Ketemu Orang via WeChat #1

Kalau tidak salah ingat, pertama kali aku instal WeChat adalah waktu aku liburan ke Korea September 2015 silam. Di tempat aku menginap aku berkenalan dengan perempuan asal Tiongkok yang tidak menggunakan layanan pesan instan seperti WhatsApp atau Line. Ia hanya menggunakan WeChat. Maklum semua-muanya diblokir di sana ya kan.

Akhirnya aku tidak bertukar kontak dengan si perempuan Tiongkok itu, sih. (Trus ngapain diceritain ya kan?) Karena malam itu wi-fi sangat lambat dan aku baru bisa instal WeChat beberapa hari sesudahnya. Aku memutuskan untuk mengunduh WeChat karena semua orang Tiongkok yang kutemui rata-rata memakai WeChat. Teman language exchange-ku yang berasal dari sana juga hanya pakai WeChat. Instal aja lah.

Sayangnya karena kontaknya sedikit ya akhirnya kuhapus juga.

Sampai akhirnya aku tiba di Perth dan seorang teman dari Indonesia bercerita kalau ia menggunakan mode People Nearby di WeChat untuk mencari teman baru di Perth. Supaya temannya tak hanya dari Indonesia saja. Bahkan ia juga menemukan pacar via aplikasi ini.

No, no, aku nggak tertarik buat instal aplikasi ini buat cari pacar kok.
Beberapa hari kemudian aku instal lagi aplikasi ini. Sesuai petunjuk temanku, aku menyalakan People Nearby Mode dan mendiamkan sebentar sampai ada yang menyapa. Benarlah, banyak yang menyapa. Jadi bingung kan membalas yang mana.

Rata-rata, setelah mengobrol sebentar akan mengajak bertemu. Orang yang mengajakku bertemu pertama kali adalah orang Australia kulit putih namun tidak berhasil terjadi karena aku malah janjian sama temanku yang lain.

Dari dua minggu pemakaian WeChat, aku bertemu lima orang.

Orang yang pertama kutemui berasal dari Guangdong, Tiongkok. Ia sedang menempuh studi di universitas Perth (kok lupa sih aku namanya, kalau nggak Curtin ya Murdoch). Ia juga bekerja paruh waktu di Restoran Cina. Sebut saja namanya Xiao Gao.

Kami janjian di pusat kota dan kemudian jalan-jalan ke Cottesloe Beach. Awalnya semua berjalan normal, ngobrol biasa, tapi dia sibuk main game di hapenya, naik kereta, kemudian dari stasiun kami naik shuttle bus menuju pantai. Nah di dalam shuttle bus, dia mulai merangkulku. Duh, mamam… Aku langsung komat-kamit berdoa.

Saat tiba di pantai, dia mulai menggandeng tanganku. Duh, aku emang nggak pernah digandeng sih tapi kalau digandeng orang nggak kenal gimana sih. Sampai puncaknya waktu aku mau selfie, dia meluk dari belakang. Aku nggak tahan lalu aku bilang, “Hey, my boyfriend will kill me!”

Padahal… boyfriend yang mana? BWAHAHAHA.

Seketika, Xiao Gao melepaskan tangannya lalu kemudian bertanya-tanya soal pacarku. Langsung deh, kemampuanku mengarang cerita fiksi yang sangat rendah kukeluarkan semua. Selanjutnya Xiao Gao masih mencoba-coba ngomong yang tidak-tidak dan memegangku, memegang apaan coba bayangkan sendiri ya, hahaha tapi untungnya pas perjalanan pulang, ia sudah tidak lagi mencoba memegangku.

Setelah pertemuan itu, aku tidak pernah membalas pesannya lagi. Jahat ngga sih? Aku nggak suka aja, nggak kenal trus pegang-pegang dan sini kan nyarinya teman……..

Orang kedua yang kutemui bernama Mahdi. Ia orang Pakistan tapi keturunan Mongolia jadi mukanya mirip orang Asia Timur dan sama sekali nggak seperti orang India atau Timur Tengah. Ia sudah jadi permanent resident Australia dan bekerja menjadi tukang bangunan sembari kuliah TAFE (semacam sekolah kejuruan). Kami bertemu di hari terakhir tahun 2016 siang hari.

Orangnya lumayan cakep… tapi trus kenapa kalau cakep? Dan ternyata tidak lebih sopan daripada Xiao Gao.

Scarborough Beach.
Aku diajak pergi ke Pantai Scarborough tapi dia sebenarnya malas ke pantai karena memakai sepatu 200 dolarnya. Dari awal perjalanan, buset dah, ngomongin soal persenggamaan. Dia juga cerita kalau tahun 2011 sempat pergi ke Jakarta dan 'having fun'. Nggak ada yang bisa diomongin lainnya apa T____T

Sampai pantai pun~ yang Xiao Gao lakukan dia juga lakukan. Saat aku mau foto pantai, Mahdi memeluk dari belakang. Kenapa hal ini terjadi lagi? Sumpah gue nggak nafsu. –“ Sampai aku membalikkan badanku dan dia bilang, “Give me your lips!”

WHAT? BWAHAHA.

No way, bro.

Seterusnya ngapain ya ada dehhh (padahal ya nggak ngapa-ngapain). Cuma trus aku bilang, “I don’t feel anything. Maybe because it’s with you.”

Langsung ciut, dan dia langsung melepaskan tangannya. I know caranya merusakkan pride cowok. #kali

Pas perjalanan pulang, dia misuh-misuh sepanjang jalan karena aku nggak mau dipegang. Tapi aku ketawa mulu lihat dia. Dia pun membelikanku eskrim Magnum. Alhamdulillah #rejeki

Ia juga jadi menguliahiku kalau di Australia tidak akan ada yang memerkosa karena hukumannya berat banget. Misalnya aku dipegang dia dan aku melaporkan polisi, dia akan kena big trouble.

“You know, you have to be careful with Middle Eastern, Chinese, African, Aboriginal, Asian men.”

“That’s basically all men.”

“Yes. But I’m good guy.”

OK. Karepmu.

Aku pun didrop tak jauh dari rumah. Dan sebenarnya malam tahun baru kita pergi ke satu tempat yang sama, namun aku nggak ketemu dia karena aku sampai pukul 10 malam dan tak lama di sana sedangkan dia baru datang sekitar pukul 1 pagi. 

Sejak saat itu, aku kapok deh ketemu orang (baca: cowok) lagi via WeChat. Nggak ada yang normal, huhuhu... tapi ya ternyata aku ketemu tiga orang lagi sih setelah ini.

26 comments:

  1. Ya ampunnn...aku malah ngakak pas baca "my boyfriend will kill me". Kok kayanya itu apps penuh dengan cowo yg mau "main2" ya. Lucu banget ketemu 2 malah dua-duanya suka langsung megang2. "Open" abisss! Yg 3 lagi aman Mba? Mending cari temen yg ketemu di jalan raya ato tempat kerja aja kali ya. Lebih pasti & aman...take care ya! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terpaksa ngarang Mbak. Abis dipegang-pegang, geli T____T Banyaaakkk yang kayak gitu (nyari temen gituan) tapi nggak semuanya gitu sih, apes aja ketemu yang gitu. Ada yang jualan juga, ada yang beneran nyari temen juga. Duanya aman, satunya enggak. Wkwkwk...

      Delete
    2. Ohhh...Gak kepikiran sampe ada yg jualan. Rajin abis ya tuh orang. Hahaha...Kalo nggak salah LINE jg udah ada "People Nearby" ya? Udah pernah coba? XD Fotonya mau banyakkan donk Mba Unaaa...Biar kebagian "rasa" seakan-akan jg disana...Hahahaha //gaplak

      Delete
    3. Udah cobaaa. Tapi ngga nemu orang di sini, soalnya pelosok, hahaha. WeChat aja juga cuma 2-3 biji. Ini komputerku ngga enak jadi cuma pasang foto sebiji sebiji, wkwkwk.

      Delete
  2. duh kalau sy udha lari duluan tuh takut lebih dari dipegang-pegang, ga bisa karate atau silat lagi hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... aku nggak lari sih, cuma udah bilang mau pulang sendiri, tapi sana nggak tega. XD

      Delete
  3. nguawor!!!! Kamu masih baik lho, Un masih bisa ngomong sopan. Kalo aku, mungkin tak gampar itu lanang-lanang tak sopan. Hahahahahahaha......

    ReplyDelete
  4. Buset dah, Una.. kalo aku pasti udah langsung teriak-teriak kabur atau apalah ya. Hahaha yang hebring banget pokoknya.

    Hati-hati Una :)

    ReplyDelete
  5. Una kamu pemberani banget, aku aja diajak ketemuan temen sekolah serem kok wkwkkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku memberanikan diri, wkwkwk. Lah ngapain takut sama temen sekolah?

      Delete
  6. Ya ampun, serem juga ya. Tapi tetep hati-hati sih, supaya terus jadi pemberani seperti mbak hehe

    ReplyDelete
  7. Your story kill me ... pengalaman yg keren banget! :)

    ReplyDelete
  8. Hahaha, yang tiga orang selanjutnya gimana Na? Kayak gitu juga kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang iya ada yang baeeeeek banget XD

      Delete
  9. Astaga, seram amat ya ketemu sama orang yang gak dikenal dan dipeluk-peluk, bahkan sampai minta ciuman... :(
    Hati-hati ya mbak, kalau ada apa-apa langsung teriak aja. :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah hahaha lain kali aku teriak-teriak XD

      Delete
  10. Una, Una, kek kak tau ajs, cowok tuh, apalagi yang dikenal lewat online duluan, taulah, pasti nyangkanya yang gak-gak tentang orang yang ngobrol di WeChat itu. Tapi as long as you Una bisa jaga diri dan harus tegas, pasti akan enjoy, koq. Hihihi...seru juga yah, bakal juga jadi penulis fiksi nih, qiqiqiiii...

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!