Gimme Gimme Gimme & Lovefool

Despite of judulnya apa, di postingan ini aku mau cerita tentang tahun baruan di Perth –dan sedikit cerita aku naksir orang di Perth. Nggak pernah kan gue cerita naksir orang di blog, hahaha.

Jadi, malam tahun baru di Perth kayak apa?

Nggak tahu! Rasanya capek! Pas malam tahun baru aku kerja sampai setengah 12 malam. Pulang-pulang, aku jalan kaki melewati keramaian orang yang menonton panggung pertunjukan malam tahun baru. Tapi ya, cuma lewat aja. Sampai rumah pukul 11.56 PM. Kemudian aku menonton kembang api sebentar dari balkon rumah. Kembang apinya sebenarnya dekat, apa daya pohon depan rumah menghalang-halangi penglihatanku. Malam itu, di rumah ada dua housemate, satunya tidur satunya main hape di kamar dan baru keluar balkon tepat setelah kembang apinya kelar.

Masih lengkap pakai tas, belum cuci kaki, belum ganti baju, aku tidur-tiduran di sofa sambil chat sama beberapa teman. Aku lagi mikir untuk pergi keluar lagi buat nonton panggung. Tapi kok malas ya.

Seru kan malam tahun baruku?

Waktu tinggal di Perth (sekarang sudah tinggal di tempat lain lagi), aku instal WeChat dan menggunakan fitur People Nearby. Harapannya bisa bertemu dengan teman baru di Perth. Temanku dari Indonesia yang tinggal di Perth merekomendasikan untuk menggunakan WeChat sebagai sarana untuk mencari teman asing.

Dua orang pertama yang kutemui dari WeChat sangat menyeramkan. Baru pertama ketemu udah berani pegang-pegang, ngajak date (tapi maksudnya mau ngajak anu), dan ngomong jorok sepanjang jalan. Ceyem banget… Sejak saat itu, aku berjanji pada diri sendiri nggak mau lagi ketemu orang via WeChat. Cuma chat saja palingan.

Di malam itu aku mengobrol dengan beberapa teman online di wechat. Salah satunya, seorang dari Dubai yang sudah jadi Australian Citizen. Orang ini mengajak meet up dari beberapa hari sebelumnya cuma aku nggak mau. Udah kapok, plus apalagi ini orang Arab #rasis. Sampai malam itu, sekitar pukul setengah satu malam, ia bilang ia akan lewat depan rumahku. Dia sebenarnya ngajak makan, cuma aku bilang aku takut, udah tengah malam, bahaya. Hahaha…

Ya, jadi orang ini tahu rumahku persis di mana! Hanya gara-gara aku posting foto sofa, TV, dan sebagian interior tempat aku tinggal. Dia bisa menebak rumahku di mana tepat senomor-nomornya. Ngakunya ia pernah beli unit apartemen di tempat aku tinggal jadi hafal interiornya. Horor kan –“

Aku bilang saja ke dia, coba teriak namaku pas lewat. Tapi dia ngga manggil kayaknya, trus chat aku, “Kamu lihat mobil hitam? Itu mobilku.” Eh dan ternyata kemudian ia parkir dekat rumah. Aku memberanikan diri buat nyamperin tapi tetap berjanji pada diriku nggak akan ikut dia pergi.

Aku menyapa dari jendela kiri mobilnya yang dibuka. Pertanyaan pertama dia pun, “Are you hungry?” Aku pun bohong bilang kagak, takut pergi sama dia berdua. Jadi dia sebenarnya mengantar teman-temannya ke nightclub, yang mana letaknya di dekat rumahku. Daerah rumahku kebetulan daerah diskotik dan nightclub gitu, jadi bisa dipastikan dari malam Kamis sampai Senin berisiknya minta ampun. Dia sendiri nggak ikut ke club karena nggak mood, dan lapar.

Dia keluar dari mobil dan kami ngobrol-ngobrol sambil berdiri. Sampai akhirnya aku bilang aku mau ikut makan. Tapi pakai takut dan was-was. Alhamdulillah orangnya nggak pegang-pegang samsek, nggak ngomong jorok, dan terlihat educated banget. Dia ngajak makan makanan Lebanon tapi takeaway. Sebenarnya warung Lebanonnya bisa makan di tempat tapi dia maunya takeaway. Dan yang bikin fishy lagi, aku nggak boleh turun bareng dia. Karena banyak temannya di warung itu dan malas ngobrol. Mungkin dia udah punya istri kali dan kalau kelihatan jalan bareng cewek pasti ditanya-tanya. Hm, auk dah.

Karena harus menunggu sekitar 15 menit, jadilah kami jalan-jalan dulu muterin Perth. Waktu ada mobil polisi lewat, dia bilang, tuh hafalin nomor telepon polisi Perth, jadi nanti kalau dia ngapa-ngapain tinggal telepon polisi.

Kayaknya kami jalan-jalannya lebih dari 40 menit, kemudian ambil makanan yang dipesan trus jalan-jalan lagi. #nggaklangsungdimakan Alhamdulillah dibayarin. #rezeki. Pas aku cek harga makanannya di internet, 23 dolar. Budget makanku seminggu HAHAHAHA. Aku dibelikan Mix Platter yang isinya nasi berbumbu ala Arab, sate sapi, udang, roti (aku lupa namanya, semacam Naan), hummus dan garlic sauce.

Rezeki tahun baru.
Kami makan di parkiran depan rumahku tapi nggak sampai habis kemudian aku pamit pulang. Sisa makananku kukasih housemate-ku yang sudah terbangun dari tidur dan kelaparan.

Besoknya aku ketemu dia lagi.
Lusanya ketemu lagi.
Dalam empat hari aku ketemu dia tiga kali.

Yang terakhir kali aku ketemu dia agak drama sih. Nggak berani cerita lengkap tapi intinya aku ‘diculik’ orang malam-malam dan diajak ke rumahnya (kosong nggak ada orang), trus aku teriak dan kabur. Si orang Dubai inilah yang kukirim chat pertama kali dan ia langsung menjemputku. *nangis beneran*

Tapi sejak saat itu si orang Dubai ini nggak pernah menyapaku duluan di chat. Kuchat balasnya singkat. Kutanya nomornya dia nggak mau kasih dan bertanya, “Emang kamu mau ngapain sama nomorku?” Padahal aku nggak niat apa-apa kan ya, nelepon juga ogah. Cuma aku mau hapus WeChat jadi minta nomor supaya bisa keep in touch.

Suatu malam aku nyapa duluan dan aku lagi sendirian di gay bar (ngapain ye gue nongkrong di situ). Dia bilang, “I can come to see you. Text me if you want to see me.” Aku bilang, aku nggak mau. Atut soalnya. Atut jatuh cinta bwahahaha.

Sampai seminggu setelah kita bertemu pertama kali, aku pindah ke desa dekat Brisbane. Dan jarak Perth ke Brisbane itu sekitar empat setengah jam dengan pesawat jadi jauh banget. Sebelum aku naik pesawat aku chat orangnya, dan bilang kalau aku suka BWAHAHA. Najong.

Tapi dia cuma balas, “Flight-mu jam berapa?” Nggak kubalas lagi karena sudah mau matikan handphone. Sampai Brisbane aku laporan kalau sudah sampai. Dia cuma bilang, “Congratulations.” Dinginnyaaa (si orang ini). Ya udah deh.

Hapus WeChat.

Abis pesawatku landing, musik yang diputar dalam pesawat adalah versi kovernya Lovefool - nya The Cardigans.

Trus gue kayak, oh syit gue banget nih jatuh cinta trus bego. Nggak jatuh cinta juga bego sih. *nangis*

Trus aku ingat…

Saat siang hari tanggal 31 Desember, aku lewat panggung yang bakal digunakan buat malam tahun baru. Saat itu sedang diadakan rehearsal, dan pas aku di sana lagu yang dimainkan adalah Gimme Gimme Gimme-nya ABBA.

Pas malamnya pun aku ke panggung itu, juga sedang dimainkan Gimme Gimme Gimme. Sejak malam itu aku jadi iseng dengerin lagu itu via Youtube beberapa kali.

Liriknya kan gini yak:

Gimme gimme gimme a man after midnight…

Trus hm, gue kan ketemu doski after midnight.
Kayak pas banget.

Trus kok denger Lovefool.
Ugh.

Well, lagu yang diputar pun tidak ada yang kebetulan.
*nangis*

♥♥♥

Sekarang aku tinggal di desa yang sinyal hape aja nggak ada dan wi-fi cuma tersedia di area resepsionis. Jadi ngga bisa BW banyak, bales chat juga lama, ini nge-blog aja, nulisnya di kamar baru kalau mau posting ke deket resepsionis. 

24 comments:

  1. Hm, take care and enjoy ya Naaa ^-^

    ReplyDelete
  2. Jd nyesel gak tuh gak tukeran nomor hp? Hehe

    ReplyDelete
  3. Aaak.. una pengalamannya spesial banget deh �� tapi untung ya kamu ngga kenapa2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spesial mananya, hahaha. Alhamdulillah, Mbak.

      Delete
  4. Huaaa, serem juga ya, na. Moga ga ada kejadian aneh lagi.
    Jatuh cinta ama cowok cuek ga enak, na. Mending sama yang respek. *eh :p btw, cakep ga orangnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Harus hati-hati.
      Tapi sekarang aku di desa jadi ngga ketemu banyak orang. Biasa aja sih Mbak, ngga jelek tapi.

      Delete
  5. aku tunggu foto2 desanya Una. pasti kece kece

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah hari ketiga dan belum moto blas hahaha.

      Delete
  6. Ahhhh Mba Unaaaa...aku baca bagian "bilang kalo aku suka..." sampe tersenyum depan komputer kaya pas baca novel Sophie Kinsella aja. Hahaha...pengalamannya sangat luar biasa sekali ya. Udah kaya filem2 genre romance. Serem jg sih ampe diculik ke rumah kosong. Puji Tuhan aman-aman aja. Tabah ya mba Una. Diliat2 aneh jg dia kaga mau kasi nomor telpon. Mending kalo perempuan. Tp ini kok laki-laki malah ga berani kasi nomor. >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kayaknya harus baca novelnya Sophie Kinsella, nih. Iya pengalamannya kayak sinetron abis hahaha. Aku ngga tahu kenapa dia ngga mau kasih nomor. Kemungkinan punya istri (ngakunya belum menikah tapi) dan dia memang bilang kasih limit kalau temenan sama orang karena dia sibuk abis diteleponin mulu sama temennya. T____T

      Delete
    2. Iya kali ya....soalnya kalo sibuk mah paling tinggal lambat aja replynya. Beres. Yuu...dibaca. Lebih aman dari 50 shades sih. Jujur cuma baca satu doank. Yg "Confession of a Shopaholic". Masi lama ya disana? Jgn lupa beli Milo-nya. Katanya yg disana lebih enak dari Indonesia sama Malaysia punya. :D

      Delete
    3. Nggak tahu deh T_T Masih lama insyallah. Au sampe kapan... Belum beli Milo, belum ada budget, hahaha. Tapi pasti beli Milo XD

      Delete
  7. Kyaaaaa, mau liat dong fotonya orang dubai yang disukai Unaaaaaaa

    ReplyDelete
  8. Una aku iri banget sama kamu..bisa traveling dan tinggal dalam waktu yang lama dalam satu Negara hahahaha..kayak di Jepang dan Perth :d

    eh, sekarang udah di mana? siapa tahu bisa kopdar di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak punya tanggungan hahaha jadi bisa tinggal lama.

      Sekarang aku di desa Mbak. 200 km dari Brisbane. Yuuuk kopdar di Aussie XD

      Delete
  9. cie nembak duluan cieeeeee..... tapi lega khan Na. Daripada dipendem dan jadi bisul. Hihihihihi.... semangat, Una!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak nembak ya plissss, hahaha... cuma menyatakan :p

      Delete
    2. Oiya, denk. "Menyatakan", ya. Hihihi.... tapi seumpama dia balas juga 'i like you too' trus piye, Na? Suka-sukaan, enak tapi gantung dong ah.

      Yuk yuk Unaaaa, kunantikan postingan-postingan kecemu yang lain. Take care ya Una. Stay happy and healthy. *hugs *jarang-jarang nih aku pengen peyuk2 orang kecuali anak dan bojo

      Delete
    3. Sananya nyuekin malah nanya hal lain T__T Ya sudah lah yang penting lega sudah menyatakan, hahaha.

      Aku lagi nggak ada ide buat nulis blog huhu cuma nerusin cerita kemaren aja.

      Delete
  10. Unaaa...baru berkunjung ke rumah onlinenya Una nih. Eeeh, Una sdtuh lagi di LN toh? Btw bunda tau sih ada icon We Chat tapi blom pernah pake fasilitas itu, #lagiansiapayangmauchatsamabunda, hahaha... Na, sampe kapan di LN, asyik banget ya. Trus koq ada ke Desa segala sih, Na, emang lagi survey apa? #keposibunda

    ReplyDelete
  11. Hehehe baca ini kaya lagi baca novel gitu apalagi pas adegan culik-culikannya wkwk.

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!