Tidak Ada yang Kebetulan

Ibu Situmeang, salah satu pembantu pelatih di Subud, seringkali bilang bahwa tidak ada yang kebetulan, there's no such a coincidence. Apa yang suka kita bilang ndilalah atau kebetulan, sebenarnya bukan kebetulan belaka melainkan memang rencana dari Tuhan. Dan itu membuat aku geli sendiri akan hubungan-hubungan antar kejadian dan itu makin bikin aku bersyukur kepada Tuhan.

Tanggal 16 Juli aku dan kedua orang temanku, Yoanita dan Sarah pergi ke Pondok Indah Mall. Kami bertiga sering mengunjungi toko reseller Apple. Dan waktu itu kami emang terpukau sama barang-barang Apple, dari iPad, iTouch, sampai iMac. Tapi yang aku lihat banget sih iMac. Sebelumnya Sarah cerita ke aku, kalau di PIM itu ada Hanito Shibuya Honey Toast yang rasanya enak. Ealah, kok tanggal 17-nya ibuku membelikan adikku iMac dan nraktir di Pasta de Waraku makan Hanito. Alhamdulillah...

Ada yang agak menggelikan. Tanggal 14 malam, adikku membuka-buka buku tahunan SMA-ku. Dan tiba-tiba perhatiannya menuju salah satu teman sekelasku. Dia komentar bahwa temanku itu mukanya kok menyebalkan *semoga dia ngga baca*. Eh kok ya paginya aku ketemu orang itu yang notabene terakhir ketemu hmm~ enam bulan yang lalu! Ketemunya di Satpas Daan Mogot waktu bikin SIM. Ndilalahnya, aku keluar eh dia masuk. Dan kami ngga sempat ngobrol. Tapi tiba-tiba aku senyum sendiri...

Kalo dititen-titeni, emang semuanya tuh berhubungan. Berhubungan gimana ya... yaaahh pokoknya berhubungan. Gitu deh ah. Kayak aku ketemu Om Rio di Karimun Jawa bukan kebetulan, karena ternyata dia dosennya sepupuku. Dan sepupuku suka ngejahilin tuh dosen. Ketemu Mas Prima juga bukan kebetulan, karena ternyata dia suka denger tentang omku. Yah intinya semuanya berhubungan dan dunia pun terasa kecil, dan Tuhan itu Maha Besar.

No comments:

Post a Comment

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!