Ketemu Orang via WeChat #2

Setelah itu kan aku benar-benar berjanji tidak bertemu orang lagi via WeChat tapi aku mengkhianati janjiku sendiri.

Setelah siangnya bertemu Mahdi, malamnya aku bertemu orang Dubai yang aku ceritakan di postingan Gimme Gimme Gimme + Love Fool. Itu pun nggak pakai janjian. Cuma aku malas cerita lagi ah. Langsung orang keempat aja ya.

Nggak ada hubungannya sih fotonya. Tapi ini yang biasa aku lakukan di Perth. Leyeh-leyeh di sofa sambil internetan sambil ngobrol sama housemate.
Suatu hari, aku pergi ke Morley untuk belanja di K-Mart. Ada beberapa hal yang harus kubeli seperti sepatu, topi, sandal jepit, dan lain-lain. Setelah dari K-Mart, aku pergi ke supermarket 24 jam tak jauh dari situ.

Di hari itu aku chat dengan orang melalui WeChat sejak pagi harinya. Orang ini berasal dari India dan telah tinggal di Australia selama belasan tahun. Mengaku umur 36 tahun, bekerja di perusahaan minyak dan gas, punya istri dan dua anak namun hubungannya sedang tidak baik.

Dia mengajak bertemu berkali-kali dan aku sudah bilang tidak mau berkali-kali juga. Dia bilang katanya dia menghormatiku dan tidak akan memaksaku. Chatnya di siang hari sudah tidak kubalas sampai ia menyapa di sore hari. Aku pun cerita kalau sedang belanja di Morley (ngapain ya aku cerita?). Dia pun bilang rumahnya dekat dengan Morley dan bisa menjemputku, memperlihatkan kota Perth untukku dan mengajakku main ke rumahnya. Aku tetap nggak mau. Apalagi disuruh main ke rumahnya.

Eh dia malah menguliahiku kalau aku takut-takut ketemu orang nanti tidak akan dapat teman yang awet. Hmmm...

Aku pun di Morley sampai malam. Dan dia masih mengajak bertemu juga. Akhirnya aku bilang, kalau ketemu aku nggak masalah tapi aku nggak mau pergi dan main ke rumahnya.

Akhirnya, ia datang ke tempat aku belanja tapi memintaku untuk ke parkiran. Hm, padahal kan aku udah bilang kalau nggak mau pergi sama dia. Tahunya aku jalan ke parkiran yang berbeda dengan tempat dia parkir. Dia menyuruhku untuk tetap berdiri di situ dan dia bakal menghampiri. Aku udah ketakutan banget tapi ya sudah lah kalau cuma jalan-jalan doang. Aku pun masuk mobilnya...

Saat itu kira-kira pukul sembilan malam kurang. Di perjalanan, ia banyak bercerita mengenai riwayat pekerjaannya yang berpindah-pindah. Ternyata ia bekerja di Shell dan ia pernah ditempatkan di Shell Brunei dan Miri. Nggak lama, dia menunjukkan pemandangan Kota Perth dari atas bukit. Di sekitarnya terdapat rumah-rumah berlantai dua yang sepertinya kawasan elit. Nggak sampai dua menit kemudian dia pun menunjuk rumah di sisi kanan, "That's my house."

WHAT?

"Istri dan anakmu ada di rumah?"

"Enggak."

Aku makin ketakutan. Berarti di rumahnya bakal berdua doang kan? Dan ini udah pukul sembilan malam.

"I told you many times I don't want to go to your house!"

Pintu garasi rumahnya otomatis dan mobil sudah masuk dalam garasi. Tinggal pintu garasi yang menutup perlahan. Pintu sudah sangat rendah tapi kemudian aku langsung membuka pintu mobilnya dan lari jongkok keluar dari garasi. Sumpah aku takut banget!

Emang sih bisa saja dia memang tidak akan ngapa-ngapain cuma kan nggak tahu kelanjutannya. Aku sudah hafal nomor telepon polisi di Perth tapi kan tapi kan tapi kan.

Aku jalan kaki menjauh dari rumahnya dan menuju jalan besar. Dia pun kirim chat kalau aku salah jalan lalala, minta maaf, dan bakal mengantarku ke terminal bus terdekat. Aku nggak mau dan mengabaikan teleponnya.

Nggak lama, aku pun menghubungi temanku si orang Dubai itu dan dijemput dong... agak drama banget pas dijemput hahaha tapi skip ahhh XD

Ditraktir Geoff makan Korea. Alhamdulillah, wkwkwk.
Orang terakhir yang kutemui dari WeChat di Perth adalah orang Australia kulit putih. Ia merupakan keturunan ketujuh dari pendatang yang berasal dari Irlandia. Ia bekerja sebagai masinis kereta Transperth. Sebelumnya ia bekerja selama 10 tahun sebagai transit officer (semacam security yang di stasiun dan kereta).

Kalau lihat dari timeline WeChat-nya, Geoff –begitu namanya- orangnya supel, terbuka, dan nggak aneh-aneh kayak dua orang sebelumnya. Dilihat dari timeline-nya yang banyak postingan bersama teman-teman dan foto makanan. Pas chat pun dia nggak pernah ngomong yang nyerempet-nyerempet dan terlihat sopan. Ia juga punya istri yang merupakan orang Jepang dan akhirnya kalau chat pun kadang-kadang menyelipkan Bahasa Jepang. Tapi ya itu, dia cerita kalau dia tidak merasa punya istri. Jadi agak takut sih.

Tidak seperti yang lain yang mengajak bertemu duluan, kalau ini aku yang menawarkan diri untuk bertemu. Perasaanku soalnya mengatakan kalau orang ini orang baik, nggak macam-macam.

Malam itu kalau tidak salah usai pulang kerja, ia mampir ke apartemen temannya untuk say hello. Kemudian ia lapar dan ingin makan masakan Tionghoa. Dia ini gemar mencoba makanan asing. Restoran yang ia tuju sangat dekat dengan rumahku, makanya aku mencoba bertanya apakah aku boleh ketemu dia.

Tapi ternyata restoran itu tutup dan aku bilang rumahku tak jauh dari sana, lalu dia parkir depan rumahku. Ketemu deh!
 
Di dekat rumahku ada semacam area yang isinya rumah makan Cina dan Korea. Karena nggak tahu mau makan apa akhirnya diundi dulu pakai koin. Kepala untuk masakan Cina dan buntut buat masakan Korea. Akhirnya diputuskanlah makan Korea! Dan dibayarin *nangis*

Soalnya katanya aku tamu dan dia lebih tua jadi dia yang bayarin. *hiks*

Kami sama-sama makan bibimbap (sumpah nggak kreatif pakai samaan) dan kimchi pajeon. Kami selesai makan sekitar pukul 12 malam dan akhirnya berpisah.

Besoknya…. ketemu lagi.

Malam itu merupakan malam terakhir aku di Perth. Aku nggak bisa tidur karena kebanyakan minum kafein dari Red Bull. Aku beli Red Bull empat kaleng di empat bar yang berbeda malam itu (tapi ya tidak kuhabisin semua lah ya). Benar-benar pukul 3 pagi pun masih segar, nggak ngantuk. Sedangkan Geoff menghabiskan malamnya bersama teman di bar dekat rumah. Sekitar pukul setengah 4, ia kelaparan dan membeli kari ayam di toko kebab di pengkolan sebelah rumah. Ya sudah aku samperin.

Kami pun mengobrol di bangku depan rumahku sampai pukul 6 pagi. Aku pun cukup malu waktu dia nanya, “Di Indonesia Red Bull masih dalam bentuk botol kecil kan ya?”

Sumpah gue nggak tahu! Nggak pernah beli Kratingdaeng di Indonesia. Orangnya bisa diajak ngomong hal apa aja, jadi betah ngobrolnya.

Di WeChat nggak cuma orang-orang seram doang ternyata, ada yang baik dan bisa jadi teman seperti Geoff ini.

Sampai aku pindah pun kami masih suka chat.

Kerjaanku di Stanthorpe minggu lalu. Menanam stroberi.
Sejak aku pindah ke Stanthorpe, desa yang letaknya 200 km dari Brisbane, aku mencoba mode People Nearby lagi tapi cuma ada dua tiga orang yang muncul. Kebanyakan ya orang asing yang kerja di sini. Mungkin kalau aku pindah ke kota besar lagi, mau coba pakai People Nearby WeChat lagi ah! XD

20 comments:

  1. Wah...kok sepertinya suami-suami di luar negeri lebih bebas ya. Bisa dikasi ijin keluar malem2. Kalo disini udah pasti bunyi terus tuh HP si suami. Hahaha...asik ya kalo ketemu yg aman. Btw kalo boleh minum kopi aja. Lebih bersahabat ama ginjal. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga ngerti tuh. Kayaknya separate sama istrinya. Itu pesen red bull karena kerjaan, terpaksa. Aslinya ngga pernah minum, hehehe. Enakan minum coca cola XD

      Delete
  2. Una Unaaaa.... ceritanya seru, tapi juga bikin deg-degan takut. Una jaga diri ya di sana. ^_^ *peluk2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mbak. Tapi sekarang aman, ngga ada apa-apa dan siapa-siapa di desa soale hahaha. Cuma 5000 orang penduduknya.

      Delete
  3. Postingan tentang sebab-musabab Una pindah ke Australia ada di mana ya?
    Kok aku jadi bingung kenapa Una rada kesepian di sana sampai gentayangan cari teman di WeChat..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga ada hehehe. Ngga kesepian kok mbak, cuma coba cari teman via WeChat aja. XD

      Delete
  4. Wuih yang langsung mengajak ke rumahnya (padahal sudah dibilangi berkali-kali engga mau) itu serem banget ya Na :-| .

    Untung sih bertemu yang baik. Tapi tetap aja, 1 dari 5 artinya 20%; sejauh ini tanda-tandanya kurang meyakinkah ya :P .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang baik dua dari lima hihi sama yang ga aku ceritain banget. Tetep serem x_x Trus aku ga paham orang pula jadi ngga ngerti mana yang baek mana yang enggak, hahaha.

      Delete
  5. Ih serem banget ya mbak, kamu dibawa ke rumah begitu...Untung kamu bisa kabur...pengen tak lempar sendal itu orang ..
    Take care ya :)

    ReplyDelete
  6. Mau strawberrynyaa..*fokus ke foto :)

    ReplyDelete
  7. una...kamu masih belom kapok dah ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini latepost hahaha udah terjadi hampir sebulan lalu XD

      Delete
  8. Aku jadi bayangin saat kamu lari sambil nunduk dan balapan sama pintu pager, Un. Emang waktu itu dia kemana sampai temannya lari gak ketahuan, haha...
    Seru juga lho punya pengalaman seperti itu :D

    ReplyDelete
  9. Ealah Unaaaa... aku melu deg2an baca postinganmu ini. Aku belum baca postingan2 sebelumnya. Jadi pinisirin deh ama kisah2mu ;) *kartu pos ojo lali *tatapan preman ;) *kirimi alamatmu ngko takkirim pc yoh, tenan.

    ReplyDelete
  10. Temen yg kau ajak ketemu gak ada yg cewek? Marai deg2 gan, hahaha

    Btw, kratindeng msh botol kecil tp udah jarang

    ReplyDelete
  11. Terlepas dari ceritamu akhir-akhir ini... Una, aku kangen! Haha

    ReplyDelete
  12. Tante Una... hati hati yaaa
    jangan lupa baca ayat kursi

    ReplyDelete
  13. keren..jalan-jalan terus. salam kenal

    ReplyDelete

Feel free to comment, criticize, and give suggestion ya!