❤ JNE Ongkir Gratis Loh, Mau? ❤

Ada yang sering pakai JNE?

Kalau aku (nggak ada, lumayan sering menggunakan JNE. Baik mengirim maupun menerima. Selain letak agen JNE dekat dengan rumah, selama ini menggunakan layanan JNE nggak pernah mengecewakan. Sampai-sampai petugas agen JNE-nya mengira aku punya online shop (well sepertinya memang harus mulai untuk buka usaha) dan sampai hafal wajah kurir JNE yang sering datang ke rumah.

Nah bulan ini merupakan bulan yang istimewa buat JNE karena JNE merayakan ulang tahunnya di bulan November. Tahun ini, umur JNE 26 tahun, lho! Asik aku lebih muda dari JNE. Trus?

❤❤❤

Kemarin (22/11), aku hadir di acara JNE Media and Blogger Gathering "Local Heroes Go International" yang diadakan untuk menyambut ulang tahun JNE akhir pekan ini. 

Selfie dulu sama dua tante cantik kita...

♥ The Jones: Jomblo Ngenes ♥

Jomblo ngenes?

Kamu ngerasa?

Ih, kalau aku enggak ya. Meski jomblo, tapi bahagia selalu setiap hari lah ya nggak ngenes. Eh tapi ini nggak bahas status siapapun yang masih jomblo kok. Tapi membahas The Jones: Jomblo Ngenes, pemenang kompetisi penulisan naskah yang diadakan oleh Genflix. 

The Jones: Jomblo Ngenes berbentuk web series atau film pendek dan sekarang tayang tiga episode. The Jones: Jomblo Ngenes bercerita mengenai dua cowok yang selalu apes dalam mengejar cinta mereka. Ceritanya yang ringan dibalut dengan unsur komedi yang dijamin memicu gelak tawa penonton. Serial ini merupakan original series pertama Genflix dan menjadi sebagai pembuka original series dan film selanjutnya yang akan tayang di Genflix.


Penyerahan hadiah secara simbolis dilakukan pada Kamis lalu (17/11) bertempat di Conclave, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan. Acara hari itu juga menghadirkan Titin Wattimena, ketua tim juri kompetisi #ProjecTV, yang membagikan pengalamannya sebagai asisten sutradara dan penulis skrip film.

Indonesia Menuju Destinasi Kesehatan Dunia Bersama International Swam 2016

Meski belum ada seperempat abad, kadang-kadang suka kepikiran bagaimana nantinya kalau wajah dan tubuhku penuh dengan keriput. Atau ketika nanti harus mengubah skin care yang kupunya menjadi seri anti-aging. Tidaaakkk!

Kadang-kadang pun suka sirik melihat perempuan yang sudah matang, baik tante-tante atau nenek-nenek namun kulitnya bisa masih kencang gitu. Caranya gimana ya? Aku 'kan juga pengen! Ini aja perasaan kulitku sudah mulai berkeriput……… aku nggak mau tuaaa... eh tapi nggak mungkin ya.

Sementara aku ngeributin penuaan kulitku sendiri, bulan depan bakal ada acara seminar estetika se-Asia Tenggara yang bertemakan: Defeating Aging. Acara yang bertajuk ‘7th International SWAM – Anti Aging Exhibition 2016 ini akan berlangsung pada tanggal 2-4 Desember 2016 di ICE – BSD, Tangerang. Seminar bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh PT Perdesti Global Medicom ini akan dihadiri oleh 2000 dokter (dalam dan luar negeri) dan menjadikannya sebagai seminar ke-3 terbesar di dunia dalam bidang estetika.


Social Shopping Tak Ragu Lagi dengan Uangku

Sebenarnya aku jarang belanja online *pencitraan* Namun belakangan lumayan sering, apalagi mamaku sering banget minta belikan sesuatu di internet tapi malas browsing sendiri. Kemarin mama minta dibelikan kopi hijau yang katanya bisa buat ngurusin badan. Aku pun mencari kopi hijau di situs e-commerce yang terkenal. Karena e-commerce pun juga 'hanya' menghubungkan antara penjual dan pembeli, jadi aku memilih online shop yang terlihat aman dan dapat dipercaya.

Online shop yang kupilih pun yang member premium e-commerce itu, yang biasanya punya badge atau tanda tertentu seperti bintang. Meskipun aku tahu e-commerce akan bertanggung jawab kalau ada apa-apa (misal barang tidak diterima), tapi tetap saja ada rasa tidak aman. Apalagi kalau belanja via Facebook atau Instagram. Baru dua hari yang lalu, temanku posting status di LINE kalau ia tertipu beli baju di online shop di Instagram. Tuh...

Kamu punya pengalaman tertipu saat belanja online?

Di Indonesia, terjadi sekitar 2,7 juta transaksi belanja online setiap harinya. Delapan puluh persennya merupakan Social Shopping alias belanja online dengan media sosial seperti Facebook atau Instagram bukan via situs e-commerce. Padahal, Social Shopping berisiko tinggi. Risiko fraudnya besar, jaminan hukumnya tidak ada, dan tidak ada pihak ketiga yang dapat menengahi apabila terjadi apa-apa. Tapi kenyataannya orang lebih prefer Social Shopping karena ada personal touch dalam transaksinya.

Social Shopping tak hanya menghadirkan risiko bagi sisi pembeli, namun juga sisi penjual. Salah satunya saja kasus bukti transfer yang diedit oleh pembeli.

Persoalan Deodoran

Dari minggu lalu mau bahas ini.
Meski topik ini paling tidak penting sedunia.
Maafkan aku ya...
Cuma masalah obat ketek alias deodoran saja kok dipersoalkan.

Aku kan demen menulis status di timeline LINE ya. Suatu hari aku curhat mengenai deodoranku yang sudah berbulan-bulan tapi tidak kunjung habis juga. Namun sayang, tidak ada yang komentar bahkan like yang tiba di statusku. Kasian deh aku. Sampai beberapa bulan kemudian, tepatnya sekitar minggu lalu, aku menulis kembali status mengenai deodoran yang sama. Tapi kali ini di Twitter. Begini cuitanku...

"Deodoran tuh habisnya dalam berapa bulan? Kok punyaku setaun lebih gak entek-entek. "(Entek = habis)

Kiri: deodoranku. Kanan: deodoran oleh-oleh dari kerabat hasil jarahan dari hotel.
Bulan lalu, deodoran milikku berulang tahun satu tahun. Umurnya bahkan lebih tua dari kucingku Ping Ping yang baru lahir sekitar bulan Mei tahun ini. Kalau diterawang, sepertinya belum ada 30% pun berkurang. Untuk informasimu (fyi, informasi paling ngga penting sedunia), deodoranku berjenis stick dengan merek Nivea Anti-Perspirant Dry Comfort Plus Extra Protection 48h Gentle Care *panjang bok*

✗ STREAM ON, MY NEW ADDICTION ✗

Akhir-akhir ini, aku merasa harus memulai untuk hidup minimalis.

Jadi aku mulai membuang barang-barang yang sudah tidak lagi digunakan. Daripada menuh-menuhin kamar aja ya kan. Salah satu jenis barang yang aku buang adalah: DVD bajakan.

DVD bajakan milikku memenuhi tiga laci yang cukup besar. Setelah aku sadari, memang sejak SMP, karena suka menonton film, aku rajin membeli DVD bajakan yang harganya saat itu hanya 5000.

Makin gede, aku tahu kalau menonton DVD bajakan berarti ilegal. Aku pun semakin jarang menonton film. Aku sudah tidak lagi membeli DVD bajakan dalam lima tahun belakangan. Tapi tidak lantas aku segera membuang cakram-cakram itu. Sampai akhirnya, beberapa bulan lalu, tergerak niatku untuk membuangnya.

Kini sudah tidak tersisa lagi di laci-laci rumahku dan lacinya jadi legaaa… Selain itu, aku pun relatif jarang pergi ke bioskop. Tapi kini aku sudah tahu solusinya. Yaitu: nonton di iflix – yang pastinya legal dan safe.

♫♫♫

Duh gendut banget aye sebelah Mbak Lidya ---“

BCA Prima Amazing Experience yang Colorful


Aku nggak tahu kata apalagi yang tepat untuk menjelaskan acara BCA Prima Amazing Experience yang terselenggara minggu lalu. Pokoknya seru, heboh, kece, asyik banget deh! Yang bener? Ya bener dong, ikutin keasyikannya di postinganku ini yaaa…

♫♫♫

Foto dulu sebelum berangkat.
Kami berkumpul di Menara BCA pada pagi hari (25/10) untuk berangkat ke Bandung. Yap! Acara BCA Prima Amazing Experience diselenggarakan di kota kembang. Perjalanan menggunakan bus Big Bird dalam waktu tempuh sekitar tiga jam. Teman sebangkuku di bus adalah Bena Bernavita, seorang blogger yang sepertinya sedang memiliki masalah rambut. Karena sejak berkenalan ia bercerita tentang rambutnya.

Aku baru pertama kali bertemu Bena di acara ini. Ada beberapa peserta yang sebelumnya sudah kenal dan pernah bertemu seperti Salman Faris, Uni Dzalika, Timothy, Winda GulanyaGulali, dan lain-lain. Oh iya, tujuan pertama adalah BCA Kantor Cabang Utama Dago. KCU Dago terlihat masih baru, cat di dalamnya pun masih sempurna. Ternyata oh ternyata memang baru diresmikan bulan Maret tahun ini.

Yang Enak Dulu Apa Yang Nggak Enak Dulu?

Saat masih kecil, sepertinya masalah terbesarku adalah saat bingung hendak memakaikan baju yang mana ke boneka Barbie yang sedang dimainkan.

Saat sudah beranjak dewasa, masalah makin banyak (misalnya, masalah berat badan yang tak kunjung turun atau bagaimana caranya supaya kucing peliharaan eek pada tempatnya) ditambah masalah kecil yang dibesar-besarkan, bahkan sampai ditulis di blog. Salah satu masalah kecilnya ini: kalau makan, bagian yang enak dulu apa yang nggak enak dulu yang dimakan?

Flashback sedikit. Dulu waktu aku masih kecil, mama suka mengajakku makan di Texas Fried Chicken, Plaza Indonesia. Dulu mal belum banyak ya, dan Plaza Indonesia kalau tidak salah setahun lebih tua dari pada aku. Kalau ke Texas, senang sekali deh rasanya makan nasi panas dan ayam goreng pakai saos tomat. Bagian ayam goreng, aku paling suka kulit ayamnya. Suka banget. Bahkan sempat berpikir kenapa nggak warung ayam goreng itu jualan paket nasi dan kulit ayamnya aja plz.