Serunya Ber-Xpresi di myBCA

Kartu Xpresi dan Flazz-ku.
Menurut data sensus yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dari 250 juta penduduk Indonesia hanya 60 juta saja yang memiliki rekening bank. Padahal sepertinya di masa sekarang rasanya susah kalau tidak punya rekening bank. Sekarang beli pulsa, belanja online, bayar tagihan, bisa menggunakan rekening bank. Bahkan anak kecil pun sudah dibuatkan rekening atas nama sendiri oleh orang tua, bank pun menyediakan tabungan jenis tertentu untuk anak.

Rekening tabungan di bank pun berubah. Dulu kita perlu mencetak buku tabungan untuk melihat mutasi rekening. Sekarang kita bisa melihat via komputer atau smartphone. Zaman semakin mudah ya! BCA pun punya produk tabungan yang praktis, tanpa buku tabungan, yaitu Tahapan XPresi.

Kamu punya Xpresi? Saya pakai lho…

Saya mengetahui mengenai Tahapan Xpresi (selanjutnya disebut Xpresi saja) sejak tahun lalu, ketika melihat kartu ATM teman yang ada foto dirinya sendiri. Wih, saya penasaran dong. Ternyata, itu merupakan produk dari BCA dan ia membuka rekeningnya di myBCA di salah satu mal besar di Jakarta. Sampai kemudian, saya membuka rekening Xpresi juga di kantor cabang dekat rumah.

Ada beberapa pertimbangan ketika memutuskan untuk membuka rekening Xpresi. Pertama, sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, sebagian besar menggunakan rekening BCA, ATM-nya di mana-mana, dan fasilitas layanannya banyak, aman, dan nyaman. Kedua, untuk membuka rekening Xpresi hanya perlu setoran pertama minimal 50.000 dan biaya administrasi bulanan 5.000 saja. Ketiga, Xpresi adalah rekening tanpa buku, pengecekan transaksi melalui BCA mobile, dan limitnya sama dengan paspor BCA Silver, limit tarik tunai 7 juta dan transfer 25 juta per hari.

Yang terakhir, desain kartu ATM-nya lucu-lucu!

Suasana BCA Kantor Cabang Tebet Barat.
Di hari saya hendak membuka rekening Xpresi, ada banyak orang mengantre untuk Customer Service. Saat mengantre itu lah, berasa pelayanan di kantor cabang BCA, sangat baik dan memuaskan. Ada seorang pegawai yang mendatangi nasabah yang mengantre dan memberikan air minum serta permen. Pegawai lain beramah-tamah bertanya apa yang bisa dibantu di counter. Ketika saya menjawab mau membuka rekening Xpresi ia pun meminta KTP dan NPWP saya untuk di-scan dan dikopi terlebih dahulu supaya menghemat waktu saat di counter. Berasa diperhatikan banget deh!

Xpresi bisa digunakan untuk semua umur. Untuk nasabah berusia di atas 17 tahun, hanya dibutuhkan KTP dan NPWP. Apabila tidak memiliki NPWP bisa melampirkan form surat pernyataan tanpa NPWP yang bisa diunduh di web BCA. Untuk nasabah berusia di bawah 17 tahun dibutuhkan beberapa dokumen pelengkap seperti akte kelahiran, NPWP dan identitas orang tua, surat persetujuan orang tua, dan lain-lain. Lebih lengkapnya dapat dibaca di halaman Tahapan Xpresi di situs web BCA.

Counter Customer Service.
Desain kartu Xpresi yang bisa dipilih.
Video Banking Experience untuk Pertama Kali

Sekitar dua minggu lalu, saya datang ke myBCA untuk ganti kartu Xpresi. Seorang mbak pegawai yang bertugas meminta saya untuk memperlihatkan KTP. Eh, saya perhatikan kok mbak pegawainya 'cuma' mondar-mandir dan saya pun sudah menunggu sekitar 15 menit. Padahal 'kan sepertinya ganti kartu cuma begitu doang... Ternyata semua pelayanan di myBCA dilakukan melalui Video Banking yang saat itu sedang melayani nasabah. Maaf ya Mbak saya suudzon. ⌒°(❛ᴗ❛)°⌒

Untuk desain kartu Xpresi tadinya saya tertarik yang tema traveling bergambar traveling items dan di sudut kanan tersedia space untuk foto wajah kita. Duh, tapi rasanya nggak pede kalau harus punya kartu ATM yang ada foto wajah. Akhirnya nggak jadi dan memilih desain nomor 14. Dan saat itu merupakan pertama kalinya aku merasakan yang namanya Video Banking dan terkesima...

Mesin Video Banking.
Sebenarnya sama saja seperti di teller atau Customer Service. Bedanya via video saja. Mana muka saya juga terlihat di bagian pojok kanan layar. Bawaannya pengen senyum-senyum sendiri sambil pose *berasa kamera depan*

Di mesin video banking ada dua layar, layar di atas untuk melihat teller BCA dan yang di bawah adalah layar sentuh untuk menampilkan data, informasi, dan penjelasan untuk nasabah. Di sebelah kanan layar sentuh ada bagian untuk tanda tangan dan memasukkan pin. Di depannya lagi terdapat scanner untuk memindai dokumen seperti KTP dan NPWP. Beberapa pertanyaan juga ditanyakan oleh teller, seperti tanggal lahir, transaksi terakhir, membuka rekening di cabang mana, dan lain-lain.

Usai proses penggantian kartu selesai, kartu baru akan keluar dari bagian Card Issue. Saya cuma mbatin, wah canggih ya... hahaha.

Andai video call-an dari rumah bisa sejernih ini...
Ini dia kartu baru Xpresi saya... lucu kaaan?

Kartu baru Xpresi saya.

Kartu Flazz Edisi Halloween

Saya juga membeli kartu Flazz di myBCA. Karena menjelang Halloween, Flazz menyediakan desain karakter Looney Tunes bertema Halloween. Ada tiga pilihan yaitu Tweety, Sylvester & Tweety, dan Bugs & Daffy. Semuanya lucu tapi akhirnya saya memutuskan membeli yang Tweety.

Flazz merupakan kartu pengganti uang tunai. Lebih praktis karena tinggal tap dan tidak perlu menghitung dan memastikan keaslian uang. Flazz bisa digunakan untuk membayar di minimarket, supermarket, toko buku, dan pokoknya di lebih dari 57 ribu merchant di seluruh Indonesia. Fitur yang paling penting buat saya sih: bisa untuk naik commuter Line dan TransJakarta.


Flazz juga punya desain beraneka macam. Seorang teman, ia kegirangan karena mendapat Flazz edisi McDonald's Bandung. Ia pun bercerita kalau ada Flazz edisi McDonald's dan hanya tersedia di empat kota: Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Jadi ingat dulu ada teman memberitahu kalau ada Flazz bergambar Hello Kitty. Sebagai fans Hello Kitty, sebenarnya saya pengen, tapi apa daya nggak sempat beli. Ada yang punya nggak? Kalau punya buat sayaaa doong~ o(^▽^)o

Kalau Flazz-mu gambarnya apa?


Ber-Xpresi di myBCA

Karena sedang suasana Halloween, tak hanya kartu Flazz saja, myBCA juga didandani dekorasi ala Halloween. Seperti dinding yang ditempeli stiker gambar kelelawar, gantungan bernuansa oranye, dan frame Instagram yang bisa digunakan untuk berfoto.

Saya pun juga narsis di frame Instagram-nya dong.


Oh iya, lipstikku bukan ungu kok. Itu hanya iseng edit warna di Photoshop, hihihi

Kamu nasabah BCA juga?
Pakai produk yang mana? Ceritakan dong di kolom komentar ♬


Inside The Ferry From Mokpo To Jeju Island

Menuju Pulau Jeju bisa dengan dua cara, menggunakan pesawat atau kapal. Saat itu, aku menggunakan kapal feri menuju Pulau Jeju namun kembali ke Busan naik pesawat. Aku berangkat dari Mokpo, kota di Provinsi Jeollanam-do, menggunakan kapal feri. Harga tiketnya 24300 KRW dan perjalanan ditempuh sekitar empat jam.

Yang sempat bingung, aku berhenti di halte bus Terminal Feri Domestik, eh tahunya feri menuju Jeju berada di Terminal Internasional. Untungnya jalannya tidak jauh jadi nggak perlu lari-lari. Setelah sampai terminal, aku menukarkan print-out bukti pembelian tiket dengan boarding pass. Untuk masuk ke feri, akan ada pengecekan boarding pass dan identitas (paspor).

Sepertinya baru beberapa kali naik feri, jadi aku excited banget! Aku cuma pernah naik feri Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, sama Kartini-Karimun Jawa (T_T ) Naik cruise macam di Titanic juga belum keturutan. Soon, lah soon. <- nggak tahu pernah berapa kali menulis begini di postingan. Tapi doa yha, kan?

Tampak depan gedung Terminal Feri Internasional Kota Mokpo.

Hobiku: Cuci Piring

Hobiku cuci piring, kayak Bill Gates gitu lah.
Tapi boong. *evil smirk*

Tapi seriusan, aku suka yang namanya bersih-bersih. Aku tuh suka gemas kalau ada banyak debu di rumah, meja berantakan, lantai kotor, tapi gemas doang ding nggak langsung dibersihin. Kalau misal harus belajar untuk ujian pun, yang pertama dilakukan adalah beresin kamar. Kalau nggak rapi dan bersih, bawaannya males belajar.

Alesan aja sih.

Somehow, aku sangat menikmati kalau sedang bersih-bersih, baik mencuci baju atau menyapu lantai. Akhir-akhir ini juga lumayan rajin mencuci piring. Setelah makan, langsung cuci piring sendiri. Ternyata mencuci piring dengan tangan banyak manfaatnya, loh. Pantes saja Bill Gates suka cuci piring!

Menurut artikel yang kubaca, ketika mencuci piring dengan tangan, fokus pada bau sabun, merasakan piring dan gelas, dan suhu air keran, mampu mengacu pikiran supaya lebih positif. Selain itu, mencuci piring dipercaya dapat mengurangi kegelisahan, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi risiko depresi.

Tapi ingat, mencuci piringnya juga harus mindful. Harus ikhlas dan dinikmati. Gimana? Yuk, mulai mencuci piring sendiri!

Hmmm... mungkin aku belum rajin mencuci piring tapi aku selalu memerhatikan wastafel di dapur. Kalau sabut cuci piring sudah rusak atau warnanya sudah iyuuuhhh, langsung kuganti dengan yang baru. Biasanya kalau di supermarket aku selalu membeli beberapa sabut cuci piring Scotch-Brite buat stok di rumah.

Craving For Durian?

Sponsored Post

Aku nggak gila durian, sih. Melainkan tipe yang kalau pengen baru makan. Beberapa minggu belakangan rasanya pengeeennn makan durian. I'm craving for durian!

Long time no see banget sama durian rasanya. Karena kepengen makan doang, tapi nggak beli-beli, akhirnya lupa deh. Sampai akhirnya ada yang ngasih aku Sop Durian Kunyil yang dikirim pakai Go-Food-nya Gojek! ♥

Ada satu mangkok Sop Durian original dan satu porsi batagor-siomay. Terima kasih, kok ya pas banget lagi pengen makan durian.




Sop Durian Original ini berisi durian asli, keju, dan susu. Tak lupa dibubuhi dengan es batu. Makanya Sop Durian ini cocok banget dinikmati pada siang hari yang panas. Sop Durian Kunyil juga menyediakan menu Sop Durian dengan topping lainnya seperti Sop Durian Brownies, Oreo, Coco, Crunch, dan lain-lain. Yang membedakan adalah yang Original lebih banyak volume duriannya! Yummy!

Satu mangkok Sop Durian Original dijual dengan harga Rp 21.999.


Selain sop durian, aku juga dikasih seporsi batagor dan siomay. Ternyata menu ini dinamakan Batasio (Batagor - Siomay). Jadi kalau galau mau beli batagor atau siomay, bisa beli Batasio. Ya kali aja ada yang suka bingung antara dua pilihan itu. 

Satu porsi batasio dijual dengan harga Rp 18.999.

Selain Batasio, Sop Durian Kunyil juga menjual menu nasi, minuman kopi, olahan kripik, dan lain-lain. Menu lebih lengkapnya Sop Durian Kunyil dapat dilihat melalui situs web: sopduriankunyil.com atau bisa cek di menu Go-Food aplikasi Go-Jek.


Saat lihat namanya... Kunyil? Berasa aneh gitu. Pas aku lihat webnya ternyata nama 'kunyil' berarti panggilan sayang untuk anak dan merupakan singkatan dari: Keluarga Unik yang Bahagia dan Lestari. Harapannya si pemilik, Sop Durian Kunyil bisa menjadi kesayangan untuk para pecinta durian.

Mau coba?
Cek alamat di bawah ya.
Atau via Go-Food, Free Delivery loh!

SOP DURIAN KUNYIL
Jalan Anggrek Cendrawasih Blok K No. 39 B, Jakarta Barat
Go-Food ✓
Instagram: @sopduriankunyil
Situs Web: http://bit.ly/sopdurenkunyil

Rasanya Jalan-Jalan Pakai Kruk #2

Kelanjutan dari Rasanya Jalan-Jalan Pakai Kruk #1

PAKAI ACCESSIBLE TOILET

Saat itu, aku hanya bisa menggunakan sepatu/sandal di kaki kanan. Sedangkan kaki kiri menggunakan 'sepatu' buatan dokter yang dibalut dengan kain perban (bandage). Pakai sepatu khusus itu membutuhkan waktu yang lumayan lama. Untuk berjalan aku juga menggunakan tongkat jalan (kruk) supaya lebih mudah.

Keesokan hari setelah memeriksakan diri ke dokter, aku berangkat ke Kuala Lumpur menggunakan maskapai Air Asia dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Memang tidak enak rasanya berjalan kaki menggunakan kruk tapi rasanya biasa-biasa saja, sampai akhirnya di bandara aku hendak pipis.

Aku pun berjalan menuju toilet dan seorang petugas pun membukakan pintu accessible toilet (biasa juga disebut disabled toilet, toilet khusus yang digunakan untuk orang yang difabel). Aku bahkan sampai lupa ada toilet khusus dan niatnya menuju ke toilet yang 'biasa'. Aku agak terharu karena si petugas toilet begitu perhatian.

Nggak punya foto toilet, fotoku aja ya.

Justika, Ketika Pasar Praktisi Hukum Tak Lagi Menjadi Pasar Bisik-Bisik

Aku baru tahu belakangan ini kalau dokter, pengacara, dan notaris tidak boleh mengiklankan dirinya dalam bentuk apapun. Misalnya notaris, tak hanya iklan, seperti ucapan selamat, belasungkawa, ucapan terima kasih, bahkan papan nama kantor notaris pun tidak boleh ada di luar lingkungan kantor. Kode etik, katanya.

Duh, maafkan keawaman saya ini ya.

Makanya, inilah sebabnya mengapa 'pasar profesi di atas' sering disebut sebagai pasar bisik-bisik. Orang-orang tahu pengacara ini itu dan apakah reputasinya baik buruk dari komunikasi mulut ke mulut. Jadi, biasanya orang memutuskan untuk menggunakan jasa hukum dari pengacara tertentu yaitu berdasarkan dari rekomendasi orang yang dikenalnya.

§§§

Apa yang kamu pikirkan apabila mendengar kata hukum? Kalau aku sih saat ini yang terbayangkan adalah polisi, penjara, hukuman mati, Dimas Kanjeng, dan Jessica.


Rasanya Jalan-Jalan Pakai Kruk #1

Sudah sepuluh bulan silam sih...

Barangkali ada yang ingat, kalau aku jatuh dari trotoar bulan Desember lalu. Saat itu, aku sedang jalan kaki di trotoar tak jauh dari rumah untuk berangkat ke kampus. Karena di trotoar terdapat warung dan ada mobil terparkir di pinggir trotoar, aku sedikit kesusahan untuk jalan. Akhirnya aku terpeleset dan posisi kaki kiriku menekuk di aspal. Aku nggak main hape, nggak ngelamun, tapi sepertinya memang takdirnya begitu...

Sakit. Aku kira hanya keseleo biasa. Aku berusaha jalan pulang ke rumah. Dipegang-pegang sakit banget, sampai aku akhirnya tidur, kali aja kakinya membaik. Hahaha... Eh beberapa jam setelahnya tetap sakit sampai akhirnya memutuskan untuk ke rumah sakit. Setelah di-rontgen, ternyata patah tulang lah. *nangis*

Pakai kursi roda. Sebenarnya bisa jalan, tapi iseng pakai kursi roda.