Pozzcrozz Giveaways

I'm giving away tiga paket berisi postcard holder dan 10 mint postcards untuk tiga orang pemenang! Tertarik ikutan?

❤❤❤

Sudah enam bulan bertukar kartupos menjadi hobi baruku. Masih jadi postcrosser level teri memang. Sebulan paling hanya sekitar 10-15 kartupos yang aku kirim. Tapi it's really fun, menikmati menulis tangan di postcard lalu kalau tahu sudah sampai ke penerimanya, rasanya menyenangkan. Sekaligus belajar geografi, seperti tak jarang aku berpikir, "Oohhh ada kota namanya ini ta di negara ini." Menerima kartupos dengan isi cerita yang menambah pengetahuan dan keingintahuan. Mengasyikkan!

Sekarang aku membuat kuis dan membagi tiga paket buat para penggemar kartupos, paketnya ada di bawah ini:

Postcard holder, sama seperti album foto A4. 10 mint postcards tema random...
Syarat dan Ketentuan:
1. Giveaway ini terbuka bagi siapa saja.
2. Punya alamat di Indonesia.
3. Follow Twitter-ku @sitti_chan dan like Facebook Page Una Vida Escrita de la Una.

Caranya gampang, hanya dengan menjawab di kolom komentar postingan, pertanyaan di bawah ini:

"Seandainya kamu bisa me-rikues kartupos dari siapapun, kartupos dari siapa yang ingin kamu terima? Siapa yang kamu inginkan untuk mengirim kartupos untukmu? Mengapa orang itu?"

Mungkin pertanyaan ini pernah dijadikan kuis juga, aku tidak tahu. Tapi aku ingin tahu jawaban teman-teman. Aku akan memilih tiga jawaban yang paling aku suka, dilihat dari uniknya dan kreativitasnya.

Oh ya, jangan lupa tulis namamu ya di bawah jawabannya ya sebagai tanda keikutsertaan. Aku tutup tanggal 13 Agustus 2014. Kutunggu ya!

❤❤❤

Salam


Seorang laki-laki terlihat melakukan gerakan salam, memalingkan kepala ke kiri, dalam sembahyangnya. Sendiri. Dibidik dari lantai atas Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia, Depok. Foto ini aku ambil sebelum aku diterima di universitas ini. Foto sudah lama memang, 2009, tapi aku suka lihatnya. Serta sangat menyenangkan bisa menangkap aktivitas manusia dalam masjid dari kotak-kotak pagar balkon. Coba saja. ❤

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer


Quiz Hunter

Aku perhatikan beberapa teman ada yang quiz hunter. Berpartisipasi di berbagai kuis via media sosial media untuk mendapatkan hadiah. Yang namanya quiz hunter, kuis yang diikuti mbok ya banyak banget. Belum persyaratan mensyen atau retweet yang banyak. Akun Twitter-ku tak jarang suka dimensyen orang yang bahkan bukan following/followers, karena untuk syarat kuis. Dalam hati sih, wow pada segitunya sama kuis. Salut lahhh... Sampai aku bertemu langsung dengan dua orang quiz hunter...

Sumpah aku lupa namanya, hahaha. Kayaknya pun mereka enggak tahu namaku, tapi waktu itu kami lumayan mengobrol banyak. Waktu itu aku dan temanku ikut lomba food race. Semacam Amazing Race (versi jauh lebih kecil hahaha) tapi berkenaan dengan kuliner dan restoran. Jadilah kami lari-lari pindah mal pindah restoran. Sayangnya kami kalah, selesai di finish nomor enam dari sepuluh pasangan, hiks. Di finish, kami disuruh istirahat di sebuah toko kopi dan dua quiz hunter tadi duduk di meja yang sama dengan kami. Mereka juga partisipan food race.

Mereka, satunya laki-laki, satunya perempuan, bercerita kalau food race kali itu kurang oke. Yang mana hadiahnya hitungannya enggak banyak. Berbeda dengan race yang ia ikuti sebelumnya, yang diadakan oleh salah satu nama convenience store. Mereka juga bercerita kalau misi pertama food race itu yang mengharuskan kita ke Bakerzin yang letaknya di mal yang sama saat start, mereka malah berinisiatif naik taksi ke mal yang lain. Padahal nggak boleh bawa duit dan nggak ada voucher taksi, hahaha...

Kami pun bertanya apakah mereka sering ikutan lomba-lomba semacam itu. Kata si laki-laki menunjuk yang perempuan, "Nih dia nih, ke luar negeri mulu gara-gara kuis." Hah? Ternyata dua-duanya memang sering menang hadiah ke luar negeri. Ke Inggris, Jepang, Eropa, dan lain-lain. Bahkan si perempuan ini setahun bisa tiga kali liburan gratis ke luar negeri gara-gara kuis. Katanya, "Kalau nggak gara-gara kuis, mana bisa gue jalan-jalan ke luar negeri." Nggak cuma hadiah liburan, mereka juga sering mendapatkan gadget gratis.

Sempat bergosip, si perempuan ternyata mengetahui isu sebuah lomba blog dari sebuah perusahaan yang katanya yang dimenangkan ya si teman-teman jurinya. Kata si perempuan, emang dari dulu si perusahaan itu gitu. Bahkan si perempuan ini pernah ikut lombanya (lupa lomba apa), namun hadiahnya dialihkan sampai ia menulis surat untuk si perusahaan ini. Hahaha... Mereka bercerita tentang kecurangan-kecurangan yang diadakan oleh penyelenggara kuis, menasihati jangan pernah percaya kuis yang diadakan Radio X-Y atau perusahaan ini itu.

Mereka juga memberikan tips mengikuti kuis. Katanya, kalau ikut kuis dilihat dulu usahanya sebesar apa, semahal apa. Kalau buat dapat hadiah harus membeli produk yang banyak dan mahal, ya malas juga. Tapi kalau pengorbanan yang sebanding, ya sikat ajaaa. Ikut kuis/lomba bukan tanpa pengorbanan, seperti cerita si perempuan yang pernah ikut kuis lomba foto. Dia niat fotonya di tengah rerumputan stadion aja. Atau lagi dia juga bercerita ada lomba foto apa, dia sampai bela-belain pinjam kostum dengan sewa 500.000 hanya untuk foto buat kuis. Intinya, harus dipikirin seunik mungkin karya lomba yang mau diikuti. Kuis yang diikuti pun macamnya banyak. Mulai dari lomba nulis, foto, main game, tebak-tebakan, dan lain-lain.

Aku ngga tahu sebelumnya kalau ada quiz hunter yang sampai segitunya... Wow aja, hahaha.

Best Bakery in Jakarta

Aku nggak suka makan yang nggak enak. Bukannya pilih-pilih makanan, tapi kalau sama-sama bikin gemuk, mending makan yang enak kan? Biar makin gemuknya terbayar sama kepuasan makannya. Buatku mungkin makanan itu adanya enak sama enak banget. Kalau enggak, enggak 70 kilo juga kali ya eike. Tapi ada beberapa makanan yang menurutku saking enaknya, sampai bisa bikin terharu bahagia makannya. Serius.

Salah satunya... kue dan roti buatan Flour Flour!

Aku pernah menulis post singkat di blogku Shoku no Shokku tentang Flour Flour. Beberapa kali lagi aku ke sana, rasanya tetap enak banget! Okey, jadi apa sih Flour Flour itu?

Flour Flour itu merupakan toko roti/bakery yang letaknya di Lotte Shopping Avenue. Lengkapnya Flour Flour Kenji Kawasaki. Kenji Kawasaki ini merupakan chef patisserie asal Jepang yang merupakan murid dari Hide Yamamoto, chef asal Jepang juga yang terkenal.

Dolcenya Sesto Senso, restoran belakang Flour Flour yang satu grup. Susnya enak banget -,-
Pertama kali aku tahu Flour Flour, aku langsung mencoba testernya. Flour Flour nggak pelit kasih tester. Bahkan nggak beli aja sudah bisa kenyang kalau bisa mampir ke sana, hahaha. Tester yang banyak sebanding harganya yang sedikit di atas rata-rata. Kalau misalnya di toko roti lain, roti sejenis itu harganya 10.000, di Flour Flour bisa jadi 20.000. Macaron di bakery lain seharga 8.000, di Flour Flour sudah ukurannya lebih kecil dan lebih mahal, 12.000.

Tapi... belinya nggak akan menyesal sumpah. Karena enaknya keterlaluan! Aku percaya produk Jepang itu made to perfection. Bahannya yang digunakan merupakan bahan terbaik. Berasa banget waktu makan kue-kue-nya Flour Flour.

Awal bulan ini tanteku ulang tahun. Dia sedang berlibur dan menginap di rumahku. Ibuku berinisiatif untuk membelikan kue ulang tahun. Tadinya hampir dibelikan cheese cake di toko dekat rumah. Tapi aku mengingat Flour Flour! Mana kue ulang tahun kalau di rumahku makannya cuma sekali aja, lalu dionggokkan di kulkas sampai entah berapa lama karena nggak ada yang makan. Aku bilang sama ibu, kalau belinya di Flour Flour aku rela menghabiskannya! Hahaha... 

Jadilah beli Cheese Souffle. Harganya 308.000 sudah termasuk PPN. Kalau beli cheese cake di dekat rumah harganya lebih murah tapi enaknya nggak enak banget. Kan males ngabisinnya...

Ini dia tampilan Cheese Souffle.

Cheese Souffle. Aku kemarin makan setengah bunder...
Tampilannya kayak cheese cake biasa ya, tapi rasanya... o em ji. Cheesenya sangat delicate, tidak terlalu manis, tapi pas. Lapisan bawahnya ada kacangnya, krenyes-krenyes manis... Aku makannya sampai terharu T.T *lebay maksimum*

Aku jarang jajan ya *tapi boong* tapi dari bakery yang pernah aku coba, Flour Flour paling enak. Seriusss enaknyaaa... Kalau nggak percaya enaknya, silakan coba ke Flour Flour. Hihihi...

Flour Flour Kenji Kawasaki
Ciputra World Super Block 1 Floor 03
Lotte Shopping Avenue
Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Jakarta, Indonesia
www.flourflour.co.id

LUMIApa Ngga Tahu?

Kayaknya sih aku kurang apdet di banyak bidang. Salah satunya mengenai lagu.

Tanyakan kepadaku lagu terbaru Indonesia dan luar negeri, aku mungkin tak bisa jawab. Tulus, Raisa, Sandhy Sondoro, aku nggak tahu satu pun lagu mereka. Baru tahu ada penyanyi namanya itu saja mungkin belum lama. Lagunya Miley Cyrus, Lady Gaga, Nicky Minaj, aku pun tak ada yang tahu. Pernah suatu saat teman menanyaiku, "Tahu lagu ini nggak?" Sebuah lagu terdengar dari pemutar lagu di dalam mobilnya.

"Nggak."

"Lu miapa nggak tahu lagu ini?"

"#Honestly nggak tahu, nggak pernah denger perasaan." Padahal kata temanku lagu itu lagi nge-hits. Hiks.

Aku nggak tahu kenapa kudet lagu begini, tapi aku memang nggak menonton tivi dan mendengarkan radio. Trus sukanya dengar lagu apa? Aku sukanya lagu-lagu Pink Martini, Shiina Ringo, national anthems, lagu-lagu asing berbahasa non-Inggris, sama lagu daerah. Di playlist telepon genggamku isinya lagu berbahasa Rusia, Jepang, dan beberapa national anthems. Semacam aneh memang selera laguku.

Sekarang-sekarang mulai mencoba supaya tidak kudet lagu lagi, mencoba mendengarkan lagu-lagu baru, supaya misalnya diajak karaokean lagunya nyambung sama teman, hahaha. Biar nggak kudet, aku suka lihat status teman-temanku misal di Path kan bisa update status sedang dengerin lagu apa tuh, atau enggak di media sosial lain misal ada yang cerita di status tentang lagu yang enak. Juga sesekali mendengar radio atau streaming lagu di internet.

Kalau di Nokia Lumia 1520, bakalan nggak akan kudet lagu terbaru lagi lah karena ada aplikasi yang namanya MixRadio. MixRadio ini merupakan aplikasi gratis untuk kita bisa streaming lagu. Bisa di-personalize sesuka hati sesuai selera musik kita. Semacam radio tapi channel kita sendiri kali ya. Ingin jalan-jalan dan malas kalau streaming internet lemot? Santai... karena playlist-nya bisa di-download terlebih dahulu sebelum jalan-jalan dan bisa diputar secara offline.

Bisa pasang MixRadio dan aplikasi anti kudet lain di Live Tiles Nokia Lumia 1520. Foto: nokia.com

Seperti khas gadget keluaran Microsoft, Nokia Lumia juga punya Live Tiles di start screen-nya. Itu loh yang kotak-kotak di halaman utama. Supaya nggak kudet, aplikasi sosmed, MixRadio, aplikasi berita, atau website favorit bisa dipasang di halaman paling depan telepon genggammu melalui Live Tiles. Eksistensi Live Tiles di Nokia Lumia ditambah layarnya yang besar dan super sensitif bikin nggak ada lagi alasan buat kamu untuk kurang apdet!


"Artikel ini diikutsertakan dalam #Honestly Giveaway: Jangan kudet, dong!"

❤❤❤

In The Now

Ceritanya tadi malam aku hampir dijambret...

Kemarin aku pulang dari buka bersama dengan teman sekitar jam delapan kurang. Aku pulang naik ojek, tapi aku lagi ingin jalan kaki, jadi aku turun di jalan besar dekat rumah. Untuk menuju rumah, harus jalan kaki sekitar 100 meter. Aku pun berjalan di jalan kecil dekat rumah. Sambil jalan aku memegang telepon genggam membalas pesan-pesan temanku.

Hanya tinggal belok kanan saja, rumahku rumah pertama dari belokan, tiba-tiba ada motor mendekatiku. Ditumpangi oleh dua laki-laki yang berperawakan kurus, dan agak-agak alay gitu. Tahu-tahu, tangan si laki-laki yang bonceng di belakang menarik telepon genggamku. Lumayan kencang ya, wong tanganku habis itu merah-merah. Alhamdulillah, aku menariknya lebih kencang jadi tidak terambil. Kemudian aku teriak dan ada beberapa orang yang keluar rumah dan menanyaiku.

Tiba-tiba, suami mbakku naik motor lewat, aku cerita kalau tadi hampir dijambret. Entah dia mau ke mana. Pas aku mau jalan ke rumah, lah kok ada motor yang naik dua orang laki-laki juga, padahal orang yang berbeda sih, keburu parno duluan, akhirnya minta ditemenin sama suami mbakku jalan sampai rumah. Padahal rumahku tinggal sak nyuk...

Panik panik. Nggak lagi-lagi buka hape di jalan, even jalan itu dekat rumah banget. Karena belum tentu aman kan. Mana kemarin sepi karena memang sudah malam dan masanya orang tarawih, plus gelap. Bersyukur banget aku nggak diapa-apain... hih.

Besok pagi aku bilang sama ibuku aku nggak mau pulang jalan kaki malem-malem sendiri lagi. Aku sendiri belum cerita ke ibu pas malam, karena ibu pulang malam dan aku tidur cepat. Ya abis itu dibilangin sama ibuku banyak banget, hahaha.

"Makanya, engga mainan hape mulu. Engga cuma di jalan, even di mall juga jangan mainan hape. Kamu tuh harus in the now."

"Maksudnya?"

"Ya di sekarang. Dikasih sama Gusti Allah sekeliling tuh ya dilihat, diperhatikan. Bukannya nyawang hape terus. Ayat-ayat Tuhan itu ditunjukkan di sekeliling kita bukan di hape. Kalau mau mainan hape ya duduk. Wis diomongi bola-bali kok..."

Huhuhu. Sebenarnya aku nggak segitunya sama hape sih. Tapi kalau udah megang hape, browsing-browsing, pas sendiri pula, otomatis kayak jadi nggak konsen kan, hihihi... Meskipun nggak pakai hape, juga sering bengong.

Tapi emang kalau nggak merasakan sendiri nggak ketampar sih. Hahaha... Padahal dompet dicopet juga sudah pernah. Tuhan masih baik sama aku hape tercintaku tidak jadi terambil. ❤

Capres

Baru kali ini agaknya aku sedikit peduli sama berita-berita tentang capres-capresan. Lima tahun lalu, boro-boro... Baca berita saja tidak pernah apalagi khususon tentang tiga calon pasangan capres-cawapres waktu itu. Belum lagi, waktu tanggal pilpres, saya lagi di Jogjakarta, yang mana kalau mau coblos beda TPS itu nggak semudah sekarang ini. Pakai surat segala rupa, padahal sudah niat milih salah satu calon lho, yang itu tuh...

Sekarang saya rajin baca-bacain berita capres. Status dan link hasil bagi teman-teman di media sosial juga bikin seneng, jadi baca-baca, nggak peduli artikelnya mau njelek-njelekin satu calon atau black campaign. Debat capres pun eike tonton, meski nggak full juga sih nontonnya. Kayak asik aja getoh ngikutin perkembangan capres-capres ini. Mungkin pedulinya saya terhadap hal ini menunjukkan kemakindewasaannya saya, wekekek.

Sepengamatanku, ibu saya juga sedikit lebih heboh menjelang pilpres kali ini. Perasaan ya, jaman Pak Harto, jaman pilpres SBY dulu, ibu saya nggak seheboh ini. Isi percakapan whatsappnya sama teman-temannya mbok semua tentang capres *stalker*. Seperti beberapa minggu lalu, saya lagi asyik-asyikan buka karaokean di Youtube sambil tengkurep, mama *jadi saya manggilnya siapa sih* saya teriak dari kamarnya,

"Un! Un! Kayaknya kamu harus keluar dari Indonesia deh. Tenanan iki!"

Saya langsung ke kamar mami,

"Yes? Hah? Hah? Maksudnya?"

"Kalau dia jadi kepilih jadi presiden, Indonesia bisa kacau. Belum jadi aja, rupiah jebol... nggak ada kebebasan... lalalala. Kamu harus cepet-cepet keluar dari Indonesia!"

"Hmm... oke."

Yah gitu deh, ibu saya jadi suka heboh sendiri. Termasuk waktu debat capres. Karena biasanya akhir pekan, kita pergi terus, jadilah ibu nontonnya streaming di hapenya. Di sepanjang jalan, sampai akhirnya pindah nonton tivi di rumah, setiap capres yang ibuku pilih bicara, ibuku sesekali bilang, "Apik iki...", "betul betul", "De'e ngerti konsepe..." 

Giliran capres yang bukan ibuku pilih dapat giliran bicara, mbok semua omongannya dicibir ibuku. "Ngarang tenan! "Ra mutuuu..." "Yo ra mungkin!" dan sejenisnya, hahaha dan karena prinsipku adalah Asal Ibu Senang, aku pun ikutan heboh teriak-teriak nonton debat capres sekaligus ngatain capres yang ibu saya nggak suka. Hahahaha... capres-capresan marai sinting -,-

Eniwei aku nggak sabar buat nyoblos tanggal 9 besok. Aku sudah tahu siapa yang akan aku pilih, hehehe. What about youuu guys?

Lupa Vocab

Pernah nggak sih mengalami lupa vocab mendadak? Kalau lupa atau nggak tahu vocab Bahasa Inggris atau bahasa asing ya agak maklum, wong bukan lingua franca. Tapi sering nggak sih kalian lupa vocab dalam Bahasa Indonesia?

Misalnya...

Beberapa hari lalu, aku menonton seminar tentang public space art di Korea bersama temanku. Eh, tahu-tahu temanku membahas tentang Bandara Incheon. Dia bilang, "Bandara Incheon kan bandara yang paling ter... sedunia. Aduh, ter-apa sihhh..."

Aku dan temanku yang lain mencoba membantunya,

"Terintegrasi?"
"Terkeren?
"Terbersih?"

Tanggapan dia, "Bukaaan, bukaaan, ter apa sihhh..."

"Arsitekturnya paling bagus?"
"Terkompleks?"
"Terbaik?"

Kata dia, "Bukaaaan ih, itu lho teknologinya bagus, wi-finya kenceng banget..."

"TERCANGGIH?"

"Nah iya, itu tercanggih!"

Ealah, tiwas sini sudah nebak-nebak yang aneh-aneh sampai terintegrasi segala, tahunyaaa... maksud dia tercanggih. Dan temanku ini masih 19 tahun. Masak kata canggih aja lupa, hahaha.

Aku suka lihat beberapa orang yang sudah tua dan orang yang sakit yang otaknya yang diserang kadang suka susah menyebutkan kata yang sebenarnya enggak susah. Tapi dia semacam lupa, nggak tahu apa vocabnya. Tapi itu wajar sih... tapi...

Tadi malam aku sama temanku membahas sebuah permen yang diberi oleh guruku, yang katanya berasal dari Ukraina. Permennya semacam jelly yang berlumur gula di luarnya. Kayak Yupi gitu. Nah, temanku bilang kalau itu mirip Yupi-Yupian yang warna-warni yang suka dijual ons-onsan, kiloan, tanpa merek. Waktu dia bilang gitu, aku tuh teringat kalau itu tuh ada Bahasa Indonesianya. Sesuatu yang dijual ons-onsan, kiloan. Sejak itu aku mikir-mikir apa istilahnya. Tapi aku nggak bilang sama temanku kalau aku lagi penasaran kata.

Sejam berlalu aku masih kepikiran dan belum menemukan apa istilah itu. Aku pun nge-PINK! ibuku. Yes, bukan PING!!! tapi nulis kata PINK!!! secara manual di chat BBM. Waktu itu aku lagi di angkot. Aku tanya ibuku, "Buk apaan sih Bahasa Indonesia dijual kiloan gitu... ada istilahnya kan..."

Ibuku jawab, "Opo tho, ra dong."

"Ihhh itu lhooo Bu, kan ada Bahasa Indonesianya. Apa yaaa... jelantah yaaa... aduh apa sih mirip-mirip gitu."

"Curah?"

"NAH IYAAAA ITU CURAH!!!"

Ealah, kata yang kucari-cari ternyata 'curah'.

Zzz on maximum level.

Aku penasaran aja. Apa yang terjadi di otak ya kalau terjadi seperti ini. Dan aku rasa banyak yang mengalami hal seperti ini. Ya nggak? *nyari temen*