zoladiaries.blogspot.com


Bagi teman-teman yang belum tahu, http://zoladiaries.blogspot.com adalah blog yang menyajikan review-review drama Korea, ulasan original soundtracknya, juga terkadang ulasan mengenai tokoh-tokoh drama Korea. Nah di postingan ini, aku akan menceritakan bagaimana akhirnya aku bisa sampai ke blog tersebut untuk pertama kalinya.

Berawal dari obrolan lewat dunia maya dengan teman sesama blogger yang tiba-tiba bertopik ke giveaway. Teman blogger yang sering mengikuti kontes (baca: banci kontes) ini menginfokan kalau di Multiply ada kontes berhadiah logam mulia. Pas ditengok, ternyata yang boleh ikut hanya kontaknya, huehehehe. Selanjutnya ia bertanya, "Kalau zoladiaries udah pernah liat?" Aku langsung googling dan menemukan multiply-nya, ternyata kosong. Eh nemu blogspotnya. Aku kira si teman sudah berpindah topik dari giveaway, eh ternyata belum, karena blog zoladiaries sedang mengadakan kontes yang deadlinenya besok. Dannnn, hadiahnya juga menarik. Langsung ikutan deh. :)

Aku kira awalnya zoladiaries adalah blog pribadi, ternyata bukan. Karena semua isinya adalah tentang drama Korea. Followersnya pun mencapai 2000-an. Aku sendiri meski bukan fans berat Korea, paling enggak aku juga nonton beberapa drama seperti Personal Taste, Mary Stayed Out All Night, Oh My Lady, jadi aku senang-senang saja baca blognya. Tampilan zoladiaries juga menarik. Simpel tapi tetap enak dilihat. Header dan bannernya juga lucu.


Hehehe, jadi begitulah bagaimana aku bisa tiba ke blog zoladiaries. Bagi para penyuka drama Korea, lengkap lho di sana reviewnya. Oya, cerita ini diikutkan di acara GIVE AWAY yang diadakan oleh zoladiaries.blogspot.com.

Story Pudding: Menikah Di Depan Jenazah

Bapakku mengajakku berkunjung ke rumah adiknya di Wedi, Klaten. Kami berbincang-bincang mengobrol ke sana kemari, hingga ke sebuah topik yaitu motivasi. Suami adiknya bapakku bilang, ketika orang marah akan keadaannya yang buruk biasanya ia akan berusaha supaya bagaimana caranya membuat kehidupannya lebih baik. Nah ternyata, omku ini dulu kehidupannya susah. Memang, rumah orang tuanya besar sekali. Namun, ayahnya meninggal ketika masih kecil dan ia harus bekerja keras untuk kehidupannya dan ibunya.

Sekarang, omku ini merupakan yatim piatu. Lalu aku tanya, "Lho, ibunya meninggalnya kapan?" Eh dia malah tersenyum geli. Dan kemudian om dan tanteku bercerita gantian, kalau mereka ternyata menikah di depan jenazah ibunya omku itu. Sekarang sih bisa tersenyum, aku yakin pas waktu itu pasti stres berat, hahaha...

Singkat ceritanya begini. Ketika ibu omku ini meninggal, sesaat kemudian diputuskan bahwa om dan tanteku hendaknya menikah hari itu juga. Karena hanya ibunya yang 'masih ada', ia ingin menikah di depan ibunya dan rencana pernikahan sebenarnya pun terpaksa dipercepat. Dan itu tanpa persiapan. Jadilah omku yang bingung nyari jas, dan tanteku yang bingung pas di Klaten dia nggak bawa handuk. *lho kenapa handuk?* Ya, karena sejak hari itu jadi istrinya omku dan ia selanjutnya menginap di Klaten. Karena ijabnya mendadak, tanteku ini bertanya-tanya, "Piye yo nanti handuknya? Aku mandinya piye di sana?" Kakak-kakaknya langsung bilang, "Ya beli lah." Huehehe, namanya orang bingung.

Ya, dan ijab kabul mereka dilaksanakan di depan jenazah ibu omku ini. Tante bilang, "Ya lucu gitu, nikah tapi banyak yang nangis." Huehehe, yaiyalah wong sekalian ada yang meninggal. Aku sendiri agak lupa detilnya, mau nanya nelepon, ntar ditanya, ngapain ih tanya-tanya, hahaha... akhirnya aku nanya ke bapakku deh tadi.

Sekarang om - tanteku ini memiliki dua anak. Yang pertama berumur 17 tahun, sudah jadi mahasiswa tingkat dua. Yang satu lagi, masih satu SMP. Omku itu merupakan dosen komunikasi dan juga pembantu rektor IV di salah satu universitas negeri di kota Solo. Dan mereka memiliki usaha 'Jilbab Sehat' (Jihat) yang dijual di tokonya, yang bernama Penimo.

Yasudah deh, nggak bisa nulis panjang. Aku milih cerita tanteku ini karena menurutku aneh aja menikah di depan jenazah. Tadinya mau cerita tentang kehidupan pernikahan nenekku, tapi kok si nenek lagi sakit. Kasian aja kalau musti kuinterogasi, huehehe... Eh tadi aku cerita nulis ini sama ibu, ibu malah bilang, "Kok ga cerita tentang pernikahan ibumu sama bapakmu aja sih?!?!?!" Hehehe, kapan-kapan deh bu. Udah terlanjur... soalnya pernikahan mereka juga aneh, temen biasa tiba-tiba nikah. Pas nikahan juga ibu belum apal nama panjang bapak, :D


"Kisah ini diikutsertakan pada 'A Story Pudding For Wedding' yang diselenggarakan oleh Puteri Amirillis dan Nia Angga"

Mainan Ulat dari Cabang Pepaya

Setelah tadi baca postingan salah satu teman untuk Mainan Bocah Contest, aku baru ngeh kalau deadline-nya itu 30 Oktober. Padahal aku nyatetnya 10 November. Kucek ke blog yang mengadakan alias Uda Vizon, ternyata 10 November itu tanggal pengumumannya. Fiuh... alhasil aku cepat-cepat menuangkan ide tentang mainan jamanku dulu di postingan ini.

Saat aku masih kecil dan tinggal di Jakarta, mainanku yang paling aku suka itu Barbie. Huehehe, dulu sih punya delapan biji yang setelah itu kepala dan badannya banyak yang terpisah. Stuffed animal juga banyak. Ada tikus warna merah yang kunamai Bambang, ada gajah putih yang kunamai Agus, juga ada beruang cokelat namanya Linda. Waktu aku berumur 7 tahun, pindahlah aku ke Jogja, ke kampung halaman ayah dan ibu karena ibuku musti melanjutkan studinya di Universitas Gerbang Melulu Gadjah Mada. Kalau nggak ngerti kenapa Gerbang Melulu, itu karena kalau Anda ke sana, kebanyakan jalan ditutup gerbang. Loh kok jadi oot?

Setelah di Jogja, mungkin suasana tradisionalnya kebawa. Ayahku mulai mengajarkanku membuat mainan yang aneh-aneh. Misalnya, terompet dari daun pisang dan uler keket (ulat) dari ranting pepaya. Nah yang terakhir yang ingin aku ulas.

Dan karena no pic = hoax. Aku sudah mempersiapkan ini~ Nah, jadi, bagaimana sih cara membuat ulat dari dahan pepaya?
Ambil dahan pepaya, boleh pohon sendiri, atau pohon tetangga. Kalau aku tadi sih ambil di pohon tetangga, huehehe...
Siapkan cabang pepaya.
Potong sesuai keinginan. Makin panjang tentu ulatnya bisa jadi makin panjang.
Dithuthuk-thuthuk (sumpah bingung B. Indo-nya!), dipukul-pukul pakai batu.
Hentikan pukul cabangnya kalau kira-kira dalamnya sudah keisi penuh.
Dibuka...
Jadi deh, dan pasang di ranting pohon. Huehehe...

Ada ulat!
Aku ingat dulu suka bikin ini bareng-bareng dengan sepupuku. Karena pohon pepaya di rumah Jogja rendah, dulu sih bisa ambil sendiri dahannya. Setelah itu bersama-sama nhuthuk-nhuthuk pakai batu atau munthu (ulekan). Kalau ulatnya udah jadi, aduh... rasanya seneng banget deh. Tadi pas bikin ulat aja, aku seneng banget. Padahal aku sudah tidak kecil lagi sekarang. Ah nostalgia... jadi bertanya-tanya, masih ada nggak ya anak jaman sekarang yang mainan beginian? :)

“Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak”

Model tangan: Lisiatin Warsanti.

Ustad Solmed Iku Sopo Se?

*silakan lisankan judul di atas pakai logat Jawa Timuran*

Beberapa hari ini agaknya mataku sering sekilas membaca Ustad Solmed-Ustad Solmed. Nama itu sering muncul di tabloid dan koran harian. Dua hari ini pun, namanya mejeng di halaman depan Wartakota, harian langganan rumahku. Aku sendiri nggak pernah dengar namanya sebelumnya. Yeah, dan itu karena aku nggak pernah nonton TV sih.

Temanku kutanya, siapa sih Ustad Solmed itu? Jawabannya...
♥ Yang terkenal...
♥ Yang mau nikah...
Yang katanya nyuap bekas istrinya...
Yang katanya ta'aruf tapi berduaan mulu...
Yang dikecam orang...


Oke, jadi si Ustad ini terkenal, karena main di Pesantren dan Rock and Roll. Lainnya lagi, aku sih nggak tahu. Tapi yang bikin terkenal lagi, karena ia akan menikahi wanita yang bernama April dan mereka kepergok bergandengan tangan. Belum lagi tuduhan pihak lain bahwa ta'arufnya Ustad Solmed itu nggak sesuai karena sering berduaan sama calon istrinya. Ada juga yang bilang, perilakunya nggak kayak perilaku ustad. Halah...

Belum lagi, mantan istrinya muncul ke permukaan dan membeberkan foto pernikahannya dan bagaimana mereka bercerai. Akunya si mantan sih, si ustad ini selingkuh dengan banyak wanita, bahkan dia berani menyuruh membuktikan kalau di gugatan cerai juga disebutkan nama-nama selingkuhannya si ustad ini. Jadi pengen ketawa... Lebaynya, si ustad ini bilang si mantan hanya cari sensasi dan heran kenapa foto pernikahannya masih ada. Si ustad ini mengaku foto nikahnya sudah ia kubur. Yaelah lebay amat, kayak cinta-cintaan anak SMA, putus, langsung bakar foto. Yang aku nggak suka, si ustad ini ngebales dendam dengan memberitahu ke media bahwa si mantan diceraikan oleh suami keduanya di depan Ka'bah. Bales dendam nih ye...

Aku kira ustad juga manusia lah ya, wajar saja melakukan kesalahan seperti 'ngga sengaja' membeberkan aib mantan istrinya. Dan menurutku manusiawi juga lah kalau dia pacaran atau selingkuh. Setiap orang kan punya kesalahan. Ustad juga manusia donggg. Lha wong Aa Gym yang gimana aja kecantol wanita lain kok, huehehehe... Ya tapi namanya sudah jadi public figure sebagai ustad lagi, yang kesannya kalau di Indonesia harus kayak dewa, tanpa kesalahan, harusnya sih ia lebih jaga-jaga. Udah ah, gue gatau mau ngomongin apa lagi...

Takut Kopdar

Krop-an banner kopdar mig33 Malang
Apa sih kopdar itu? Kopdar itu kopidarat. Ini sih semua orang juga tahu, huehehe. Kata kopidarat ternyata berasal dari kebiasaan orang yang itu loh, yang punya komunitas radio amatir. Kan mereka suka tuh bilang, "kopi kopi roger." Dll... Nah, kalau 'kopi darat' itu berarti sudah ketemu orangnya di 'darat' nggak di udara lagi. Gitu sih ringkasan dari yang kubaca dari browsingan di google.

Nah makin kemari istilah kopdar nggak cuma untuk ketemuan dengan teman 'beneran' tapi juga jadi istilah ketemunya para sahabat-sahabat dunia maya yang awalnya hanya bertemu lewat internet. Media sosialnya bisa macam-macam, dari blogger, Multiply, atau Facebook. Pasti seneng dong ketemu langsung dengan teman yang tadinya cuma bisa ngobrol lewat internet. Ya kan? Masalahnya, kalau aku enggak. Bukan enggak seneng sih, tapi lebih ke takut.

Loh kenapa takut? Kenapa ya... Begini, aku sendiri di dunia nyata aslinya pendiam sangat. Guru-guru SMA-ku pada bilang begitu. Teman SMA-ku juga banyak bilang gitu, "Kok lo diem banget sih?" Hmmm... itu lah yang membuatku takut kopdaran. Jujur aja, aku takut nggak nyambung ngomong sama orang. Aku takut aku diem. Tapi kalau udah nyambung, aku berisik sih =,= Huehehe, itulah kenapa aku takut kopdar.

Tapi mengingat-ngingat, hmmm, aku pernah kok ketemu langsung sama teman yang awalnya ketemu di dunia maya. Seingatku ada tiga. Maaf kalau ada yang nggak keinget :p Yang pertama, Donna Nadira, perempuan yang lebih muda empat tahun dariku yang merupakan penulis. Bukunya yang sudah diterbitkan ada banyak, aku juga nggak tahu berapa. Aku bertemu dia di Multiply. Si Donna ini dekat dengan teman-teman Multiply-ku yang juga teman SMA-ku. Waktu ketemu dia, kami pergi ke Kota Tua. Yaaa, waktu itu aku bisa nyambung, apa karena dia lebih muda? Nggak tahu lah.

Yang kedua, sama Mas Irwan, teman Multiply juga yang kala itu abis diwisuda dan waktu itu belum bekerja. Aku lupa bagaimana, pokoknya aku menyarankan untuk ikutan seminarnya Sri-Edi Swasono ganteng, karena pasti keren banget dan yang dibicarakannya membuat terkagum-kagum. Aku bahkan nggak punya nomor telepon dia, tapi ternyata dia datang juga di acara yang sama. Aku cuma ngobrol sebentar karena kami cuma bertemu setelah acara selesai dan aku harus mengejar kelas. Sekarang sih orangnya sudah di Kalimantan.

Yang ketiga, nggak usah diceritain deh. Fiuh yahhh, jadi pengalaman kopdar dengan teman dunia-ku masih sedikit. Aku nggak tahu masih takut apa enggak. Ah yasudah deh, cuma pengen keluarin uneg-uneg aja. Huehehehe...

Aku Benci (Ke) Dokter Gigi

Dua tahun lalu, aku ke dokter gigi untuk periksa dan membersihkan gigi. Beberapa hari kemudian, aku sadar, kalau salah satu sela gigiku berlubang. Hipotesisku sih, si dokter terlalu bersemangat membersihkan jadi malah merusak gigi. Tapi nggak tahu lah. Bolongnya gigiku awalnya kudiamkan saja, tapi lama-lama mengganggu karena aku bisa menghisap udara dari lubang itu dan juga timbul bau tidak enak karena banyak sisa makanan yang masuk di lubang.

Akhirnya kusempatkan diri ke dokter gigi yang lain untuk periksa lagi. Beliau bilang, sudah terlalu banyak makanan di sela gigi dan ada dua gigi yang berlubang. Akhirnya ditambal lah gigiku. Lamanya minta ampun... alat-alatnya juga keren, ada yang bentuknya pistol warna biru gitu! *eh* Meskipun alatnya keren, rasanya ditambal itu ngga keren. Bikin ngilu dan kurasa itu bisa mempengaruhi otak. Sejak saat itu, aku nggak suka namanya ke dokter gigi. Mungkin kalau dokter giginya Magahaya Dokter Gigi Gaul beda kali ya :p

Tone diphotoshop, biar keliatan jelas. Meski gigi jadi kuning. *ngeles, bilang aja emang kuning*

Namanya tambalan, pasti agak beda warnanya sama gigi asli. Dan suka dikira orang itu kotoran gigi!
Tante: "Un, untumu kok gadulen, ratau sikatan po?" (Un, gigimu kok ada kotoran giginya. Nggak pernah sikatan apa?)
Una: "Ini?" *sambil nunjuk tambalan* "Enak aja, ini mah tambalan!" *mendadak sedih*

Yaaa, sejak ditambal itu, aku jadi rajin sikat gigi.
...

"Hey, tulisan ini diikutkan di Sayembara Magahaya loh! Ayo ikutan juga, tinggal 4 hari lagi."

Photobucket

Horeee, Alamat Baru!

Setelah nanya-nanya ke Om Eko Rawins, beliau menyarankan untuk membeli domain di masterweb. Pagi kemarin jam dua malam, aku order di mwn, siangnya aku bayar. Sampai rumah setelah konfirmasi dan sudah aktif, aku pun menyetting dns gitu-gitu manut tutorial di google. Kelihatannya sipil, tapi gagal terus.

Baru siang ini terjawab, ternyata kalau ganti name server harus dinon-aktifkan dulu kunci registrarnya, semprul, padahal tinggal ngilangin ceklis. Nasib gaptek T__T Ah yasudah lah, yang penting sekarang alamatnya sudah baruuuu...

Hihihi, welcome to http://www.sittirasuna.com

Indonesia Default Pedas

Gambar ambil di sini
Huehehe, ini kedua kali aku menulis blog dengan judul pakai kata 'Indonesia' di depannya. Yang pertama adalah Indonesia Kurang Senyum, dan sekarang Indonesia Default Pedas. Memang sih, judulnya agak wagu, tapi yo ben, wek. Kalau di postingan sebelumnya, aku membahas tentang kebanyakan orang tidak lagi murah senyum, kalau sekarang aku akan membahas kenapa kebanyakan di Indonesia menganggap semua orang suka pedas!

Ini adalah jeritan seorang anti-pedas (baca: saya), yang sudah kupendam sejak dulu kala. Oke begini, teman-teman pasti pernah ke McDonald's kan? Ya paling enggak, pasti tahu deh. Nah pasti ada semacam meja kecil untuk mengambil saus dan sedotan kan... Ya, dan saus yang disediakan hanya saus sambal. Kalau mau saus tomat? Ya balik lagi ke kasir dan minta deh ke mbaknya. Ribet! Sekarang KFC lagi ikut-ikut. Beberapa store KFC hanya menyediakan saus sambal di meja swalayan itu. Tapi masih banyak juga sih yang masih menyediakan saus tomat. Cih, emang nggak ada apa orang yang suka saus tomat sampai sambal doang yang disediain. *emosi*

Kemarin ceritanya, aku ngidam makan bakmi goreng di toko bakmi dekat rumah. Aku udah pesen tuh ya, mi goreng sama es teh. Pas udah beberapa menit aku baru ingat, aku takut dia kasih mi-nya pedes. Aku bilang sama masnya,
U: "Di sini mi gorengnya ngga pedes kan ya?"
Masnya (M): *muka bingung* "Ya tergantung tadi mbaknya pesennya pedes apa enggak."
U: "Tapi tadi aku gak bilang apa-apa, masnya juga nggak ngasih option."
M: *ngeloyor pergi*
Tapi mungkin udah jadi kali ya, trus dia ngasih ke aku mi goreng dan itu pedas banget. Syit, langsung aku minta ganti. Wkwkwk, ya semoga yang mi goreng pedes itu nggak diserve buat orang lain :P Yah ribetnya ngga suka pedas, mesti inget kalau pesen makanan harus bilang, "NGGAK PEDES YA MAS."

Oke lah, jenis makanan tertentu memang khasnya justru di pedasnya kayak rendang atau gule. Malahan kalau ada gule ngga pedes pasti wagu. Tapi kan itu bukan gule. *emosi* Aku jadi inget, pempek deket rumah juga kuahnya pedes, dan nggak nyediain yang nggak pedes. Beli bakso pun, pasti masnya udah ngasih sambel duluan di sendoknya. Padahal nggak minta. Kayaknya emang di mana-mana tuh pada menggeneralisasi kalau semua orang suka pedes. Padahal kan NGGAK! Ah sudah ah... >,<

Oya tapi aku sudah mulai makan pedas sih sedikit-sedikit. Makan pempek kuahnya pedes tadinya musti minum 1 liter sekarang cuma segelas. Tapi yang aku belum pernah, makan gorengan pake cabe. Pernah sekali, itu pun gara-gara nazar kelulusan dan agak-agak curang karena cuma gigit dikit, huehehehehe...

Sa.Ya Mu.Met

Aku menulis ini dengan kondisi kepala migrain, tapi ada satu hal lagi yang bikin aku mumet. Sejak peluncuran publishnya postingan My First Giveaway: Pengalaman Pertama enam hari lalu, terakhir update, pesertanya sudah 14 orang. Senang sekaligus mumet. Senang karena jumlah peserta melebihi ekspektasi, mumet karena aku bingung milih yang mana, karena semua cerita mengesankan. Dan submit blog di contest ini, masih dibuka sampai 15 hari lagi lho!

Photobucket

Oke, sudah deh segitu dulu aja. Silahkan membuat tambah mumet aku dengan memposting tulisan teman-teman tentang pengalaman pertama yang mengesankan. Dan jangan lupa daftarkan di kolom komentar di sini. Aku tunggu hingga tanggal 9 November yaaaa! Terimakasih... ^^

♥ Visit my photoblog: http://sittirasuna.wordpress.com

723 Kilometer

Suatu waktu di bulan September, ketika aku sedang blogwalking ria, tiba-tiba aku kesasar ke sebuah blog berjudul TARRY KITTY'S BLOG. Telisik punya telisik, ternyata pemilik blog ini ialah seorang wanita pahlawan devisa negara. Pantesan kok blognya banyak tentang TKI, huehehehe. Kalau nggak salah, blog yang pertama aku baca itu Bisa Sampai Hong Kong Karena Dihina. Setelah itu aku tiba di postingan Mbak Tarry mengenai Giveaway Contest yang diadakannya.

Oke stop, mari kita langsung ke topik utamanya. Baca judulnya, apa sih maksudnya 723 Kilometer? Tujuh ratus dua puluh tiga kilometer adalah kira-kira jarak antara Hong Kong dan Taiwan. Lho terus kenapa? Ya, 723 kilometer adalah jarak yang memisahkan Mbak Tarry dengan suaminya. Jarak memang terpisah jauh, tapi hatinya tentu tidak. ^^

Membaca postingan Love Story Mbak Tarry, aku tersenyum geli. Pasalnya mereka tinggal di kampung yang berdekatan, namun sama sekali belum pernah ketemu sebelum teman Mbak Tarry mengenalkan temannya-yang-sekarang-jadi-suami-Mbak-Tarry-itu. Aku heran, bukannya kalau di kampung tuh semua orang kenal satu sama lainnya ya, paling enggak, sering lihat gitu. Nah ini? Huehehe, mungkin memang benar jodoh datang pada saat waktunya.

Menariknya lagi, dari awal pacaran hingga menikah Mbak Tarry dan suaminya, selalu LDR-an. Nah ini kusisipkan rute 'perjalanan cinta' yang Mbak Tarry tulis di sini.

1. 02-01-01 sampai 02-01-02 -> cinta antara 2 kampung 
2. 03-01-02 sampai 07-10-03 ->  Indonesia - Malaysia
3. 08-10-03 sampai akhir 2005 ->  Malaysia - Hong Kong
4. Akhir 2005 sampai 11-11-08 ->  Hong Kong - Indonesia yang berakhir di pelaminan.
5. 12-11-08 sampai sekarang -> Taiwan - Hong Kong

Meskipun panjang sekali rutenya, tapi yang paling penting adalah: Mbak Tarry dan suaminya akan berhenti mengadu nasib di luar negeri dan akan kembali ke Indonesia November mendatang! Itu berarti mereka tidak lagi LDR-an dan tidak akan berat di ongkos telepon, hahaha, dan tentu hidup bersama. Aku jadi penasaran kisah cinta mereka selanjutnya... hihihi. Yak, dan Mbak Tarry, 'Puncak Kemenangan'-mu, segera tiba! :)

"Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY "CINTA ANTARA 2 NEGARA" yang diadakan oleh Tarry KittyHolic."

Dua Teman Baruku

Setelah aku cerita bahwa aku kepengen boneka Shaun banget banget (lihat di sini), akhirnya aku mendapatkannya, woo-hoo! Cekidot!





Sebenernya semua fotonya out of focus, tapi tak apeu lah. Cute kan cute kan? Yeah dan fungsi boneka ini berubah sesuai prediksiku: untuk lempar-lemparan dan juga sesuai dengan saran Mbak Tarry di komen postingan ini, jadi bantal.

Apakah Ini Orang Yang Sama?


Beberapa menit yang lalu, ada dua komen masuk ke postingan My First Giveaway: Pengalaman Pertama. Datang dari yang bernama Omman dan Abrus. Ada hal yang membuat aku bertanya-tanya apakah ini orang yang sama atau bukan, sebabnya:

1. Jarak komen hanya dua menit. Lihat di gambar, yang satu 12:45 dan yang satu lagi 12:47.

2. Mereka sama-sama mengetik karakter titik setelah spasi! Lihat di kalimat:
"Waahhh ..." <- sebelum titik ada spasi dulu. Dan,
"ikutan ah ..." <- sama juga, ada spasi sebelum titik.
Menurut analisa psikologiku, jarang ada orang menulis seperti itu menambahkan spasi sebelum titik. Kalaupun ada, masa ya bisa deketan gitu jarak komennya.

3. Mereka sama-sama SALAH menuliskan url alamat blog mereka di kolom komentar. Kalau nama Omman diklik/dilihat di status bar, maka terlihat ID wordpressnya rayahang30, padahal kalau aku tadi coba googling harusnya blog milik Omman adalah ayahang30. Nah sedangkan si Abrus menulis url dia dengan ID wordpress abrussiano, padahal harusnya adalah abrussiana. Apa ini sengaja?

4. Cara penulisan mereka sama. Kalau dilihat di blog mereka, di bagian sejenis 'about me'nya, ia suka menggunakan karakter seperti '^' atau '@'. Misalnya gini, di blog Abrus dia menulis ^@brus.blog’s ^jilid doea^ di about me-nya, sedangkan di blog Omman ia menulis ^assalamua’laikum wr wb …. Agak aneh nggak sih ngeliat sama-sama pake karakter '^'.

5. Mereka pernah mengikuti sebuah giveaway contest dan di list peserta mereka berurutan. Bisa dilihat di sini.


Huehehehe, mungkin aku iseng kurang kerjaan. Bikin analisa kayak gini. Tapi nggak salah kan penasaran??? Menurut kalian gimana? :D

♥ Happy Birthday, Affi! ♥

Sebenarnya aku menulis blog ini tanggal 3 Oktober, sengaja dischedule tanggal 22 Oktober biar nggak kelupaan posting. Tanggal 22 Oktober, saudaraku si Affi ulang tahun! 19 tahun... sudah tua ya...

Selamat ulang tahun yaaa! Tentu saja hadiah yang ingin kuberikan, yang pertama sangat tak ternilai... yaitu do'a. Nggak ternilai soalnya nggak bayar, muahaha...
Do'anya:
Semoga Harus lulus kuliah cepat.
Semoga Harus terpenuhi obsesinya menikahi bule.
Semoga Harus IP-nya tambah bagus!
♥ ... isi dewe wae yo.

Berikutnya, adalah... jengjengjeng...
Ngutek-utek album foto di rumah, kok tiba-tiba nemu foto Affi yang masih imut. Sekarang sih enggak. Wkwkwk...

Si Affi lucu banget... dulu... sekarang sih...

Kita pernah ya punya baju kembar... hahaha.

Sikatan


Di rumah Mbah Kod. Aku merem -,-

Kalo yang di bawah ini, foto sekarang...

Sudah ya segitu dulu Fi, muahaha... Terimakasih.
Klik ini untuk membaca blognya Affi! 

Trust Me, Aku Ke Trusmi

Delapan hari yang lalu (13/10), aku bersama ibu dan temannya pergi ke Cirebon. Awalnya aku mau menginap di rumah om-ku, eh tapi tiba-tiba ibuku nggak membolehkan dan akhirnya aku ke sana barengan ibuku, berangkat jam 6 pagi pulang jam 7 malam dengan Cirebon Ekspres. Ibuku memang ke sana dengan tujuan memborong batik, jadi tentu saja, rute utama kami adalah Trusmi! Eh udah gitu ternyata ibu memborongnya kurang banyak, karena pas balik ke Jakarta banyak temannya yang beli. Alhamdulillah...

Sampai di Stasiun Besar Cirebon jam 9 pagi, kami yang dijemput oleh om-ku langsung menuju daerah Trusmi. Setelah makan pagi empal gentong kami langsung ke kawasan toko batik. Toko yang pertama kami kunjungi berjudul Batik Nofa. Tokonya di kawasan itu ada lima buah, dan katanya paling besar sih di situ. Karena aku nggak ngerti batik, akupun cuma foto-foto doang di situ. Menurutku membosankan milih-milih batik itu, hehehehe...


Ibuku segera menyeberang toko ke toko lain di seberang. Aku pun membeli teh botol dan sok-sokan pakai Bahasa Cirebon.
Aku: "Wonten teh botol?"
Bapaknya: "Berapa Mbak?"
Aku: "Siji bae. Pira Pak?"
Bapaknya: "Tiga ribu."
*aku memberi uang 10ribuan, bapaknya sibuk nyari kembalian*
Aku: "Laka susuke?"
Bapaknya: "Oh ada kok Mbak."
Aku: "Kesuwun Pak."
Bapaknya: "Sama sama Mbak."
Sebenernya yang orang Cirebon siapa sih... ih.




Setelah itu aku juga masuk ke toko seberang itu. Aku lupa namanya, tapi ia memajang foto si pemilik dengan Susilo Bambang Yudhoyono serta ada pajangan testimoni Menteri Perindustrian. Katanya sih harga di situ relatif lebih mahal tapi sih. Aku sih nggak peduli wong nggak beli. Oh iya kebanyakan toko batik di sana menyediakan snek khas Cirebon - Kuningan, yaitu sempe. Alhasil di sana bukannya ikut liat-liat tapi malah ngemil.


Nah abis bayar blablabla, aku pikir perburuan batik ini sudah selesai. Eh ternyata masih panjangggg... Setelah itu kami pergi ke toko batik lagi aku lupa namanya, biasa aja, dan jengjeng barangnya kebanyakan import dari Pekalongan. Tsaahhh... Nah abis itu ke Heygens. Yang paling aku suka dari Heygens, dia membuat batiknya sendiri dan bikin bajunya juga sendiri. Bukan titipan orang lain atau import dari kota lainnya. Harganya pun ya mahal sih. Tapi bagus, tempatnya juga menarik, ada ACnya dan bersih. Ada batik motif gambar DKI Jakarta, dari ondel ondel hingga dokarnya ada di batik itu.


Abis dari Heygens, pindah ke sebelah. Dan tokonya njomplang banget, huehehe. Cuma rumah biasa, tapi koleksinya banyak karena dia masokin dari pengrajin-pengrajin sekitar. Di sini aku sudah sampai titik kebosanan paling tinggi. Akhirnya om-ku mengajak narsis-narsisan di luar toko.


Aku udah bilang sama ibu, "Udaahhhannn dong belii batiknya." Oke ternyata ibuku tak mendengarkanku. Akhirnya kami ke sebelahnya lagi, lupa juga nama tokonya karena udah gak minat ke toko batik. Aku udah gak liat-liat lagi. Mana Cirebon panashnya naudzubillah... Oke untungnya toko yang aku gatau namanya ini sudah jadi toko terakhir yang kami datangi. Fiuh... yaaa buat teman-teman yang suka batik memang Trusmi tempatnya. Banyak koleksinya. Tapi yaaa percuma aja sih menurutku kalau udah sampai sini trus yang dibeli MADE IN PEKALONGAN. Hahaha...

Kepincut Si Shaun

Dua hari lalu (20/10), dalam perjalanan dari Tangerang ke Jakarta, aku dan Sarah, teman sefakultasku, cerita-cerita dengan topik yang lompat-lompat. Di salah satu pembicaraan kami, Sarah bercerita tentang perjuangannya menonton Hyun Bin, seorang artis Korea, di Cilandak beberapa waktu lalu. Dan aku bercerita betapa aku naksirnya sama Shaun.

The.

Sheep.



Masih di perjalanan yang sama, aku pun memulai perdebatan.
Una: "Sar, menurut gue ya kurang kerjaan banget deh nonton Hyun Bin."
Sarah: "Kenapa emang?"
Una: "Ya kan udah rame, dan Hyun Bin cuma bisa diliat dari jauh dan paling-paling Hyun Bin cuma setelunjuk. Nggak jelas."
Sarah: "Tapi kan beda Na, ini kan liatnya langsung." *masih panjang argumentasinya*
Kami: *hening sebentar*
Sarah: "Dari pada lo, naksirnya sapi."
Una: "Plis itu domba."
Sarah: "Sama aja, mana ada ngefans sama kambing. Lagian itu animasi pula. Kalo ngefansnya artis kan masih normal, lah elu..."


...

Seorang teman, Miftah, pernah mengirimkan sebuah foto boneka Shaun The Sheep memegang gitar. Aku tahu itu cute, tapi waktu itu masih biasa aja sama Shaun. Abis itu nggak tahu kenapa, atau mungkin stasiun TV menyiarkan Shaun The Sheep dan akhirnya aku tahu bahwa animasinya itu lucu banget, akhirnya aku suka Shaun!

Aku nggak tahu normal apa engga seneng sama Shaun. Mengingat banyak juga orang yang naksir tokoh komik, berarti aku normal. Eh tapi kan itu figurnya manusia~ ah aku tetep normal kok. Banyak orang yang suka banget sama boneka sapi atau boneka babi kan? Oke berarti benar normal, huehehehe...

Aku juga nggak lebay kok sukanya. Cuma nontonin videonya di youtube dan googling foto Shaun dan kalau lihat yang lucu langsung teriak-teriak. Pernah lihat bonekanya di Ranch Market Kemang dan kayaknya itu merchandise asli. Aku yang waktu itu pergi sama Kak Aji, langsung bilang Kak Aji, kalau aku pengen banget beli Shaun The Sheep. Agak teriak-teriak juga. Sambil muka ngerengek-ngerengek bilang, "AAAA LUCUU BANGETTT!." Sekonyong-konyong mbak-mbak Ranch Market di dekatku langsung bilang, "sssstttttttt..." Nggak lebay kan? Biasa aja...

Kemaren lihat postingan Mbak Puteri Amirillis kok ada foto Shaun-nya aku jadi inget aku kepengen beli bonekanya. Pagi ini udah bilang ibu juga, minta beliin boneka Shaun. ♥ Kalau ada Shirley, juga mau. Kalau ada Timmy, juga mau. *semuanya aja* ♥ Duuhhh semoga cepat dapet hihihi~ masih mikir-mikir buat apa sih beli bonekanya, ujung-ujungnya paling buat lempar-lemparan. Aaaah tapi gapapa deh, cari ahhh~

Sumber foto pertama: comot dari google.
Visit my photoblog juga ya: http://sittirasuna.wordpress.com

My First Giveaway: Pengalaman Pertama

Note!: Ini sticky post. Scroll down ya untuk membaca postingan terbaruku. Terimakasih! :)

Berawal dari kebodohanku, yang aku ceritakan di postingan 'Stupiddd... aaahhh...'plus aku bingung nggak tahu mau kukasih ke siapa bukunya, jadi aku mengadakan giveaway ini. Meskipun latar belakangnya itu, namun ada maksud dan tujuan giveaway ini. Yaitu, supaya lebih mengenal para teman-teman di kancah per-blog-an.

Awalnya aku bingung mau kontesnya apa, tapi aku sudah memutuskan yaitu: kontes blog tentang pengalaman pertama. Tentu saja pengalaman pertama yang mengesankan. Tapi pengalaman pertama apa? Ngapain? Ya itu sekreatif teman-teman. Bisa pengalaman pertama yang aneh, kontroversial, menyentuh, tentang jatuh cinta, atau apapun. Ya misalnya, pengalaman pertama jatuh cinta (aih jatuh cinta selalu tak pernah membosankan untuk dibahas), atau pengalaman pertama kentut dan ketahuan sekelas, atau pengalaman pertama salaman sama SBY (kali aja itu masuk ke pengalaman mengesankan). Yaaaa pokoknya pengalaman pertama deh :P

Caranya?
1. Follow blog-ku. Bisa diklik di bagian 'subscribe' di sidebar sebelah kanan, atau klik follow/ikuti di bagian atas kiri, atau add blogku http://www.sittirasuna.com di reading list blogger home teman-teman.
2. Posting cerita Anda mengenai pengalaman pertama tentang apapun yang mengesankan.
3. Jangan lupa pasang link blogku di postingan teman-teman.
4. Daftarkan url postingan Anda di kolom komen postingan ini. Sebutkan nama juga.

Ketentuannya?
1. Blogger berdomisili di Indonesia.
2. Tulisan ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik. Boleh bahasa sehari-hari, boleh disisipkan bahasa daerah, asal jangan nulis hurufnya gede kecil dan pakai karakter aneh-aneh. Nggak apa-apa sih, cuma nanti aku mumet bacanya. Hehehe...
3. Minimal tulisan dua paragraf.

Hadiahnya?
1. Cerita terbaik pertama akan mendapatkan buku Chicken Soup for the Couple's Soul.
2. Cerita terbaik kedua akan mendapatkan buku koleksiku, berjudul Male Brain.
3. Cerita terbaik ketiga akan mendapatkan buku Esperanza Rising.

Deadline-nya?
Entri submit postingan cerita pengalaman pertama dibuka hingga tiga minggu dari sekarang, yang berarti *ngitung dulu*, tanggal 9 November. Pengumumannya diumumkan 11 November. Hadiah akan dikirimkan ke alamat pemenangnya.

Kalau teman-teman berminat, tulis cerita teman-teman tentang pengalaman pertama Anda yang mengesankan dan daftarkan di kolom komentar ya. Terimakasihhh...^^

Pagi ini (22/10) iseng-iseng aku bikin banner, hehehe. Elek yo ben deh...

Photobucket


KLIK INI UNTUK LIHAT UPDATE LIST PESERTA
Peserta terdaftar sampai saat ini: 64 peserta

Stupiddd... aaahhh...

Baru dua jam yang lalu mempost blog Hadiah Untuk Teman, dan aku baru sadar kalau buku yang aku beli itu salah. Niat membeli Chicken Soup for the Sister's Soul ternyata yang keambil Chicken Soup for the Couple's Soul. OMGGG. Aku baru sadar pas mau ngebungkusin kadonya. Kenapa gue bisa se-absent minded ini? Emang sih tadi udah ngantuk pas beli, tapi aku yakin banget aku udah baca sinopsisnya dan megang bukunya. :(

Kalau misalnya aku kasihin yang Couple's Soul itu ngga 'dia banget'... Aku bacanya juga males. Hahaha... tak save aja deh, buat yang ulang tahun deket-deket ini. Ya Allah T____T


♥ Sumber foto: http://gramediapustakautama.com
Visit my photoblog: http://sittirasuna.wordpress.com

Hadiah Untuk Teman


Malam ini (17/10) aku pergi ke Gramedia untuk membeli hadiah yang akan kuberikan kepada tiga temanku. Maksudnya sih, hadiah ulang tahun. Padahal sih, ulang tahunnya udah pada lewat semua. Kak Aji ulang tahun ke 21 tanggal 2 September, Sarah yang masih 19 tahun tanggal 12 September, dan Kartika yang suka bingung tanggal 24 September. Kak Aji dan Kartika adalah teman sejurusan, sedangkan Sarah beda jurusan.

Sejak aku agak dewasa, kalau ngasih hadiah bukan lagi stuff-stuff cute-cute yang sebenarnya nggak terlalu berguna dan menuh-menuhin rumah. (Bohong, sebenarnya dulu jarang kasih kado ke orang). Dan sekarang karena sudah lebih bijak sedikit, kuputuskan hadiahnya buku saja. Yang jelas-jelas bermanfaat. Dan sekarang seringnya aku beli buku untuk hadiah. Sebelum membeli bukunya aku SMS atau menelepon yang akan aku beri hadiah. Percakapannya paling nanya, "Eh lagi pengen baca apa? Pengen kasih kado lu nih tapi gatau mau beli apa..."

Sebenernya nggak seru kalau hadiah tahu duluan. Tapi daripada ternyata mereka sudah membaca apa yang kita kasih. Tambah nggak seru lagi, huehehe. Dan akhirnya aku membeli tiga buku yaitu, Tea For Two untuk Tika yang suka Metropop, Sarah yang request Negeri 5 Menara, dan Chicken Soup For The Sister's Soul untuk Kak Aji yang suka berantem sama kakaknya. Yang buat Kak Aji aku pilihin, lah dia diSMS gak bales ditelepon gak bisa.

Aku sendiri baru baca yang Negeri 5 Menara, dulu punya tapi dipinjem kakak sepupuku dan gak dikembalikan sampai sekarang. =,= Ah wis lah, nggak tahu lah mereka seneng apa enggak. Tapi harapannya seneng lah ya.

Visit my photoblog: http://sittirasuna.wordpress.com

Don't Stare At My Breasts, Puhleaseee...

It's very awkward situation ketika kamu ngegep laki-laki melihat dadamu. Ini sering terjadi padaku sejak aku jadi mahasiswa, hmmm kelihatannya. Menurut artikel yang aku baca memang 80% pandangan pertama pria kepada wanita tertuju pada dada. Oke lah kalau itu wajar. Tapi yang jadi masalah, mereka *ehem* ngeliatnya lebih dari tiga detik. Apa karena bentuk dan ukurannya? Eaaa, aku sendiri perasaan selalu pakai baju kegedean deh.

Gue banget lah ini tulisannya...

Well sebenarnya nggak cuma laki-laki. Tapi mbak-mbak dan anak kecil juga banyak yang ngeliatin. =,= Setelah aku analisis dari beberapa kejadian, ternyata mereka hanya mencoba membaca tulisan dari kaos yang aku pakai. *udah geer duluan* Kostumku sehari-hari memang cuma kaos dan celana jeans/bahan. Dan kebanyakan kaosku dibeli dari Dagadu, Joger, atau semacamnya yang menyajikan tulisan-tulisan aneh, lucu, kocak, kadang-kadang jayus.

Menurut statistikku, *ehem* ituku paling sering dilihat orang karena pakai kaos Joger warna kuning bertuliskan, "Walaupun kurus, tapi hatiku lurus." Sering banget aku ngegep orang ngebaca tulisan kaosku, meski udah jalan, kepalanya tetep ngarah ke kaosku cuma buat baca. Mungkin setelah baca mereka mikir, "Mbaknya make kaos ini, nggak salah???" Aku juga sering diprotes sama Sarah, teman sefakultasku, kalau aku pakai kaos ini. "KURUS APAAN?" Ya pokoknya aku kurus deh...

Ada lagi kaos buatan Gurita atau apa gitu lupa, aku sendiri nggak nemu kaosnya di rumahku karena itu punya adekku dan sudah entah ke mana. Tulisannya, "Aku nggak gendut kok." Tapi di bawahnya ada tulisan kecil, "cuma kurang tinggi aja. Dengan berat badan seperti ini, harusnya tinggiku 2,5 meter." Kalau pakai kaos ini, juga banyak yang protes. Cih! Emang aku gendut apa.

Grumpy!
Stop menyinggung anatomi. Ada beberapa kaos lain lagi yang bikin aku diliatin. Misalnya kaos dagadu yang berlambangkan Scare Bugs Corro dan itu meniru lambang Starbucks, dan setiap ke Starbucks pasti mas/mbak kasirnya ngeliatin kaosku. =,= Ada juga kaos warna cokelat gambar dwarf-nya Snow White, dan banyak anak kecil yang melihat *ehem*-ku karena gambar itu. Gambarnya kuakuin emang menarik. Jadi wajar aja kalo dilihatin...

Lama-lama aku risih pakai kaos bertulisan/bergambar aneh-aneh, apa aku minta beliin kaos polos aja kali ya -,-

Harus Jatuh Cinta Dulu?

Blogwalking ke blog-blog para bloggerwan dan bloggerwati kok rata-rata memang penulis ya... Ah jadi iri. Tapi yang bener-bener bikin iri, kalau mereka posting puisi. Ahhh... puisi teman-teman nggak transparan dan ada makna di dalamnya. Nah kalo aku yang bikin? Sumpah, biasa dan transparan banget. Baru pernah bikin satu sih, itu aja dalam rangka tugas. (Klik ini kalau mau lihat.)

Aku pengennnn bisa bikin puisi bagus deh. Tapi inget kata-kata, "Pujangga bilang, jika seseorang jatuh cinta maka kata berubah jadi indah." Yahhh... aku... jatuh cinta aja belum pernah yang piye-piye, paling pol naksir cuma gitu-gitu doang, cuma selentingan, maksimal seminggu yo wis lali. -,- Eh tapi naksir orang bisa bikin aku buat cerpen, huehehehe. Satu-satunya cerpen juga yang pernah aku post dan dibuat juga dalam rangka tugas. (Klik ini kalau mau baca.)


Aaaa, apakah bener bikin puisi yang indah harus jatuh cinta dulu? Kasih tahu dong gimana tips memulai menulis puisi yang indah dan nggak transparan. Hehehehe...

Chasing Sudjiwo Tedjo

Akunya lemu bangettt T.T
Rasanya aku jarang-jarang menyukai public figure yang ada rasa pengen ketemuuuu banget. Kecuali (sementara) tiga ini: Liem Swie King, Trinity, dan Sudjiwo Tedjo. Liem Swie King pernah aku 'kejar' dan kuceritakan di postingan Chasing Liem Swie King. Bahkan sebuah majalah bernama Diplomat Indonesia memasukkan fotoku dengan Liem Swie King di artikelnya. Dan aku baru tahu setelah 1,5 tahun majalahnya terbit. Kalau Trinity sudah pernah foto sama dia tapi nggak pernah aku tulis ceritanya di blog. Nah yang terakhir Sudjiwo Tedjo.

Aku mendadak ngefans sama dia sejak mendengar lagu-lagunya. Dari Anyam Anyaman Nyaman, Titi Kala Mangsa, hingga Cinta Tanpa Tanda. Yang bikin aku suka lagunya yaitu karena lagunya terdengar aneh dan unik. Beberapa orang bilang nadanya horor. Menurutku sih nggak, yang jelas lagunya itu sekali dengar langsung bikin candu. Huehehehe...

Nah aku sendiri akhirnya berhasil ketemu Sudjiwo Tedjo dan foto bareng, hihihi. Awalnya sepupuku yang sekolah di Prasetiya Mulya Business School cerita kalau di sana akan ada acara yang temanya adalah Jogja. Salah satu bagian acaranya adalah nanggap wayang yang didalangi oleh Sudjiwo Tedjo. Tadinya sempat, "Yah kok wayang. Ngga nyanyi apa?" Soalnya aku nggak suka nonton wayang, baik dibawakan dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa. Tapi gapapa deh, sekalian ketemu Sudjiwo Tedjo sekalian liat Prasetiya Mulya.

Kuakui Prasetiya Mulya BSD itu jauh banget. Terlebih lagi aku naik angkutan umum. Dari Cawang sampai ke BSD memakan waktu 1,5-2 jam. Hueee... Kala itu aku berdua dengan Lik-ku, ibunya Wening, sepupuku itu. Nah Wening ternyata jadi Person In Charge yang ngurusin Sudjiwo Tedjo. Jadilah aku bisa bertemu beliau dengan mudahnya, huehehehe. Setelah minta foto, kami harus cepat keluar dari tempat beliau berada. Karena beliau barusan pulang dari luar kota dan ingin tidur sebentar. Ya meskipun nggak sempat ngobrol, udah seneng dapet foto sama dia.

Kata Wening, sebelum pentas wayang, ia meminta nasi putih dan apa gitu. Nggak tahu deh buat apa. Ia sendiri mendalang dengan bahasa campur. Jadi yang bukan orang Jawa bisa ngerti. Dan cerita wayangnya nggak sesuai sama pakem, mengkritik keadaan politik, jadi jatuhnya malah kocak. Tak selesai menonton wayangnya, akhirnya kami pulang dan menempuh fiuhhh dua jam perjalanan lagi.

Di kolom komen postinganku Anyam Anyaman Nyaman, Mbak Ila men-share kutipan Sudjiwo Tedjo yang ia suka.

"Puncak rindu yang paling dahsyat tuh ketika dua orang tak saling sms/BBM/telepon, tapi diam-diam saling mendoakan." - Sudjiwo Tedjo.

Terimakasih Mbak Ila. Hueee aku juga suka quotenya. Kena banget. Padahal juga ngga lagi rindu sama siapa-siapa =,= Tapi aku berharap sananya mendoakanku. *loh?* Ah ya wis lah, hihi, denger deh lagunya Sudjiwo Tedjo pasti kecanduan.

Enjoy My Photoblog!

Ngeliat Mas Asop dan Mbak Deva punya photoblog di wordpress, aku jadi kepengen. Huehehe... tak kira ada Wordpress khusus buat photoblog, tak search search jebul ada tema di Wordpress yang memang khususon untuk photoblog. Jadinya aku menghapus semua tulisan di Wordpressku dan membuat blog Wordpressku menjadi sebuah photoblog. Untuk pertama, aku posting tiga foto. Yah semoga nggak warm warm cat shit (anget-anget tai kucing) aja ngaplot fotonya.

Gear yang aku pakai, Canon EOS 40D, Sony DSC-W100, dan Samsung Star.
Oiya, buat Mbak Deva, maaf ya mbak aku pakai juga kata 'jeprat jepret' untuk judul photoblog-ku, karena biar seirama sama 'corat coret'. Aku pakai kata 'jeprat jepret jeprut' untuk Multiplyku, tapi rasanya kepanjangan, huehehehe... :)

Click here to take a look at my new photoblog. Enjoy and feel free to comment and criticize. ♥ 

Profesional atau Pengusaha?

"Kalian lebih memilih jadi profesional atau pengusaha? Ayo yang lebih milih profesional ngacung. Kalau yang pengusaha? Ayo ngacung."

Aku inget banget pertanyaan itu diajukan oleh Bapak Budiman H. Rafioedin, dosenku Pengantar Bisnis, dua tahun lalu. Beliau bahkan kini sudah tidak ada di dunia, tapi pertanyaan itu terngiang-ngiang di kepalaku. Aku sendiri nggak ngacung baik waktu ditanya profesional atau pengusaha. Aku nggak ngerti yang mana yang lebih baik. Aku sendiri prefer kalau bisa nggak kerja, punya suami kaya, loyal, dan royal, yo wis tho beres, nggak usah kerja, hihihi.

Ah tapi itu khayalan semata. Mau hidup penak ya musti kerja keras lah. Lagian orang kaya mana ada yang mau sama orang yang nggak kerja keras? *eh ada nggak ya?* Jadi, akhirnya aku tahu bahwa kita musti kerja keras. Nah sekarang, jadi profesional atau wirausaha sendiri?

Aku jadi mikir lagi. Kalau jadi profesional, gaji pasti ada tapi penuh kekangan, nggak bebas ah. Apalagi aku tipe-tipe orang yang take 30 years to reply call or SMS, eh tapi kalau e-mail nggak sih. Nggak profesional blas. Ya bisa aja sih kalau mulai latihan. Kalau jadi wirausaha? Aku nggak kepikiran bikin apa dan oke, menurutku aku payah dalam pemasaran. Nggak tahu apa aku yang kurang optimis kali ya. Atau jadi freelancer? Pekerja bebas tapi ya duitnya juga ngga pasti. Meskipun kulihat para freelancer lebih bahagia menghadapi hidup. Atau nggak juga? Apa karena aku ngeliat contoh freelancer itu Trinity atau Om Yudasmoro (travel writer yang tulisannya sering di majalah Garuda)? Mbuh ah~

Pak Budiman sendiri merupakan profesional yang juga pengusaha. Ia terakhir menjabat sebagai Direktur Keuangan Merpati namun memiliki banyak usaha misalnya membeli franchise dan membuat cabang kursus Bahasa Inggris. Aku sendiri lupa nama tempat kursusnya apa. Nah sekarang-sekarang ini banyak motivator yang lebih memotivasi kita untuk lebih wirausaha. Alasannya, kita bisa membuka lapangan kerja untuk yang lain maka pahalanya banyak dll dll. Emangnya kalau jadi karyawan nggak bisa berpahala juga? Nggak juga kan? Bisa nyumbang atau apapun lah banyak, pikiren dewe.

Jadi menurutku bukan masalah pekerjaannya, Anda wirausaha atau Anda adalah karyawan... Yang penting itu masalah memberi dan kontribusi terhadap sesama makhluk Tuhan dan memberi bisa dari banyak hal. Aku juga gak dong intinya gimana. Niatnya ngeluarin uneg-uneg kok malah tambah mikir. Piye iki =,=

Empal Gentong

Warung Amarta

Hari ini (13/10) aku menyisihkan 10 jam-ku di Cirebon. Berangkat pagi-pagi buta jam enam, pulang jam tujuh sore. Aku mengantarkan ibuku yang akan membeli batik di Trusmi. Mungkin ini sudah kesekian kalinya aku ke Cirebon, tapi baru kali ini yang judulnya jalan-jalan. Biasanya, cuma ke Grage Mall karena lewat Cirebon mau ke Jogja atau cuma ke rumah sodara. Yak dan benar-benar hanya ke rumah sodara.

Sebelum pergi ke kawasan toko batik, aku, ibu, tante, tante, dan om-ku sarapan dulu di warung empal gentong daerah Trusmi. Katanya warung yang judulnya Amarta itu rame banget kalau siang padahal ya tempatnya itu lethek (kusam) banget! Ada joke yang bilang kalau orang Cirebon tuh sukanya sama tempat yang lethek-lethek. Kalau warung yang lethek bisa rame banget, giliran KFC gede banget jarang yang dateng.

Aku senang sekali waktu diajak makan empal gentong karena belum pernah sama sekali sebelumnya. Pas dateng ke warungnya, buset dah banyak jeroan sapi gitu geli amat gue... hiii... Awalnya aku udah hampir gak mau makan empal gentong kalau isinya jeroan, eh ternyata bisa daging biasa. Pas udah dianterin pesenanku, ah tampilannya biasa aja. Sendokan pertama kuah dan daging, taruh di nasi, sendok dan arahkan ke mulut, rasakan, dan kunyah. OMG! ENAK BANGETTTT!

Empal Gentong :9
Huehehehe, aku tahu ini lebay tapi rasanya memang lebay enaknya (lebay lagi). Sebenarnya rasanya nggak jauh beda dari soto sulung atau soto betawi tapi kok nggak tahu kenapa enak banget deh pokoknya. Hahaha, susah dijelaskan dengan kata-kata. Aaaa pengen ke Cirebon lagi belum kesampaian makan nasi jamblang, nasi lengko, dll dll dll :9

Narcissistic Aryo Diponegoro

Bagi teman-teman yang berkecimpung di dunia property, pasti kenal Aryo Diponegoro. Dia adalah motivACTor di bidang property, penulis buku best seller Raja Bisnis Properti Megaprofit, serta memiliki milist properti terbesar se-Indonesia -> http://groups.yahoo.com/group/yukbisnisproperti. Twitternya @aryodiponegoro juga difollow belasan ribu orang. Nah di postingan ini aku akan membeberkan foto-foto narsisnya, muahahaha... *ketawa setan* Lima dari enam foto dia, dia foto sendiri =,=