan di tempat meja kami duduk. (Eh, duduknya di kursi, ding.)

Tanteku sudah menghabiskan saladnya dan omku sudah menghabiskan pasta pesanannya. Makananku mana, makananku mana? Lebih dari 15 menit aku menunggu. Aku pun bertanya kepada salah satu pramusaji di sana, "Mbak, masih lama nggak Cordon Bleu-ku?" Ia pun segera bertanya ke dapur dan katanya sedang dimasak.

Sepuluh menit berlalu aku bertanya dengan pramusaji yang sama. Masih sama jawabannya, aku diminta menunggu. "Sebentar," katanya. Aku melihat jam di telepon genggamku, kalau 15 menit lagi yang berarti pukul 20.15 tidak diantar juga, aku ra sah mangan nang kono wae. Dan ternyata sampai 20.15 pun belum diantar. Aku tanya ke pramusaji yang lainnya, dia juga bilang tunggu sebentar. Lalalala...

Sampai akhirnya ada pramusaji lainnya lagi bertanya, "Makanannya sudah keluar semua ya Pak?" Pak di sini merujuk ke omku.

Langsung saja kubilang, "Belum. Cordon Bleu-nya belum. Udah dari tadi, udah dari tadi, udah dari tadi!" Dan aku tak bohong, aku mengulang 'udah dari tadi'-nya memang tiga kali.

Tak lama kemudian pramusaji yang mencatat pesanan kami tadi datang, "Cordon Bleu-nya belum juga ya Pak?"

Aku bilang aja dengan malas, "MBUHHH!"

Karena sepertinya si Cordon Bleu tak akan muncul, mungkin ayamnya masih dicari di supermarket, aku pun bilang sama omku untuk pulang saja. Aku bilang sama mbaknya, sudah terlalu lama menunggu Cordon Bleu-nya, jadi di-cancel aja. Mbaknya bilang, mau dikonfirmasi dulu ke dapurnya. Halah, konfirmasinya nunggu 30 menit juga mbak?

Setelah membayar, mbaknya meminta maaf karena tak bisa menyajikan si Cordon Bleu itu. Padahal aku udah ngebayangin si ntu makanan. Hueee... mungkin memang oleh Tuhan aku tidak boleh makan terlalu banyak kali ya.


Yang aku ingin tahu, bagaimana yang Anda lakukan kalau jadi aku yang dalam kondisi lapar tapi makanan yang dipesan tak kunjung datang. Komplain langsung depan mereka atau bersabar?

Yang aku kemarin lakukan adalah mengkomplain langsung di depan si pramusajinya. Jujur saja, aku sebal karena makananku tak kunjung tiba, dan memang tak tiba. Daripada aku pendam, mendingan aku ungkapkan saja kepada mereka. Dan tentu saja berharap semoga komplainku akan membuat mereka bisa lebih baik lagi. (Padahal aku juga nggak lebih baik, hihi.) Lagipula, memendam kemarahan dan emosi tak baik untuk hati dan sangat buruk dari sisi psikologis. Selain itu, bisa menyebabkan penyakit secara fisiologis. Selain itu, aku mau berusaha untuk menjadi seorang yang tidak hipokrit. Keluarnya apa, dalamnya apa.

So, bener dong kalau harus langsung dikeluarkan?

Tapi kenyataannya lingkungan sekitar seperti menasihati kita untuk mengurangi mengeluh, mengkomplain, dan menyuruh kita untuk sabar. Kalimat "sabar ya..." sering kita jumpai. Ya nggak sih?

Dan aku jadi berpikir, apa sih definisi sabar sebenarnya. Apakah sabar itu menahan diri dari marah, menahan emosi, atau kah memang orang itu benar-benar harus bersih hatinya dan tercerahkan untuk bisa sabar?

Menurut aku, kalau aku bisa menahan untuk tidak mengkomplain si rumah makan itu kepada pramusaji tapi di dalam hati aku dongkol karena Cordon Bleu nggak datang-datang, apakah itu sabar? Kurasa bukan. Itu sama saja nambahin penyakit hati...


Ah, sabar itu memang susah. Hatiku masih kotor sekali. Jadi menurut teman-teman, sabar yang benar itu gimana? Eh, yang benar? Bukannya segala sesuatu yang benar pun ada salahnya terkadang? Ini juga lagi tak pikirkan... mau kutulis ah... :)

*garukgarukkepala* Nulis apa sih ini aku?
Waaaahhh, it's snowinggg! Saljuuu!
Wuuu geblek, itu ketombemu tauuuu Unnn yang jatoohhh!

Blogger yang Cool dan Smart?

Aku!!! *plakkk*
Kalau ditanya, "Siapa blogger yang cool dan smart?" dengan jawaban, "Aku," kok kayaknya terkesan minta dikeplak sama orang banyak. Tapi aku nggak minta kok. Lagian aku sadar, aku jauh dari cool dan smart bahkan dari versi pendapatku sendiri.

Menurutku, ke-cool-an seorang blogger bisa dilihat dari penggunaan gambar dari postingannya yang sebisa mungkin menggunakan gambar/foto miliknya sendiri. Kalaupun tidak, ia pasti mencantumkan URL asalnya. Ia akan menulis postingan yang orisinil. Kalau pun ada bagian yang copy paste, itu hanya untuk memperkuat tulisannya dan pasti menulis sumbernya.

Blogger yang cool tak mudah teraduk-aduk perasaannya hanya karena komentar pedas atau karena postingan yang bertema sensitif yang kalau dia tidak cool pasti dia sudah tersinggung. Selain itu, blogger yang cool tidak akan emosi kalau ada blogger lain yang minta di-followback padahal setelah itu tidak pernah mengunjunginya. Dan tentu saja, cool blogger tidak akan pernah membuat postingan khusus semacam keluhan terhadap para blogger yang sekadar hanya minta follow atau tidak pernah blogwalk ke blognya.

Sedangkan blogger yang smart adalah blogger yang selalu menulis postingan yang bisa bermanfaat bagi para pembacanya. Entah itu share opini, pengalaman sedih, senang, informasi, atau tulisan yang menghibur, puisi, fiksi, dan lain-lain. Blogger yang smart mampu mengutarakan opininya dengan kalimat yang baik tanpa menyinggung orang lain. Bahkan kalau opininya berbeda dengan opini kebanyakan orang, ia tidak akan menulis postingan yang niatnya memanas-manasi keadaan. Blogger yang smart memberi komentar pada postingan blogger lain selalu nyambung dengan isi postingannya, bukan sekadar ia minta dikunjung balik.

Jadi, blogger cool dan smart ya blogger yang cirinya kusebutkan di atas. Tentu saja, ini hanya menurutku. Dalam benakku, ada satu blogger yang masuk kategori cool and smart ini. Postingannya selalu 'dia banget'. Blognya juga khas sekali. Tapi rahasia ah siapa... :P

Dan aku? Aku tak mencoba untuk menjadi blogger cool dan smart. Aku hanya mencoba menjadi diri sendiri. Try to be me.


 
“Artikel ini disertakan pada Cool and Smart Blogger Giveaway yang diadakan oleh KakaAkin”

Madame Tussauds Lagi

Karena kemarin postingannya nggak mau kepanjangan, kulanjutin di sini ya.

Ketawanya jangan gitu banget dong Bude Mar, aku pegangin sini :D
Oh iya aku ingat, selain Amitabh Bachchan, Marilyn Monroe, dan Pierce Brosnan. Ada juga Bude Audrey Hepburn dan Om Johnny Depp. Audrey Hepburn itu mirip juga ternyata sama aku. Aku seneng waktu tahu dia ada patung lilinnya karena aku ngefans dia setelah nonton Breakfast At Tiffany's.
Ohhh Goddd, aku keliatan itemnyaaa...
Di sebelahnya lagi, sebenarnya ada ruang khusus Scream. Tapi si Bellita nggak berani masuk dan ogah cari resiko kalau di dalam. Jadi nggak masuk deh... Penasaran sih sebenarnya. Dan sebenarnya pula, aku juga nggak berani masuk. Sooo, jadi kita lanjut lagi deh ke ruang khusus patung olahragawan. Ada Yao Ming, David Beckham, Ronaldinho, Tiger Woods, Mohammad Ali, dan ada atlet Cina dan atlet Sumo entah namanya siapa...

Main golep sama Om Tiger ^^
Oh ya ini aku juga foto sama si atlet Sumo.

Coba liat liat popoknyaaa, ngompol di celanaaa gaaa???
Beuh, keteknya mambuuu...
Hihihi, udah dulu yaaa. Sebenarnya masih ada satu ruang lagi, besok aja deh tapi... Ini dimaksudkan biar postingannya banyak. Soale ditinggal lagi blognya :(

Maaf belum bisa blogwalkinggg ^^ Di saat seperti ini mendadak kepengen punya komputer yang bisa dibawa-bawa. Halah, kepanjangan rek namanya, bilang aja laptop...

Introducing My Family (Madame Tussauds)

Mungkin ketika postingan ini terpublish, aku lagi leyeh-leyeh di rumah nenek di Jogja. Mana di rumah simbahku, nggak ada komputer pulak. Hueee, pengen nulis... T.T

Di postingan sebelumnya aku menulis kalau aku bertemu keluarga di Hong Kong. Hehehe, punya banget aku keluarga di Hong Kong. Keluarga dari Hong Kong??? Ah, tapi anggap saja lah, aku silaturahmi dengan keluarga. Hihihi...

Di ruang pertama, aku bertemu dengan Tante Nicole Kidman. Gila, mirip banget aku sama diaaa! Ada juga kakakku, Bae Yong Jun, Barbie Hsu, dan Jay Chou. Papa Brad Pitt dan Mama Angelina Jolie juga ada di ruang pertama. Ah, si pacar baru juga waktu itu lagi ada di ruang pertama. Fotonya ada di postingan Menang, Award, dan Pacar Baru.

Tante kok bisa tinggi banget sih :P
Di ruang kedua adalah khusus ruang patung Madame Tussauds. Seorang wanita yang namanya dijadikan nama museum itu. Wanita Perancis yang terkenal akan kepandaiannya membuat wax figures dan sudah tiada sejak lama.

Ini dia si Marie Tussaud ^^
Setelah ruang khusus Madame Tussaud, ada ruang mengenai cara pembuatan wax figures itu sendiri. Dan kemudian patung lilin tokoh-tokoh negarawan dan bangsawan. Ada Barack Obama, Adolf Hitler, Sun Yat Sen, Putri Diana dan anggota kerajaan Inggris lainnya, Bill Clinton, Donald Tsang, Hu Jin Tao, Saddam Hussein, dan ada kakekku juga di sini. Rambutnya mirip rek sama aku...

Now I'm the US President...
Kakekmu yang mana, Na? Bentar bentar, tak cari fotonya. Pokoknya pinter deh, pantesan terwaris ke aku gitu pinternya. Huekkk...

Akrab banget yah kita...
Setelah keluar dari ruang yang ada kakekkunya, aku kaget, tak kira ada satpam di situ. Ternyata Hitchcock. Mirip banget sama manusia -,- Nah, ruang selanjutnya mengenai figur-figur khayalan, kayak Superman, Astro Boy, dan babi aku gatau namanya apa.

Di agama saya nggak boleh makan babi, tapi makan bareng babi boleh kan? :D
Di ruang yang sama, tapi di section yang berbeda ada patung lilin kakekku yang lain, Amitabh Bachchan, Marilyn Monroe, Pakdeku si Pierce Brosnan, trus siapa lagi namanya lupaaa. Ah udah ah segini dulu, lanjut di postingan sesudahnya yaaa... ^^

I'm Young and Beautiful!

Huihihi, postingan ini berbau narsis. Bagi yang enek, silahkan klik x di window browsernya. Eh bukannya biasanya emang narsis terus ya? :P

Sebelum aku berkunjung ke keluargaku dan pacar baru di Madame Tussauds Hong Kong, aku singgah dua hari di Macau. Aku plesir dengan seorang teman SMA, Bellita. Btw, yang terlintas di pikiran kalau mendengar nama special administrative region-nya Cina yang satu ini paling nggak jauh-jauh dari Portugis, Egg Tart, dan Kasino!

Yap, dan aku mampir ke kasino.

Sampai Macau (11/1) jam enam sore hari, kami pun menghabiskan waktu jalan kaki keliling hotel-hotel besar. Tapi sih, nginepnya nggak di sana. Nginepnya cuma di hostel kecil yang merupakan modifikasi flat bernama Augusters Lodge. Asiknya, hostel itu ada di tengah-tengah pusat. (Tengah-tengahnya tengah? Mbuh...) Nggak sampai 10 menit jalan, sudah ketemu Grand Lisboa, salah satu hotel dengan kasinonya yang terkenal.

Casino Lisboa milik Stanley Ho, orang terkaya se-Macau.
Lampu-lampunya yang gerak-gerak itu loh. Waawww... dan semua hotel berkasino biasanya lampunya gerak-gerak gitu. Tapi kita ngga masuk Lisboa. Masuknya Wynn. Soalnya di sana ada tree of prosperity dan Dragon of Fortune. Setelah nonton itu, kami masuk di area kasino. Anehnya, kami berdua disuruh menunjukkan paspor kami. Aku sempat mikir, tampangku tampang kere apa yak, nggak kuat main judi? (Emang iya sih nggak punya duit buat main kasino :P ) Tapi kayaknya lainnya tampangnya yo tampang kere tuh. Dan lainnya nggak ada yang disuruh menunjukkan paspor selain kami. Rupanya, kami diminta memperlihatkan paspor, karena security-nya mengira kami di bawah 18 tahun. Muahahahaha... Aku tertawa senang seperti baru sekali merasakan namanya bahagia.

Lisboa dari Wynn.

Kami pun melihat kasino di dalam. Wah, kayak di film-film rek. Ada yang tampangnya frustrasi karena mainnya kalah mulu. Trus keren banget ngeluarin kartunya si 'banker'-nya, alias si pekerja kasino. Nggak manual gitu ambil kartunya, di mejanya ada alatnya. Nggak cuma meja kasino, ada juga mesin slot machine yang jackpot-jackpot itu loh. Waktu ngeliat mainnya bisa dari 20 sen HKD atau 20 avos Patacas, aku pun ngomong sama Bellita.

U: "Belll, cuma 20 sen tuhhh, nyoba yuk..."
B: "Mana ada yang main itu cuma 20 sen. Ogah! Malu-maluin..."

Akhirnya nggak jadi deh. Padahal kan bisa aja tuh dari 20 sen dapet 70.000 Patacas (mata uang Macau). Iya, tapi kemungkinannya 1: 99273982738979187231.

Nah, besoknya kami ke Venetian. Itu loh, hotel dengan kasino dan shopping mall yang besar banget. Sering banget direviu di televisi, soalnya ada bagian mall-nya yang meniru Venezia, Italia. Ada gondolanya segala. Sayang, sekali naik 350 MOP (400 ribuan), ogah deh... uang saku sebulan tuh. T.T
Sudut di Venetian.

Saking gedenya, pas mau keluar kita bingung. Dan shortcut paling cepat ya lewat kasino. Lagi-lagi dimintain paspor. Waktu itu, petugas keamanannya perempuan. Dan lagi-lagi, orang lain yang masuk kasino, dibiarin aja gituh lewat. Boooo...

Security: "Please show your passport."
Una: "Here it is." *nyodorin paspor*
Security: "Beautiful. Thank you." *balikin pasporku*

Muahahaha, kali ini nggak cuma dikira masih muda. Tapi dibilang beautiful! Uhuk... padahal foto pasporku adalah foto sadar yang paling buruk. Mau ditampilkan di sini, tapi nggak ah. Merusak pasaran. Hm, sebenarnya udah rusak dari dulu sih...

Yang ini aja deh. Imut kannn... :p

Menang, Award, dan Pacar Baru

Akhirnya bisa ngeblog lagi, horeee! ^^
Kutinggal blogku seminggu sepertinya daun-daun serasah makin banyak, perlu kusapu supaya bersih. Debu pun bertebaran, shoo... setelah seminggu nggak bisa buka blogger home karena internet di guest house yang cupu, akhirnya aku bisa buka lagi horeee. Jam satu siang hari ini, aku sampai di rumah tercinta. Btw, aku belum ketemu Shirley sejak pulang tadi.

Waktu aku pergi, aku sempat melihat komentar di blogku dan ada yang isi cbox kalau aku menang kontes Segger. Penasaran donggg, kubukalah blog dblogger, dan voilaaa, memang menang. Hihi, seneng banget deh. Nggak ngira bakal menang.

Dua hari kemudian, Mbak Maya lewat chat Y!M-nya menginformasikan kepadaku kalau aku dapat hadiah dari kontesnya Mbak Anies Zoothera. Rupanya aku menang karena merupakan pengentri pertama hihi, alhamdulillah... :)

Lalu, dapat lagi award Versatile Blogger lagi dari lima blogger, yakni Mbak Alaika, Mbak Diah, Asep, Mbak Mugniar, dan Aisyah. Terimakasih ya ^^ Tapi mengenai random facts-nya nggak aku tulis karena aku sudah tulis di 'Versatile Blogger' Award (+ Bonus .gif).


Satu lagi award dari Mbak Shine. Katanya sih the best visitor :p Terimakasih ya ^^ Dan award yang sama dari Asep dan Mbak Hima-Rain (sebut nama aslinya gak yaaa... :D ) Terimakasihhh... ^^



Kemarin, aku seminggu nggak ngeblog karena aku harus mengunjungi beberapa keluargaku di area yang berjarak sekitar 3000 kilometer dari sini. Dan juga mengunjungi pacar baru, lalalala... ini dia orangnya. (Bukan kambing lagi kok :p)


Jangan naksir ya :D

      
Ini diaaa, lalalala...
 ♥♥♥

Hukum Kekekalan

Waktu belajar buat ESDM kemarin, tiba-tiba aku mengingat hukum kekekalan energi yang dipelajari di SMP. Yang kuingat, kata guruku, energi itu tidak pernah hilang. Hanya berubah bentuk. Ia mencontohkan seperti makanan yang berisi energi yang kalau dimakan manusia bisa digunakan untuk melakukan kegiatan. Entah itu membaca, berjalan, berlari. Kalau berlari maka energi dari makanan akan dilepaskan dari panas yang keluarkan oleh tubuh.

Ingat ini, aku jadi kepikiran. Berarti semua hal itu kekal dong? Padahal katanya tidak ada yang kekal di dunia ini. Tapi kalau berubah bentuk pun dianggap kekal, bukannya semua itu berubah bentuk?

Source

Contohnya:

Manusia mati -> di makan belatung (energi buat belatung) -> belatung di makan orang yang ikutan fear factor (energi buat ntu orang) -> di makan belatung lagi si ntu orang.

Atau...

Debu dan sampah di meja -> disapu -> dibuang ke tempat sampah -> tukang sampah ngambil dari tempat sampah -> ada yang dibuang ke TPA ada yang direcycle.

Sampah yang di daur ulang -> jadi produk baru -> dipakai konsumen -> dibuang lagi -> gitu-gitu aja terus.

Sampah yang dibuang ke TPA yang organik -> terdegradasi menjadi partikel organik -> menjadi bagian tanah -> dan seterusnya.

Berarti nggak cuma energi dan momentum juga dong yang kekal? *lagilagigarukgarukkepala*
Atau ada sesuatu yang bisa cling langsung hilang?


Seminggu Tanpa Kacamata

Ingin ikutan Kontes Saweran Kecebong 3 Warna yang kategori cerita sedih. Tapi kok susah ya bikin cerita sedih. Biarkan aku menulis cerita sedih versiku. Meski tak bisa membuat pembacanya meneteskan air mata, semoga ada hikmah yang bisa diambil dari ceritaku ^^

Lebaran beberapa tahun lalu aku merayakannya di Jogjakarta. Meskipun, rumah kedua nenekku ada di Jogjakarta, tapi aku jarang sekali lebaran di sana. Makanya lebaran waktu itu, aku sangat mengingatnya.

Waktu malam lebaran, aku melihat karnaval takbiran di Jalan Parangtritis bersama sepupuku. Ramai sekali. Ini sesuatu yang sulit aku temukan di Jakarta. Pulang pulang jarum jam sudah membentuk sudut 30 derajat, jam sebelas malam. Saking ngantuknya aku, aku pun langsung tertidur. Jam setengah tiga pagi pun aku terbangun. Aku ingat, aku belum shalat Isya! Aku bergegas bangun dan mulai mencari kacamataku.

Mencari, mencari, mencari, aku pun menemukannya.

"Krrriiakk." Dalam keadaan lensa kacamata pecah terburai.

Aku menginjaknya.
Source

Sial... kacamata tanpa bingkai yang aku injak padahal relatif masih baru. Masih dalam hitungan bulan. Dan waktu itulah pertama kalinya aku mempunyai kacamata mahal. Mahal karena dibeli di Optik M yang terkenal mahal. Juga lensanya bermerek seperti merek kamera yang sering dilihat di tempat perbelanjaan. Satu koma sembilan juta untuk sepasang lensa kacamata. Masih kuingat harganya, karena sakit sekali hatiku mengetahui kacamataku kurusak sendiri.

Aku mengumpulkan pecahan lensa dan kemudian segera pergi shalat Isya.

Gampang, besok aku akan ke optik. Cari lensa yang 100 ribu, supaya tak menyesal lagi.

Pagi menjelang, ternyata sekeluarga kami yang perempuan semua telat bangun. Sampai ke tempat shalat Idul Fitri yang hanya jalan kaki dari rumah, ternyata sudah rakaat kedua. Aku, nenek, dan tanteku segera pulang. Tanteku malah berkelakar kalau kita semua telat gara-gara nuntun aku karena kesusahan melihat. #lohkatanyaceritasedih

Tentu saja tanteku membual. Tapi memang tanpa kacamata, susah sekali. Apalagi minusku kala itu sudah mencapai minus lima. Sekarang malah enam.

Hari lebaran aku pun mencari optik yang buka. Tidak ada.

Besoknya. Tidak ada.

Lusa. Tidak ketemu.

Aku lupa Jogja berbeda dengan Jakarta. Libur lebaran bisa saja membuat sebuah toko libur lebih dari tiga hari. Akhirnya aku menghabiskan hari-hari sisaku di Jogjakarta sebelum pulang ke Jakarta tanpa kacamata. Aku berusaha pasrah saja. Aku tak bisa menonton televisi, tak bisa melihat baliho yang jauh, dan waktu silaturahmi dengan saudara-saudara aku harus memajukan mukaku untuk melihat siapa yang salaman denganku.

Sungguh, sungguh letih mataku tanpa kacamata. Aku melihat tapi tak melihat. Dan itu membuatku turun semangatnya. Aku sedih dalam hati meski tak menangis. Akan tetapi aku berpikir, apa aku orang yang tak punya syukur? Bukankah lebih banyak orang yang lebih menderita daripada aku yang sedih yang hanya karena bermata minus banyak dan tak bisa melihat jelas yang hanya sementara? Bukankah ada orang yang sama sekali tak bisa menggunakan penglihatannya?

Deg!

Kemudian hatiku bilang agar aku jangan bersedih lagi. Lagipula, bukankah aku masih bisa memperbaiki kacamata sepulangnya aku dari Jogja?

Setelah itu, aku tak pernah membeli kacamata di Optik M lagi. Rata-rata kacamataku hanya 200ribuan, dan anehnya bisa awet hingga tahunan.

Mungkin aku harus belajar menjaga barang.


*garukgarukkepala* *ketombean maksudnya* Ada nggak ya, pelajaran moralnya hmmm...
1. Selalu bersyukurlah... ^^
2. Kalau bersedih, lihatlah ke bawahmu. Masih banyak yang menderita. ^^
3. Selalu bersyukurlah... ^^
4. Selalu bersyukurlah... ^^
5. Selalu bersyukurlah... ^^

Kenapa aku jadi suka pake ^^ sih... tauk ah. Loh itu nggak salah bersyukurnya banyak banget? Nggak. Bersyukur kan satu cara utama untuk bahagia.  :)




Untje berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108”.


Note: Aku daftarnya tanggal 18 ya mbak ^^

Kalau Tidak Syuting Plushstories...

Masih postingan terjadwal juga hihi ^^

Pecinta bonekakah saya? Nggak juga... Buktinya saya nggak rajin ngerapiin boneka setelah mainan boneka #ketahuanmasihmainanboneka, atau misalnya setelah abis foto-foto buat plushstories. Malahan kucuekin bonekanya.


Kasian sekali kamuuu Shir, abis plushstories kambing dibuang :P

Shirley di bawah meja :D

Ini siapa tebakkk...

Hehehe, begitulah para artis plushstories kalau sedang tidak dipakai buat syuting plushstories :P

Maaf yaaa belum bisa BW... ^^

'Versatile Blogger' Award (+ Bonus .gif)

Halooo, ini masih postingan terjadwal juga ^^ Hehehe... maaf belum bisa BW. :D

Selasa (10/1), seorang blogger mengisi cbox-ku, katanya aku dapat award dari dia. Ternyata award-awardan belum rampung juga, uuhhh... <- ngeluh-ngeluh tapi seneng soalnya... baca di bawah ini.



1. Thank the person who nominated you and give their blog a shout out on your blog with a link to their blog:

Terimakasih Suci Nabbila. Aku sangat senang, karena di postinganmu kamu bilang blog saya unik dan inspiratif - yang sebenarnya saya bingung, itu bisa begitu dari mananya yak? Perasaan blogku isinya nggak mutu-nggak mutu begini. Terimakasih juga, gara-gara award ini, aku bisa mengisi kekosongan blogku selama aku tinggal pergi...

Awalnya aku lihat postingan Suci judulnya 'Vertile Blog' Award. Maksudnya blognya subur gitu yah? Vertile juga ngingetin aku dengan nama obat jerawat yang suka ada di iklan TV. Ternyata pas dilihat awardnya, tulisannya Versatile :P

2. Share 7 random facts about yourself:

♥ Aku nggak pernah makan cabai dengan sengaja.
♥ Aku juga nggak pernah makan sambal dengan sengaja. Eh boong ding. Pernah tapi dikiiiiiit banget.
♥ Aku hapal beberapa lagu kebangsaan negara lain (ini pernah kusebut sebelumnya, kutulis lagi karena bingung mau nulis apa), A Portuguesa, Majulah Singapura, Negaraku, Hatiqva, Deutschlandlied, Istiklal Marsi, ^^
♥ Tinggi saya 156.5 <- info nggak penting. Oke sebenernya yang tiga sebelumnya juga nggak.
Jatuh cinta sama Shaun The Sheep.
♥ Moodyyyyy~ lalalalala...
♥ Blogging is my new hobby! Mehehe... *ketahuan banget udah gak punya ide mau nulis apa*
 
Yang ketiga nggak aku lakukan ya, Suc. Maaf ^^
Dan sesuai di judul aku janji memberi bonus GIF. Dan tadaaa...

Gerak kannn? Peaceee!!!
♥♥♥

Apa Sih Plushstories Itu?

Haloooo, ini postingan terjadwal. Hehe ^^ Maaf belum bisa BW... :D

Sudah beberapa kali aku posting postingan dengan judul Plushstories. Plushstories pertama yang aku publish berjudul Pertama Kali Aku Mandi yang menceritakan perjalanan Shirley dari dalam rumah ke ember untuk mandi. Waktu aku melabeli postingan itu, asal saja kutulis plushstories. Padahal aku nggak tahu itu sebenarnya ada di Bahasa Inggris atau nggak, hehehe.

Setelah kucari di google rupanya ada yang menggunakan istilah ini. Plush story, sih, kebanyakan. Sama aja lah ya. Lalu, apa sih artinya plushstories? Plushstories sendiri terdiri dari dua kata: plushie dan stories. Plushie sendiri artinya stuffed toy atau mainan yang terbuat dari plush (textile having a cut nap or pile the same as fustian or velvet. From wiki.) Gampangnya, plushie itu boneka. Dan stories itu ya cerita. Jadi artinya ya cerita boneka.

Oh iya, dan jangan sampai salah. Plushstories kalau huruf p-nya dihilangkan itu adalah situs web yang menyediakan cerita-cerita erotis dan dewasa berbahasa Inggris. (Wahhh ketahuannn, pernah buka yaaaa?)

Awalnya aku iseng-iseng begini karena aku punya boneka Shirley baru waktu itu dan juga terinspirasi dari sebuah video di youtube yang merupakan kumpulan gambar-gambar dijadikan satu menjadi sebuah video yang bercerita mengenai Barbie dan Ken yang menikah kemudian bulan madu dan kemudian si Barbie memakai testpack dan ternyata hamil dan kemudian melahirkan. Keren bikinnya, mengingat yang bikin masih umur 10, 12, dan 13 tahun kala membuat video itu.

Check videonya below ini:


Memang ada bagian yang agak saru. Tapi menurutku tetep bagus ^^
Pengen sih bikin yang dijadiin video gitu, tapi ntar ketahuan nggak punya kerjaannya... Dari dulu udah ketahuan sih... hehehe...

Oh ya, kalau ada yang nanya, apakah plushstoriesku moto sendiri apa nggak. Ya, rata-rata moto sendiri kecuali yang ada Tante Jay-nya. Itu pun hanya satu yang dia jepret. Kalau tidak moto sendiri, biasanya pakai self-timer. Makanya di Plushstories: Aku Mau Ikut, aku bisa ada di situ hihi ^^

Salah pasang waktu selftimer -,- jadinya begitchuuu deh.

Ya, jadi itulah apa plushstories itu. Sudah dulu yaaa...!! :)

Woiii, Shirloy sama Kepika sama-sama perempuannn... kok lope-lope gitu syih...

Am I 'Pinky' Person?

NOOOOOOO!!!

Aku nggak pernah suka dengan warna pink. Tapi tak pula aku membencinya. Ya, biasa aja. Lucu aja liat komentar teman-teman di kolom komentar yang menyapanya, 'Una yang pinky' atau ada pula yang mengira aku pecinta pink, atau orang yang feminin. Nggak sama sekali, muahahaha...

Gayaku di rumah. Kalau nggak pake daster ya celana pendekan.
Kulihat-lihat barang pink di kamarku ternyata juga nggak banyak. Yang terlihat waktu aku melihat sekeliling kamarku, cuma ada barang di bawah ini.

Yang pink dominan kayaknya cuma itu deh.
Lalu kenapa blognya berwarna dominan pink?

Selama 17 tahun hidup di dunia ini dan berteman dengan manusia (semoga hidungku nggak panjang kayak pinokio ya), aku mensurvei warna pink lah yang paling banyak digemari sekaligus dibenci. Ada banyak teman perempuan yang kalau liat barang pink, "Aaaa, lucuu banget pink gitu." Lalalala... tapi banyak juga yang sama pink malah begini, "OGAH GUEEEE dipaksa pake baju pink," atauuu... "Ih geli ah pink, ganti ganti!"

Kalau untuk warna lain kok kayaknya nggak gitu-gitu amat ya. Aku jarang mendengar orang yang benci warna hijau, nggak pernah ding malah. Nggak kebayang aja kalau orang benci warna hijau, nggak punya pohon kali ya di rumahnya. Atau semua pohonnya direkayasagenetikkan supaya daunnya warnanya biru, mungkin. Nggak cuma hijau, warna lainnya juga kayaknya nggak sebegitunya kayak warna PINK.

Sooo, alasan itu lah yang mendasariku memakai warna pink pada blogku. Pink itu lebih berkesan dan memang aku mengharapkan orang berkesan melihat blogku. Ahahaha... So, welcome to my PINK blog! :)

Makan Temen dalam Babi-Babian

Nah lho! Bingung kan sama judulnya? Aku juga bingung kok bisa aku bikin judul yang membingungkan seperti itu. Uhhh, bingung!

Begini ceritanya, beberapa minggu lalu. Seorang teman datang ke rumah. Dia ini seorang teman di luar, tapi sebenarnya musuh di dalam. Dan ini kali pertamanya dia ke rumahku. Setelah makan, kami pun bernarsis ria di depan komputer.

U: "Eh, eh, gaya babi yookkk..."
A: "Okeee..."
Kamera komputer: "3... 2... 1... Jepret!" 

Jadilah gambar di bawah ini...


Aku rasa kok fotonya kurang oke yak.
U: "Eh jarinya dari atas donggg, biar keliatan idungnya, biar lebih miriip gituuu."
A: "Okeee deh, sippp..."
*kami siap-siap menaruh telunjuk di atas menarik hidung*
Kamera komputer: "3... 2... 1... jepret!"

Jadilah gambar di bawah ini...


A: "Hwakhwakhwak, emanggg mirip banget lo Na..."
U: "Ihhhh curangggggggggg!!! Masa' gue doanggg..."
A: "Sebagai orang yang 1 tahun 3 bulan 2 hari lebih tua dari lo, gue ngalah Na. Biar lo aja yang mirip."
U: "..."

Tuh kan, bener, musuh di dalam... T.T





Untje berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng Anggie, Desa Boneka, dan Kios108”.

Plushstories: "Aku Mau Ikut"

Tadinya hari ini mau posting tulisan mengenai unek-unek mengenai kekekalan. Tapi kok dilihat-lihat tulisanku kok elek. *biasane yo elek sih* Jadi masih teronggok di draft. Tiba-tiba kepikiran bikin Plushstories lagi. Maaf yaaa kalau bosan. ^^ Ibuku aja yang ngeliat aku lagi nge-resize foto sampe komen, "Walahhh mosok boneka meneh, bosen lah..."(Bahkan belum dipost sudah ada yang komen!) Ahahaha... Kujawab aja, "Ben aja lah..."


Sementara boneka lain sedang tidur, Shirloy masih bangun dan masih ingin bermain.

"Shirrr, kamu di sini dulu yah. Aku mau packing."

Segera aku masuk kamar.

Aku segera memasukkan baju-bajuku dalam koper.

Tak disangka Shirloy malah turun dari meja.

Rupanya, ia masuk kamar.

Aku kaget dia masuk kamarku. "Wheee lhaaa, udah tak bilangin suruh diem, masih aja jalan-jalan."

Kata Shirley, sambil nunduk, dengan muka sedih, "Hueee, mau ke mana sih? Jangan lama-lama ya. Akuuu pengen ikut..."

HOP! HOP! Shirloy pun serius ternyata kalau dia ingin ikut. Dan dia malah masuk koperku.
"Eiiii, keluaaarrr... cepettt."

"Hoalah, kamu tuh... mau keluar aja susah mesti digendong dulu. Berat taukkk."
"Shirrrr, jangan sediiih, aku cuma pergi sebulan kokkk. Aku pasti balikkkk... Cupcup."
Shirloy pun akhirnya tenang. Tak sedih lagi.


Hehehe, maaf (lagi) yaaa kalau bosan, lagi-lagi cerita boneka. ^^ Alhamdulillah besok ujian semester ini yang terakhir dan... aku nggak tahu apakah aku bisa one day one post sebulan ke depan. Hiks... oke deh tengss baiii! :)